Bersama al-Qur'an (162)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Cafe and Restaurant Bukit Bintang, Dufa-dufa Belakang, Ternate, Maluku Utara :
Mentadabburi beberapa ayat al-Qur'an
Sabtu malam, 3 Agustus 2019 sekitar jam 20.15 handphone istri berdering. "Ummi ada di rumah ?", tanya Ibu Wahdiyah. "Iya, saya ada di rumah", jawab istri. "Saya ke rumah sekarang", Ibu Wahdiah melanjutkan di ujung handphone. Ibu Wahdiah dosen IAIN Ternate, adik kandung dari istri akan singgah di rumah bersama suami dan ketiga anaknya (keponakan). Mereka sekeluarga mengajak istri dan saya untuk makan malam (dinner) di Cafe and Restaurant sambil menikmati indahnya view Ternate di malam hari. Cafe and Restaurant yang berada di perbukitan Dufa-dufa Belakang adalah tempat yang ramai dikunjungi sejak beberapa bulan yang lalu sampai hari ini. Khususnya oleh warga yang hendak mencicipi aneka ikan bakar dan minuman ringan sambil bersantai menikmati, menyaksikan pemandangan indahnya alam Ternate. Dari tempat ini sangat jelas langit di atas kota Ternate terlihat seperti kuba tidak bertiang, pulau Tidore, Hiri, Halmahera tampak sebagai tiang penyanggah, dan di kiri kanan terbentang laut biru yang ramah dan sabar siap melayani berbagai alat tranportasi laut, sebagai jalur pelayaran yang dilalui kapal Pelni yang menghubungkan Ternate, Sorong, Sulawesi, dan pulau Jawa. Untuk menyeberang ke pulau-pulau sekitar seperti Halmahera (Sofifi, Jailolo, Sidangoli),Tidore, Maitara, Hiri, Moti, Makian, dan Kayoa dapat menggunakan perahu kecil, speed. Ada juga kapal kayu yang agak besar digunakan warga dari pulau-pulau di wilayah Maluku Utara yang mengangkut berbagai hasil bumi berupa kelapa, aneka macam pisang, jeruk, salak, langsat, rambutan, manggis, sayur-sayuran, dan berbagai kebutuhan warga lainnya untuk dijual di Ternate.
Sekitar jam 20.30 mobil warna biru tiba di depan rumah. Ibu Wahdiah dan suami, H. Abd. Rahman Bailusy sekeluarga masuk ke dalam rumah. Tidak lama berselang, kami menuju ke Cafe and Restaurant Bukit Bintang di Dufa-dufa Belakang sekitar 2 km dari kampus IAIN Ternate. Tidak kurang dari 15 menit, kami tiba di Restaurant. Kami berhamburan ke berbagai tempat, ada yang langsung masuk ke gazebo, satu-satunya gazebo yang masih kosong, saya dengan istri gantian selfi dengan latar belakang langit Ternate yang diterangi cahaya lampu, ketiga keponakan, Alifaun Abdulkarim Bailusy (Ai), Alifaid Muhammad Bailusy (An), dan Alifiyah Ramdi Bailusy (Pia) memilih ayunan sebagai tempat bermain.
Menurut Ato, salah seorang pelayan Cafe, bahwa Cafe and Restaurant Bukit Bintang baru sekitar 9 bulan beroperasi. Meskipun demikian, Cafe ini sudah banyak dikunjungi oleh warga masyarakat. Salah satu daya tarik tempat ini adalah viewnya. Selain itu, tempat ini memiliki beberapa fasilitas yang menarik, di antaranya restoran, beberapa gazebo yaitu tempat santai, alami, dengan suasana keakraban, nyaman, dan indah, ada ayunan, dan beberapa meja dan kursi di taman yang terbuka.
Setelah menikmati indahnya malam yang diabadikan melalui handphone, kami bergabung ke gazebo. Pelayan menyodorkan daftar menu yang tersedia. Semua sepakat makan nasi dan ikan bakar dengan sambal (dabu-dabu), 5 es teh manis dan 2 jus advokat, ditambah amo (sukun) goreng dengan sambal khususnya. Tidak menunggu lama, hidangan sudah siap saji. Pelayanan cepat. Menurut pelayan, sahabat Ato, Cafe dan restoran Bukit Bintang memiliki sekitar 20 karyawan yang selalu siap memberi pelayanan dengan baik. Selain pelayanan cepat, makanannya juga enak. Berbagai menu disediakan, aneka food, aneka ice drink, berbagai macam jus. Juga tersedia paket ikan bakar lengkap dabu-dabu (sambal), paket papeda. Berada di tempat ini terasa nikmat, nyaman dan puas, hati tenang penuh syukur menikmati makanan yang enak dan indahnya alam ciptaan Allah swt. Al-Qur'an pada Surah ar-Ra'du ayat 2 menyebutkan :
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا
Artinya :
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.
