Bersama al-Qur'an (119)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh tujuh Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Mencintai Allah
Mencintai Allah adalah posisi sangat terhormat bagi seorang hamba yang menjaga ketaatannya, yang sedang melakukan perjalanan menuju Tuhannya. Karena seorang mukmin dalam pengabdiannya selalu berusaha dekat kepada Allah, dan untuk mewujudkan kedekatan itu, Ia berusaha menghilangkan, menghalangi apa saja yang bisa menutupi jalannya untuk memperoleh ridha Allah swt. Di sisi lain, di antara manusia ada juga, walau sudah berada di posisi yang benar, mengikuti agama Allah yang dibawa nabi Muhammad saw, yaitu agama Islam tetapi agama yang sudah diakui kebenarannya itu ditinggalkan dan diganti dengan kepercayaan lain. Apapun yang dilakukan oleh manusia, apakah ia tetap dalam ketaatannya, konsisten menerima Islam sebagai agamanya atau murtad, meninggalkan Islam, dalam perspektif al-Qur'an, sikap tersebut tidak berpengaruh sedikitpun kepada Allah swt, tidak menambah atau mengurangi kemuliaan Allah karena Allah adalah Penguasa tertinggi, Dialah Pencipta alam ini, pencipta seluruh manusia. Kepada-Nyalah tergantung segala sesuatu. Dialah Maha Pengatur, Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa yang diketahui dan yang tidak diketahui oleh manusia.
Allah menjelaskan ada dua kelompok manusia. Kelompok yang meninggalkan Islam (murtad) dan kelompok yang menggantikan kelompok murtad, kelompok yang lebih baik dari kelompok yang digantikan. Hal tersebut direkam oleh al-Qur'an Surah al-Maidah ayat 54 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.
Dalam berbagai literatur tafsir dijelaskan bahwa ayat 54 Surah al-Maidah ditujukan kepada orang-orang yang membenarkan agama yang dibawa Nabi saw yang dalam ayat menggunakan : ياأيها الذين أمنوا
(Hai orang-orang yang beriman)
Kalimat berikutnya :
مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ
Artinya :
Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agama Islam. Dan kalimat sesudahnya :
فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
Artinya :
Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.
Sebahagian ahli tafsir menjelaskan bahwa dalam menjalani hidup ini akan selalu ada kelompok yang berbeda.
Pertama, kelompok yang kembali kepada kekafiran setelah sebelumnya beriman. Kekufurannya itu tidak akan mendatangkan mudarat sedikitpun bagi Allah. Allah Maha suci dari itu semua. Kedua, Allah akan mendatangkan suatu kaum sebagai pengganti mereka yang lebih baik. Mereka dicintai oleh Allah sehingga mereka diberikan bimbingan, petunjuk, hidayah dan istiqamah. Sebaliknya, mereka pun mencintai Allah dan selalu ikhlas, istiqamah, dan taat menjalankan perintah dan meninggalkan larangannya-Nya.
Berdasarkan uraian sebelumnya, mungkin kita bisa berkata bahwa kebenaran Allah dan rasul-Nya, yang terbaca melalui agama Islam tertuang dalam al-Qur'an, hadis, sunnah nabi saw yang kita yakini sampai saat ini sejatinya dapat dijaga, dipelihara. Kita jaga dengan tulus kecintaan kita kepada Allah, kita terus menerus berinteraksi dengan Islam, kita pelihara ibadah kita baik ibadah ritual maupun ibadah sosial. Karena sifat hati itu berbolak balik.
Nabi saw memperbanyak mengucapkan doa :
ياَمُقَلِّبَ الْقُلُوب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِك
Ya Allah Yang Maha Membolak-balik hati, kuatkanlah hati kami agar tetap berada pada agamamu, agama Islam yang kami yakini.
Ketika Anas, sahabat nabi bertanya kepada Nabi berkaitan doa itu, nabi saw berkata bahwa hati manusia berada di antara dua jari-jari Allah. Dia membalik hati itu apabila Ia menghendaki-Nya.
