Bersama al-Qur'an (158)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Acara Pernikahan :
Menguatkan Tali Silaturrahim
Sabtu, 27 Juli 2019 adalah hari bahagia. Bahagia terutama dirasakan oleh keluarga besar almarhum Ir. Nur Dahlan, MM (kakak saya) dan kakak Warliah. Pasalnya, Fitri Mustikasari anak pertama almarhum, hari Sabtu kemarin telah mengakhiri masa kesendiriannya setelah dipersunting pemuda dari Jawa Barat. Hadir di acara tersebut keluarga besar calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan. Khusus dari keluarga mempelai wanita, semua saudara ayahanda Fitri Mustikasari, almarhum Ir. Nur Dahlan baik yang berada di Jakarta maupun yang berdomisili di Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Selatan dan Barat turut hadir dalam acara tersebut. Om, tante, sepupu, dan keluarga besar Mandar para undangan yang berdomisili di Jabodetabek juga hadir di gedung tempat pelaksanaan acara.
Suasana kekeluargaan terasa sangat kental, tali silaturrahim tersambung lagi yang selama ini terputus karena jarak. Di antara beberapa keluarga yang selama bertahun-tahun malah belasan tahun tidak pernah ketemu. Bahkan saya dengan beberapa sepupu sejak terakhir ketemu, mereka masih single, sendiri, belum berkeluarga. Sekarang mereka sudah punya beberapa putra-putri. Putra tertuanya sudah kelas 3 SMP, ada yang sudah SMA, dan ada SMK. Memang, hari bahagia, hari yang menyenangkan,
suasana menjadi cair. Kerinduan karena lama tidak pernah ketemu terobati. Ada tawa ria, saling merangkul, tatap-tatapan, salam-salaman menjadi pemandangan menarik di hari Sabtu penuh kenangan. Keluarga di Jakarta menawarkan dengan senang hati dan merasa terhormat jika kiranya keluarga Mandar dari Ternate, Maluku Utara, Makassar, Pangkep, Polman, Majene, dan Mamuju berkenan berkunjung dan nginap di rumah mereka. Rasa bahagia menyelimuti. Hari menyambung, mengeratkan, dan menguatkan silaturrahim.
"Dengan acara ini, kita bisa ketemu lagi kak. Terakhir kita ketemu waktu kakak, Papi Fitri meninggal sekitar 10 tahun yang lalu" kata adik sepupu, Ir. Ilham Malik, MSc kepada saya yang pada tahun 2014 beliau dilantik sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah KLH (Kementerian Lingkungan Hidup). Main ke rumah kak, nginap dulu baru balik ke Ternate", lanjutnya.
Waktu tidak terasa berjalan begitu cepat, sekitar jam 17.00 sore, saya dan istri dengan bus Damri AirPort dari terminal Pondok Gede menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar satu jam kemudian, kami tiba di bandara. Saya segera ke loket penjualan tiket Sriwijaya Air. "Bapak berangkat malam ini jam 21.45 dari Jakarta tujuan Makassar. Tiba di Makassar sekitar jam 01.00 waktu Makassar", kata petugas menjelaskan kepada saya.
Alhamdulillah dengan pesawat Sriwijaya Air, nomor penerbangan 582 tiba selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, sekitar jam 02.00 dini hari, terlambat sekitar satu jam dari jadwal semula. Awalnya, sebagai pecinta bola, saya bersama keluarga sebelum terbang (meluncur) ke Ternate berencana menonton bola final leg kedua Liga Indonesia antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, minggu, 28 Juli 2019 sesuai jadwal. Pertandingan yang akan menentukan siapa juara Liga Indonesia kali ini, meski
tiket sudah terjual habis tetapi pertandingan ditunda. Masyarakat gila bola Makassar kecewa berat.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa sebagai muslim yang baik, bila ada undangan menghadiri acara pernikahan hendaknya dihadiri, apalagi keluaga yang punya hajat adalah keluarga dekat atau keluarga sendiri. Kehadiran itu diharapkan turut mendoakan yang menikah baik mempelai laki-laki maupun mempelai wanita.
1). Hadis menghadiri undangan
Hadis Nabi saw :
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
Artinya :
Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: (1) Menjawab salam, (2) menjenguk orang sakit, (3) mengantar jenazah, (4) memenuhi undangan, dan (5) mendoakan yang bersin.” (HR. Bukhari, no. 1240, dan Muslim no. 2162).
Dari matan (redaksi) hadis tersebut ada kewajiban memenuhi undangan, termasuk undangan pernikahan.
2). Hadis mendoakan orang yang menikah. Rasulullah saw selalu mendoakan orang yang melaksanakan pernikahan. Nabi mengucapkan kepada kedua mempelai :
بارَكَ اللَّهُ لَكَ، وبارَكَ علَيكَ، وجمعَ بَينَكُما في خيرٍ
Artinya:
Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu. Dan semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.
3). Salah satu manfaat sebuah pernikahan adalah mempererat silaturrahim, yaitu menjalin hubungan baik antara sesama. Dua keluarga yang tadinya berjauhan, kini keduanya menjadi satu. Keluarga besar mempelai perempuan telah menjadi satu dengan keluarga besar mempelai laki-laki. Selain itu, suatu keluarga sangat sulit berkomunikasi langsung dengan keluarga lainnya baik karena terpisah oleh jarak yang jauh dan padatnya kesibukan masing-masing tetapi dengan menghadiri pernikahan komunikasi menjadi cair penuh keakraban dan persaudaraan.