Dari ayat tersebut tampak jelas oleh mata bahwa langit yang begitu luas walau tidak menggunakan tiang, ia tetap berdiri kokoh, tidak runtuh karena ia dalam penjagaan dan pemeliharaan Allah swt.
Pada ayat lain, Surah Ibrahim ayat 32 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَات
وَالْأَرْضَ
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ
Artinya :
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
Ayat tersebut mengandung makna makanan dan minuman berasal dari Allah swt. Demikian halnya lautan, sungai diciptakan oleh Allah untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia di bumi ini.
Dari apa yang dikemukakan, mungkin kita bisa berkata bahwa indahnya alam, langit tidak bertiang yang kita saksikan setiap hari adalah bukti kebesaran Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan untuk memanage bumi, tanah tempat berpijak. Kebun berisi aneka pepohonan bisa menjadi lebih produktif jika ia didesain sesuai kebutuhan. Seperti yang dilakukan bapak Muhammad Albar pemilik Cafe dan Restaurant Bukit Bintang.
Makanan pada dasarnya berasal dari Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan untuk mengolah nya untuk menjadi makanan dan minuman yang disesuaikan dengan selera. Aneka macam ikan laut bisa menjadi menu yang sangat menarik, gurih terkait kemampuan koki yang menanganinya. Semua itu adalah ayat Allah swt, ayat kauniyah yang selalu menjadi materi pembelajaran hati, pikiran. Kita mentadabburi ayat Allah agar hati kita semakin halus, semakin smart, dan kita semakin paham posisi kita sebagai hamba yang sejatinya selalu total beribadah dan bersyukur kepada-Nya.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Minggu, 4 Agustus 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Cafe and Restaurant Bukit Bintang, Dufa-dufa Belakang, Ternate, Maluku Utara :
Mentadabburi beberapa ayat al-Qur'an
Sabtu malam, 3 Agustus 2019 sekitar jam 20.15 handphone istri berdering. "Ummi ada di rumah ?", tanya Ibu Wahdiyah. "Iya, saya ada di rumah", jawab istri. "Saya ke rumah sekarang", Ibu Wahdiah melanjutkan di ujung handphone. Ibu Wahdiah dosen IAIN Ternate, adik kandung dari istri akan singgah di rumah bersama suami dan ketiga anaknya (keponakan). Mereka sekeluarga mengajak istri dan saya untuk makan malam (dinner) di Cafe and Restaurant sambil menikmati indahnya view Ternate di malam hari. Cafe and Restaurant yang berada di perbukitan Dufa-dufa Belakang adalah tempat yang ramai dikunjungi sejak beberapa bulan yang lalu sampai hari ini. Khususnya oleh warga yang hendak mencicipi aneka ikan bakar dan minuman ringan sambil bersantai menikmati, menyaksikan pemandangan indahnya alam Ternate. Dari tempat ini sangat jelas langit di atas kota Ternate terlihat seperti kuba tidak bertiang, pulau Tidore, Hiri, Halmahera tampak sebagai tiang penyanggah, dan di kiri kanan terbentang laut biru yang ramah dan sabar siap melayani berbagai alat tranportasi laut, sebagai jalur pelayaran yang dilalui kapal Pelni yang menghubungkan Ternate, Sorong, Sulawesi, dan pulau Jawa. Untuk menyeberang ke pulau-pulau sekitar seperti Halmahera (Sofifi, Jailolo, Sidangoli),Tidore, Maitara, Hiri, Moti, Makian, dan Kayoa dapat menggunakan perahu kecil, speed. Ada juga kapal kayu yang agak besar digunakan warga dari pulau-pulau di wilayah Maluku Utara yang mengangkut berbagai hasil bumi berupa kelapa, aneka macam pisang, jeruk, salak, langsat, rambutan, manggis, sayur-sayuran, dan berbagai kebutuhan warga lainnya untuk dijual di Ternate.
