Bersama al-Qur'an (85)
(إقرأ)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Bahagia, Berlibur di Akhir Pekan
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Ayat kauniah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Saya membaca sebuah tulisan yang di antara isinya menjelaskan, bahwa seseorang bisa merasa bahagia dari waktu ke waktu. Ia bisa bahagia sehari, seminggu, sebulan, setahun bahkan bisa bahagia seumur hidup. Pertama, bahagia sehari. Orang yang bisa tidur di siang hari dan menikmatinya dengan tenang maka tentulah ia merasa puas, fisiknya berenergi, jiwanya tenang, hatinya bahagia. Kedua, bahagia seminggu. Ketika seseorang setelah bekerja seharian, ia merasa lelah, letih. Kelelahan ini berlanjut dengan kelelahan lainnya di hari berikutnya selama sepekan. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang melakukan rekreasi di hari sabtu atau minggu bersama keluarga, sahabat, atau teman sekantor, dll. Tujuannya adalah ingin melepaskan lelah di akhir pekan yang berujung rasa senang, gembira, dan bahagia. Ketiga, bahagia sebulan yaitu kebahagiaan yang dinikmati oleh pasutri baru saat berbulan madu. Mereka merayakan pernikahannya di tempat-tempat yang disenangi, nyaman, hangat dan romantis. Keempat, bahagia setahun yang dirasakan di hari ulang tahun. Pada hari dimana ia menerima banyak doa dan harapan dari sahabat dan dari berbagai kalangan. Ia didoakan agar umurnya dipanjangkan oleh-Nya, rezekinya dilapangkan, menjadi orang yang sukses dan amanah, dst. Sedang yang kelima, bahagia setiap saat (seumur hidup). Ketika seseorang bisa menikmati pekerjaan yang digeluti dengan hati senang. Ia mencintai pekerjaannya. Ia tidak memiliki beban. Ia selalu merasa lapang. Tidak ada lagi ruang di dalam hatinya kecuali kebaikan. Ia tidak akan terpengaruh oleh hoax yang ada di sekitarnya apalagi ikut terlibat di dalamnya. Ia selalu positive thinking (حسن الظن).
Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain, selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya. Hatinya bahagia setiap saat. Apabila ini dapat dilakukan sepanjang hidupnya tentulah ia akan bahagia sampai ajal menjemputnya, husnul khatimah.
Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain, selalu berada dalam ketaatan kepada-Nya. Hatinya bahagia setiap saat. Apabila ini dapat dilakukan sepanjang hidupnya tentulah ia akan bahagia sampai ajal menjemputnya, husnul khatimah.
Tulisan tentang kebahagiaan itu ditulis oleh penulis yang sangat produktif, dosen dan Kepala LP2M IAIN Tulungagung, Dr. Ngainun Naim, M. Hi. Tulisan tersebut menurut penulisnya, adalah isi materi yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dr. Imam Safe'i, M.Pd pada Rapat Kerja IAIN Tulungagung Tahun 2019. Tulisan yang menginspirasi agar kita selalu bisa bahagia dalam hidup ini.
Hari sabtu pagi saya bersama istri berakhir pekan. Tujuannya ke Jailolo. Waktu tempuh dari Ternate ke Jailolo sekitar satu jam lewat laut dari pelabuhan Dufa-dufa. Alternatif lain boleh lewat laut dilanjutkan lewat darat juga membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Sekitar tiga puluh menit dari pelabuhan speed di samping mesjid al-Munawwar menuju pelabuhan Sidangoli lalu naik mobil ke Jailolo dengan akses jalan yang cukup bagus. Agar lebih santai tetapi membutuhkan tambahan waktu sekitar setengah jam, lewat kapal Feri dari pelabuhan Bastiong ke Sidangoli. Kali ini, saya pilih alternatif yang ketiga yang santai naik kapal penyeberangan, Feri. Setidaknya ada dua alasan. Pertama, istri saya ingin mencoba bagaimana rasanya naik Feri sebagai pengalaman pertamanya. "Selama ini jika ke Jailolo, selalu naik speed," kata ibu dari ketiga anak saya sambil mengenang saat mengantar anak kami mengikuti Musabaqah Fahmil Qur'an tingkat propinsi Maluku Utara yang dilaksanakan di Jailolo beberapa tahun lalu. Kedua, dengan memilih Feri, kita dapat menikmati pemandangan laut Ternate yang indah. Lautnya biru bening dengan pulau-pulau di sekitarnya. Ada pulau Maitara dan Tidore (Kedua pulau ini diabadikan oleh pecahan uang kertas seribu yang lama). Dari arah samping kiri kapal, tampak gunung gamalama menjulang tinggi seolah ikut menyaksikan perjalanan akhir pekan kami.
