Bersama al-Qur'an (144)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Meraih Kemuliaan
Kemuliaan adalah derajat yang diharapkan oleh manusia. Artinya, setiap orang terutama bagi orang Islam mendambakan kemuliaan, mulia di mata Allah mulia di mata manusia. Sebaliknya, kehinaan adalah derajat yang sangat rendah karena itu manusia tidak menginginkannya. Ia menghindarinya. Kemuliaan bukan karena kekuatan atau kelemahan, bukan karena harta atau tanpa harta. Kemuliaan bukan juga karena orang itu dalam kondisi sehat atau dalam keadaan sakit, bukan karena banyaknya harta dan banyaknya anak. Tetapi kemuliaan itu karena takwa kepada Allah swt. Kemuliaan dapat diraih melalui kerja-kerja sosial yang ikhlas, melalui ketaatan kepada-Nya. Al-Qur'an menjelaskan dalam Surah al-Hujurat ayat 13 :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ
Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.
Manusia yang saat ini berada di dunia dan dengan apa yang diperolehnya melalui dunia sedang dalam perjalanan menuju kehidupan di akhirat dan setiap orang membawa bekal masing-masing. Bekal yang paling baik adalah bekal takwa.
Kesehatan, anak, dan harta bisa menjadikan seseorang mulia atau hina. Bisa mengangkat derajat seseorang tetapi ia juga dapat menurunkan derajatnya. Jadi, tepergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Orang yang menjadikan kesehatan, anak, harta, jabatan karena merawat keikhlasan dalam ketaatan kepada-Nya, ia akan mulia di sisi-Nya tetapi sebaliknya orang yang karena kesehatan, anak-anak, harta, jabatan yang dimiliki menjauhkannya dari agama, tidak menjalankan perintah Allah dan selalu melakukan pelanggaran, maka ia akan terhina di sisi Allah. Kebodohan, kemalasan, dusta adalah pintu-pintu kehinaan. Oleh karena itu, kepada-Mu ya Allah kami berdoa dan berharap semoga doa-doa kami diijabah oleh-Mu. Aamiin YRA.
Ya Allah, karuniakan kepada kami ketakwaan karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Ya Allah, karuniakan kepada kami ketakwaan baik dalam keadaan tampak maupun tersembunyi, dalam keadaan lapang dan susah.
Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa kepada-Mu.
Ya Allah, jauhkan kami dari kemalasan, kebodohan, dan sifat dusta agar kami terhindar dari kehinaan. Ya Allah, terimalah doa kami.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu, 14 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Meraih Kemuliaan
Kemuliaan adalah derajat yang diharapkan oleh manusia. Artinya, setiap orang terutama bagi orang Islam mendambakan kemuliaan, mulia di mata Allah mulia di mata manusia. Sebaliknya, kehinaan adalah derajat yang sangat rendah karena itu manusia tidak menginginkannya. Ia menghindarinya. Kemuliaan bukan karena kekuatan atau kelemahan, bukan karena harta atau tanpa harta. Kemuliaan bukan juga karena orang itu dalam kondisi sehat atau dalam keadaan sakit, bukan karena banyaknya harta dan banyaknya anak. Tetapi kemuliaan itu karena takwa kepada Allah swt. Kemuliaan dapat diraih melalui kerja-kerja sosial yang ikhlas, melalui ketaatan kepada-Nya. Al-Qur'an menjelaskan dalam Surah al-Hujurat ayat 13 :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ
Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.
Manusia yang saat ini berada di dunia dan dengan apa yang diperolehnya melalui dunia sedang dalam perjalanan menuju kehidupan di akhirat dan setiap orang membawa bekal masing-masing. Bekal yang paling baik adalah bekal takwa.
Kesehatan, anak, dan harta bisa menjadikan seseorang mulia atau hina. Bisa mengangkat derajat seseorang tetapi ia juga dapat menurunkan derajatnya. Jadi, tepergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Orang yang menjadikan kesehatan, anak, harta, jabatan karena merawat keikhlasan dalam ketaatan kepada-Nya, ia akan mulia di sisi-Nya tetapi sebaliknya orang yang karena kesehatan, anak-anak, harta, jabatan yang dimiliki menjauhkannya dari agama, tidak menjalankan perintah Allah dan selalu melakukan pelanggaran, maka ia akan terhina di sisi Allah. Kebodohan, kemalasan, dusta adalah pintu-pintu kehinaan. Oleh karena itu, kepada-Mu ya Allah kami berdoa dan berharap semoga doa-doa kami diijabah oleh-Mu. Aamiin YRA.
Ya Allah, karuniakan kepada kami ketakwaan karena sebaik-baik bekal adalah takwa.
Ya Allah, karuniakan kepada kami ketakwaan baik dalam keadaan tampak maupun tersembunyi, dalam keadaan lapang dan susah.
Ya Allah, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertakwa kepada-Mu.
Ya Allah, jauhkan kami dari kemalasan, kebodohan, dan sifat dusta agar kami terhindar dari kehinaan. Ya Allah, terimalah doa kami.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Makassar, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu, 14 Juli 2019.
Comments
Post a Comment