Bersama al-Qur'an (153)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Anggota Badan Berdzikir :
Mentadabburi beberapa ayat al-Qur'an
Sebagai orang Islam, kita sadar bahwa manusia diciptakan Allah di muka bumi bukanlah tanpa tujuan. Allah memfasilitasi setiap manusia dengan alat panca indera bukan sekedar supaya bisa makan, minum, melihat, dan mendengar tetapi tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah, melakukan ketaatan kepada-Nya baik melalui hati, lisan, dan anggota badan. Al-Qur'an Surah ada-Dzariyat ayat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Penciptaan manusia yang demikian sempurna itu sesuai desain Allah Yang Maha Kuasa. Semua anggota badan dituntun untuk beribadah kepada Allah. Akal pikiran digunakan untuk mentadabburi ayat-ayat Allah baik qauliyah maupun kauniyah. Mata dijadikan untuk melihat keindahan alam, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ia digunakan untuk membaca al-Qur'an, mempelajari isinya, mengamalkan, dan mengajarkannya. Telinga juga didesain untuk mendengar berbagai informasi. Ia diciptakan sebagai sarana untuk beribadah. Ia dirancang untuk mendengar yang baik-baik. Telinga selektif terhadap berbagai informasi yang diterima. Ia difungsikan hanya mengambil hal-hal yang menguntungkan dalam hal kebaikan. Telinga Muslim akan berupaya untuk tidak mendengar segala hal yang bersifat negatif. Kalaupun hal-hal negatif itu masuk juga ke telinga, ia hanya lewat tanpa bekas karena telinganya sudah dimenij. Demikian halnya mulut. Mulut atau lisan digunakan untuk bertutur kata yang baik dan benar, berkata jujur. Melalui mulut, seorang muslim dapat menyampaikan dakwah dengan bijaksana, mengajak untuk berbuat baik dan melarang melakukan hal yang tidak baik. Kaki adalah salah satu anggota tubuh yang sangat berperan meningkatkan keimanan dan kualitas ibadah seseorang. Melalui kaki, kita bisa ke mana saja, baik untuk menuntut ilmu, ke mesjid, ke tempat kerja, semuanya dapat dikaitkan dengan ibadah kepada Allah swt.
Mari kita perhatikan beberapa ayat al-Qur'an berikut :
1. Akal pikiran
Surah al-Baqarah ayat 164 :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ لسَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Ayat tersebut mengandung makna bahwa hendaknya kita menggunakan akal pikiran untuk mentadabburi kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Sesungguhnya hanya orang-orang yang menggunakan akal pikirannyalah yang dapat membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah swt.
2. Mata
Indra mata adalah alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama dan lainnya. Ia merupakan pintu bagi manusia untuk menyerap dan menerima berbagai pengetahuan. Dengan mata juga, seseorang bisa bertambah imannya, bahkan semakin yakin terhadap kebenaran dan kebesaran Allah. Al-Qur'an menjelaskan bahwa nabi Ibrahim meski sudah percaya, sangat yakin atas kebenaran Allah tetapi ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah menghidupkan makhluk yang sudah mati. Hal ini direkam dalam al-Qur'an pada Surah al-Baqarah ayat 260 :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya :
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
3. Telinga
Sebagaimana mata, telinga juga didesain Allah untuk mendengar sesuatu yang baik, mendengar seruan Allah dan rasul-Nya melalui lisan para ustadz dan muballigh baik secara langsung maupun melalui televisi, You Tube dan lainnya. Telinga yang Islami sebagai alat komunikasi sangat efektif. Ia dapat menyelamatkan manusia dari ancaman musibah besar. Pada masa nabi Nuh terjadi musibah banjir sangat besar. Sebelum terjadinya musibah, nabi Nuh membuat perahu dan menyeru kepada ummatnya agar segera naik ke perahu. Kenyataannya sebahagian saja yang mendengar dan sebahagian yang tidak mendengar. Mereka yang mendengar naik ke atas perahu dan selamat. Hal ini dijelaskan al-Qur'an Surah al-Haqqah ayat 11-12 :
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ
Artinya :
11). Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,
12). Agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
4. Mulut
Mulut yang baik, mulut yang berdzikir adalah mulut yang bertutur kata yang sejuk dan menyenangkan. Mulut yang mengeluarkan ucapan yang baik dan benar. Lisan yang selalu menyebut dan mengingat Allah. Al-Qur'an menjelaskan pada Surah al-Isra' ayat 53 :
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya :
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Dalam Surah al-Anfal ayat 45 :
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya :
Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Selain yang disebutkan anggota badan lainnya yang diarahkan untuk berdzikir untuk mengingat Allah adalah kaki dan perut. Al-Qur'an menjelaskan agar kaki dan perut bermakna, hendaklah dijaga dan difungsikan dengan baik .
