Bersama al-Qur'an (117)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh lima Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Mendidik Anak, Mendambakan anak saleh yang cerdas
Hati senang dan bahagia, menjelang akhir ramadhan bisa ke mesjid bersama istri dan anak-anak untuk menunaikan serangkaian ibadah ; salat Isya, salat tarawih, salat witr, dan mendengarkan ceramah agama yang dilaksanakan sesudah salat Isya. Selain itu, rasa bahagia juga sangat terasa saat melihat anak-anak dalam keadaan sehat wal-afiat. Suatu sore, anak-anak mendekat. "A'ba tidak beli baju baru untuk dikenakan saat baca khuthbah Ied nanti ?" Tanya anak pertama kepada saya. Arah pertanyaan ini sudah terbaca. Anak saya mau beli baju baru. Berbeda dengan yang kedua yang tampak tenang sambil merefleksi telapak tangan saya. Sedang si bungsu minta didampingi saat muraja'ah 500 hadis tanpa sanad sebagai rekomendasi dari guru/ustadzahnya di MAN IC Gorontalo. Permintaan anak pertama dapat dipenuhi. Ternyata, setelah beberapa lembar baju baru tiba di rumah, anak kedua tidak terima. Ia juga ingin baju baru seperti kakaknya. Sebagai orang tua, saya segera memenuhi permintaannya. Kakak beradik dengan gerakan cepat mengambil motor dan berboncengan ke Mall. Saya juga tidak berpikir lama karena sejak 24 Mei Pemerintah sudah cairkan THR. Sedang permintaan anak ketiga dengan mudah dapat dipenuhi karena hanya mencocokkan hafalannya dengan redaksi hadis yang di muraja'ah diambil dari hadis Bukhari dan Muslim. Meski demikian ada yang mengganggu saya. Anak pertama yang dipercaya dosennya sebagai asisten Lab dalam mata kuliah Web, sudah dua kali ke kampus tidak menggunakan motornya. Ia selalu dijemput temannya. Usai berbuka puasa saya tanya, "Kenapa motormu nak, kok diparkir terus," tanyaku. "Tidak apa-apa A'ba, baikji." Jawabnya. Saya curiga motor bermasalah. Saya berkesimpulan membawa motor ke Bengkel Yamaha Resmi untuk diagnosa kemungkinan ia sakit. Saya dibonceng Anak pertama ke bengkel. Ternyata, hasil diagnosa menunjukkan bahwa motor Jupiter MX 135 itu memiliki penyakit. Master dan tali koplingnya harus diganti, dibelikan minyak rem, service kecil, dan ganti oli. Setelah saya tanyakan, kenapa nak tidak bilang kalau motornya tidak sehat, "Nanti A'ba marah", kata si sulung kepada saya. Sementara adiknya, jika motornya ada kelainan selalu disampaikan kepada saya. Dan alhamdulillah motor Yamaha MX King 150 milik anak kedua tidak hanya sehat, bersih, tetapi juga enak dipandang mata. Sedang si cewek, yang bungsu selain mengulang-ulang hafalan al-Quran dan hadisnya, ia juga sibuk mengerjakan tugas online dari MAN IC Gorontalo terkait penelitian sejarah di Benteng Rotterdam, Makam Sultan Hasanuddin di Makassar.
Dari apa yang dikemukakan terlihat bahwa anak-anak itu memiliki karakter yang berbeda. Ada yang terus terang ada yang tidak, dan ada yang santai. Semua orang tua mengharapkan anak-anaknya sukses, menjadi anak saleh yang cerdas. Beberapa pengalaman dari orang tua kita yang berhasil mendidik anak-anaknya mencontohkan bahwa :
1). Anak harus diajari keriangan. Meski anak melakukan kesalahan tetapi selalu diberi motivasi untuk melihat semua sisi kehidupan dengan cerah. Ia selalu digembirakan dalam beraktifitas. Anak yang periang akan selalu bersikap positif dalam melakukan sesuatu.
