Bersama al-Qur'an (94)
(إقرأ)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Hari Kedua Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita kali ini :
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita kali ini :
Bulan Puasa Bulan Sabar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sabar antara lain bermakna 1) tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati; tabah, 2) tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu.
Dalam perspektif Islam, dari segi bahasa, sabar terambil dari kata Arab, shabara yang berarti menahan. Menurut istilah, sabar bermakna menahan, memenij (manage) diri dalam menghadapi tantangan. Orang sabar akan tabah dan tidak mengeluh ketika menghadapi musibah dan berbagai bentuk masalah baik berupa kegagalan, kesulitan, dan berbagai cobaan. Ia kuat, optimis dan tulus karena selalu bersandar kepada Allah swt.
Islam membagi sabar kepada tiga macam yaitu 1) sabar dalam menjalankan perintah Allah, 2) sabar untuk tidak mengerjakan apa yang dilarang Allah, dan 3) sabar menerima musibah dan takdir lainnya yang tidak berkenan di hati.
Ketiga macam sabar ini semuanya tercakup di dalam puasa ramadhan. Sebuah hadis nabi :
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
(Puasa adalah bahagian dari sabar).
Ketiga macam sabar ini semuanya tercakup di dalam puasa ramadhan. Sebuah hadis nabi :
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
(Puasa adalah bahagian dari sabar).
Sesuatu yang dikerjakan terus menerus, tiada hari tanpa mengerjakannya, tidak membedakan waktu, baik siang dan malam adalah sesuatu yang tidak ringan bahkan sangat berat bagi orang-orang tertentu. Salat misalnya. Ada salat wajib dan salat sunnat qablyah dan ba'diyah. Aktifitas salat wajib ini dikerjakan sekali di waktu dzuhur, sekali di waktu ashar. Dua kali di malam hari dan sekali di waktu subuh. Ditambah salat-salat sunnat qabliyah dan ba'diyah yang sesuai, dan salat-salat sunnat lainnya. Tampaknya memang sederhana tetapi di sisi lain bila tidak memiliki kesabaran, ketenangan, ketulusan boleh jadi salat yang dikerjakan tidak akan fokus sehingga salatnya menyerupai salat sambil menjahit atau salat sambil menghayal. Seorang kawan pernah bercerita (cerita klasik) : "Teman saya, katanya, sedang salat. Ketika memulai takbiratul ihram bersamaan membayangkan kain yang siap dijahit. Dimulai dari pengukuran, pengguntingan. Saat rukuk, yang dibayangkan menyambung potongan-potongan kain yang terpisah. Demikian seterusnya sampai selesai mengerjakan salat yang diakhiri salam ke kanan dan ke kiri, dalam pikirannya, sebuah kemeja siap dipakai" demikian cerita kawan saya. Isi cerita ini boleh jadi bisa terjadi boleh juga dalam konten yang lain. Artinya, ketika seseorang tidak sabar, tergesa-gesa mengerjakan salat, bayangan apa saja bisa muncul dalam salat. Di sinilah diperlukan kesabaran yaitu kemampuan menahan diri, tenang, tidak tergesa-gesa, tulus dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah.
Meninggalkan atau menjauhi larangan Allah juga membutuhkan kesabaran. Tidak makan dan tidak minum di siang hari di bulan ramadhan yang menjadi pekerjaan setiap hari (di luar ramadhan) adalah pekerjaan tidak ringan. Belum lagi bagi mereka yang hobi minum kopi di waktu santai di sore hari ditambah cemilan, gorengan dan semacamnya sungguh tidak ringan bagi orang yang tidak bisa menahan diri. Kesabaran, keimanan dalam meninggalkan pantangan ramadhan ini sangat dibutuhkan. Itulah sebabnya perintah melaksanakan puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman (الذين آمنوا) yaitu mereka yang apabila diberi kemudahan ia bersyukur dan ketika ditimpa kesulitan ia bersabar.
Menerima konsekuensi, takdir juga memerlukan kesabaran. Menjaga hati, lidah, ucapan, perilaku, dan perbuatan adalah konsekuensi puasa. Karena itu, sebagai orang yang sedang berpuasa, perkataan, perbuatan selalu harus dijaga. Jangan sampai perbuatan, perkataan itu menyinggung atau menyakiti orang lain karena akan merusak nilai puasa. Untuk menghindari itu diperlukan kesabaran, menahan diri, management hati, pikiran, dan perbuatan.
Dari uraian singkat ini, kita mungkin dapat berkata bahwa :
1). Puasa ramadhan sangat mendorong kita untuk menjadi orang sukses, berhasil dalam kehidupan ini. Melalui kesabaran yang dikandung, diajarkan puasa ramadhan, kita bisa menjadi orang optimis, memiliki ketenangan, mempunyai management yang baik, memiliki kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai masalah.
2). Rasa lapar dan dahaga, mengendalikan nafsu syahwat, menjaga hati, pikiran dan perilaku yang bersih adalah sesuatu yang tidak terhindarkan, harus dirasakan, dimiliki oleh orang yang berpuasa. Semua itu merupakan tantangan, rintangan yang dihadapi di bulan ramadhan dan berbagai tantangan lainnya di kehidupan kita ke depan. Sebagai orang yang beriman kita merasa beruntung karena tantangan apapun yang dihadapi dalam bulan ramadhan dan di luar ramadhan akan selalu dihadapi dengan ketabahan, ketenangan, optimisme, dan ketulusan. Memang, di dunia ini selalu ada tantangan. Harus diyakini ada tantangan, ada kesulitan, dan ada kemudahan. Ada ungkapan "habis gelap terbitlah terang" artinya tidak ada kesulitan yang tidak berakhir. Atau, kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Dalam al-Qur'an dapat kita baca Surah al-Insyirah ayat 5 :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
3). Melalui kesabaran, ketenangan, kemampuan memanage diri sebagaimana yang dibawa ramadhan, mendorong kita untuk selalu menimbang, menakar apa yang akan kita lakukan baik melalui hati, pikiran, perkataan, perbuatan agar apa yang kita persembahkan menjadi penerang, penyejuk hati bagi orang banyak terutama kepada orang yang berada di sekitar kita. Semoga.
آمين يارب العٰلمين .
آمين يارب العٰلمين .
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 02 Ramadhan 1440 H/ 07 Mei 2019
Comments
Post a Comment