Bersama al-Qur'an (172)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Workshop dan Jurnal Ilmiah
Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Ternate, Kamis, 22 Agustus 2019 melaksanakan Workshop dan Jurnal Ilmiah bertempat di Ruang Rapat Lt 2 Rektorat IAIN Ternate. Dua nara sumber yang didatangkan adalah Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA dan Dr. Isnaini Harahap, MA. Para peserta terdiri dari dosen-dosen dari berbagai fakultas dan pascasarjana IAIN Ternate.
Dalam sambutannya, Dekan FSEI IAIN Ternate, Dr. Basaria Nainggolan, M. Ag menyampaikan bahwa kedua nara sumber adalah dosen UIN Sumatra Utara yang sedang melakukan penelitian di Ternate, Tidore. "Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA adalah sahabat saya dan beliau adalah istri Rektor UIN Sumatra Utara", ungkap dekan. Di akhir sambutannya, dekan mengharapkan kedua pembicara dapat menyemangati para peneliti di IAIN Ternate.
Dr. Isnaini Harahap, MA sebagai pemateri pertama mengangkat judul penelitian : "Strategi Pengembangan Industri Halal di Indonesia dengan menggunakan ANP."
Sebelum menjelaskan hasil temuannya, Dr. Isnaini mengungkapkan bahwa kehadirannya di IAIN Ternate adalah untuk sharing Informasi. "Semoga
semangat Medan bisa tertular ke Ternate atau sebaliknya semangat Ternate bisa tertular ke Medan," sambungnya. Brand industri halal di Indonesia masih rendah. Menurutnya, penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam tetapi tidak banyak berbicara halal bahkan Indonesia di bawah peringkat dibanding negara lain. Kekurangan lainnya, masyarakat muslim Indonesia kurang memahami brand halal. Halal hanya diasosiasikan dengan bahannya saja padahal kehalalan itu juga terkait media yang digunakan. Dr. Isnaini mencontohkan dengan nada tanya, apakah roti yang saya buat termasuk halal ? "Belum tentu", jawab Isnaini. Apabila dalam proses pembuatan roti itu saya menggunakan kuas berasal dari bulu babi walaupun bahannya halal maka roti yang saya buat itu adalah haram", lanjut Dr. Isnaini.
Di akhir penjelasannya, Dr. Isnaini menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan sejak tahun kemarin cukup memberi kenikmatan, selain rihlah ilmiah juga bisa keliling ke berbagai propinsi menikmati indahnya alam nusantara.
Pembicara kedua Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA . Sebagaimana pembicara pertama, pembicara kedua juga ingin sharing. "Kami hadir di sini tidak mengajari itik untuk berenang atau mengajari burung untuk terbang tetapi adalah untuk sharing informasi dan sharing pengetahuan", ungkap Dr. Hj. Chuzaimah.
Dr. Hj. Huzaimah melanjutkan bahwa lembaga, dosen harus selalu berusaha meningkatkan kualitasnya. Salah satunya melalui jurnal, publikasi. Ia mencontohkan kerja keras UIN Sumatra utara dan hasilnya saat ini berada di urutan ketiga Sinta tertinggi di antara PTKIN. Di urutan pertama ditempati UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan di urutan kedua UIN Syarif Hidayatullah dan di urutan keempat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebenarnya urutan-urutan ini tidak permanen dan bisa berubah terkait kinerja, pengelola dan kesungguhan lembaga yang bersangkutan.
Menurut Dr. Hj. Chuzaimah para dosen saat ini harus memiliki publikasi yang terdeteksi minimal oleh Sinta (Science and Technology Index portal pengukur kinerja jurnal, peneliti, dll). Kalau tidak, ke depan boleh jadi dosen yang bersangkutan dan dosen-dosen lain yang jurnalnya juga tidak dapat dibaca oleh Sinta tidak akan bisa naik pangkat dari lektor ke lektor kepala dan seterusnya.
Saat sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari peserta tentang sulitnya dosen menjadi guru besar dan ada anggota DPR, Menteri tampaknya akan mudah meraih guru besar tanpa ada penelitian, tanpa jurnal yang dapat dibaca oleh Sinta, tidak ada jurnal Scopus. "Itu wilayah politik", jawab Dr. Chuzaimah. "Sebagai dosen kita harus fokus dalam tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penelitian", sambungnya.
