Bersama al-Qur'an (140)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Ternate
Tahun 2019 M/1440 H
Oleh Walikota Ternate
Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH. MM
Senin pagi, 8 Juli 2019 saya diberi amanah oleh Rektor dan juga sebagai Ketua MUI Propinsi Maluku Utara, Dr. Samlan Hi. Ahmad, M. Pd untuk menghadiri acara Pelepasan Jamaah Calon Haji Ternate Maluku Utara yang dilaksanakan di gedung Dhuafa Center Ternate. Acara dimulai sekitar jam 09.00 pagi WIT.
Haji adalah salah satu rukun Islam dan merupakan salah satu syiar Islam yang agung. Karena itu setiap ummat Islam berusaha untuk mendapatkan panggilan Allah agar dapat menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah. Hari ini, 291 Jamaah Calon Haji (JCH) Ternate dilepas secara resmi oleh Walikota Ternate Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH. MM. Sebelum acara pelepasan, seluruh jamaah calon haji berkunjung ke Istana Kesultanan Ternate dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Drs. H. Adam Ma'rus, M. Pd. I. Dalam sambutannya, H. Adam Ma'rus melaporkan bahwa jamaah calon haji asal Ternate tahun 2019 M/1440 H diwakili jamaah dari berbagai usia mulai dari usia yang paling muda, 20 tahun sampai yang tertua 80 tahun lebih dengan latar belakang pendidikan mulai dari SD sampai Doktor (S3), profesi yang beragam ada Pedagang, Pengusaha, Petani, Nelayan, PNS, TNI, Pensiunan, dan lain-lain. Rencana keberangkatan ke Makassar tanggal 11 Juli untuk selanjutnya menuju Madinah lalu ke Makkah.
Menurut Kakan Kemenag Kota Ternate, dalam upaya mewujudkan kemandirian jamaah calon haji, beberapa pekan sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang dimulai dari pembinaan tingkat kecamatan sampai pemantapan dan pelayanan kesehatan. Kepada semua jamaah calon haji diharapkan agar menjadikan ibadah haji tahun ini menjadi perioritas utama, kata Walikota, Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH, MM dalam sambutannya. Menurut walikota, para jamaah calon haji sejatinya selalu bersyukur kepada Allah swt karena termasuk orang-orang yang memperoleh undangan dari Allah swt. Jamaah yang mendaftar tahun ini, lanjut walikota, harus menunggu sampai 20 tahun akan datang baru sampai giliran naik haji. Cukup lama menunggu, dan selama masa-masa menunggu itu banyak hal yang bisa terjadi, sambung walikota lagi. Beberapa poin penting lainnya yang disampaikan walikota antara lain, jamaah ketika berada di Makkah tidak boleh jalan sendiri. Kalau suatu ketika tiba-tiba ada jamaah kehilangan arah, lupa berada dimana, segera kembali ke Masjidil Haram, insya Allah ada kemudahan. Walikota berharap agar jamaah calon haji menjadikan haji tahun ini adalah haji yang terakhir. Tujuannya supaya fokus. Tidak boleh memikirkan oleh-oleh. Ibadah dulu. Walikota juga menekankan bahwa kesehatan sangat penting. Semua jamaah harus menjaga kesehatan karena dengan fisik yang sehat, fit, semua rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik. Walikota mengingatkan pengalamannya ketika berangkat haji tahun 1997. Ada seorang jamaah belum pernah salat di mesjid Nabawi bahkan belum pernah melihat mesjid itu padahal sudah 4 hari berada di Madinah. Artinya salat Arba'in tidak terpenuhi. Cukup banyak pahala ibadah yang ditinggalkan. Setelah ditanya mengapa tidak ke mesjid, jawabannya kurang enak badan.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa :
1. Menjadi jamaah haji tahun ini adalah rezeki dan hidayah dari Allah swt. Semua yang menunaikan ibadah haji bertujuan untuk menjadi haji mabrur, hajinya diterima oleh Allah swt. Itulah sebabnya orang yang akan menunaikan haji sampai pelaksanaan haji berusaha sungguh-sungguh melakukan persiapan dan mengerjakan haji dengan baik dan benar serta bekalnya halal, suci, dan bersih disertai niat suci karena Allah semata. Bukan karena prestise dan untuk memperkuat status dan legitimasi sosial.
2. Haji yang mabrur adalah haji yang menjadi panutan, berakhlak mulia, dan dapat memberi contoh kepada orang lain baik melalui lisan dan perbuatan. Jauh dari hal-hal yang dilarang oleh agama dan hal tidak terpuji lainnya.
Ya Allah jadikanlah semua jamaah calon haji dari Ternate khususnya dan jamaah calon haji di seluruh Indonesia dan dunia haji-haji mabrur, haji-haji yang diterima oleh-Mu. Jauhkan mereka dari musibah dan cobaan. Ya Allah, bekali mereka dengan takwa, ampuni dosa-dosa mereka, dan mudahkan mereka dimana saja mereka berada.