2). Anak diajari kasih sayang. Orang tua tidak perlu pelit memberikan pujian jika anak membutuhkannya. Orang tua selalu memberikan dukungan kepada anak jika melakukan suatu pilihan yang tepat, mengambil keputusan yang benar tanpa intervensi orang tua.
3). Sebagai manusia, baik orang tua dan anak memiliki kekurangan dan kesalahan. Karena itu, meski orang tua tidak mampu sempurna di hadapan anaknya, tetapi keteladanan tetap diutamakan. Anak harus merasa berbangga memiliki seorang Ayah yang perhatian dan kasih sayang.
Beberapa ayat al-Qur'an yang terkait :
Surah Luqman ayat 12-19 :
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya :
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya :
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya :
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya :
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Artinya :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya :
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya :
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
Artinya :
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Dari beberapa ayat yang disebutkan tergambar bagaimana orang tua (Lukman) mengajari akhlak kepada si anak.
1). Bersyukur kepada Allah. Ayat 12 dan 13, Lukman mengajarkan agar seorang anak harus selalu bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, dan tidak menyekutukan-Nya.
2). Menghormati orang tua. Ayat 14-15 memerintahkan agar anak memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya. Orang yang sangat berjasa dalam hidup ini.
3). Menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ayat 17 mengajarkan akhlak kepada sesama manusia. Seorang anak harus selalu menjaga silaturrahim antara sesama, saling menunjukkan kepada kebaikan dan menghindari keburukan.
4). Menghormati diri sendiri. Seorang anak agar mampu memposisikan diri secara wajar, pantas, terhormat di hadapan orang lain dengan tidak berlaku angkuh, sombong. Bertingkahlaku yang sopan, baik dalam bertutur dan berbuat serta menyenangkan orang lain. Sebagaimana tergambar pada ayat 18-19.
Dari hasil bacaan kita hari ini, mungkin kita bisa berkata bahwa anak yang baik, yang saleh, yang cerdas adalah dambaan semua orang tua. Untuk mewujudkannya, contoh yang diajarkan Lukman pada beberapa ayat pada Surah Luqman tersebut dapat menjadi bahan rujukan. Semoga keluarga, anak-anak kita, anak-anak dari tetangga, sahabat kita menjadi anak-anak yang saleh, yang cerdas, anak-anak yang kelak dapat menjaga ketaatan kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi bangsa dan negara.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Terlambat dipublish.
Graha, Makassar, Kamis, 25 Ramadhan 1440 H/ 30 Mei 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh lima Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Mendidik Anak, Mendambakan anak saleh yang cerdas
Hati senang dan bahagia, menjelang akhir ramadhan bisa ke mesjid bersama istri dan anak-anak untuk menunaikan serangkaian ibadah ; salat Isya, salat tarawih, salat witr, dan mendengarkan ceramah agama yang dilaksanakan sesudah salat Isya. Selain itu, rasa bahagia juga sangat terasa saat melihat anak-anak dalam keadaan sehat wal-afiat. Suatu sore, anak-anak mendekat. "A'ba tidak beli baju baru untuk dikenakan saat baca khuthbah Ied nanti ?" Tanya anak pertama kepada saya. Arah pertanyaan ini sudah terbaca. Anak saya mau beli baju baru. Berbeda dengan yang kedua yang tampak tenang sambil merefleksi telapak tangan saya. Sedang si bungsu minta didampingi saat muraja'ah 500 hadis tanpa sanad sebagai rekomendasi dari guru/ustadzahnya di MAN IC Gorontalo. Permintaan anak pertama dapat dipenuhi. Ternyata, setelah beberapa lembar baju baru tiba di rumah, anak kedua tidak terima. Ia juga ingin baju baru seperti kakaknya. Sebagai orang tua, saya segera memenuhi