Kualitas, masa depan yang baik sangat terkait dengan yang bersangkutan. Sebuah lembaga yang ingin maju, berkembang maka semua pihak di lembaga tersebut harus memiliki keinginan dan tekad yang sama untuk memajukan lembaga, termasuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung.
Al-Qur'an al-Karim sangat mendorong ummat Islam untuk meningkatkan kualitas, kecerdasan yang meliputi kecerdasan intelektual. Melalui kecerdasan ini akan menghasilkan pola pikir yang positif, berpikir sehat, tepat, dan dapat diterima orang lain. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang yang bisa menjaga komunikasi dengan Tuhan adalah orang yang memiliki kecerdasan intelektual, orang berilmu. Al-Qur'an Surah Fathir ayat 28 :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Artinya :
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu).
Kedua, meningkatkan kecerdasan emosional akan menghasilkan kemampuan memanage berbagai emosi seperti sedih, kecewa menjadi sebuah kekuatan untuk bangkit. Memanage rasa senang, gembira agar tidak berlebihan.
Perasaan sedih boleh disebabkan karena kematian, kemalangan, kegagalan, dan kehilangan. Namun tidak boleh berlebihan, ia harus dimanage karena kesedihan berlebihan dapat berimplikasi tidak menerima takdir dari Allah.
Al-Qur'an Surah Ar-Taubah ayat 40 melarang untuk bersedih hati :
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya :
Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.
Sedang meningkatkan kecerdasan spritual melahirkan kemampuan mengendalikan diri, sabar, semangat, dan motivasi. Orang yang sabar menurut al-Qur'an adalah bersama Allah. Ketika seseorang merasa bersama, dekat dengan Allah akan merasa percaya diri, termotivasi untuk selalu berbuat baik, perbuatan yang disukai Allah. Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 153 :
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya ;
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Meningkatkan kecerdasan, kualitas intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spritual bagi dosen tujuannya agar bahagia di dunia dan akhirat. Bahkan apapun profesi yang ditekuni hendaknya selalu meningkatkan kualitas, kinerja sebagai jembatan meraih hidup bahagia.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Kamis, 22 Agustus 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Workshop dan Jurnal Ilmiah
Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Ternate, Kamis, 22 Agustus 2019 melaksanakan Workshop dan Jurnal Ilmiah bertempat di Ruang Rapat Lt 2 Rektorat IAIN Ternate. Dua nara sumber yang didatangkan adalah Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA dan Dr. Isnaini Harahap, MA. Para peserta terdiri dari dosen-dosen dari berbagai fakultas dan pascasarjana IAIN Ternate.
Dalam sambutannya, Dekan FSEI IAIN Ternate, Dr. Basaria Nainggolan, M. Ag menyampaikan bahwa kedua nara sumber adalah dosen UIN Sumatra Utara yang sedang melakukan penelitian di Ternate, Tidore. "Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA adalah sahabat saya dan beliau adalah istri Rektor UIN Sumatra Utara", ungkap dekan. Di akhir sambutannya, dekan mengharapkan kedua pembicara dapat menyemangati para peneliti di IAIN Ternate.
Dr. Isnaini Harahap, MA sebagai pemateri pertama mengangkat judul penelitian : "Strategi Pengembangan Industri Halal di Indonesia dengan menggunakan ANP."
Sebelum menjelaskan hasil temuannya, Dr. Isnaini mengungkapkan bahwa kehadirannya di IAIN Ternate adalah untuk sharing Informasi. "Semoga
semangat Medan bisa tertular ke Ternate atau sebaliknya semangat Ternate bisa tertular ke Medan," sambungnya. Brand industri halal di Indonesia masih rendah. Menurutnya, penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam tetapi tidak banyak berbicara halal bahkan Indonesia di bawah peringkat dibanding negara lain. Kekurangan lainnya, masyarakat muslim Indonesia kurang memahami brand halal. Halal hanya diasosiasikan dengan bahannya saja padahal kehalalan itu juga terkait media yang digunakan. Dr. Isnaini mencontohkan dengan nada tanya, apakah roti yang saya buat termasuk halal ? "Belum tentu", jawab Isnaini. Apabila dalam proses pembuatan roti itu saya menggunakan kuas berasal dari bulu babi walaupun bahannya halal maka roti yang saya buat itu adalah haram", lanjut Dr. Isnaini.