زودهم الله التقوى وغفر ذنبهم ويسرلهم
الخير
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Senin, 08 Juli 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Ternate
Tahun 2019 M/1440 H
Oleh Walikota Ternate
Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH. MM
Senin pagi, 8 Juli 2019 saya diberi amanah oleh Rektor dan juga sebagai Ketua MUI Propinsi Maluku Utara, Dr. Samlan Hi. Ahmad, M. Pd untuk menghadiri acara Pelepasan Jamaah Calon Haji Ternate Maluku Utara yang dilaksanakan di gedung Dhuafa Center Ternate. Acara dimulai sekitar jam 09.00 pagi WIT.
Haji adalah salah satu rukun Islam dan merupakan salah satu syiar Islam yang agung. Karena itu setiap ummat Islam berusaha untuk mendapatkan panggilan Allah agar dapat menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah. Hari ini, 291 Jamaah Calon Haji (JCH) Ternate dilepas secara resmi oleh Walikota Ternate Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH. MM. Sebelum acara pelepasan, seluruh jamaah calon haji berkunjung ke Istana Kesultanan Ternate dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, Drs. H. Adam Ma'rus, M. Pd. I. Dalam sambutannya, H. Adam Ma'rus melaporkan bahwa jamaah calon haji asal Ternate tahun 2019 M/1440 H diwakili jamaah dari berbagai usia mulai dari usia yang paling muda, 20 tahun sampai yang tertua 80 tahun lebih dengan latar belakang pendidikan mulai dari SD sampai Doktor (S3), profesi yang beragam ada Pedagang, Pengusaha, Petani, Nelayan, PNS, TNI, Pensiunan, dan lain-lain. Rencana keberangkatan ke Makassar tanggal 11 Juli untuk selanjutnya menuju Madinah lalu ke Makkah.
Menurut Kakan Kemenag Kota Ternate, dalam upaya mewujudkan kemandirian jamaah calon haji, beberapa pekan sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yang dimulai dari pembinaan tingkat kecamatan sampai pemantapan dan pelayanan kesehatan. Kepada semua jamaah calon haji diharapkan agar menjadikan ibadah haji tahun ini menjadi perioritas utama, kata Walikota, Dr. H. Burhan Abdurrahman, SH, MM dalam sambutannya. Menurut walikota, para jamaah calon haji sejatinya selalu bersyukur kepada Allah swt karena termasuk orang-orang yang memperoleh undangan dari Allah swt. Jamaah yang mendaftar tahun ini, lanjut walikota, harus menunggu sampai 20 tahun akan datang baru sampai giliran naik haji. Cukup lama menunggu, dan selama masa-masa menunggu itu banyak hal yang bisa terjadi, sambung walikota lagi. Beberapa poin penting lainnya yang disampaikan walikota antara lain, jamaah ketika berada di Makkah tidak boleh jalan sendiri. Kalau suatu ketika tiba-tiba ada jamaah kehilangan arah, lupa berada dimana, segera kembali ke Masjidil Haram, insya Allah ada kemudahan. Walikota berharap agar jamaah calon haji menjadikan haji tahun ini adalah haji yang terakhir. Tujuannya supaya fokus. Tidak boleh memikirkan oleh-oleh. Ibadah dulu. Walikota juga menekankan bahwa kesehatan sangat penting. Semua jamaah harus menjaga kesehatan karena dengan fisik yang sehat, fit, semua rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik. Walikota mengingatkan pengalamannya ketika berangkat haji tahun 1997. Ada seorang jamaah belum pernah salat di mesjid Nabawi bahkan belum pernah melihat mesjid itu padahal sudah 4 hari berada di Madinah. Artinya salat Arba'in tidak terpenuhi. Cukup banyak pahala ibadah yang ditinggalkan. Setelah ditanya mengapa tidak ke mesjid, jawabannya kurang enak badan.
Dari apa yang dikemukakan mungkin kita bisa berkata bahwa :
1. Menjadi jamaah haji tahun ini adalah rezeki dan hidayah dari Allah swt. Semua yang menunaikan ibadah haji bertujuan untuk menjadi haji mabrur, hajinya diterima oleh Allah swt. Itulah sebabnya orang yang akan menunaikan haji sampai pelaksanaan haji berusaha sungguh-sungguh melakukan persiapan dan mengerjakan haji dengan baik dan benar serta bekalnya halal, suci, dan bersih disertai niat suci karena Allah semata. Bukan karena prestise dan untuk memperkuat status dan legitimasi sosial.
2. Haji yang mabrur adalah haji yang menjadi panutan, berakhlak mulia, dan dapat memberi contoh kepada orang lain baik melalui lisan dan perbuatan. Jauh dari hal-hal yang dilarang oleh agama dan hal tidak terpuji lainnya.
Ya Allah jadikanlah semua jamaah calon haji dari Ternate khususnya dan jamaah calon haji di seluruh Indonesia dan dunia haji-haji mabrur, haji-haji yang diterima oleh-Mu. Jauhkan mereka dari musibah dan cobaan. Ya Allah, bekali mereka dengan takwa, ampuni dosa-dosa mereka, dan mudahkan mereka dimana saja mereka berada.
زودهم الله التقوى وغفر ذنبهم ويسرلهم
الخير
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Senin, 08 Juli 2019
Comments
Post a Comment