Bersama al-Qur'an (136)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Doa buat orang yang sudah meninggalkan kita
Hari ini, Rabu, 03 Juli 2019 kita banyak membaca ucapan belasungkawa dari teman-teman fb. Ada yang ditinggal pergi oleh kakaknya, sahabatnya, gurunya, dan orangtuanya. Sebagai teman fb, dan didorong oleh hati nurani, teman-teman fb dari berbagai wilayah masing-masing ikut merasa kehilangan dengan ucapan doa keselamatan. Kehadiran tulisan ini dipicu oleh berita-berita tersebut terutama terkait meninggalnya orangtua (ayah) dari dosen IAIN Ternate, Ibu Sugirma, S.Pd.I., M.Pd.I (ibu Ughy) yang hari ini tepat empat tahun lalu, 03 Juli 2015.
Ibu Ughy mendengar bahwa Ayahnya sedang sakit keras di kampung, Pinrang sekitar 200 km dari Makassar. Tanpa pikir panjang, ibu Sugirma, sebagai CPNS waktu itu berusaha minta izin. Baru beberapa menit berada di Bandara, Ayahnya sudah menghembuskan nafas terakhir.
إنا لله وإنا إليه راجعون
Sambil menunggu pesawat, Ibu Ughy berusaha tegar, sabar sambil mereview kembali di memori akan pengorbanan dan kasih sayang Ayah.
Kasih sayang orangtua terhadap anaknya dan rasa hormat anak kepada orangtua adalah dua hal yang menempati posisinya masing-masing. Meskipun kebaikan, rasa sayang, pengorbanan orangtua tidak akan pernah sebanding dengan perbuatan baik apapun dari anak buat orangtuanya, tetapi rasa hormat, kerinduan anak kepada orangtua adalah sesuatu yang sangat mulia. Dan para orangtua sangat merasa bangga dan terhormat memiliki putra-putrinya yang berakhlak, yang selalu berada di dekatnya, yang selalu merindukannya.
Alhamdulillah perjuangan, pengorbanan orangtua ibu Sugirma sudah berbuah, bahkan sudah dinikmati. Tiga bersaudara (ibu Sugirma bersama dua saudaranya) semua sudah PNS. Saya juga teringat dengan orangtua saya yang oleh anak-anaknya, kami sapa beliau dengan A'ba. Suatu hari, kami bertiga, A'ba, kakak, dan saya bersama ke Jakarta. Waktu itu saya belum sarjana, A'ba sedang membaca koran di atas bus. Koran yang dibeli dari penjual koran keliling itu berisi berita keberhasilan orangtua menyekolahkan 10 orang anaknya dan berhasil mengantarnya semua menjadi sarjana. "Nak, kata A'ba kepada anaknya, kepada kakak saya yang duduk di seblah kiri A'ba dan saya di seblah kanannya (A'ba di tengah)". "Semoga kamu semua nak menjadi sarjana seperti yang diberitakan dalam koran ini", kata A'ba lagi dengan wajah penuh harap. Alhamdulillah, usaha, perjuangan Orangtua dan doa-doanya yang tulus diijabah oleh Allah swt. Saya, kakak saya dan delapan adik saya semua sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Tentusaja teman-teman fb juga punya pengalaman bersama orangtua. Orangtua yang tidak pernah berhenti sedektik pun memikirkan kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anaknya.
Sebenarnya, orangtua melahirkan, mendidik, membesarkan, dan menyekolahkan anaknya adalah tulus. Sangat tulus. Seorang Ibu yang mengandung selama 9 bulan, tertatih-tatih, jatuh bangun, tidak mengenal lelah, tidak mengeluh, dan tidak pernah menyesal. Ia tegar demi keselamatan anak yang sedang dikandungnya. Bapak (papa) juga demikian. Selama Ibu (mamak) mengandung, papa selalu standby, siaga setiap saat. Papa terjaga satu kali 24 jam.
Siap menunggu rekomendasi mamak untuk memenuhi kebutuhan mamak baik berupa bantuan fisik, diantar ke dokter, maupun berkaitan obat-obatan dan makanan. Papa juga melakukannya dengan tulus. Bahkan terkadang di tengah malam, mamak yang sedang hamil tiba-tiba mau makan nasi goreng. Papa yang sudah menggadaikan waktunya demi istri dan anaknya, tanpa kata, tanpa suara, dengan wajah yang tulus, ia segera mendapatkan nasi goreng pesanan mamak.
Hari ini, bagi kita, termasuk saya, yang sudah ditinggal pergi orangtua untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi secara fisik, yang terbaik adalah mendoakannya. Kita doakan orangtua kita semoga di tempatnya yang baru diberi tempat yang lapang, bercahaya. Di dalam kubur, ia (keduanya) selalu dijaga oleh Allah, dan kelak keduanya berada di dalam surga bersama orang-orang yang dimuliakan Allah, Aamiin. Demikian juga jika ada di antara kita yang sudah ditinggal pergi oleh suami, mertua, kakak, adik, kerabat, atau keluarga lainnya, kita juga doakan keselamatan mereka semoga mereka di akhirat nanti mereka langsung masuk surga dan disambut malaikat penjaga surga dengan penuh kedamaian.
آمين يارب العٰلمين
Semoga bermanfaat.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Rabu, 03 Juli 2019.
