Bersama al-Qur'an (141)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Saat Terjadi Gempa :
Kita berdoa kepada-Nya.
Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Apa yang Allah ciptakan adalah untuk kebaikan manusia. Sungguh Maha Besar dan Maha Kuasa Allah menciptakan alam dan memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah menghamparkan bumi tempat berpijak, menciptakan gunung sebagai pasak, menjadikan tidur untuk beristirahat, menciptakan malam gelap lalu diterangi bulan dan bintang, menciptakan langit berlapis-lapis yang kokoh tempat bernaung, menciptakan siang untuk bekerja, mencari rezeki. Allah menciptakan pergantian siang dan malam, ada gelap ada terang, Allah menciptakan awan dan dari awan itu Allah mencurahkan air berupa (menjadi) air hujan turun ke bumi kemudian dari air itu Allah menumbuhkan berbagai biji-bijian dan tumbuhan-tumbuhan. Semua ciptaan Allah ini, sekali lagi adalah untuk kepentingan manusia untuk menjalani hidupnya di dunia.
Al-Qur'an menjelaskan hal tersebut dalam Surah an-Naba' ayat 6 -16 :
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16)
Artinya :
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?, dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?.
Penciptaan manusia sesuai disain Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya. Artinya, manusia dalam beraktifitas, bekerja, atau apa saja yang dilakukan hendaknya menjadi ibadah atau amal positif sebagai bentuk pengabdian dan ketaatannya kepada Allah. Mulai dari tidur, bangun tidur, salat, mandi, berpakaian, sarapan sampai meninggalkan rumah ke tempat kerja hingga pulang lagi ke rumah lalu istirahat dan seterusnya menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari menjadi amal positif bernilai baik di sisi Allah. Apapun yang dilakukan, kita selalu hadirkan Allah bersama kita meskipun terjadi gempa, kita hadirkan sebagai pelindung kita yang menjaga kita, yang menyaksikan kita, melalui malaikat-Nya memonitor semua aktifitas kita, malaikat-malaikat-Nya mencatat semua yang kita kerjakan, mereka mengetahui apa saja yang kita kerjakan. Atas dasar pengetahuan ini tentusaja sangat membantu manusia sebagai daya dorong untuk mewujudkan tujuan Allah menciptakan manusia (untuk berbakti kepada-Nya).
Dini hari tadi menjelang subuh sekitar jam 04. 53 menit terjadi gempa susulan setelah gempa sehari sebelumnya. Gempa yang dirasakan oleh masyarakat Ternate Maluku Utara ini walau hanya sebentar dan dengan getaran tipis cukup mengagetkan. Gempa sebelumnya walau besar,7.0 SR karena tertidur pulas, saya tidak merasakan sedikitpun. Boleh jadi yang kemarin terjaga, kali ini mereka tidur nyenyak. Namun gempa dini hari tadi, saya sedang terjaga. Begitu ada getaran tiba-tiba, saya segera turun dari tempat tidur sambil membaca doa :
اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ
"ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHAIRAHAA, WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA ARSALTA BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIH."
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."
Mungkin kita sepakat bahwa ketika ada gempa kita baca doa mohon petunjuk, hidayah, perlindungan Allah dari apa yang terjadi di sekitar kita. Boleh jadi doa itu adalah wujud amal positif, bentuk kedekatan kita kepada-Nya sebagai hamba-Nya yang setiap saat harus beribadah kepada-Nya secara tulus.
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 09 Juli 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Saat Terjadi Gempa :
Kita berdoa kepada-Nya.
Allah menciptakan sesuatu tidak ada yang sia-sia. Apa yang Allah ciptakan adalah untuk kebaikan manusia. Sungguh Maha Besar dan Maha Kuasa Allah menciptakan alam dan memberikan nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Allah menghamparkan bumi tempat berpijak, menciptakan gunung sebagai pasak, menjadikan tidur untuk beristirahat, menciptakan malam gelap lalu diterangi bulan dan bintang, menciptakan langit berlapis-lapis yang kokoh tempat bernaung, menciptakan siang untuk bekerja, mencari rezeki. Allah menciptakan pergantian siang dan malam, ada gelap ada terang, Allah menciptakan awan dan dari awan itu Allah mencurahkan air berupa (menjadi) air hujan turun ke bumi kemudian dari air itu Allah menumbuhkan berbagai biji-bijian dan tumbuhan-tumbuhan. Semua ciptaan Allah ini, sekali lagi adalah untuk kepentingan manusia untuk menjalani hidupnya di dunia.
Al-Qur'an menjelaskan hal tersebut dalam Surah an-Naba' ayat 6 -16 :
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16)
Artinya :
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?, dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?.
Penciptaan manusia sesuai disain Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya. Artinya, manusia dalam beraktifitas, bekerja, atau apa saja yang dilakukan hendaknya menjadi ibadah atau amal positif sebagai bentuk pengabdian dan ketaatannya kepada Allah. Mulai dari tidur, bangun tidur, salat, mandi, berpakaian, sarapan sampai meninggalkan rumah ke tempat kerja hingga pulang lagi ke rumah lalu istirahat dan seterusnya menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari menjadi amal positif bernilai baik di sisi Allah. Apapun yang dilakukan, kita selalu hadirkan Allah bersama kita meskipun terjadi gempa, kita hadirkan sebagai pelindung kita yang menjaga kita, yang menyaksikan kita, melalui malaikat-Nya memonitor semua aktifitas kita, malaikat-malaikat-Nya mencatat semua yang kita kerjakan, mereka mengetahui apa saja yang kita kerjakan. Atas dasar pengetahuan ini tentusaja sangat membantu manusia sebagai daya dorong untuk mewujudkan tujuan Allah menciptakan manusia (untuk berbakti kepada-Nya).
Dini hari tadi menjelang subuh sekitar jam 04. 53 menit terjadi gempa susulan setelah gempa sehari sebelumnya. Gempa yang dirasakan oleh masyarakat Ternate Maluku Utara ini walau hanya sebentar dan dengan getaran tipis cukup mengagetkan. Gempa sebelumnya walau besar,7.0 SR karena tertidur pulas, saya tidak merasakan sedikitpun. Boleh jadi yang kemarin terjaga, kali ini mereka tidur nyenyak. Namun gempa dini hari tadi, saya sedang terjaga. Begitu ada getaran tiba-tiba, saya segera turun dari tempat tidur sambil membaca doa :
اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ
"ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHAIRAHAA, WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA ARSALTA BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIH."
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."
Mungkin kita sepakat bahwa ketika ada gempa kita baca doa mohon petunjuk, hidayah, perlindungan Allah dari apa yang terjadi di sekitar kita. Boleh jadi doa itu adalah wujud amal positif, bentuk kedekatan kita kepada-Nya sebagai hamba-Nya yang setiap saat harus beribadah kepada-Nya secara tulus.
Semoga bermanfaat
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 09 Juli 2019
Comments
Post a Comment