Bersama al-Qur'an (155)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Berbuat Baik Adalah Pilihan :
Sebaiknya Kita Bersama-sama Memilih yang Baik
Hidup adalah sebuah anugerah dari Allah swt. Allahlah yang menciptakan semua kehidupan yang ada di alam ini termasuk kehidupan manusia. Manusia hidup karena dihidupkan Allah swt. Manusia dalam menjalani hidupnya diberi kemudahan oleh Allah. Manusia dipersilahkan untuk memilih apa yang disukai. Manusia yang sudah dibekali pendengaran, penglihatan, hati, akal pikiran diberi keleluasaan oleh Allah untuk menentukan jalan hidupnya. Melalui al-Qur'an, Allah dan rasul-Nya mengharapkan dan memerintahkan agar manusia selalu berbuat baik. Meskipun demikian, Allah sudah menurunkan al-Qur'an, mengutus Nabi saw untuk menjelaskan kandungan al- Qur'an dan Islam sebagai pedoman, petunjuk bagi keselamatan, kebahagiaan manusia tetapi Allah tidak memaksa. Melalui al-Qur'an, Allah menunjukkan dua pilihan ada jalan ke arah kanan dan ada jalan ke arah kiri. Al-Qu'an Surah al-Balad ayat 10 :
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
Artinya :
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
Ayat tersebut mengandung makna ada jalan kanan, kebaikan dan ada jalan kiri yang merugikan. Jika menginginkan keberuntungan, kebahagiaan, yang dipilih adalah jalan ke kanan dan apabila memilih jalan ke kiri akan merugikan dan mencelakakan. Dalam realitas, manusia dalam berbuat ada yang memilih perbuatan yang sesuai petunjuk al-Qur'an dan petunjuk nabi saw dan ada yang memilih sebaliknya. Dalam istilah al-Qur'an ada yang bersyukur (شاكرا) dan ada yang mengingkari (كافرا). Ini juga termasuk bukti bahwa manusialah yang menentukan pilihannya, bertanggung jawab terhadap apa yang dipilihnya. Tidak ada yang bisa memaksa, orangtua sekalipun. Bahkan Allah swt menegaskan bahwa Dia tidak akan merubah seseorang atau suatu kaum kecuali dia sendiri atau kaum itu yang merubah dirinya sendiri. Al-Qur'an Surah Ar-Ra'du ayat 11 menjelaskan :
ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Dalam diri manusia memang ada potensi untuk berbuat baik dan ada potensi untuk berbuat tidak baik. Al-Qur'an menggunakan kata fujur untuk energi negatif dan kata taqwa untuk energi positif.
Al-Qur'an Surah asy-Syams ayat 8 :
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya :
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Ketika energi positif yang dominan dalam diri seseorang, maka ia akan memilih berbuat baik dan apabila yang dominan energi negatif, maka ia akan memilih untuk berbuat yang tidak baik dan merugikan.
Jadi kembali lagi kepada manusia. Jika ia memilih untuk berbuat kebaikan maka ia harus mengendalikan energi positifnya agar energi negatif tidak berfungsi. Tetapi sebaliknya, apabila energi negatif yang berkuasa yang mengendalikan maka ia melahirkan perbuatan negatif. Berbagai cara dan metode dapat dilakukan untuk merawat, menjaga energi positif. Di antaranya adalah selalu berbuat baik sekecil apapun. Perbuatan baiklah yang selalu menghiasi setiap aktifitas yang dilakukan. Perintah salat wajib lima kali sehari semalam ditambah berbagai salat sunnat baik di siang hari maupun di malam hari, salah satu manfaatnya adalah menuntun manusia agar selalu dalam zona kebaikan, kesucian, dan kemuliaan. Salat berfungsi mencegah pelakunya (orang yang salat) tidak akan melakukan perbuatan negatif. Artinya, orang yang salat akan selalu berbuat baik.
