Bersama al-Qur'an (164)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat
Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persahabatan lidah pernah keseleo, khilaf sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Baik khilaf karena disengaja atau tidak disengaja maupun salah ucap itu didengar obyeknya ataupun tidak. Mungkin juga pernah mengomentari sebuah status
yang mungkin membuat orang lain tidak nyaman. Dan atas dasar inilah maka permohonan maaf banyak menghiasi medsos sejak pagi tadi hingga malam ini dengan gaya bahasa beraneka ragam. Saya baru saja menerima ucapan dari sahabat di Palembang asal Padang. Beliau berucap "Bunga pandan tegak berdiri ...
Lurus disusun tampaklah rapi
Lebaran Haji sudah tinggal sehari ...
Mohon dimaafkan kesalahanku dengan setulus hati ...
Kalimat lainnya :
Bunga seroja dari Kalimantan ...
Dibawa orang ke Ternate
Walau tak sempat berjabat tangan ...
Silaturrahim di medsos ini sebagai pengganti diri.
Demikian juga ucapan selamat. Ucapan selamat karena sebentar lagi kita akan memasuki hari yang mulia, hari raya haji. Disebut hari raya haji karena pada hari ini, hari sebelumnya, dan besok ummat Islam dari berbagai penjuru dunia, berbagai negara, etnis, bahasa berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan semua rangkaiannya. Ia juga disebut hari raya korban. Peristiwa korban dimulai ketika Allah memerintahkan kepada nabi Ibrahim as untuk menyembelih putranya, Ismail. Allah menguji nabi Ibrahim siapa yang lebih dicintai apakah putranya atau Allah swt. Ternyata nabi Ibrahim lebih mencintai Allah dari segalanya termasuk putranya. Karena itu, nabi Ibrahim as siap melaksanakan perintah Allah, menyembelih Ismail. Selain pengorbanan sang ayah, anak pun menunjukkan pengorbanan yang sangat berat. Ismail rela dan siap untuk disembelih selain karena ketaatan kepada orangtua, ia juga yakin bahwa perintah itu dari Allah swt. Ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan keduanya, maka Allah membalasnya. Ismail tidak jadi disembelih karena ia digantikan oleh seekor kibas. Dari sini kemudian hari raya haji juga disebut hari raya korban. Nabi Ibrahim telah mengorbankan rasa cinta, kasih sayangnya kepada anak yang sudah lama ditunggu kelahirannya, putra yang sangat disayanginya demi cintanya yang sangat mendalam kepada Allah swt. Oleh karena itu, momen menjelang hari raya korban, Idul Adha, dimanfaatkan ummat Islam untuk menyampaikan ucapan selamat mengenang keberhasilan nabi Ibrahim bersama keluarga merawat ketaatannya kepada Allah swt. Baru saja saya menerima ucapan doa selamat dari teman fb di Aljazair melalui messenger dan beberapa sahabat fb dari berbagai pelosok Tanah Air menyampaikan doa selamat dalam bentuk video.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa permohonan maaf dan ucapan doa selamat dari sahabat untuk kita dan dari kita untuk sahabat adalah bentuk pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan kita untuk menjalankan perintah Allah yang memerintahkan untuk selalu menjaga persaudaraan dan hubungan baik antar sesama.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai (Surah al-Imran ayat 103).
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 10 Agustus 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat
Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persahabatan lidah pernah keseleo, khilaf sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Baik khilaf karena disengaja atau tidak disengaja maupun salah ucap itu didengar obyeknya ataupun tidak. Mungkin juga pernah mengomentari sebuah status
yang mungkin membuat orang lain tidak nyaman. Dan atas dasar inilah maka permohonan maaf banyak menghiasi medsos sejak pagi tadi hingga malam ini dengan gaya bahasa beraneka ragam. Saya baru saja menerima ucapan dari sahabat di Palembang asal Padang. Beliau berucap "Bunga pandan tegak berdiri ...
Lurus disusun tampaklah rapi
Lebaran Haji sudah tinggal sehari ...
Mohon dimaafkan kesalahanku dengan setulus hati ...
Kalimat lainnya :
Bunga seroja dari Kalimantan ...
Dibawa orang ke Ternate
Walau tak sempat berjabat tangan ...
Silaturrahim di medsos ini sebagai pengganti diri.
Demikian juga ucapan selamat. Ucapan selamat karena sebentar lagi kita akan memasuki hari yang mulia, hari raya haji. Disebut hari raya haji karena pada hari ini, hari sebelumnya, dan besok ummat Islam dari berbagai penjuru dunia, berbagai negara, etnis, bahasa berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan semua rangkaiannya. Ia juga disebut hari raya korban. Peristiwa korban dimulai ketika Allah memerintahkan kepada nabi Ibrahim as untuk menyembelih putranya, Ismail. Allah menguji nabi Ibrahim siapa yang lebih dicintai apakah putranya atau Allah swt. Ternyata nabi Ibrahim lebih mencintai Allah dari segalanya termasuk putranya. Karena itu, nabi Ibrahim as siap melaksanakan perintah Allah, menyembelih Ismail. Selain pengorbanan sang ayah, anak pun menunjukkan pengorbanan yang sangat berat. Ismail rela dan siap untuk disembelih selain karena ketaatan kepada orangtua, ia juga yakin bahwa perintah itu dari Allah swt. Ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan keduanya, maka Allah membalasnya. Ismail tidak jadi disembelih karena ia digantikan oleh seekor kibas. Dari sini kemudian hari raya haji juga disebut hari raya korban. Nabi Ibrahim telah mengorbankan rasa cinta, kasih sayangnya kepada anak yang sudah lama ditunggu kelahirannya, putra yang sangat disayanginya demi cintanya yang sangat mendalam kepada Allah swt. Oleh karena itu, momen menjelang hari raya korban, Idul Adha, dimanfaatkan ummat Islam untuk menyampaikan ucapan selamat mengenang keberhasilan nabi Ibrahim bersama keluarga merawat ketaatannya kepada Allah swt. Baru saja saya menerima ucapan doa selamat dari teman fb di Aljazair melalui messenger dan beberapa sahabat fb dari berbagai pelosok Tanah Air menyampaikan doa selamat dalam bentuk video.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa permohonan maaf dan ucapan doa selamat dari sahabat untuk kita dan dari kita untuk sahabat adalah bentuk pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan kita untuk menjalankan perintah Allah yang memerintahkan untuk selalu menjaga persaudaraan dan hubungan baik antar sesama.
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai (Surah al-Imran ayat 103).
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 10 Agustus 2019.
Comments
Post a Comment