Bersama al-Qur'an (87)
(إقرأ)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Hari yang Menyenangkan
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Ayat kauniah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Hari ini hari yang menyenangkan. Hati senang dan gembira. Pemicunya adalah bacaan. Saat membuka hp dan mulai membaca satu demi satu beberapa komentar. Saya fokus, menyimak respon teman-teman terhadap foto saya sedang memikul durian (Bersama al-Qur'an No 86).
Biasanya, setiap tulisan yang dipublish disertai foto, gambar berkaitan dengan topik. Kehadiran foto sebagai keterangan penjelas. Tujuannya jika di dalam tulisan ada yang bersifat abstrak, dapat dikongkritkan melalui foto tersebut. Dari hasil pengamatan saya, ternyata, respon teman berbeda-beda. Ada yang langsung memberi komentar. Komentarnya ada yang menggunakan satu, dua kata dan ada yang beberapa kata, kalimat. Selain respon dalam bentuk kata-kata ada juga bahkan lebih dominan yang memberi jempol, love, serta ucapan gembira, takjub dengan berbagai simbol (emotikon) yang disisipkan. Mungkin juga ada di antara teman hanya membaca tulisan, melihat gambar tanpa komentar dan tidak ada emotikon sebagai respon dalam bentuk lain. Semua respon menunjukkan ada ikatan. Ikatan itu tentu saja tidak sekedar ikatan pertemanan fb, tetapi sekaligus mengikat hubungan persaudaraan meliputi persaudaraan sesama muslim, persaudaraan sesama anak bangsa, dan persaudaraan sesama manusia.
Biasanya, setiap tulisan yang dipublish disertai foto, gambar berkaitan dengan topik. Kehadiran foto sebagai keterangan penjelas. Tujuannya jika di dalam tulisan ada yang bersifat abstrak, dapat dikongkritkan melalui foto tersebut. Dari hasil pengamatan saya, ternyata, respon teman berbeda-beda. Ada yang langsung memberi komentar. Komentarnya ada yang menggunakan satu, dua kata dan ada yang beberapa kata, kalimat. Selain respon dalam bentuk kata-kata ada juga bahkan lebih dominan yang memberi jempol, love, serta ucapan gembira, takjub dengan berbagai simbol (emotikon) yang disisipkan. Mungkin juga ada di antara teman hanya membaca tulisan, melihat gambar tanpa komentar dan tidak ada emotikon sebagai respon dalam bentuk lain. Semua respon menunjukkan ada ikatan. Ikatan itu tentu saja tidak sekedar ikatan pertemanan fb, tetapi sekaligus mengikat hubungan persaudaraan meliputi persaudaraan sesama muslim, persaudaraan sesama anak bangsa, dan persaudaraan sesama manusia.
Hati senang, hati gembira memiliki banyak sahabat dan saudara fb dari berbagai kalangan di berbagai wilayah nusantara. Komentar mereka bernada canda dibalas dengan nada yang sama. Menariknya, karena sebahagian dari komentar itu membuat saya seolah berada di kampung asal, tempat kelahiran, Mandar Sulawesi Barat. Kampung yang sudah lama saya tinggalkan. Ketika di Makassar, saya bertemu dengan gadis Bugis Barru kemudian menjadi istri dan Ibu dari ketiga anak saya, lalu ke Ternate (awal tahun 90an) memenuhi panggilan tugas, sebagai CPNS kemudian menjadi dosen IAIN Ternate sampai saat ini. Sebahagian dari mereka, adalah orang Mandar satu kampung dengan saya. Mereka berkomentar dengan menggunakan bahasa daerah Mandar. Mandar identik dengan sungai. Dalam satu acara, beberapa tahun silam yang dilaksanakan di Universitas Asyariyah Mandar, UNASMAN (waktu itu belum menjadi Universitas), Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa, salah seorang putra terbaik Mandar
(الله يرحمحه ويغفر له) menjelaskan bahwa kata 'mandar' berarti jernih sama dengan jernihnya air di sungai mandar. Oleh karena itu orang Mandar hatinya bersih, jernih sejernih air Mandar, tidak melebih-lebihkan, He he, semisal Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa yang dikenal orang bersih, jujur. Artinya, orang Mandar (sebagaimana suku lainnya) dimanapun berada selalu berusaha berperilaku bersih, jernih. Lagi pula orang Mandar sejak lama dikenal sebagai penganut agama Islam yang sangat ketat.
(الله يرحمحه ويغفر له) menjelaskan bahwa kata 'mandar' berarti jernih sama dengan jernihnya air di sungai mandar. Oleh karena itu orang Mandar hatinya bersih, jernih sejernih air Mandar, tidak melebih-lebihkan, He he, semisal Prof. Dr. H. Baharuddin Lopa yang dikenal orang bersih, jujur. Artinya, orang Mandar (sebagaimana suku lainnya) dimanapun berada selalu berusaha berperilaku bersih, jernih. Lagi pula orang Mandar sejak lama dikenal sebagai penganut agama Islam yang sangat ketat.
Saya mulai tersenyum, tertawa sendiri, senang, gembira membaca komentar yang lucu-lucu berbahasa Mandar dari teman-teman orang Mandar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia itu bisa saya jawab dengan bahasa yang sama. Selain itu, komentar teman-teman dari Ternate dengan dialek khasnya dan dari berbagai kota lainnya cukup inspiratif mendorong lahirnya inspirasi baru. Melalui foto, saya dinilai sebagai penjual durian. Ada yang menanyakan berapa harga duriannya dan ada yang minta dikirimi, dll. Meskipun penilaian, pertanyaan, dan permintaan itu bercanda tetapi cukup menginspirasi. Sebenarnya, substansinya tidak terletak apakah foto itu menggambarkan sebagai penjual durian asli atau sekedar acting, tetapi sesungguhnya yang paling utama adalah pesan yang ingin disampaikan bahwa semua orang yang beriman itu adalah pedagang (di antaranya penjual durian) sebagaimana diajarkan oleh Islam. Dalam al-Qur'an surah Ash-Shaf ayat 10-11 Allah berfirman yang ditujukan kepada orang yang beriman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya.
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa orang yang
beriman menyandang, berstatus pedagang. Sebagai mukmin, kita menjual dan Allah pembelinya. Kita beriman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya dan Allah membelinya, mengganjarnya dengan pahala, kebaikan. Allah menjelaskan dalam surah At-Taubah ayat 111 :
beriman menyandang, berstatus pedagang. Sebagai mukmin, kita menjual dan Allah pembelinya. Kita beriman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya dan Allah membelinya, mengganjarnya dengan pahala, kebaikan. Allah menjelaskan dalam surah At-Taubah ayat 111 :
اِنَّ اللّٰہَ اشۡتَرٰی مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ اَنۡفُسَہُمۡ
وَ اَمۡوَالَہُمۡ بِاَنَّ لَہُمُ الۡجَنَّةؕ.
وَ اَمۡوَالَہُمۡ بِاَنَّ لَہُمُ الۡجَنَّةؕ.
Artinya :
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Moga kita selalu menjadi orang-orang yang beriman, berilmu, dan beramal saleh, pedagang-pedagang yang selalu beruntung dan tidak mengalami kerugian di dunia sampai di akhirat.
آمين يارب العٰلمين
آمين يارب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Jumat, 08 Februari 2019
Comments
Post a Comment