Sekitar jam 20.30 mobil warna biru tiba di depan rumah. Ibu Wahdiah dan suami, H. Abd. Rahman Bailusy sekeluarga masuk ke dalam rumah. Tidak lama berselang, kami menuju ke Cafe and Restaurant Bukit Bintang di Dufa-dufa Belakang sekitar 2 km dari kampus IAIN Ternate. Tidak kurang dari 15 menit, kami tiba di Restaurant. Kami berhamburan ke berbagai tempat, ada yang langsung masuk ke gazebo, satu-satunya gazebo yang masih kosong, saya dengan istri gantian selfi dengan latar belakang langit Ternate yang diterangi cahaya lampu, ketiga keponakan, Alifaun Abdulkarim Bailusy (Ai), Alifaid Muhammad Bailusy (An), dan Alifiyah Ramdi Bailusy (Pia) memilih ayunan sebagai tempat bermain.
Menurut Ato, salah seorang pelayan Cafe, bahwa Cafe and Restaurant Bukit Bintang baru sekitar 9 bulan beroperasi. Meskipun demikian, Cafe ini sudah banyak dikunjungi oleh warga masyarakat. Salah satu daya tarik tempat ini adalah viewnya. Selain itu, tempat ini memiliki beberapa fasilitas yang menarik, di antaranya restoran, beberapa gazebo yaitu tempat santai, alami, dengan suasana keakraban, nyaman, dan indah, ada ayunan, dan beberapa meja dan kursi di taman yang terbuka.
Setelah menikmati indahnya malam yang diabadikan melalui handphone, kami bergabung ke gazebo. Pelayan menyodorkan daftar menu yang tersedia. Semua sepakat makan nasi dan ikan bakar dengan sambal (dabu-dabu), 5 es teh manis dan 2 jus advokat, ditambah amo (sukun) goreng dengan sambal khususnya. Tidak menunggu lama, hidangan sudah siap saji. Pelayanan cepat. Menurut pelayan, sahabat Ato, Cafe dan restoran Bukit Bintang memiliki sekitar 20 karyawan yang selalu siap memberi pelayanan dengan baik. Selain pelayanan cepat, makanannya juga enak. Berbagai menu disediakan, aneka food, aneka ice drink, berbagai macam jus. Juga tersedia paket ikan bakar lengkap dabu-dabu (sambal), paket papeda. Berada di tempat ini terasa nikmat, nyaman dan puas, hati tenang penuh syukur menikmati makanan yang enak dan indahnya alam ciptaan Allah swt. Al-Qur'an pada Surah ar-Ra'du ayat 2 menyebutkan :
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا
Artinya :
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat.
Dari ayat tersebut tampak jelas oleh mata bahwa langit yang begitu luas walau tidak menggunakan tiang, ia tetap berdiri kokoh, tidak runtuh karena ia dalam penjagaan dan pemeliharaan Allah swt.
Pada ayat lain, Surah Ibrahim ayat 32 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَات
وَالْأَرْضَ
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ
Artinya :
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
Ayat tersebut mengandung makna makanan dan minuman berasal dari Allah swt. Demikian halnya lautan, sungai diciptakan oleh Allah untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia di bumi ini.
Dari apa yang dikemukakan, mungkin kita bisa berkata bahwa indahnya alam, langit tidak bertiang yang kita saksikan setiap hari adalah bukti kebesaran Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan untuk memanage bumi, tanah tempat berpijak. Kebun berisi aneka pepohonan bisa menjadi lebih produktif jika ia didesain sesuai kebutuhan. Seperti yang dilakukan bapak Muhammad Albar pemilik Cafe dan Restaurant Bukit Bintang.
Makanan pada dasarnya berasal dari Allah swt. Manusia hanya diberi kemampuan untuk mengolah nya untuk menjadi makanan dan minuman yang disesuaikan dengan selera. Aneka macam ikan laut bisa menjadi menu yang sangat menarik, gurih terkait kemampuan koki yang menanganinya. Semua itu adalah ayat Allah swt, ayat kauniyah yang selalu menjadi materi pembelajaran hati, pikiran. Kita mentadabburi ayat Allah agar hati kita semakin halus, semakin smart, dan kita semakin paham posisi kita sebagai hamba yang sejatinya selalu total beribadah dan bersyukur kepada-Nya.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Minggu, 4 Agustus 2019.
Comments
Post a Comment