Bersama al-Qur'an (131)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Bepergian Bersama Membawa Nikmat :
Menginspirasi dan Mengedukasi
Senin malam, saya buka beranda di smartphone, langsung muncul gambar menarik dari Mesir. Kontennya beberapa orang sedang menunaikan salat berjamaah di sebuah taman. Salat itu diimami oleh seorang petugas kebersihan (tukang sapu) sedang makmumnya boleh jadi ada pejabat atau orang penting lainnya. Pemandangan seperti ini sering juga saya saksikan ketika berada di Mesir saat melakukan penelitian beberapa tahun lalu. Gambar tersebut menunjukkan bahwa orang Mesir sangat menghargai awal waktu salat. Begitu masuk waktu salat, kalau mesjid tidak dijumpai di sekitar, maka orang Islam di Mesir langsung berhenti mencari tempat salat yang layak, seperti di taman, di terminal bus, di depan toko. Orang yang pertama salat meskipun ia adalah tukang sapu harus diikuti oleh jamaah yang datang kemudian, meskipun ia pejabat, demikian seterusnya. Gambar orang salat itu kemudian menginspirasi lahirnya tulisan ini.
Bepergian ke suatu tempat yang baru, menarik, baik dilakukan sendiri maupun bersama selalu menjanjikan manfaat. Ia bisa menginspirasi, mengedukasi, dan menghibur. Beberapa tahun lalu, sudah cukup lama, 2007, tetapi masih tersimpan kuat di memori, saya bersama kawan-kawan sesama dosen PTKIN dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia melakukan perjalanan bersama. Tujuannya ke negara piramida, Mesir untuk melakukan penelitian tafsir dalam rangka penulisan disertasi. Bepergian bersama itu memiliki cerita, pengalaman khas dari Mesir, cerita yang membawa kenikmatan. Ada pengalaman ketika berada di bus umum, di dalam mesjid di hari Jumat, dan ketika sedang berada di jalan.
Pertama, ketika naik bus.
Tidak semua bus di Mesir punya knek yaitu orang yang biasanya membantu sopir untuk menagih para penumpang membayar tarif perjalanan (ongkos oto). Bahkan kita sangat sering naik bus tanpa knek. Menariknya, ketika penumpang yang duduk di bagian belakang akan membayar ongkos oto, satu persatu mengoper, menyerahkan uangnya ke penumpang di depannya lalu dioper lagi ke depan hingga sampai di tangan sopir. Kalau ada kelebihan, ada penjelasan berantai sampai ke telinga sopir dan sopir pun segera mengembalikan uang sisa ke penumpang dengan cara yang sama tadi, oper mengoper ke belakang sampai ke tangan penumpang yang bersangkutan. Pengalaman tersebut memberi pelajaran tentang kerjasama dan kejujuran.
Kedua, di mesjid. Lain lagi pengalaman di mesjid di hari Jumat. Di berbagai sudut dalam ruangan mesjid tersedia kran air minum dengan gelasnya, termasuk di bagian sap depan, kran air terpasang di dinding. Tujuannya, kapan saja jamaah kehausan langsung dapat memanfaatkannya. Sering jamaah yang duduk di sap tengah karena haus tiba-tiba menyela jamaah yang ada di depannya untuk mengambil segelas air minum yang ada di sap depan. Pemandangan lainnya (di mesjid tertentu) panitia sudah menyiapkan air minum untuk khathib. Ketika khathib sudah sampai di atas mimbar setelah melalui beberapa anak tangga, tampak seorang panitia mesjid menarik tali berisi gelas air minum. Tali itu ditarik sampai gelas itu tiba di tangan khathib, segera sesudah itu, lalu khathib mengucapkan salam pertanda khuthbah sudah dimulai. Jadi, tidak hanya jamaah yang disediakan air minum, tetapi juga untuk khathib. Pemandangan yang sama tidak dijumpai di mesjid-mesjid di Indonesia. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa ketika akan salat, jamaah tidak perlu lagi menahan haus (kecuali kalau sedang puasa). Kalau di Mesir, boleh jadi sumbernya dari sungai Nil, tetapi di Masjidil Haram, air minum yang disediakan adalah air zam-zam.
