Bersama al-Qur'an (128)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Selamat Jalan
Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ternate, Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I
Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan di dunia. Ia dibatasi oleh Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengatur yaitu Allah swt. Keterbatasan itu meliputi kemampuan fisik, pengetahuan, termasuk keterbatasan umur. Sebagai gambaran, kita merasakan dan menyaksikan sendiri. Contohnya, wajah. Wajah seseorang mengalami perubahan dari yang muda menjadi tua. Ketika masih usia muda, wajah seseorang masih segar tetapi ketika sudah berkeluarga dan punya anak wajahnya sudah berubah demikian seterusnya sampai berusia lanjut. Ratu Elisabeth di masa muda, raut mukanya sangat jauh berbeda dengan di usianya yang sudah tua. Keterbatasan lainnya berkaitan rambut, gerakan fisik seseorang, dan seterusnya. Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 54 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Artinya :
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
Dari ayat tersebut ada proses penciptaan manusia dari lemah menjadi kuat lalu menjadi lemah lagi. Lemah yang pertama ketika seseorang masih berupa bayi lalu menjadi kuat tatkala berusia remaja, pemuda. Ia kemudian menjadi lemah lagi saat manusia berusia tua.
Siapapun yang berusaha merubah keterbatasan itu tidak akan mampu. Rasa ngantuk misalnya. Ketika rasa ngantuk datang, maka tidak seorangpun yang mampu menahannya. Demikian halnya dengan ajal. Apabila ajal itu sudah datang maka tidak seorangpun yang mampu menundanya walau sesaat, karena ia adalah ketentuan Allah swt.
Allah menjelaskan dalam Surah al-A'raf ayat 34 :
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya :
Maka apabila ajal manusia telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
Tadi malam, Jumat, 14 Juni 2019 sekitar jam 22.00 waktu Indonesia Timur (waktu Ternate) telah berpulang ke Rahmatullah bapak Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Ternate. Sejak beliau dinyatakan sakit oleh dokter, sejak itu pula ia berusaha berobat. Beberapa kali diizinkan beristirahat di rumah setelah dirawat di rumah sakit karena dinyatakan sudah ada perubahan, namun ada batasnya, dan Allah Maha Mengetahui, Allahpun mengambil nyawanya. Allah mengeluarkan ruh itu dari dalam dirinya, memisahkannya dari badannya.
إنا لله وإنا إليه راجعون
اللهم اغفر له، وارحمه وعافه، واعف عنه
Saat mayat almarhum berada di dalam kamar, sekitar jam 24.00 lewat (dini hari) tuan rumah segera memasukkan beberapa kursi untuk para pelayat, para dosen IAIN Ternate untuk pembacaan doa (tahlilan) yang dipimpin oleh pak Imam.
Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I yang pernah menakhodai MUI Propinsi Maluku Utara adalah orang baik. Jiwa sosialnya banyak dirasakan oleh sejawatnya dan orang lain. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah dan dosa-dosanya diampuni oleh-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, anak-anaknya menjadi anak-anak saleh/salehah dan kelak menjadi anak-anak yang sukses dapat berbakti kepada orangtua dan berguna bagi bangsa dan negara. Aamiin YRA.
Dalam perspektif agama Islam, dengan keterbatasan yang kita miliki diharapkan kita dapat mengambil pelajaran. Artinya, selama masih diberi tenaga, kemampuan fisik yang prima sejatinya tenaga dan kemampuan itu kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan.
Kepada Allah kita bermohon moga kita yang masih menikmati kehidupan ini masih diberi umur yang panjang dan berkah, umur yang batas akhirnya masih panjang untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
Selamat jalan saudaraku, Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I. Keluarga dan anak-anakmu masih ingin bersamamu, teman sejawat dan lainnya masih ingin berbincang, berdiskusi denganmu, mahasiswa masih ingin menerima kuliah dan nasehat darimu, tetapi Allah lebih membutuhkanmu.