Kita berharap dan tentusaja kita berusaha agar kita bisa memungsikan energi positif kita. Kemampuan merawat energi positif akan menuntun kita untuk memilih berbuat baik. Kita memulai aktifitas kita di hari ini dengan berbuat baik. Kita bersama-sama melakukannya. Bismillah.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Kamis, 25 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Berbuat Baik Adalah Pilihan :
Sebaiknya Kita Bersama-sama Memilih yang Baik
Hidup adalah sebuah anugerah dari Allah swt. Allahlah yang menciptakan semua kehidupan yang ada di alam ini termasuk kehidupan manusia. Manusia hidup karena dihidupkan Allah swt. Manusia dalam menjalani hidupnya diberi kemudahan oleh Allah. Manusia dipersilahkan untuk memilih apa yang disukai. Manusia yang sudah dibekali pendengaran, penglihatan, hati, akal pikiran diberi keleluasaan oleh Allah untuk menentukan jalan hidupnya. Melalui al-Qur'an, Allah dan rasul-Nya mengharapkan dan memerintahkan agar manusia selalu berbuat baik. Meskipun demikian, Allah sudah menurunkan al-Qur'an, mengutus Nabi saw untuk menjelaskan kandungan al- Qur'an dan Islam sebagai pedoman, petunjuk bagi keselamatan, kebahagiaan manusia tetapi Allah tidak memaksa. Melalui al-Qur'an, Allah menunjukkan dua pilihan ada jalan ke arah kanan dan ada jalan ke arah kiri. Al-Qu'an Surah al-Balad ayat 10 :
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
Artinya :
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
Ayat tersebut mengandung makna ada jalan kanan, kebaikan dan ada jalan kiri yang merugikan. Jika menginginkan keberuntungan, kebahagiaan, yang dipilih adalah jalan ke kanan dan apabila memilih jalan ke kiri akan merugikan dan mencelakakan. Dalam realitas, manusia dalam berbuat ada yang memilih perbuatan yang sesuai petunjuk al-Qur'an dan petunjuk nabi saw dan ada yang memilih sebaliknya. Dalam istilah al-Qur'an ada yang bersyukur (شاكرا) dan ada yang mengingkari (كافرا). Ini juga termasuk bukti bahwa manusialah yang menentukan pilihannya, bertanggung jawab terhadap apa yang dipilihnya. Tidak ada yang bisa memaksa, orangtua sekalipun. Bahkan Allah swt menegaskan bahwa Dia tidak akan merubah seseorang atau suatu kaum kecuali dia sendiri atau kaum itu yang merubah dirinya sendiri. Al-Qur'an Surah Ar-Ra'du ayat 11 menjelaskan :
ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Dalam diri manusia memang ada potensi untuk berbuat baik dan ada potensi untuk berbuat tidak baik. Al-Qur'an menggunakan kata fujur untuk energi negatif dan kata taqwa untuk energi positif.
Al-Qur'an Surah asy-Syams ayat 8 :
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya :
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Ketika energi positif yang dominan dalam diri seseorang, maka ia akan memilih berbuat baik dan apabila yang dominan energi negatif, maka ia akan memilih untuk berbuat yang tidak baik dan merugikan.
Jadi kembali lagi kepada manusia. Jika ia memilih untuk berbuat kebaikan maka ia harus mengendalikan energi positifnya agar energi negatif tidak berfungsi. Tetapi sebaliknya, apabila energi negatif yang berkuasa yang mengendalikan maka ia melahirkan perbuatan negatif. Berbagai cara dan metode dapat dilakukan untuk merawat, menjaga energi positif. Di antaranya adalah selalu berbuat baik sekecil apapun. Perbuatan baiklah yang selalu menghiasi setiap aktifitas yang dilakukan. Perintah salat wajib lima kali sehari semalam ditambah berbagai salat sunnat baik di siang hari maupun di malam hari, salah satu manfaatnya adalah menuntun manusia agar selalu dalam zona kebaikan, kesucian, dan kemuliaan. Salat berfungsi mencegah pelakunya (orang yang salat) tidak akan melakukan perbuatan negatif. Artinya, orang yang salat akan selalu berbuat baik.
Kita berharap dan tentusaja kita berusaha agar kita bisa memungsikan energi positif kita. Kemampuan merawat energi positif akan menuntun kita untuk memilih berbuat baik. Kita memulai aktifitas kita di hari ini dengan berbuat baik. Kita bersama-sama melakukannya. Bismillah.
Semoga
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Kamis, 25 Juli 2019.
Comments
Post a Comment