Bersama al-Qur'an (154)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Ternate Bagai Surga di Timur Indonesia : IAIN Ternate Semakin Eksis
Panitia Wisuda IAIN Ternate Terbentuk
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate sejak awal kiprahnya mulai dari Cabang IAIN Alauddin Makassar (1966) ke STAIN dan IAIN merupakan perguruan tinggi Islam tertua yang ada di Propinsi Maluku Utara yang masyhur dengan nama negeri para raja, negeri pusat empat kerajaan yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Propinsi Maluku Utara memiliki sepuluh kabupaten/kota yang dihuni berbagai etnis. Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Morotai, Kepulauan Taliabu, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Warga masyarakat terdiri atas berbagai etnis, ada dari Maluku Utara sendiri (Ternate, Tobelo, Galela, Makian, Tidore, Sula, Loloda, Kao, Patani, dan lain-lain), ada dari Sulawesi ( Bugis, Makassar, Mandar, Tator, Buton, Sangir), ada Jawa, Sumatra, Papua, dan lain-lain.
IAIN Ternate dari dulu sampai saat ini sangat masyhur dengan keberagamannya. Mahasiswanya berasal dari berbagai kabupaten/kota dengan beragam etnis. Selain itu, para dosen IAIN Ternate sampai hari ini juga mewakili berbagai etnis di Tanah Air. Keberagaman adalah satu power yang ada di IAIN Ternate selain didorong semangat semboyan Ternate "Marimoi Ngone Futuru" (Bersatu Kita Teguh). Keragaman ini, selain keindahan, kekayaan, juga menjadi tiang penopang sebagai salah satu kekuatan tersendiri bagi IAIN Ternate menjadi semakin eksis di masa akan datang.
Maluku Utara memiliki cukup banyak spot pariwisata di negeri raja-raja ini. Ada tiga destinasi berskala internasional yaitu Ternate, Tidore, dan Morotai. Berbagai peninggalan sejarah sebagai bukti perjuangan masyarakat Ternate melawan penjajah masih berdiri kokoh sampai saat ini. Ada benteng dan kastil kuno, seperti Fort Oranje, Fort Kastela-Gam Lamo (Gamalama), Fort Kalamata, Fort Tolukko. Tidore dengan alam bawah lautnya menjadi kegiatan free diving yang sangat menarik. (Tempat yang sama dan memiliki daya tarik tersendiri ada di Kab Halmahera Selatan). Bahkan Tidore pernah menghiasi uang kertas nominal seribu rupiah (uang lama). Sedang Pulau Morotai sampai saat ini masih menyimpan peninggalan Perang Dunia II. Berbagai keindahan lainnya yang tersebar di Ternate dan di pulau-pulau sekitarnya menjadi obyek wisata menarik sampai saat ini. Bahkan ada kesan Ternate bagai surga di Timur Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu, Rektor IAIN Ternate, Dr. Samlan Hi. Ahmad, M. Pd telah menandatangani SK panitia Wisuda Sarjana tahun 2019. Ketua Panitia Dr. Khalid Hasan Minabari mengungkapkan bahwa panitia sedang bekerja sesuai job masing-masing. Ketua Panitia yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Ternate bersama panitia dan semua unsur yang terkait berharap Pelaksanaan Wisuda IAIN Ternate 2019 ini berjalan sukses.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Rabu, 24 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Ternate Bagai Surga di Timur Indonesia : IAIN Ternate Semakin Eksis
Panitia Wisuda IAIN Ternate Terbentuk
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate sejak awal kiprahnya mulai dari Cabang IAIN Alauddin Makassar (1966) ke STAIN dan IAIN merupakan perguruan tinggi Islam tertua yang ada di Propinsi Maluku Utara yang masyhur dengan nama negeri para raja, negeri pusat empat kerajaan yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Propinsi Maluku Utara memiliki sepuluh kabupaten/kota yang dihuni berbagai etnis. Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Morotai, Kepulauan Taliabu, Kota Ternate dan Tidore Kepulauan. Warga masyarakat terdiri atas berbagai etnis, ada dari Maluku Utara sendiri (Ternate, Tobelo, Galela, Makian, Tidore, Sula, Loloda, Kao, Patani, dan lain-lain), ada dari Sulawesi ( Bugis, Makassar, Mandar, Tator, Buton, Sangir), ada Jawa, Sumatra, Papua, dan lain-lain.
IAIN Ternate dari dulu sampai saat ini sangat masyhur dengan keberagamannya. Mahasiswanya berasal dari berbagai kabupaten/kota dengan beragam etnis. Selain itu, para dosen IAIN Ternate sampai hari ini juga mewakili berbagai etnis di Tanah Air. Keberagaman adalah satu power yang ada di IAIN Ternate selain didorong semangat semboyan Ternate "Marimoi Ngone Futuru" (Bersatu Kita Teguh). Keragaman ini, selain keindahan, kekayaan, juga menjadi tiang penopang sebagai salah satu kekuatan tersendiri bagi IAIN Ternate menjadi semakin eksis di masa akan datang.
Maluku Utara memiliki cukup banyak spot pariwisata di negeri raja-raja ini. Ada tiga destinasi berskala internasional yaitu Ternate, Tidore, dan Morotai. Berbagai peninggalan sejarah sebagai bukti perjuangan masyarakat Ternate melawan penjajah masih berdiri kokoh sampai saat ini. Ada benteng dan kastil kuno, seperti Fort Oranje, Fort Kastela-Gam Lamo (Gamalama), Fort Kalamata, Fort Tolukko. Tidore dengan alam bawah lautnya menjadi kegiatan free diving yang sangat menarik. (Tempat yang sama dan memiliki daya tarik tersendiri ada di Kab Halmahera Selatan). Bahkan Tidore pernah menghiasi uang kertas nominal seribu rupiah (uang lama). Sedang Pulau Morotai sampai saat ini masih menyimpan peninggalan Perang Dunia II. Berbagai keindahan lainnya yang tersebar di Ternate dan di pulau-pulau sekitarnya menjadi obyek wisata menarik sampai saat ini. Bahkan ada kesan Ternate bagai surga di Timur Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu, Rektor IAIN Ternate, Dr. Samlan Hi. Ahmad, M. Pd telah menandatangani SK panitia Wisuda Sarjana tahun 2019. Ketua Panitia Dr. Khalid Hasan Minabari mengungkapkan bahwa panitia sedang bekerja sesuai job masing-masing. Ketua Panitia yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Ternate bersama panitia dan semua unsur yang terkait berharap Pelaksanaan Wisuda IAIN Ternate 2019 ini berjalan sukses.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Rabu, 24 Juli 2019.
Comments
Post a Comment