Bersama al-Qur'an (98)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keenam Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Bulan Ramadhan Stasiun Al-Shiraath al-Mustaqiim
Dengan segala kesempurnaan yang dimiliki manusia, tetap saja memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan dosa.
Alqur'an surah asy-Syams ayat 7-10 :
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Ayat tersebut dapat dipahami bahwa ada dua potensi dimiliki manusia, yaitu berpotensi melakukan ketaatan dan berpotensi melakukan kemaksiatan. Orang yang mampu memelihara ketaatannya kepada Allah adalah orang yang beruntung sedang orang yang mengotori dirinya dengan berbuat dosa, maksiat adalah orang yang merugi.
Seseorang tidak bisa memastikan dirinya selalu dalam kebaikan, tidak pernah khilaf, berdosa karena manusia adalah tempat lupa dan dosa. Sebaliknya, orang yang bergelimang dosa dan maksiat tidak ada yang bisa memastikan bahwa ia sudah tidak akan berubah karena boleh jadi ia bertobat, beristighfar dan diterima oleh Allah swt.
Seorang muslim dalam hidupnya selalu berusaha, bermohon, berdoa kepada Allah agar menjadi orang yang baik selamanya, orang selalu dalam ketaatan kepada Allah swt, terhindar dari segala khilaf dan dosa. Di dalam salat, seorang muslim selalu bermohon kepada Allah agar ditunjuki, diberi, atau diantar ke jalan yang lurus (إهدنا الصراط المستقيم).
Para ahli berbeda pendapat dalam hal memaknai kata al-shirath al-mustaqiim (الصراط المستقيم). Ada yang memaknai dengan nabi Muhammad saw, yang lain dengan makna kebenaran (al-haq), Islam, al-Qur'an, Kitab Allah, dan tali yang sangat kuat, tali agama Islam (حبله المتين). Sebenarnya, berbagai makna itu bisa disatukan karena saling berhubungan. Bagaimana penjelasannya ?. Orang yang mengikuti ajaran nabi Muhammad saw berarti ia telah mengikuti kebenaran (al-haq). Siapa yang mengikuti kebenaran berarti ia telah mengikuti Islam. Siapa yang mengikuti Islam berarti ia telah mengikuti al-Qur'an yaitu Kitab Allah swt sebagai tali agama yang sangat kuat.
Doa dan harapan menjadi pengikut nabi, penganut Islam yang taat yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan kandungan al-Qur'an adalah salah satu upaya untuk mempertahankan kebaikan, ketaatan kepada Allah yang sedang kita jalani saat ini. Pintu-pintu kebaikan yang sedang terbuka lebar di bulan ramadhan ini hendaknya dijaga ketat dari berbagai sudut, dari semua aspek kebaikan yang bisa dilakukan. Karena dengan cara ini, kita boleh menutup semua pintu dosa dan maksiat selama bulan ramadhan dan tentu akan diusahakan untuk selalu dijaga sampai masa datang.
Di hari keenam puasa hari ini, sebagai muslim yang baik, tentusaja kita sepakat bahwa kita jadikan ramadhan 1440 H tahun ini sebagai stasiun, tempat melakukan kebaikan-kebaikan semampu yang bisa kita lakukan. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Lima hari perjalanan yang sudah dilewati tidak akan berulang karena kita akan melanjutkan perjalanan sekitar 24 hari lagi. Semoga kita bisa menjadi orang mukmin yang selalu berada di dalam ketaatan kepada Allah di semua lini kehidupan, kita berada di al-shiraath al-mustaqiim.
Semoga.
آمين يارب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 06 Ramadhan 1440 H/ 11 Mei 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keenam Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Bulan Ramadhan Stasiun Al-Shiraath al-Mustaqiim
Dengan segala kesempurnaan yang dimiliki manusia, tetap saja memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan dosa.
Alqur'an surah asy-Syams ayat 7-10 :
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Ayat tersebut dapat dipahami bahwa ada dua potensi dimiliki manusia, yaitu berpotensi melakukan ketaatan dan berpotensi melakukan kemaksiatan. Orang yang mampu memelihara ketaatannya kepada Allah adalah orang yang beruntung sedang orang yang mengotori dirinya dengan berbuat dosa, maksiat adalah orang yang merugi.
Seseorang tidak bisa memastikan dirinya selalu dalam kebaikan, tidak pernah khilaf, berdosa karena manusia adalah tempat lupa dan dosa. Sebaliknya, orang yang bergelimang dosa dan maksiat tidak ada yang bisa memastikan bahwa ia sudah tidak akan berubah karena boleh jadi ia bertobat, beristighfar dan diterima oleh Allah swt.
Seorang muslim dalam hidupnya selalu berusaha, bermohon, berdoa kepada Allah agar menjadi orang yang baik selamanya, orang selalu dalam ketaatan kepada Allah swt, terhindar dari segala khilaf dan dosa. Di dalam salat, seorang muslim selalu bermohon kepada Allah agar ditunjuki, diberi, atau diantar ke jalan yang lurus (إهدنا الصراط المستقيم).
Para ahli berbeda pendapat dalam hal memaknai kata al-shirath al-mustaqiim (الصراط المستقيم). Ada yang memaknai dengan nabi Muhammad saw, yang lain dengan makna kebenaran (al-haq), Islam, al-Qur'an, Kitab Allah, dan tali yang sangat kuat, tali agama Islam (حبله المتين). Sebenarnya, berbagai makna itu bisa disatukan karena saling berhubungan. Bagaimana penjelasannya ?. Orang yang mengikuti ajaran nabi Muhammad saw berarti ia telah mengikuti kebenaran (al-haq). Siapa yang mengikuti kebenaran berarti ia telah mengikuti Islam. Siapa yang mengikuti Islam berarti ia telah mengikuti al-Qur'an yaitu Kitab Allah swt sebagai tali agama yang sangat kuat.
Doa dan harapan menjadi pengikut nabi, penganut Islam yang taat yang membaca, mempelajari, memahami dan mengamalkan kandungan al-Qur'an adalah salah satu upaya untuk mempertahankan kebaikan, ketaatan kepada Allah yang sedang kita jalani saat ini. Pintu-pintu kebaikan yang sedang terbuka lebar di bulan ramadhan ini hendaknya dijaga ketat dari berbagai sudut, dari semua aspek kebaikan yang bisa dilakukan. Karena dengan cara ini, kita boleh menutup semua pintu dosa dan maksiat selama bulan ramadhan dan tentu akan diusahakan untuk selalu dijaga sampai masa datang.
Di hari keenam puasa hari ini, sebagai muslim yang baik, tentusaja kita sepakat bahwa kita jadikan ramadhan 1440 H tahun ini sebagai stasiun, tempat melakukan kebaikan-kebaikan semampu yang bisa kita lakukan. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Lima hari perjalanan yang sudah dilewati tidak akan berulang karena kita akan melanjutkan perjalanan sekitar 24 hari lagi. Semoga kita bisa menjadi orang mukmin yang selalu berada di dalam ketaatan kepada Allah di semua lini kehidupan, kita berada di al-shiraath al-mustaqiim.
Semoga.
آمين يارب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 06 Ramadhan 1440 H/ 11 Mei 2019
Comments
Post a Comment