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Doa buat orang yang sudah meninggalkan kita
Hari ini, Rabu, 03 Juli 2019 kita banyak membaca ucapan belasungkawa dari teman-teman fb. Ada yang ditinggal pergi oleh kakaknya, sahabatnya, gurunya, dan orangtuanya. Sebagai teman fb, dan didorong oleh hati nurani, teman-teman fb dari berbagai wilayah masing-masing ikut merasa kehilangan dengan ucapan doa keselamatan. Kehadiran tulisan ini dipicu oleh berita-berita tersebut terutama terkait meninggalnya orangtua (ayah) dari dosen IAIN Ternate, Ibu Sugirma, S.Pd.I., M.Pd.I (ibu Ughy) yang hari ini tepat empat tahun lalu, 03 Juli 2015.
Ibu Ughy mendengar bahwa Ayahnya sedang sakit keras di kampung, Pinrang sekitar 200 km dari Makassar. Tanpa pikir panjang, ibu Sugirma, sebagai CPNS waktu itu berusaha minta izin. Baru beberapa menit berada di Bandara, Ayahnya sudah menghembuskan nafas terakhir.
إنا لله وإنا إليه راجعون
Sambil menunggu pesawat, Ibu Ughy berusaha tegar, sabar sambil mereview kembali di memori akan pengorbanan dan kasih sayang Ayah.
Kasih sayang orangtua terhadap anaknya dan rasa hormat anak kepada orangtua adalah dua hal yang menempati posisinya masing-masing. Meskipun kebaikan, rasa sayang, pengorbanan orangtua tidak akan pernah sebanding dengan perbuatan baik apapun dari anak buat orangtuanya, tetapi rasa hormat, kerinduan anak kepada orangtua adalah sesuatu yang sangat mulia. Dan para orangtua sangat merasa bangga dan terhormat memiliki putra-putrinya yang berakhlak, yang selalu berada di dekatnya, yang selalu merindukannya.
Alhamdulillah perjuangan, pengorbanan orangtua ibu Sugirma sudah berbuah, bahkan sudah dinikmati. Tiga bersaudara (ibu Sugirma bersama dua saudaranya) semua sudah PNS. Saya juga teringat dengan orangtua saya yang oleh anak-anaknya, kami sapa beliau dengan A'ba. Suatu hari, kami bertiga, A'ba, kakak, dan saya bersama ke Jakarta. Waktu itu saya belum sarjana, A'ba sedang membaca koran di atas bus. Koran yang dibeli dari penjual koran keliling itu berisi berita keberhasilan orangtua menyekolahkan 10 orang anaknya dan berhasil mengantarnya semua menjadi sarjana. "Nak, kata A'ba kepada anaknya, kepada kakak saya yang duduk di seblah kiri A'ba dan saya di seblah kanannya (A'ba di tengah)". "Semoga kamu semua nak menjadi sarjana seperti yang diberitakan dalam koran ini", kata A'ba lagi dengan wajah penuh harap. Alhamdulillah, usaha, perjuangan Orangtua dan doa-doanya yang tulus diijabah oleh Allah swt. Saya, kakak saya dan delapan adik saya semua sarjana dalam berbagai disiplin ilmu. Tentusaja teman-teman fb juga punya pengalaman bersama orangtua. Orangtua yang tidak pernah berhenti sedektik pun memikirkan kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anaknya.
Sebenarnya, orangtua melahirkan, mendidik, membesarkan, dan menyekolahkan anaknya adalah tulus. Sangat tulus. Seorang Ibu yang mengandung selama 9 bulan, tertatih-tatih, jatuh bangun, tidak mengenal lelah, tidak mengeluh, dan tidak pernah menyesal. Ia tegar demi keselamatan anak yang sedang dikandungnya. Bapak (papa) juga demikian. Selama Ibu (mamak) mengandung, papa selalu standby, siaga setiap saat. Papa terjaga satu kali 24 jam.
Siap menunggu rekomendasi mamak untuk memenuhi kebutuhan mamak baik berupa bantuan fisik, diantar ke dokter, maupun berkaitan obat-obatan dan makanan. Papa juga melakukannya dengan tulus. Bahkan terkadang di tengah malam, mamak yang sedang hamil tiba-tiba mau makan nasi goreng. Papa yang sudah menggadaikan waktunya demi istri dan anaknya, tanpa kata, tanpa suara, dengan wajah yang tulus, ia segera mendapatkan nasi goreng pesanan mamak.
Hari ini, bagi kita, termasuk saya, yang sudah ditinggal pergi orangtua untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi secara fisik, yang terbaik adalah mendoakannya. Kita doakan orangtua kita semoga di tempatnya yang baru diberi tempat yang lapang, bercahaya. Di dalam kubur, ia (keduanya) selalu dijaga oleh Allah, dan kelak keduanya berada di dalam surga bersama orang-orang yang dimuliakan Allah, Aamiin. Demikian juga jika ada di antara kita yang sudah ditinggal pergi oleh suami, mertua, kakak, adik, kerabat, atau keluarga lainnya, kita juga doakan keselamatan mereka semoga mereka di akhirat nanti mereka langsung masuk surga dan disambut malaikat penjaga surga dengan penuh kedamaian.
آمين يارب العٰلمين
Semoga bermanfaat.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Rabu, 03 Juli 2019.
Comments
Post a Comment