Bersama al-Qur'an (169)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Koko Ardiansyah Siswa SMKN 2 Labuhanbatu, Sumatra Utara :
Gagal Masuk Tim Paskibra Kabupaten, tetapi berhasil ketemu Presiden
Nama Koko Ardiansyah sejak beberapa hari lalu menjadi viral di medsos. Siswa SMK Negeri 2
Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatea Utara ini dinyatakan diterima menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Koko Ardiansyah yang disapa Koko, usai pengukuran sepatu, namanya dicoret. Ia kemudian gagal masuk tim paskibra di Kabupaten Labuhanbatu. Koko digantikan oleh seseorang yang tidak pernah mengikuti seleksi.
Koko kecewa. Ia curhat. Kekecewaannya dituangkan di medsos. Curhatan Koko kemudian diketahui oleh Menpora yang sedang berada di Madinah. Setelah diadakan klarifikasi,
Kemenpora menyimpulkan ada SOP seleksi Paskibra yang dilanggar Pemkab Labuhanbatu. Untuk menghibur Koko dan mengapresiasi usaha, kedisiplinan selama mengikuti latihan, Kemenpora mengundang Koko ke Jakarta dan menunjuknya sebagai petugas pembaca naskah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada upacara HUT ke-74 RI di Kemenpora.
Koko yang baru pertama kali naik pesawat dan merupakan pengalaman pertamanya ke Jakarta kali ini merasa senang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Seusai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI, Koko didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am menuju Istana untuk mengikuti upacara. Di Istana Negara, Koko bertemu dan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita dapat berkata bahwa :
1. Rasa kecewa yang dirasakan oleh Koko adalah niscaya. Usaha keras yang ia lakukan dan hasilnya sudah dalam genggaman tiba-tiba digantikan oleh orang lain tanpa melalui prosedur yang benar.
2. Seseorang seharusnya tidak larut dalam kekecewaan yang dalam ketika gagal meraih mimpi atau hasilnya tidak sama dengan harapan karena boleh jadi ada keberhasilan lain di waktu dan di tempat berbeda.
3. Peran positif media sosial. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tidak berada di Labuhanbatu, tetapi beliau berada di Madinah. Meski demikian, berkat medsos tidak ada jarak yang tidak terjangkau, semua terasa ada di dekat kita. Kekecewaan yang dirasakan Koko dapat terobati melalui kebijakan bapak Imam Nahrawi. Sebuah tanggung jawab yang perlu diapresiasi.
Dalam kehidupan ini tidak ada orang yang senang terus menerus atau sedih sepanjang hayat. Selalu bergantian. Ada senang ada susah, ada puas ada kecewa, ada gembira ada sedih, dan lain-lain.
Dalam perspektif al-Qur'an perasaan-perasaan itu adalah ujian.
Al-Qur'an Surah al-Anbiya ayat 35 menginformasikan :
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ
Artinya :
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Kecewa, sedih, susah sejatinya dimanage menjadi energi positif. Salah satu caranya adalah kita menggantungkan diri kepada Allah. Kita mengendalikan emosi, melunakkan hati melalui kesabaran dan salat. Dalam Surah al-Baqarah ayat 45 :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
Artinya :
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (Dari berbagai sumber).
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Minggu, 18 Agustus 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Koko Ardiansyah Siswa SMKN 2 Labuhanbatu, Sumatra Utara :
Gagal Masuk Tim Paskibra Kabupaten, tetapi berhasil ketemu Presiden
Nama Koko Ardiansyah sejak beberapa hari lalu menjadi viral di medsos. Siswa SMK Negeri 2
Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatea Utara ini dinyatakan diterima menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) kabupaten pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Koko Ardiansyah yang disapa Koko, usai pengukuran sepatu, namanya dicoret. Ia kemudian gagal masuk tim paskibra di Kabupaten Labuhanbatu. Koko digantikan oleh seseorang yang tidak pernah mengikuti seleksi.
Koko kecewa. Ia curhat. Kekecewaannya dituangkan di medsos. Curhatan Koko kemudian diketahui oleh Menpora yang sedang berada di Madinah. Setelah diadakan klarifikasi,
Kemenpora menyimpulkan ada SOP seleksi Paskibra yang dilanggar Pemkab Labuhanbatu. Untuk menghibur Koko dan mengapresiasi usaha, kedisiplinan selama mengikuti latihan, Kemenpora mengundang Koko ke Jakarta dan menunjuknya sebagai petugas pembaca naskah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada upacara HUT ke-74 RI di Kemenpora.
Koko yang baru pertama kali naik pesawat dan merupakan pengalaman pertamanya ke Jakarta kali ini merasa senang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Seusai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI, Koko didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am menuju Istana untuk mengikuti upacara. Di Istana Negara, Koko bertemu dan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita dapat berkata bahwa :
1. Rasa kecewa yang dirasakan oleh Koko adalah niscaya. Usaha keras yang ia lakukan dan hasilnya sudah dalam genggaman tiba-tiba digantikan oleh orang lain tanpa melalui prosedur yang benar.
2. Seseorang seharusnya tidak larut dalam kekecewaan yang dalam ketika gagal meraih mimpi atau hasilnya tidak sama dengan harapan karena boleh jadi ada keberhasilan lain di waktu dan di tempat berbeda.
3. Peran positif media sosial. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tidak berada di Labuhanbatu, tetapi beliau berada di Madinah. Meski demikian, berkat medsos tidak ada jarak yang tidak terjangkau, semua terasa ada di dekat kita. Kekecewaan yang dirasakan Koko dapat terobati melalui kebijakan bapak Imam Nahrawi. Sebuah tanggung jawab yang perlu diapresiasi.
Dalam kehidupan ini tidak ada orang yang senang terus menerus atau sedih sepanjang hayat. Selalu bergantian. Ada senang ada susah, ada puas ada kecewa, ada gembira ada sedih, dan lain-lain.
Dalam perspektif al-Qur'an perasaan-perasaan itu adalah ujian.
Al-Qur'an Surah al-Anbiya ayat 35 menginformasikan :
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ
Artinya :
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Kecewa, sedih, susah sejatinya dimanage menjadi energi positif. Salah satu caranya adalah kita menggantungkan diri kepada Allah. Kita mengendalikan emosi, melunakkan hati melalui kesabaran dan salat. Dalam Surah al-Baqarah ayat 45 :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
Artinya :
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (Dari berbagai sumber).
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Minggu, 18 Agustus 2019
Comments
Post a Comment