والله اعلم بالصواب
Makassar, Minggu, 28 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Acara Pernikahan :
Menguatkan Tali Silaturrahim
Sabtu, 27 Juli 2019 adalah hari bahagia. Bahagia terutama dirasakan oleh keluarga besar almarhum Ir. Nur Dahlan, MM (kakak saya) dan kakak Warliah. Pasalnya, Fitri Mustikasari anak pertama almarhum, hari Sabtu kemarin telah mengakhiri masa kesendiriannya setelah dipersunting pemuda dari Jawa Barat. Hadir di acara tersebut keluarga besar calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan. Khusus dari keluarga mempelai wanita, semua saudara ayahanda Fitri Mustikasari, almarhum Ir. Nur Dahlan baik yang berada di Jakarta maupun yang berdomisili di Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Selatan dan Barat turut hadir dalam acara tersebut. Om, tante, sepupu, dan keluarga besar Mandar para undangan yang berdomisili di Jabodetabek juga hadir di gedung tempat pelaksanaan acara.
Suasana kekeluargaan terasa sangat kental, tali silaturrahim tersambung lagi yang selama ini terputus karena jarak. Di antara beberapa keluarga yang selama bertahun-tahun malah belasan tahun tidak pernah ketemu. Bahkan saya dengan beberapa sepupu sejak terakhir ketemu, mereka masih single, sendiri, belum berkeluarga. Sekarang mereka sudah punya beberapa putra-putri. Putra tertuanya sudah kelas 3 SMP, ada yang sudah SMA, dan ada SMK. Memang, hari bahagia, hari yang menyenangkan,
suasana menjadi cair. Kerinduan karena lama tidak pernah ketemu terobati. Ada tawa ria, saling merangkul, tatap-tatapan, salam-salaman menjadi pemandangan menarik di hari Sabtu penuh kenangan. Keluarga di Jakarta menawarkan dengan senang hati dan merasa terhormat jika kiranya keluarga Mandar dari Ternate, Maluku Utara, Makassar, Pangkep, Polman, Majene, dan Mamuju berkenan berkunjung dan nginap di rumah mereka. Rasa bahagia menyelimuti. Hari menyambung, mengeratkan, dan menguatkan silaturrahim.
"Dengan acara ini, kita bisa ketemu lagi kak. Terakhir kita ketemu waktu kakak, Papi Fitri meninggal sekitar 10 tahun yang lalu" kata adik sepupu, Ir. Ilham Malik, MSc kepada saya yang pada tahun 2014 beliau dilantik sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah KLH (Kementerian Lingkungan Hidup). Main ke rumah kak, nginap dulu baru balik ke Ternate", lanjutnya.
Waktu tidak terasa berjalan begitu cepat, sekitar jam 17.00 sore, saya dan istri dengan bus Damri AirPort dari terminal Pondok Gede menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar satu jam kemudian, kami tiba di bandara. Saya segera ke loket penjualan tiket Sriwijaya Air. "Bapak berangkat malam ini jam 21.45 dari Jakarta tujuan Makassar. Tiba di Makassar sekitar jam 01.00 waktu Makassar", kata petugas menjelaskan kepada saya.
Alhamdulillah dengan pesawat Sriwijaya Air, nomor penerbangan 582 tiba selamat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, sekitar jam 02.00 dini hari, terlambat sekitar satu jam dari jadwal semula. Awalnya, sebagai pecinta bola, saya bersama keluarga sebelum terbang (meluncur) ke Ternate berencana menonton bola final leg kedua Liga Indonesia antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, minggu, 28 Juli 2019 sesuai jadwal. Pertandingan yang akan menentukan siapa juara Liga Indonesia kali ini, meski
tiket sudah terjual habis tetapi pertandingan ditunda. Masyarakat gila bola Makassar kecewa berat.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa sebagai muslim yang baik, bila ada undangan menghadiri acara pernikahan hendaknya dihadiri, apalagi keluaga yang punya hajat adalah keluarga dekat atau keluarga sendiri. Kehadiran itu diharapkan turut mendoakan yang menikah baik mempelai laki-laki maupun mempelai wanita.
1). Hadis menghadiri undangan
Hadis Nabi saw :
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
Artinya :
Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: (1) Menjawab salam, (2) menjenguk orang sakit, (3) mengantar jenazah, (4) memenuhi undangan, dan (5) mendoakan yang bersin.” (HR. Bukhari, no. 1240, dan Muslim no. 2162).
Dari matan (redaksi) hadis tersebut ada kewajiban memenuhi undangan, termasuk undangan pernikahan.
2). Hadis mendoakan orang yang menikah. Rasulullah saw selalu mendoakan orang yang melaksanakan pernikahan. Nabi mengucapkan kepada kedua mempelai :
بارَكَ اللَّهُ لَكَ، وبارَكَ علَيكَ، وجمعَ بَينَكُما في خيرٍ
Artinya:
Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu. Dan semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.
3). Salah satu manfaat sebuah pernikahan adalah mempererat silaturrahim, yaitu menjalin hubungan baik antara sesama. Dua keluarga yang tadinya berjauhan, kini keduanya menjadi satu. Keluarga besar mempelai perempuan telah menjadi satu dengan keluarga besar mempelai laki-laki. Selain itu, suatu keluarga sangat sulit berkomunikasi langsung dengan keluarga lainnya baik karena terpisah oleh jarak yang jauh dan padatnya kesibukan masing-masing tetapi dengan menghadiri pernikahan komunikasi menjadi cair penuh keakraban dan persaudaraan.
والله اعلم بالصواب
Makassar, Minggu, 28 Juli 2019.
Comments
Post a Comment