Ketiga, pengalaman saat sedang berada di jalan. Orang-orang Islam Mesir sangat menghargai awal waktu salat. Ketika waktu salat masuk, praktis toko-toko, kios-kios milik orang Islam tidak melayani. Bahkan mereka yang sedang berjalan kaki di jalan saat waktu salat sudah masuk, langsung mencari tempat salat yang layak, termasuk di taman seperti gambar yang dilampirkan bersama tulisan ini.
Dari apa yang dikemukakan kita bisa berkata bahwa : 1). Bepergian itu selalu akan memberi manfaat jika kita berusaha mentadabburi, mengambil hikmahnya. 2). Tidak ada perbedaan tukang sapu dengan bukan tukang sapu atau yang lainnya di hadapan Allah, kecuali dengan takwanya.
Al-Qur'an Surah al-Hujurat ayat 13 : ۚ
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Meskipun sebagai tukang sapu tetapi ia selalu disiplin menjaga salatnya, merawat ketaatannya kepada Allah swt, semua ibadahnya didasari ikhlas karena Allah, maka tentulah ia sangat terhormat dalam pandangan Allah swt.
Ada ungkapan : "Saya tidak takut ketika ada orang berkhianat kepada saya, tetapi yang saya paling takuti adalah ketika saya berkhianat kepada umur, kesempatan yang Allah amanahkan kepada saya".
Ya Allah berilah kami kekuatan agar selalu mampu melaksanakan amanah yang Engkau bebankan kepada kami. Karena itu, kami mohon ya Allah agar tidak membebani kami apa yang tidak mampu kami lakukan. Ya Allah Yang Maha Mengabulkan doa, terimalah doa kami.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 18 Juni 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Bepergian Bersama Membawa Nikmat :
Menginspirasi dan Mengedukasi
Senin malam, saya buka beranda di smartphone, langsung muncul gambar menarik dari Mesir. Kontennya beberapa orang sedang menunaikan salat berjamaah di sebuah taman. Salat itu diimami oleh seorang petugas kebersihan (tukang sapu) sedang makmumnya boleh jadi ada pejabat atau orang penting lainnya. Pemandangan seperti ini sering juga saya saksikan ketika berada di Mesir saat melakukan penelitian beberapa tahun lalu. Gambar tersebut menunjukkan bahwa orang Mesir sangat menghargai awal waktu salat. Begitu masuk waktu salat, kalau mesjid tidak dijumpai di sekitar, maka orang Islam di Mesir langsung berhenti mencari tempat salat yang layak, seperti di taman, di terminal bus, di depan toko. Orang yang pertama salat meskipun ia adalah tukang sapu harus diikuti oleh jamaah yang datang kemudian, meskipun ia pejabat, demikian seterusnya. Gambar orang salat itu kemudian menginspirasi lahirnya tulisan ini.
Bepergian ke suatu tempat yang baru, menarik, baik dilakukan sendiri maupun bersama selalu menjanjikan manfaat. Ia bisa menginspirasi, mengedukasi, dan menghibur. Beberapa tahun lalu, sudah cukup lama, 2007, tetapi masih tersimpan kuat di memori, saya bersama kawan-kawan sesama dosen PTKIN dari beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia melakukan perjalanan bersama. Tujuannya ke negara piramida, Mesir untuk melakukan penelitian tafsir dalam rangka penulisan disertasi. Bepergian bersama itu memiliki cerita, pengalaman khas dari Mesir, cerita yang membawa kenikmatan. Ada pengalaman ketika berada di bus umum, di dalam mesjid di hari Jumat, dan ketika sedang berada di jalan.
Pertama, ketika naik bus.
