Bersama al-Qur'an (93)
(إقرأ)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Hari Pertama Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bulan ramadhan (شهر رمضان) biasa disebut bulan puasa (شهر الصيام). Para ahli bahasa Arab berbeda memaknai sebab penamaan ramadhan. Di antaranya ada yang berkata bahwa kata ramadhaan terambil dari kata ramadha yang berarti sangat panas yang dikaitkan dengan awal ramadhan masa silam yang jatuh pada musim panas. Ada juga yang mengartikan kata ramadhan dengan panas yang diibaratkan membakar dosa-dosa ummat Islam yang berpuasa.
Puasa (al-Shiyaam)
Shiyaam dari segi bahasa dimaknai dengan meninggalkan dan menahan. Pengertian ini dibenarkan al-Qur'an : Surah Maryam ayat 26.
Shiyaam dari segi bahasa dimaknai dengan meninggalkan dan menahan. Pengertian ini dibenarkan al-Qur'an : Surah Maryam ayat 26.
إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا
Artinya :
Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Allah Yang Maha Pemurah.
Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Allah Yang Maha Pemurah.
Kata shauman pada ayat tersebut dimaknai dengan meninggalkan, menahan, diam dari berkata, berbicara.
Secara syariat, puasa berarti menahan dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari yang didahului dengan berniat berpuasa. Selain itu, orang yang berniat berpuasa juga berniat dengan tulus, mengharapkan imbalan, pahala dari Allah. Karena itu, puasa adalah bentuk ketaatan, ibadah kepada-Nya.
Hari ini adalah hari pertama bagi kaum muslim melaksanakan ibadah puasa. Setiap muslim dalam menjalani ibadah puasa ini berusaha dengan sungguh-sungguh menjalankannya dengan tidak makan dan minum, meninggalkan semua yang dilarang termasuk menahan diri dari perkataan yang tidak bermanfaat, menghindari hoaks, tidak berbohong, tidak menghujat, tidak menghina, menghindari sifat curang, berusaha tabayyun terhadap informasi yang didengar, dibaca sebelum disampaikan atau diviralkan kepada orang lain, dan semacamnya. Tujuannya agar tidak memperoleh kerugian besar, tidak dapat apa-apa kecuali hanya lapar dan dahaga (إلا الجوع والعطش).
Sebaliknya, seseorang yang berpuasa berusaha mengerjakan amal-amal kebajikan di antaranya menghidupkan malam pertama ramadhan dengan salat tarwih, membaca al-Qur'an. Khusus dalam hal membaca al-Qur'an, sehari bahkan beberapa hari sebelum ramadhan sudah viral di medsos tentang metode, kiat menamatkan al-Qur'an. Jika ingin menamatkan membaca al-Qur'an sekali selama bulan ramadhan dianjurkan menyelesaikan satu juz setiap hari. Boleh dilakukan sesuai keinginan dan kelapangan waktu. Boleh dua lembar setiap salat wajib, satu lembar sebelum dan satu lembar sesudahnya. Jika dilakukan lima kali salat setiap hari berarti dapat menamatkan 2 lembar dikali lima kali menjadi sepuluh lembar, sudah dapat satu juz. Bila ingin menamatkan dua kali sebulan tentu digandakan, demikian seterusnya. Tujuannya adalah agar puasa yang dilakukan memberikan kebaikan, keuntungan besar (khairun 'adziim), mengangkat derajat kemuliaan di sisi Allah, dosa-dosa terampuni. Sebagaimana sabda Rasul saw :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
’Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari uraian singkat ini, kita bisa berkata bahwa tidak seorangpun dari kaum muslim ingin kehilangan kebaikan yang agung, kebaikan yang akan membakar semua dosa dan kesalahan, mengangkat derajat kemanusiaan terutama di sisi Allah swt. Karena itu, tepat kiranya, di hari pertama ini kita bertekad untuk mempersembahkan yang terbaik, melalui hati, pikiran, pengetahuan, tenaga yang kita miliki, kita lahirkan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuknya sesuai profesi, kapasitas keilmuan yang dimiliki. Semoga.
والله أعلم بالصواب
Ternate, Senin, 01 Ramadhan 1440 H/06 Mei 2019 M
Comments
Post a Comment