Bersama al-Qur'an (84).
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Bacalah (إقرأ)
Dosen Muslim Indonesia Hadir di Maluku Utara
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Bacaan kita kali ini adalah ayat kauniyah berkaitan hadirnya di propinsi Maluku Utara sebuah organisasi profesi, Dosen Muslim Indonesia. Sebagaimana biasanya, ayat-ayat qauliyah menjadi pelengkap dan penjelas.
Dalam pandangan Islam, manusia setidaknya memiliki dua identitas. Di satu sisi manusia berpeluang berada pada posisi yang mulia dan dihormati (ahsanu taqwim) dan di sisi lain berada pada posisi hina yang direndahkan (asfala safilin). Kedua identitas ini dapat dimaknai bahwa hidup adalah pilihan. Allah memberi dua jalan, ada jalan ke kanan yang menguntungkan dan menyelamatkan dan ada jalan ke kiri yang merugikan dan menyesatkan (wa hadainahunnajdain). Ketika manusia memilih jalan yang akan memberi keberuntungan, kesuksesan, maka ia akan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Manusia sebagai khalifah berfungsi untuk memposisikan diri sebagai rahmatan lil alamin. Sebaliknya, jika manusia memilih jalan yang merugikan dan tidak memberikan manfaat, tentulah ia tidak akan menjalankan tugas-tugas kekhalifahan dan mengingkarinya. Kebaikan dan keburukan dicampuraduk, antara yang benar dan hoaks tidak dapat lagi ia bedakan. Itulah realitas, itulah manusia. Lebih dari 14 abad lalu al-Qur'an sudah menjelaskan bahwa manusia dalam kapasitasnya sebagai hamba Allah terbagi kepada 3 kelompok (Al-Qur'an surah Fathir ayat 32). Pertama, kelompok yang sadar, selalu berpikir dan bekerja positif, berpikir akan masa depan yang baik. Kedua, kelompok pertengahan yang belum mampu memanage waktu, pikiran, pekerjaan dengan utuh, sempurna. Masih bercampur antara kebaikan dan keburukan, di satu sisi berbuat kebajikan dan ketaatan, di sisi lain berbuat dosa dan pelanggaran. Ketiga, kelompok yang menganiaya dirinya sendiri. Ia mengetahui suatu kebaikan tetapi ia langgar, ia ingkari, atau karena tidak ada keinginan untuk mengetahui. Fenomena ini bisa saja berada dalam semua lini kehidupan dan profesi di berbagai wilayah dan komunitas.
Islam mengajarkan agar setiap penganutnya untuk saling mencerahkan, saling mengajak kepada kebaikan dan menghindari keburukan. Kehadiran Dosen Muslim Indonesia di Maluku Utara diharapkan turut mengambil bahagian dalam mendorong masyarakat Muslim pada khususnya dan warga masyarakat Maluku Utara pada umumnya menjadi masyarakat yang bermartabat.
Dosen Muslim Indonesia disingkat DMI adalah organisasi profesi bersifat kepakaran dan kecendekiaan bercirikan keislaman dan keilmuan. Pada rapat perdana yang dilaksanakan di Ruangan Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Ternate, Rabu, 30 Januari 2019, Ketua DPW DMI Maluku Utara (MALUT), Dr. Syahrir Ibnu mengemukakan bahwa organisasi yang dipimpinnya berusaha menampilkan Islam kaffah. Beliau mencontohkan berbagai keahlian, spesifikasi keilmuan yang dimiliki harus menampilkan ciri keislaman. Ada sosiologi Islam, politik Islam, ekonomi Islam, dll. Pada acara bertemakan "Silaturrahmi dan Rapat Persiapan Pelantikan DPW DMI MALUT juga direncanakan pada acara pelantikan dirangkaikan dengan kegiatan Seminar berkaitan Islam dan Sains dengan nara sumber dari DPP DMI. Acara pelantikan dijadwal akhir Pebruari atau awal Maret 2019.
Dari beberapa hal yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa :
1. Sebagai muslim, saling mengajak kepada kebaikan adalah tugas bersama, tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu. Al-Qur'an Surah At-Taubah : 71 :
1. Sebagai muslim, saling mengajak kepada kebaikan adalah tugas bersama, tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu. Al-Qur'an Surah At-Taubah : 71 :
{وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya :
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yawg makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yawg makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Al-Qur'an surah al-Imran ayat 110 :
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ
Artinya :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.
Al-Qur'an surah al-Ashr :
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Artinya :
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.
2. Kehadiran organisasi profesi DPW DMI Maluku Utara adalah sebuah kebutuhan. Berkumpulnya para cendekiawan muslim dengan kepakaran yang berbeda diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan Maluku Utara pada khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya menjadi lebih baik dalam berpikir dan berkarya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.
2. Kehadiran organisasi profesi DPW DMI Maluku Utara adalah sebuah kebutuhan. Berkumpulnya para cendekiawan muslim dengan kepakaran yang berbeda diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan Maluku Utara pada khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya menjadi lebih baik dalam berpikir dan berkarya untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.
والله أعلم بالصواب
Ternate, Kamis
31 Januari 2019.
31 Januari 2019.
Comments
Post a Comment