Perjalanan yang mengesankan. Setelah melewati lautan, dari dalam mobil, sepanjang jalan darat dari Sidangoli ke Jailolo, mata tidak terasa berkedip menikmati jalan panjang berbentuk huruf S mendaki, menurun lalu mendaki kemudian menurun lagi. Di sepanjang bibir kiri kanan jalan berdiri kokoh pohon cengkeh, pala dan aneka pepohonan lainnya menambah indahnya panorama alam ciptaan Allah. Menjelang memasuki pemukiman warga terlihat jelas buah rambutan berwarna merah bergantungan di ranting-ranting pohon. Pemandangan menarik ini menghiasi halaman rumah - rumah penduduk di bagian depan, kiri kanan sampai ke bagian belakang rumah. Bahkan ada satu rumah, atap aslinya tidak tampak lagi karena digantikan buah rambutan menutupi yang berada di atasnya. Tidak terasa waktu sudah sore, usai makan rambutan di bawah pohon, kami tinggalkan Jailolo kembali ke Sidangoli dengan mobil yang sama. Kalau sebelumnya kami menyaksikan pemandangan dari dalam mobil, kini kami turun dan mengambil gambar secara langsung dari puncak ketinggian memotret teluk Jailolo yang tampak teduh termasuk mengabadikan kawasan 5000 senyum. Sementara istri saya sebagai anggota grup Fb pencinta anggrek di sela selfi dan pemotretan memanfaatkan kesempatan mendapatkan satu pohon anggrek liar tak bertuan yang banyak tumbuh bebas di sepanjang jalan. Perjalanan akhir pekan yang menyenangkan selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah mempesona, kami juga dapat menikmati enaknya buah rambutan Jailolo. Kami merasa bahagia.
Dari hasil bacaan kita kali ini mungkin kita bisa berkata bahwa :
1.Siapapun kita, berhak merasa bahagia dan semua orang ingin merasakan kebahagiaan. Orang yang bahagia, selalu merasa senang, gembira, dan ceria tentu berpeluang menjadi orang yang sehat baik jasmani maupun ruhani, berpotensi menikmati indahnya hidup ini.
2. Ayat-ayat yang berkaitan sbb :
a. Surah al-Baqarah ayat 201:
1.Siapapun kita, berhak merasa bahagia dan semua orang ingin merasakan kebahagiaan. Orang yang bahagia, selalu merasa senang, gembira, dan ceria tentu berpeluang menjadi orang yang sehat baik jasmani maupun ruhani, berpotensi menikmati indahnya hidup ini.
2. Ayat-ayat yang berkaitan sbb :
a. Surah al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan (keselamatan, kebahagiaan) di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.
b. Surah An-Nahl ayat 97 :
Artinya :
Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
c. Surah Thaha ayat 75 :
وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ
Artinya :
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).
Dari beberapa ayat yang dikemukakan dapat dipahami bahwa bahagia adalah suatu kebutuhan yang harus diupayakan. Kebahagiaan tidak hanya di dunia tetapi juga dirasakan di akhirat. Beriman dan beramal kebaikan, berkarya untuk bermanfaat kepada diri sendiri dan orang lain adalah salah satu cara memperoleh kebahagiaan tersebut. Moga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang bahagia.
والله أعلم بالصواب
Ternate, Ahad, 03 Februari 2019
Comments
Post a Comment