Bersama al-Qur'an (146)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Gempa di Labuha Bacan, Hal-Sel :
Dorongan Meningkatkan kesabaran, keimanan, dan membuka hati yang tertutup
Alhamdulillah saya tiba dengan selamat di Yogyakarta, 14 Juli 2019 setelah melaksanakan perjalanan bersama Citilink dengan dua nomor penerbangan, 341 dari Makassar tujuan Bandara Sukarno Hatta dan 774 dari Bandara Sukarno Hatta tujuan Bandara Adisucipto Yogyakarta. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam tiga puluhan menit itu cukup melelahkan.
Usai istirahat siang di Yellow Star Hotel, saya buka hp. Ada penanda tanda warna merah di Messenger dan WhatsApp. Pertama, saya buka messenger, sebuah berita yang diinformasikan alumnus IAIN Ternate, Ratna M. Naser. Informasi tentang terjadinya gempa yang berpusat di Labuha Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR), terjadi Minggu (14/7/2019) selama 2-5 detik sekitar pukul 16.10 WIB. Karena gempa itu warga yang berdomisili di sekitar pantai hijrah mencari tempat, daratan yang lebih tinggi. Salah satu tempat tujuan pengungsian warga adalah perumahan Walikota. Ratna juga mengirim video memperlihatkan warga kota Ternate yang sedang berada di Mall Jati Land sangat panik lalu berhamburan ke jalan. Beberapa video lainnya lewat WA salah satu unit IAIN Ternate dan WA lainnya memperlihatkan kepanikan masyarakat di bagian selatan kota Ternate, di salah satu desa di Hal-Sel, dan masyarakat Tobelo tampak menyelamatkan diri ke gunung.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita dapat berkata bahwa semua peristiwa gempa yang goncangannya dirasakan sampai di Ternate dan di tempat-tempat lainnya adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah swt. Karena itu tidak seorangpun manusia mampu menghentikannya. Yang mampu dilakukan adalah berusaha menyelamatkan diri, menyelamatkan nyawa. Usaha penyelamatan diri adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah yaitu memelihara nyawa, nikmat hidup, menghargai salah satu hidayah yang sangat besar dari Allah swt bagi setiap manusia secara umum. Al-Qur'an Surah al-A'la ayat 2 menjelaskan :
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ
Artinya : Allah yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya).
Selain itu, pada setiap peristiwa gempa, boleh jadi adalah salah satu bentuk ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah menguji sejauhmana kadar keimanan, kesabaran hamba-Nya. Dalam Surah al-Ankabut ayat 2-3 menyebutkan :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
2). Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
3). Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Dalam ayat yang lain mengisyaratkan bahwa gempa dan semacamnya adalah bentuk ujian Allah yang tidak menyenangkan bagi manusia.
Dalam Surah al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155). Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Dalam ayat 155 Surah al-Baqarah ini ada kata ketakutan. Gempa dengan kekuatan 7,2 SR sangat menakutkan. Rasa takut inilah sebagai ujian bagi manusia yang beriman.
Dari peristiwa gempa ini dan gempa-gempa sebelumnya menguatkan kesabaran, meningkatkan keimanan orang-orang Islam, keimanan kita semua. Kita berharap semoga apa yang terjadi di sekitar kita sebagai tanda kuasa Allah swt baik dalam bentuk gempa dan lainnya tidak merupakan kemarahan Allah tetapi wujud cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ia merupakan ujian agar manusia sadar bahwa apa saja dan kapan saja bisa terjadi gempa dan bisa terjadi yang lebih dari itu. Manusia yang beriman menjadi semakin kokoh keimanannya, manusia yang masih tertutup hatinya menjadi terbuka dan menyadari lalu memperbaiki hubungannya kepada Allah swt dan meningkatkan silaturrahim antar sesama. Dalam Surah al-Baqarah ayat 286 :
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاۚ
"Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Yogyakarta, Senin,15 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Gempa di Labuha Bacan, Hal-Sel :
Dorongan Meningkatkan kesabaran, keimanan, dan membuka hati yang tertutup
Alhamdulillah saya tiba dengan selamat di Yogyakarta, 14 Juli 2019 setelah melaksanakan perjalanan bersama Citilink dengan dua nomor penerbangan, 341 dari Makassar tujuan Bandara Sukarno Hatta dan 774 dari Bandara Sukarno Hatta tujuan Bandara Adisucipto Yogyakarta. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua jam tiga puluhan menit itu cukup melelahkan.