Semoga kita semua dapat merawat cinta kita kepada Allah, memiliki hati yang kokoh, istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Latepost
Graha, Makassar, Sabtu, 27 Ramadhan 1440 H/ 01 Juni 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh tujuh Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Mencintai Allah
Mencintai Allah adalah posisi sangat terhormat bagi seorang hamba yang menjaga ketaatannya, yang sedang melakukan perjalanan menuju Tuhannya. Karena seorang mukmin dalam pengabdiannya selalu berusaha dekat kepada Allah, dan untuk mewujudkan kedekatan itu, Ia berusaha menghilangkan, menghalangi apa saja yang bisa menutupi jalannya untuk memperoleh ridha Allah swt. Di sisi lain, di antara manusia ada juga, walau sudah berada di posisi yang benar, mengikuti agama Allah yang dibawa nabi Muhammad saw, yaitu agama Islam tetapi agama yang sudah diakui kebenarannya itu ditinggalkan dan diganti dengan kepercayaan lain. Apapun yang dilakukan oleh manusia, apakah ia tetap dalam ketaatannya, konsisten menerima Islam sebagai agamanya atau murtad, meninggalkan Islam, dalam perspektif al-Qur'an, sikap tersebut tidak berpengaruh sedikitpun kepada Allah swt, tidak menambah atau mengurangi kemuliaan Allah karena Allah adalah Penguasa tertinggi, Dialah Pencipta alam ini, pencipta seluruh manusia. Kepada-Nyalah tergantung segala sesuatu. Dialah Maha Pengatur, Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa yang diketahui dan yang tidak diketahui oleh manusia.
Allah menjelaskan ada dua kelompok manusia. Kelompok yang meninggalkan Islam (murtad) dan kelompok yang menggantikan kelompok murtad, kelompok yang lebih baik dari kelompok yang digantikan. Hal tersebut direkam oleh al-Qur'an Surah al-Maidah ayat 54 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.
Dalam berbagai literatur tafsir dijelaskan bahwa ayat 54 Surah al-Maidah ditujukan kepada orang-orang yang membenarkan agama yang dibawa Nabi saw yang dalam ayat menggunakan : ياأيها الذين أمنوا
(Hai orang-orang yang beriman)
Kalimat berikutnya :
مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ
Artinya :
Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agama Islam. Dan kalimat sesudahnya :
فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
Artinya :
Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.
Sebahagian ahli tafsir menjelaskan bahwa dalam menjalani hidup ini akan selalu ada kelompok yang berbeda.
Pertama, kelompok yang kembali kepada kekafiran setelah sebelumnya beriman. Kekufurannya itu tidak akan mendatangkan mudarat sedikitpun bagi Allah. Allah Maha suci dari itu semua. Kedua, Allah akan mendatangkan suatu kaum sebagai pengganti mereka yang lebih baik. Mereka dicintai oleh Allah sehingga mereka diberikan bimbingan, petunjuk, hidayah dan istiqamah. Sebaliknya, mereka pun mencintai Allah dan selalu ikhlas, istiqamah, dan taat menjalankan perintah dan meninggalkan larangannya-Nya.
Berdasarkan uraian sebelumnya, mungkin kita bisa berkata bahwa kebenaran Allah dan rasul-Nya, yang terbaca melalui agama Islam tertuang dalam al-Qur'an, hadis, sunnah nabi saw yang kita yakini sampai saat ini sejatinya dapat dijaga, dipelihara. Kita jaga dengan tulus kecintaan kita kepada Allah, kita terus menerus berinteraksi dengan Islam, kita pelihara ibadah kita baik ibadah ritual maupun ibadah sosial. Karena sifat hati itu berbolak balik.
Nabi saw memperbanyak mengucapkan doa :
ياَمُقَلِّبَ الْقُلُوب ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِك
Ya Allah Yang Maha Membolak-balik hati, kuatkanlah hati kami agar tetap berada pada agamamu, agama Islam yang kami yakini.
Ketika Anas, sahabat nabi bertanya kepada Nabi berkaitan doa itu, nabi saw berkata bahwa hati manusia berada di antara dua jari-jari Allah. Dia membalik hati itu apabila Ia menghendaki-Nya.
Semoga kita semua dapat merawat cinta kita kepada Allah, memiliki hati yang kokoh, istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Latepost
Graha, Makassar, Sabtu, 27 Ramadhan 1440 H/ 01 Juni 2019
Comments
Post a Comment