Bersama al-Qur'an (139)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Tsunami Mengancam Ternate
Minggu malam sekitar jam 22.00 WIT saya sudah ke tempat tidur untuk istirahat malam. Sebagaimana biasanya saya aktifkan hp aplikasi al-Qur'an sambil mendengar beberapa ayat al-Qur'an sebagai pengantar tidur. Saya tidak tahu persis jam berapa tepatnya saya tertidur. Menjelang jam 01 dini hari handphone saya yang ada di meja di dekat tempat tidur berdering lalu berhenti. Ada panggilan masuk 12 kali tidak terjawab (karena sedang tertidur pulas). Tidak lama kemudian hp berdering lagi. Saya terbangun. Panggilan dari Faidhul Rahman anak sulung saya dari Makassar. Saya segera membayangkan sesuatu yang sangat penting. Biasanya, Faidhul yang kuliah di UIN Alauddin Makassar menelpon saya sebelum jam 10 malam dan sering lewat WA. Saya pikir ini berkaitan dengan kampusnya. Boleh jadi minta segera dikirimi sesuatu. Namun saat saya menjawab panggilan Faidhul, suara yang terdengar "A'ba, A'ba, A'ba, A'ba di mana". "Saya di rumah nak" jawabku tenang. "A'ba ada gempa A'ba besar sekali dengan kekuatan 7.0 SR" kata Faidhul di ujung hp. "Sangat berpeluang tsunami di Ternate" sambung Faidhul. "Oo iya nak" jawabku sambil membuka tirai jendela. Di luar, teman dosen, Dr. Mustamin Giling yang biasa disapa pak Mus sudah siap meninggalkan tempat. Saya langsung sapa, "ke mana pak" kataku lewat jendela. Baru saya keluar. Sebelum pak Mus berangkat, saya ngobrol-ngobrol di teras. Pak Mus juga ditelpon oleh anaknya berkaitan dengan gempa dan ancaman tsunami. Beliau menjelaskan akan ke rumah keponakannya, Kaisar, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makassar sedang berlibur di Ternate. Malam tadi Kaisar tinggal sendiri di rumah karena ketiga adiknya sudah sekolah di luar Ternate sedang kedua orangtuanya sedang berada di Bacan Hal-Sel untuk suatu tugas.
Usai perbincangan terkait gempa dan tsunami, saya masuk ke dalam rumah langsung ambil air wudhu untuk salat malam sambil curhat kepada pemilik, penguasa, pengatur alam ini, Allah swt. Setelah salat, saya baca beberapa ayat dan berdoa semoga segala bencana, musibah dijauhkan dari Ternate dan Maluku Utara pada umumnya serta semua wilayah yang terkait gempa kekuatan 7.0 SR itu. Usai doa, saya buka hp, alhamdulillah terbaca :
PERINGATAN DINI TSUNAMI
Yang Disebabkan Oleh Gempa, kekuatan 7.0 SR, tanggal 7 Juli 19 Jam 22:08:42 WIB Dinyatakan :
BERAKHIR Untuk seluruh wilayah Indonesia. Berita penting ini saya segera sampaikan ke Faidhul lewat WA karena dalam pembicaraan lewat telpon tadi, ia akan selalu memonitor orangtuanya. Dalam hitungan detik "Alhamdulillah" jawab Faidhul lewat WA.
Dari bacaan kita hari ini, mungkin kita bisa berkata :
1. Segala peristiwa, kejadian di bumi ini termasuk gempa dan tsunami adalah dalam pengetahuan Allah swt. Al-Qur'an Surah al-Hajj ayat 63 menjelaskan :
إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Artinya :
Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Kata khabiir dalam ayat tersebut dimaknai oleh para ulama mengandung makna lahir dan batin, yang tampak dan yang tidak tampak. Artinya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Setiap musibah, bencana diharapkan manusia mengambil pelajaran darinya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Saat terjadi musibah, bencana terkadang manusia sedang nyenyak tidur, sedang nonton tv, sedang membaca kitab, sedang di jalan, dan berbagai kemungkinan lainnya. Karena itu, setiap hamba yang beriman selalu berharap dan berdoa kepada Allah swt selalu diberi kekuatan iman, kesehatan jasmani dan rohani, selalu terjaga dan sadar sehingga dalam menghadapi setiap musibah, bencana dapat dihindari, dapat dihadapi dengan baik dan selalu memperoleh perlindungan dari Allah swt.
3. Smartphone atau hp cerdas sangat bermanfaat. Orang yang berada sangat jauh dari kita berkat pertolongan hp, bisa memberi informasi penting, mengingatkan suatu peristiwa yang bisa mengancam keselamatan kita. Sebaliknya, via hp kita juga bisa sharing informasi penting lainnya dengan sesama teman dimanapun berada dengan mudah sehingga terasa tidak ada lagi jarak. Semua dapat terjangkau dengan lancar.
اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Ya Allah! Angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya, dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Senin, 08 Juli 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Tsunami Mengancam Ternate
Minggu malam sekitar jam 22.00 WIT saya sudah ke tempat tidur untuk istirahat malam. Sebagaimana biasanya saya aktifkan hp aplikasi al-Qur'an sambil mendengar beberapa ayat al-Qur'an sebagai pengantar tidur. Saya tidak tahu persis jam berapa tepatnya saya tertidur. Menjelang jam 01 dini hari handphone saya yang ada di meja di dekat tempat tidur berdering lalu berhenti. Ada panggilan masuk 12 kali tidak terjawab (karena sedang tertidur pulas). Tidak lama kemudian hp berdering lagi. Saya terbangun. Panggilan dari Faidhul Rahman anak sulung saya dari Makassar. Saya segera membayangkan sesuatu yang sangat penting. Biasanya, Faidhul yang kuliah di UIN Alauddin Makassar menelpon saya sebelum jam 10 malam dan sering lewat WA. Saya pikir ini berkaitan dengan kampusnya. Boleh jadi minta segera dikirimi sesuatu. Namun saat saya menjawab panggilan Faidhul, suara yang terdengar "A'ba, A'ba, A'ba, A'ba di mana". "Saya di rumah nak" jawabku tenang. "A'ba ada gempa A'ba besar sekali dengan kekuatan 7.0 SR" kata Faidhul di ujung hp. "Sangat berpeluang tsunami di Ternate" sambung Faidhul. "Oo iya nak" jawabku sambil membuka tirai jendela. Di luar, teman dosen, Dr. Mustamin Giling yang biasa disapa pak Mus sudah siap meninggalkan tempat. Saya langsung sapa, "ke mana pak" kataku lewat jendela. Baru saya keluar. Sebelum pak Mus berangkat, saya ngobrol-ngobrol di teras. Pak Mus juga ditelpon oleh anaknya berkaitan dengan gempa dan ancaman tsunami. Beliau menjelaskan akan ke rumah keponakannya, Kaisar, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makassar sedang berlibur di Ternate. Malam tadi Kaisar tinggal sendiri di rumah karena ketiga adiknya sudah sekolah di luar Ternate sedang kedua orangtuanya sedang berada di Bacan Hal-Sel untuk suatu tugas.
Usai perbincangan terkait gempa dan tsunami, saya masuk ke dalam rumah langsung ambil air wudhu untuk salat malam sambil curhat kepada pemilik, penguasa, pengatur alam ini, Allah swt. Setelah salat, saya baca beberapa ayat dan berdoa semoga segala bencana, musibah dijauhkan dari Ternate dan Maluku Utara pada umumnya serta semua wilayah yang terkait gempa kekuatan 7.0 SR itu. Usai doa, saya buka hp, alhamdulillah terbaca :
PERINGATAN DINI TSUNAMI
Yang Disebabkan Oleh Gempa, kekuatan 7.0 SR, tanggal 7 Juli 19 Jam 22:08:42 WIB Dinyatakan :
BERAKHIR Untuk seluruh wilayah Indonesia. Berita penting ini saya segera sampaikan ke Faidhul lewat WA karena dalam pembicaraan lewat telpon tadi, ia akan selalu memonitor orangtuanya. Dalam hitungan detik "Alhamdulillah" jawab Faidhul lewat WA.
Dari bacaan kita hari ini, mungkin kita bisa berkata :
1. Segala peristiwa, kejadian di bumi ini termasuk gempa dan tsunami adalah dalam pengetahuan Allah swt. Al-Qur'an Surah al-Hajj ayat 63 menjelaskan :
إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Artinya :
Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Kata khabiir dalam ayat tersebut dimaknai oleh para ulama mengandung makna lahir dan batin, yang tampak dan yang tidak tampak. Artinya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Setiap musibah, bencana diharapkan manusia mengambil pelajaran darinya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Saat terjadi musibah, bencana terkadang manusia sedang nyenyak tidur, sedang nonton tv, sedang membaca kitab, sedang di jalan, dan berbagai kemungkinan lainnya. Karena itu, setiap hamba yang beriman selalu berharap dan berdoa kepada Allah swt selalu diberi kekuatan iman, kesehatan jasmani dan rohani, selalu terjaga dan sadar sehingga dalam menghadapi setiap musibah, bencana dapat dihindari, dapat dihadapi dengan baik dan selalu memperoleh perlindungan dari Allah swt.
3. Smartphone atau hp cerdas sangat bermanfaat. Orang yang berada sangat jauh dari kita berkat pertolongan hp, bisa memberi informasi penting, mengingatkan suatu peristiwa yang bisa mengancam keselamatan kita. Sebaliknya, via hp kita juga bisa sharing informasi penting lainnya dengan sesama teman dimanapun berada dengan mudah sehingga terasa tidak ada lagi jarak. Semua dapat terjangkau dengan lancar.
اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Ya Allah! Angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya, dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang.
آمين يارب العٰلمين
والله اعلم بالصواب
Ternate, Senin, 08 Juli 2019
Comments
Post a Comment