Di akhir penjelasannya, Dr. Isnaini menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan sejak tahun kemarin cukup memberi kenikmatan, selain rihlah ilmiah juga bisa keliling ke berbagai propinsi menikmati indahnya alam nusantara.
Pembicara kedua Dr. Hj. Chuzaimah Batubara, MA . Sebagaimana pembicara pertama, pembicara kedua juga ingin sharing. "Kami hadir di sini tidak mengajari itik untuk berenang atau mengajari burung untuk terbang tetapi adalah untuk sharing informasi dan sharing pengetahuan", ungkap Dr. Hj. Chuzaimah.
Dr. Hj. Huzaimah melanjutkan bahwa lembaga, dosen harus selalu berusaha meningkatkan kualitasnya. Salah satunya melalui jurnal, publikasi. Ia mencontohkan kerja keras UIN Sumatra utara dan hasilnya saat ini berada di urutan ketiga Sinta tertinggi di antara PTKIN. Di urutan pertama ditempati UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan di urutan kedua UIN Syarif Hidayatullah dan di urutan keempat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebenarnya urutan-urutan ini tidak permanen dan bisa berubah terkait kinerja, pengelola dan kesungguhan lembaga yang bersangkutan.
Menurut Dr. Hj. Chuzaimah para dosen saat ini harus memiliki publikasi yang terdeteksi minimal oleh Sinta (Science and Technology Index portal pengukur kinerja jurnal, peneliti, dll). Kalau tidak, ke depan boleh jadi dosen yang bersangkutan dan dosen-dosen lain yang jurnalnya juga tidak dapat dibaca oleh Sinta tidak akan bisa naik pangkat dari lektor ke lektor kepala dan seterusnya.
Saat sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari peserta tentang sulitnya dosen menjadi guru besar dan ada anggota DPR, Menteri tampaknya akan mudah meraih guru besar tanpa ada penelitian, tanpa jurnal yang dapat dibaca oleh Sinta, tidak ada jurnal Scopus. "Itu wilayah politik", jawab Dr. Chuzaimah. "Sebagai dosen kita harus fokus dalam tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pendidikan dan pengajaran, pengabdian masyarakat, dan penelitian", sambungnya.
Kualitas, masa depan yang baik sangat terkait dengan yang bersangkutan. Sebuah lembaga yang ingin maju, berkembang maka semua pihak di lembaga tersebut harus memiliki keinginan dan tekad yang sama untuk memajukan lembaga, termasuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung.
Al-Qur'an al-Karim sangat mendorong ummat Islam untuk meningkatkan kualitas, kecerdasan yang meliputi kecerdasan intelektual. Melalui kecerdasan ini akan menghasilkan pola pikir yang positif, berpikir sehat, tepat, dan dapat diterima orang lain. Al-Qur'an menjelaskan bahwa orang yang bisa menjaga komunikasi dengan Tuhan adalah orang yang memiliki kecerdasan intelektual, orang berilmu. Al-Qur'an Surah Fathir ayat 28 :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Artinya :
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (orang yang berilmu).
Kedua, meningkatkan kecerdasan emosional akan menghasilkan kemampuan memanage berbagai emosi seperti sedih, kecewa menjadi sebuah kekuatan untuk bangkit. Memanage rasa senang, gembira agar tidak berlebihan.
Perasaan sedih boleh disebabkan karena kematian, kemalangan, kegagalan, dan kehilangan. Namun tidak boleh berlebihan, ia harus dimanage karena kesedihan berlebihan dapat berimplikasi tidak menerima takdir dari Allah.
Al-Qur'an Surah Ar-Taubah ayat 40 melarang untuk bersedih hati :
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya :
Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.
Sedang meningkatkan kecerdasan spritual melahirkan kemampuan mengendalikan diri, sabar, semangat, dan motivasi. Orang yang sabar menurut al-Qur'an adalah bersama Allah. Ketika seseorang merasa bersama, dekat dengan Allah akan merasa percaya diri, termotivasi untuk selalu berbuat baik, perbuatan yang disukai Allah. Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 153 :
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya ;
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Meningkatkan kecerdasan, kualitas intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spritual bagi dosen tujuannya agar bahagia di dunia dan akhirat. Bahkan apapun profesi yang ditekuni hendaknya selalu meningkatkan kualitas, kinerja sebagai jembatan meraih hidup bahagia.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Kamis, 22 Agustus 2019
Comments
Post a Comment