Bersama al-Qur'an (81)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
"Penjual Halua Kenari"
Halua Kenari adalah salah satu cemilan khas Ternate Maluku Utara. Makanan ringan ini terbuat dari kenari dan gula merah.
Bacaan kita kali ini adalah penjual halua kenari, seorang ibu yang menjajakan jualannya di ruang tunggu bagian luar Bandara Babullah Ternate. Ia tiba di bandara di pagi hari dan pulang di sore hari. Rutinitas ini, ia jalani setiap hari.
Jumat, 19 Oktober 2018, saat tiba di Bandara Babullah untuk melakukan perjalanan ke Makassar, saya sempat duduk istirahat di ruang tunggu sebelum melaporkan tiket. Seorang ibu mendekat, "Halua Kenari pak, untuk ole-ole," kata ibu itu kepada saya.
Ibu Asma H. Basir (ibu Asma) yang sudah tidak muda lagi, 60 tahun adalah penjual halua kenari di ruang Bandara Babullah Ternate.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan usia 60 tahun termasuk lanjut usia (lansia). Menurut WHO, kategorisasi lanjut usia ada 4 yaitu : Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun (DEPKES, 99 : Masa Lansia Awal 46- 55 tahun. Masa Lansia Akhir 56 – 65 tahun.
Masa Manula 65 dst).
Masa Manula 65 dst).
Meskipun usia ibu Asma sudah masuk kategori elderly, tetapi ibu yang tinggal di Mangga Dua, Ternate ini masih tampak fit. Menurut ibu Asma, ia sudah cukup lama berjualan dan sudah bertahun-tahun menjajakan halua kenari di Bandara Babullah, bahkan sebelum bandara baru Ternate yang pembangunannya dimulai 2005. Ibu yang sudah ditinggal mati oleh suaminya ini, memiliki empat orang anak laki-laki. Sebenarnya, ibu Asma sudah lima kali melahirkan, tetapi satu di antaranya, anak perempuan sudah meninggal. Dari keempat anaknya, Ibu Asma memperoleh 14 cucu. Anak pertama memiliki lima anak, anak kedua dan ketiga masing-masing memiliki dua anak, dan anak keempat mempunyai lima orang anak. Dari keempat anak ibu Asma, satu di antaranya bekerja di salah satu perusahaan di Surabaya. Sedangkan di antara cucu-cucunya sudah kuliah di berbagai perguruan tinggi.
Ibu Asma mengungkapkan bahwa hidup ini harus dijalani dengan optimis, rezeki memang sudah diatur Allah tetapi kita harus berusaha menjemputnya, lanjut Ibu Asma optimis. Ibu Asma lalu melanjutkan ceritanya, "saya jajakan 40 bungkus halua kenari kemasan kecil setiap hari. Harganya satu bungkus 10 ribu rupiah". "Kalau lagi mujur, saya bawa pulang ke rumah 400. 000 rupiah, tetapi sering juga tertinggal beberapa bungkus", lanjut ibu Asma. Jika hasil jualan itu dikurangi dari biaya bahan dan transportasi, maka keuntungannya selalu cukup bahkan ada kelebihan karena disesuaikan kebutuhan. Harga kenari 95.000 per kilo, biaya transportasi ke Bandara 10-15.000 rupiah.
Dari apa yang dikemukakan, mungkin kita bisa berkata bahwa sosok Ibu Asma adalah ibu yang tangguh, ibu yang optimis. Seharusnya ibu Asma duduk manis di rumah anak-anaknya yang bisa digilir dan bercanda bersama cucu-cucunya. Walaupun itu dapat dilakukan, tetapi ibu Asma tetap mempertahankan kemandiriannya. Ibu Asma tidak suka berdiam diri, ia suka bekerja. Ibu Asma berusaha tidak menjadi beban orang lain, bahkan ingin bermanfaat sepanjang hidupnya.
Sebenarnya, bekerja dalam usia 60 tahun masih mudah dibandingkan 88 tahun. Shirley Greenhalgh berkebangsaan Australia berusia 88 tahun bekerja sebagai penjaga toko. Tiga hari seminggu, ia pergi bekerja sebagai penjaga toko di jalan Avenell Bros di Bundaberg, utara Queensland, negara bagian terbesar kedua di Australia setelah Australia Barat.
Toko tempat bekerja Shirley bergerak dalam bisnis peralatan rumah berada di jalan utama kota sejak tahun 1875 dan Shirley adalah generasi ketiga yang bekerja di toko ini. Shirley mengatakan, dirinya termotivasi untuk terus bekerja karena hal-hal menarik yang mereka jual, keinginannya untuk membantu keluarga dan kecintaannya bertemu orang-orang baru.
"Cintai apa yang Anda kerjakan dan itu tak terasa seperti bekerja," akunya. Bahkan, Shirley selama masih bisa, ia belum berniat pensiun dalam waktu dekat (sebuah sumber).
"Cintai apa yang Anda kerjakan dan itu tak terasa seperti bekerja," akunya. Bahkan, Shirley selama masih bisa, ia belum berniat pensiun dalam waktu dekat (sebuah sumber).
Selain yang dikemukakan, ada juga ulama, cendekiawan muslim, Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998), Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, 74 tahun, sebagai mufassir sangat produktif melahirkan karya-karyanya sampai hari ini.
Al-Qur'an al-Karim sangat menghormati orang yang bekerja, berkarya, beramal saleh (amal kebaikan), bermanfaat kepada dirinya dan orang lain.
Dalam al-Qur'an, Surah al-Jatsiyah : 30
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata".
Pada ayat lain, Surah al-Bayyinah : 7
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk".
Al-Qur'an mengajarkan, bahwa bekerja, berkarya untuk tujuan kemaslahatan tidak ada batasnya. Al-Qur'an memberi petunjuk bila selesai mengerjakan suatu pekerjaan maka lanjutkan dengan pekerjaan yang lain dan sungguh-sungguh.
Firman Allah
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain".
Mengerjakan pekerjaan lain yang sungguh-sungguh setelah selesai merampungkan suatu pekerjaan, dimaknai oleh mufassir dengan berdoa, beribadah. Pada ayat berikutnya, ayat 8 :
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap".
Bekerja dan berkarya memang tidak memandang usia. Al-Qur'an memberikan peluang seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin bekerja dan berkarya.
Saya kutipkan tulisan Wasis Wibowo semoga menginspirasi sbb :
"Fisik boleh jadi sudah renta, tapi semangat, pemikiran, dan cita-cita tak pernah menjadi tua. Selama masih diberikan kesempatan melihat matahari dan menghirup udara segar di pagi hari, itu adalah tanda kehidupan harus terus dijalani. Menjadi tua dan mati adalah sebuah kepastian, tapi menghadapinya dengan melakukan hal positif dan bermanfaat adalah sebuah keberanian yang bijaksana".(Wasis Wibowo).
"Fisik boleh jadi sudah renta, tapi semangat, pemikiran, dan cita-cita tak pernah menjadi tua. Selama masih diberikan kesempatan melihat matahari dan menghirup udara segar di pagi hari, itu adalah tanda kehidupan harus terus dijalani. Menjadi tua dan mati adalah sebuah kepastian, tapi menghadapinya dengan melakukan hal positif dan bermanfaat adalah sebuah keberanian yang bijaksana".(Wasis Wibowo).
والله أعلم بالصواب
Ternate, Rabu,
07 Nopember 2018.
07 Nopember 2018.
Comments
Post a Comment