Usai istirahat siang di Yellow Star Hotel, saya buka hp. Ada penanda tanda warna merah di Messenger dan WhatsApp. Pertama, saya buka messenger, sebuah berita yang diinformasikan alumnus IAIN Ternate, Ratna M. Naser. Informasi tentang terjadinya gempa yang berpusat di Labuha Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR), terjadi Minggu (14/7/2019) selama 2-5 detik sekitar pukul 16.10 WIB. Karena gempa itu warga yang berdomisili di sekitar pantai hijrah mencari tempat, daratan yang lebih tinggi. Salah satu tempat tujuan pengungsian warga adalah perumahan Walikota. Ratna juga mengirim video memperlihatkan warga kota Ternate yang sedang berada di Mall Jati Land sangat panik lalu berhamburan ke jalan. Beberapa video lainnya lewat WA salah satu unit IAIN Ternate dan WA lainnya memperlihatkan kepanikan masyarakat di bagian selatan kota Ternate, di salah satu desa di Hal-Sel, dan masyarakat Tobelo tampak menyelamatkan diri ke gunung.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita dapat berkata bahwa semua peristiwa gempa yang goncangannya dirasakan sampai di Ternate dan di tempat-tempat lainnya adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah swt. Karena itu tidak seorangpun manusia mampu menghentikannya. Yang mampu dilakukan adalah berusaha menyelamatkan diri, menyelamatkan nyawa. Usaha penyelamatan diri adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah yaitu memelihara nyawa, nikmat hidup, menghargai salah satu hidayah yang sangat besar dari Allah swt bagi setiap manusia secara umum. Al-Qur'an Surah al-A'la ayat 2 menjelaskan :
الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ
Artinya : Allah yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya).
Selain itu, pada setiap peristiwa gempa, boleh jadi adalah salah satu bentuk ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah menguji sejauhmana kadar keimanan, kesabaran hamba-Nya. Dalam Surah al-Ankabut ayat 2-3 menyebutkan :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
2). Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
3). Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Dalam ayat yang lain mengisyaratkan bahwa gempa dan semacamnya adalah bentuk ujian Allah yang tidak menyenangkan bagi manusia.
Dalam Surah al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155). Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Dalam ayat 155 Surah al-Baqarah ini ada kata ketakutan. Gempa dengan kekuatan 7,2 SR sangat menakutkan. Rasa takut inilah sebagai ujian bagi manusia yang beriman.
Dari peristiwa gempa ini dan gempa-gempa sebelumnya menguatkan kesabaran, meningkatkan keimanan orang-orang Islam, keimanan kita semua. Kita berharap semoga apa yang terjadi di sekitar kita sebagai tanda kuasa Allah swt baik dalam bentuk gempa dan lainnya tidak merupakan kemarahan Allah tetapi wujud cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ia merupakan ujian agar manusia sadar bahwa apa saja dan kapan saja bisa terjadi gempa dan bisa terjadi yang lebih dari itu. Manusia yang beriman menjadi semakin kokoh keimanannya, manusia yang masih tertutup hatinya menjadi terbuka dan menyadari lalu memperbaiki hubungannya kepada Allah swt dan meningkatkan silaturrahim antar sesama. Dalam Surah al-Baqarah ayat 286 :
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَاۚ
"Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Yogyakarta, Senin,15 Juli 2019.
Comments
Post a Comment