Semoga di tempat barumu lebih terang dan bercahaya dari tempat sebelumnya.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 15 Juni 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Selamat Jalan
Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ternate, Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I
Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia memiliki keterbatasan dalam menjalani kehidupan di dunia. Ia dibatasi oleh Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengatur yaitu Allah swt. Keterbatasan itu meliputi kemampuan fisik, pengetahuan, termasuk keterbatasan umur. Sebagai gambaran, kita merasakan dan menyaksikan sendiri. Contohnya, wajah. Wajah seseorang mengalami perubahan dari yang muda menjadi tua. Ketika masih usia muda, wajah seseorang masih segar tetapi ketika sudah berkeluarga dan punya anak wajahnya sudah berubah demikian seterusnya sampai berusia lanjut. Ratu Elisabeth di masa muda, raut mukanya sangat jauh berbeda dengan di usianya yang sudah tua. Keterbatasan lainnya berkaitan rambut, gerakan fisik seseorang, dan seterusnya. Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 54 :
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Artinya :
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
Dari ayat tersebut ada proses penciptaan manusia dari lemah menjadi kuat lalu menjadi lemah lagi. Lemah yang pertama ketika seseorang masih berupa bayi lalu menjadi kuat tatkala berusia remaja, pemuda. Ia kemudian menjadi lemah lagi saat manusia berusia tua.
Siapapun yang berusaha merubah keterbatasan itu tidak akan mampu. Rasa ngantuk misalnya. Ketika rasa ngantuk datang, maka tidak seorangpun yang mampu menahannya. Demikian halnya dengan ajal. Apabila ajal itu sudah datang maka tidak seorangpun yang mampu menundanya walau sesaat, karena ia adalah ketentuan Allah swt.
Allah menjelaskan dalam Surah al-A'raf ayat 34 :
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya :
Maka apabila ajal manusia telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
Tadi malam, Jumat, 14 Juni 2019 sekitar jam 22.00 waktu Indonesia Timur (waktu Ternate) telah berpulang ke Rahmatullah bapak Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Ternate. Sejak beliau dinyatakan sakit oleh dokter, sejak itu pula ia berusaha berobat. Beberapa kali diizinkan beristirahat di rumah setelah dirawat di rumah sakit karena dinyatakan sudah ada perubahan, namun ada batasnya, dan Allah Maha Mengetahui, Allahpun mengambil nyawanya. Allah mengeluarkan ruh itu dari dalam dirinya, memisahkannya dari badannya.
إنا لله وإنا إليه راجعون
اللهم اغفر له، وارحمه وعافه، واعف عنه
Saat mayat almarhum berada di dalam kamar, sekitar jam 24.00 lewat (dini hari) tuan rumah segera memasukkan beberapa kursi untuk para pelayat, para dosen IAIN Ternate untuk pembacaan doa (tahlilan) yang dipimpin oleh pak Imam.
Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I yang pernah menakhodai MUI Propinsi Maluku Utara adalah orang baik. Jiwa sosialnya banyak dirasakan oleh sejawatnya dan orang lain. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah dan dosa-dosanya diampuni oleh-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, anak-anaknya menjadi anak-anak saleh/salehah dan kelak menjadi anak-anak yang sukses dapat berbakti kepada orangtua dan berguna bagi bangsa dan negara. Aamiin YRA.
Dalam perspektif agama Islam, dengan keterbatasan yang kita miliki diharapkan kita dapat mengambil pelajaran. Artinya, selama masih diberi tenaga, kemampuan fisik yang prima sejatinya tenaga dan kemampuan itu kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan.
Kepada Allah kita bermohon moga kita yang masih menikmati kehidupan ini masih diberi umur yang panjang dan berkah, umur yang batas akhirnya masih panjang untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
Selamat jalan saudaraku, Dr. H. Yamin Hadad, M.H.I. Keluarga dan anak-anakmu masih ingin bersamamu, teman sejawat dan lainnya masih ingin berbincang, berdiskusi denganmu, mahasiswa masih ingin menerima kuliah dan nasehat darimu, tetapi Allah lebih membutuhkanmu.
Semoga di tempat barumu lebih terang dan bercahaya dari tempat sebelumnya.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Sabtu, 15 Juni 2019
Comments
Post a Comment