Surah al-Isra' ayat 37 :
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Artinya :
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Surah al-A'raf ayat 31 :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya:
Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Dari penjelasan beberapa ayat memberi petunjuk kepada kita bahwa tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk melakukan ketaatan (ibadah) kepada-Nya. Semua anggota badan yang begitu terstruktur, tersusun indah, didesain untuk berdzikir, mengingat Allah, dibentuk sedemikian rupa untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. Karena itu, tugas sebagai muslim yang baik adalah menjaga, merawat, dan mengawalnya setiap saat karena bila seseorang lalai boleh jadi anggota badan yang dirancang untuk berbuat baik dapat berbalik. Al-Qur'an mengingatkan ada di antara manusia lebih hina dari binatang karena tidak menggunakan hati, pikiran, mata, dan telinga mereka dengan baik.
Dalam Surah al-A'raf ayat 179 :
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya :
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Ayat ini sangat tegas mengingatkan agar ummat Islam tetap berupaya memungsikan anggota badan, panca indera untuk berdzikir, beribadah, mengerjakan ketaatan kepada-Nya. Semoga kita semua menjadi golongan yang pandai bersyukur, mampu merawat keimanan dan ketakwaan kepada-Nya melalui jasmani dan ruhani kita.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 23 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Anggota Badan Berdzikir :
Mentadabburi beberapa ayat al-Qur'an
Sebagai orang Islam, kita sadar bahwa manusia diciptakan Allah di muka bumi bukanlah tanpa tujuan. Allah memfasilitasi setiap manusia dengan alat panca indera bukan sekedar supaya bisa makan, minum, melihat, dan mendengar tetapi tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beribadah, melakukan ketaatan kepada-Nya baik melalui hati, lisan, dan anggota badan. Al-Qur'an Surah ada-Dzariyat ayat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Penciptaan manusia yang demikian sempurna itu sesuai desain Allah Yang Maha Kuasa. Semua anggota badan dituntun untuk beribadah kepada Allah. Akal pikiran digunakan untuk mentadabburi ayat-ayat Allah baik qauliyah maupun kauniyah. Mata dijadikan untuk melihat keindahan alam, membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ia digunakan untuk membaca al-Qur'an, mempelajari isinya, mengamalkan, dan mengajarkannya. Telinga juga didesain untuk mendengar berbagai informasi. Ia diciptakan sebagai sarana untuk beribadah. Ia dirancang untuk mendengar yang baik-baik. Telinga selektif terhadap berbagai informasi yang diterima. Ia difungsikan hanya mengambil hal-hal yang menguntungkan dalam hal kebaikan. Telinga Muslim akan berupaya untuk tidak mendengar segala hal yang bersifat negatif. Kalaupun hal-hal negatif itu masuk juga ke telinga, ia hanya lewat tanpa bekas karena telinganya sudah dimenij. Demikian halnya mulut. Mulut atau lisan digunakan untuk bertutur kata yang baik dan benar, berkata jujur. Melalui mulut, seorang muslim dapat menyampaikan dakwah dengan bijaksana, mengajak untuk berbuat baik dan melarang melakukan hal yang tidak baik. Kaki adalah salah satu anggota tubuh yang sangat berperan meningkatkan keimanan dan kualitas ibadah seseorang. Melalui kaki, kita bisa ke mana saja, baik untuk menuntut ilmu, ke mesjid, ke tempat kerja, semuanya dapat dikaitkan dengan ibadah kepada Allah swt.
