Bersama al-Qur'an (168)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Hari Ulang Tahun ke-74
Kemerdekaan RI
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sabtu pagi, 17 Agustus 2019 melaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bertindak sebagai Pembina Upacara Warek I, Dr. M. Tahir Sapsuha, M. Ag sedang Kepala Biro, Drs. H. Zulkifli Tahir, M. Pd. I membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Unsur pimpinan, para dosen, pegawai, mahasiswa mengikuti upacara secara tertib dan khidmat.
Dalam amanatnya, Dr. M. Tahir Sapsuha membacakan teks amanat Presiden Joko Widodo yang pada intinya menegaskan bahwa memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI tidak bermakna berakhirnya penjajahan kolonial, tidak juga berarti berakhirnya perjuangan tetapi dimaknai mensyukuri dengan mengembangkan hasil perjuangan para pendahulu, penguatan sumber daya manusia untuk Indonesia maju, sesuai tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun ini "SDM Unggul, Indonesia Maju."
Dalam perspektif Islam, kemerdekaan adalah hak setiap orang. Setiap manusia yang lahir ke bumi dalam keadaan merdeka, bebas, tidak terikat. Manusia dengan panca indera, hati, akal yang dimiliki memiliki kebebasan, merdeka untuk menentukan pilihan. Meskipun manusia diberi kemerdekaan untuk memilih, tidak ada paksaan, intimidasi, tetapi al-Qur'an menghendaki agar manusia memilih yang baik, manusia memerdekakan dirinya dari kesengsaraan dan penderitaan. Beberapa ayat al-Qur'an menunjukkan bahwa seorang muslim harus memerdekakan diri dari perbuatan yang merugikan. Merdeka dari ketertinggalan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemalasan dan merdeka dari berbagai perilaku yang tidak terpuji lainnya. Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah swt untuk membebaskan manusia dari kedzaliman dan kebodohan. Sebelum Islam datang, masyarakat Mekkah hidup dalam kegelapan, wanita tidak dihargai, orang kuat menindas yang lemah, mereka menyembah berhala, yang halal dan yang haram tidak dapat dibedakan. Setelah kedatangan nabi saw, warga masyarakat saling menghargai, persaudaraan antara orang-orang Mekkah dan Madinah terjalin dengan baik, mereka menghargai ilmu, menjunjung tinggi budaya kerja.
Beberapa ayat al-Qur'an yang terkait di antaranya :
Al-A'raf 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya :
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.
Menurut sebahagian mufassir bahwa yang dimaksud kerusakan adalah semua jenis perbuatan yang dapat menimbulkan kerugian, kerusakan baik yang bersifat fisik dan moral. Di antaranya berbuat maksiat, makar, fitnah, mencuri, dan lain-lain.
Al-Isra' ayat 7
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Artinya :
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.
An-Nahl ayat 90
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya :
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Dari beberapa ayat yang disebutkan menunjukkan bahwa al-Qur'an merekomendasikan perintah dan larangan untuk keselamatan hidup manusia (merdeka dari kegagalan, kecelakaan, dan kerugian, dan semacamnya). Bahkan perintah Allah untuk memerdekakan, membebaskan diri dari berbuat keji dan mungkar tidak ada batasnya. Kata ينهي
pada ayat tersebut berbentuk fi'il mudhari yang menunjuk makna keabadian, terus menerus.
Semoga dengan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, kita diberi kemampuan oleh Allah swt untuk mensyukuri nikmat, anugerah kemerdekaan ini dengan membebaskan, memerdekakan diri, menghindari, meninggalkan segala bentuk perilaku negatif. Tujuannya agar kita tidak dikendalikan olehnya, tidak dijajah oleh perilaku yang tidak terpuji. Kita merdeka.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 17 Agustus 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Hari Ulang Tahun ke-74
Kemerdekaan RI
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sabtu pagi, 17 Agustus 2019 melaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 74 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bertindak sebagai Pembina Upacara Warek I, Dr. M. Tahir Sapsuha, M. Ag sedang Kepala Biro, Drs. H. Zulkifli Tahir, M. Pd. I membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Unsur pimpinan, para dosen, pegawai, mahasiswa mengikuti upacara secara tertib dan khidmat.
Dalam amanatnya, Dr. M. Tahir Sapsuha membacakan teks amanat Presiden Joko Widodo yang pada intinya menegaskan bahwa memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI tidak bermakna berakhirnya penjajahan kolonial, tidak juga berarti berakhirnya perjuangan tetapi dimaknai mensyukuri dengan mengembangkan hasil perjuangan para pendahulu, penguatan sumber daya manusia untuk Indonesia maju, sesuai tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 tahun ini "SDM Unggul, Indonesia Maju."
Dalam perspektif Islam, kemerdekaan adalah hak setiap orang. Setiap manusia yang lahir ke bumi dalam keadaan merdeka, bebas, tidak terikat. Manusia dengan panca indera, hati, akal yang dimiliki memiliki kebebasan, merdeka untuk menentukan pilihan. Meskipun manusia diberi kemerdekaan untuk memilih, tidak ada paksaan, intimidasi, tetapi al-Qur'an menghendaki agar manusia memilih yang baik, manusia memerdekakan dirinya dari kesengsaraan dan penderitaan. Beberapa ayat al-Qur'an menunjukkan bahwa seorang muslim harus memerdekakan diri dari perbuatan yang merugikan. Merdeka dari ketertinggalan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemalasan dan merdeka dari berbagai perilaku yang tidak terpuji lainnya. Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah swt untuk membebaskan manusia dari kedzaliman dan kebodohan. Sebelum Islam datang, masyarakat Mekkah hidup dalam kegelapan, wanita tidak dihargai, orang kuat menindas yang lemah, mereka menyembah berhala, yang halal dan yang haram tidak dapat dibedakan. Setelah kedatangan nabi saw, warga masyarakat saling menghargai, persaudaraan antara orang-orang Mekkah dan Madinah terjalin dengan baik, mereka menghargai ilmu, menjunjung tinggi budaya kerja.
Beberapa ayat al-Qur'an yang terkait di antaranya :
Al-A'raf 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya :
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.
Menurut sebahagian mufassir bahwa yang dimaksud kerusakan adalah semua jenis perbuatan yang dapat menimbulkan kerugian, kerusakan baik yang bersifat fisik dan moral. Di antaranya berbuat maksiat, makar, fitnah, mencuri, dan lain-lain.
Al-Isra' ayat 7
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Artinya :
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.
An-Nahl ayat 90
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya :
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Dari beberapa ayat yang disebutkan menunjukkan bahwa al-Qur'an merekomendasikan perintah dan larangan untuk keselamatan hidup manusia (merdeka dari kegagalan, kecelakaan, dan kerugian, dan semacamnya). Bahkan perintah Allah untuk memerdekakan, membebaskan diri dari berbuat keji dan mungkar tidak ada batasnya. Kata ينهي
pada ayat tersebut berbentuk fi'il mudhari yang menunjuk makna keabadian, terus menerus.
Semoga dengan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, kita diberi kemampuan oleh Allah swt untuk mensyukuri nikmat, anugerah kemerdekaan ini dengan membebaskan, memerdekakan diri, menghindari, meninggalkan segala bentuk perilaku negatif. Tujuannya agar kita tidak dikendalikan olehnya, tidak dijajah oleh perilaku yang tidak terpuji. Kita merdeka.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 17 Agustus 2019
Comments
Post a Comment