Tidak semua bus di Mesir punya knek yaitu orang yang biasanya membantu sopir untuk menagih para penumpang membayar tarif perjalanan (ongkos oto). Bahkan kita sangat sering naik bus tanpa knek. Menariknya, ketika penumpang yang duduk di bagian belakang akan membayar ongkos oto, satu persatu mengoper, menyerahkan uangnya ke penumpang di depannya lalu dioper lagi ke depan hingga sampai di tangan sopir. Kalau ada kelebihan, ada penjelasan berantai sampai ke telinga sopir dan sopir pun segera mengembalikan uang sisa ke penumpang dengan cara yang sama tadi, oper mengoper ke belakang sampai ke tangan penumpang yang bersangkutan. Pengalaman tersebut memberi pelajaran tentang kerjasama dan kejujuran.
Kedua, di mesjid. Lain lagi pengalaman di mesjid di hari Jumat. Di berbagai sudut dalam ruangan mesjid tersedia kran air minum dengan gelasnya, termasuk di bagian sap depan, kran air terpasang di dinding. Tujuannya, kapan saja jamaah kehausan langsung dapat memanfaatkannya. Sering jamaah yang duduk di sap tengah karena haus tiba-tiba menyela jamaah yang ada di depannya untuk mengambil segelas air minum yang ada di sap depan. Pemandangan lainnya (di mesjid tertentu) panitia sudah menyiapkan air minum untuk khathib. Ketika khathib sudah sampai di atas mimbar setelah melalui beberapa anak tangga, tampak seorang panitia mesjid menarik tali berisi gelas air minum. Tali itu ditarik sampai gelas itu tiba di tangan khathib, segera sesudah itu, lalu khathib mengucapkan salam pertanda khuthbah sudah dimulai. Jadi, tidak hanya jamaah yang disediakan air minum, tetapi juga untuk khathib. Pemandangan yang sama tidak dijumpai di mesjid-mesjid di Indonesia. Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa ketika akan salat, jamaah tidak perlu lagi menahan haus (kecuali kalau sedang puasa). Kalau di Mesir, boleh jadi sumbernya dari sungai Nil, tetapi di Masjidil Haram, air minum yang disediakan adalah air zam-zam.
Ketiga, pengalaman saat sedang berada di jalan. Orang-orang Islam Mesir sangat menghargai awal waktu salat. Ketika waktu salat masuk, praktis toko-toko, kios-kios milik orang Islam tidak melayani. Bahkan mereka yang sedang berjalan kaki di jalan saat waktu salat sudah masuk, langsung mencari tempat salat yang layak, termasuk di taman seperti gambar yang dilampirkan bersama tulisan ini.
Dari apa yang dikemukakan kita bisa berkata bahwa : 1). Bepergian itu selalu akan memberi manfaat jika kita berusaha mentadabburi, mengambil hikmahnya. 2). Tidak ada perbedaan tukang sapu dengan bukan tukang sapu atau yang lainnya di hadapan Allah, kecuali dengan takwanya.
Al-Qur'an Surah al-Hujurat ayat 13 : ۚ
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Meskipun sebagai tukang sapu tetapi ia selalu disiplin menjaga salatnya, merawat ketaatannya kepada Allah swt, semua ibadahnya didasari ikhlas karena Allah, maka tentulah ia sangat terhormat dalam pandangan Allah swt.
Ada ungkapan : "Saya tidak takut ketika ada orang berkhianat kepada saya, tetapi yang saya paling takuti adalah ketika saya berkhianat kepada umur, kesempatan yang Allah amanahkan kepada saya".
Ya Allah berilah kami kekuatan agar selalu mampu melaksanakan amanah yang Engkau bebankan kepada kami. Karena itu, kami mohon ya Allah agar tidak membebani kami apa yang tidak mampu kami lakukan. Ya Allah Yang Maha Mengabulkan doa, terimalah doa kami.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 18 Juni 2019
Comments
Post a Comment