Mari kita perhatikan beberapa ayat al-Qur'an berikut :
1. Akal pikiran
Surah al-Baqarah ayat 164 :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ لسَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Artinya :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Ayat tersebut mengandung makna bahwa hendaknya kita menggunakan akal pikiran untuk mentadabburi kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Sesungguhnya hanya orang-orang yang menggunakan akal pikirannyalah yang dapat membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah swt.
2. Mata
Indra mata adalah alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama dan lainnya. Ia merupakan pintu bagi manusia untuk menyerap dan menerima berbagai pengetahuan. Dengan mata juga, seseorang bisa bertambah imannya, bahkan semakin yakin terhadap kebenaran dan kebesaran Allah. Al-Qur'an menjelaskan bahwa nabi Ibrahim meski sudah percaya, sangat yakin atas kebenaran Allah tetapi ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah menghidupkan makhluk yang sudah mati. Hal ini direkam dalam al-Qur'an pada Surah al-Baqarah ayat 260 :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya :
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
3. Telinga
Sebagaimana mata, telinga juga didesain Allah untuk mendengar sesuatu yang baik, mendengar seruan Allah dan rasul-Nya melalui lisan para ustadz dan muballigh baik secara langsung maupun melalui televisi, You Tube dan lainnya. Telinga yang Islami sebagai alat komunikasi sangat efektif. Ia dapat menyelamatkan manusia dari ancaman musibah besar. Pada masa nabi Nuh terjadi musibah banjir sangat besar. Sebelum terjadinya musibah, nabi Nuh membuat perahu dan menyeru kepada ummatnya agar segera naik ke perahu. Kenyataannya sebahagian saja yang mendengar dan sebahagian yang tidak mendengar. Mereka yang mendengar naik ke atas perahu dan selamat. Hal ini dijelaskan al-Qur'an Surah al-Haqqah ayat 11-12 :
إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ
Artinya :
11). Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,
12). Agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
4. Mulut
Mulut yang baik, mulut yang berdzikir adalah mulut yang bertutur kata yang sejuk dan menyenangkan. Mulut yang mengeluarkan ucapan yang baik dan benar. Lisan yang selalu menyebut dan mengingat Allah. Al-Qur'an menjelaskan pada Surah al-Isra' ayat 53 :
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya :
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Dalam Surah al-Anfal ayat 45 :
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya :
Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Selain yang disebutkan anggota badan lainnya yang diarahkan untuk berdzikir untuk mengingat Allah adalah kaki dan perut. Al-Qur'an menjelaskan agar kaki dan perut bermakna, hendaklah dijaga dan difungsikan dengan baik .
Surah al-Isra' ayat 37 :
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Artinya :
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Surah al-A'raf ayat 31 :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya:
Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Dari penjelasan beberapa ayat memberi petunjuk kepada kita bahwa tujuan penciptaan manusia hanyalah untuk melakukan ketaatan (ibadah) kepada-Nya. Semua anggota badan yang begitu terstruktur, tersusun indah, didesain untuk berdzikir, mengingat Allah, dibentuk sedemikian rupa untuk melakukan ketaatan kepada-Nya. Karena itu, tugas sebagai muslim yang baik adalah menjaga, merawat, dan mengawalnya setiap saat karena bila seseorang lalai boleh jadi anggota badan yang dirancang untuk berbuat baik dapat berbalik. Al-Qur'an mengingatkan ada di antara manusia lebih hina dari binatang karena tidak menggunakan hati, pikiran, mata, dan telinga mereka dengan baik.
Dalam Surah al-A'raf ayat 179 :
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Artinya :
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Ayat ini sangat tegas mengingatkan agar ummat Islam tetap berupaya memungsikan anggota badan, panca indera untuk berdzikir, beribadah, mengerjakan ketaatan kepada-Nya. Semoga kita semua menjadi golongan yang pandai bersyukur, mampu merawat keimanan dan ketakwaan kepada-Nya melalui jasmani dan ruhani kita.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 23 Juli 2019.
Comments
Post a Comment