permintaannya. Kakak beradik dengan gerakan cepat mengambil motor dan berboncengan ke Mall. Saya juga tidak berpikir lama karena sejak 24 Mei Pemerintah sudah cairkan THR. Sedang permintaan anak ketiga dengan mudah dapat dipenuhi karena hanya mencocokkan hafalannya dengan redaksi hadis yang di muraja'ah diambil dari hadis Bukhari dan Muslim. Meski demikian ada yang mengganggu saya. Anak pertama yang dipercaya dosennya sebagai asisten Lab dalam mata kuliah Web, sudah dua kali ke kampus tidak menggunakan motornya. Ia selalu dijemput temannya. Usai berbuka puasa saya tanya, "Kenapa motormu nak, kok diparkir terus," tanyaku. "Tidak apa-apa A'ba, baikji." Jawabnya. Saya curiga motor bermasalah. Saya berkesimpulan membawa motor ke Bengkel Yamaha Resmi untuk diagnosa kemungkinan ia sakit. Saya dibonceng Anak pertama ke bengkel. Ternyata, hasil diagnosa menunjukkan bahwa motor Jupiter MX 135 itu memiliki penyakit. Master dan tali koplingnya harus diganti, dibelikan minyak rem, service kecil, dan ganti oli. Setelah saya tanyakan, kenapa nak tidak bilang kalau motornya tidak sehat, "Nanti A'ba marah", kata si sulung kepada saya. Sementara adiknya, jika motornya ada kelainan selalu disampaikan kepada saya. Dan alhamdulillah motor Yamaha MX King 150 milik anak kedua tidak hanya sehat, bersih, tetapi juga enak dipandang mata. Sedang si cewek, yang bungsu selain mengulang-ulang hafalan al-Quran dan hadisnya, ia juga sibuk mengerjakan tugas online dari MAN IC Gorontalo terkait penelitian sejarah di Benteng Rotterdam, Makam Sultan Hasanuddin di Makassar.
Dari apa yang dikemukakan terlihat bahwa anak-anak itu memiliki karakter yang berbeda. Ada yang terus terang ada yang tidak, dan ada yang santai. Semua orang tua mengharapkan anak-anaknya sukses, menjadi anak saleh yang cerdas. Beberapa pengalaman dari orang tua kita yang berhasil mendidik anak-anaknya mencontohkan bahwa :
1). Anak harus diajari keriangan. Meski anak melakukan kesalahan tetapi selalu diberi motivasi untuk melihat semua sisi kehidupan dengan cerah. Ia selalu digembirakan dalam beraktifitas. Anak yang periang akan selalu bersikap positif dalam melakukan sesuatu.
2). Anak diajari kasih sayang. Orang tua tidak perlu pelit memberikan pujian jika anak membutuhkannya. Orang tua selalu memberikan dukungan kepada anak jika melakukan suatu pilihan yang tepat, mengambil keputusan yang benar tanpa intervensi orang tua.
3). Sebagai manusia, baik orang tua dan anak memiliki kekurangan dan kesalahan. Karena itu, meski orang tua tidak mampu sempurna di hadapan anaknya, tetapi keteladanan tetap diutamakan. Anak harus merasa berbangga memiliki seorang Ayah yang perhatian dan kasih sayang.
Beberapa ayat al-Qur'an yang terkait :
Surah Luqman ayat 12-19 :
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya :
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya :
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya :
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya :
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Artinya :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya :
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya :
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
Artinya :
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Dari beberapa ayat yang disebutkan tergambar bagaimana orang tua (Lukman) mengajari akhlak kepada si anak.
1). Bersyukur kepada Allah. Ayat 12 dan 13, Lukman mengajarkan agar seorang anak harus selalu bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, dan tidak menyekutukan-Nya.
2). Menghormati orang tua. Ayat 14-15 memerintahkan agar anak memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya. Orang yang sangat berjasa dalam hidup ini.
3). Menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ayat 17 mengajarkan akhlak kepada sesama manusia. Seorang anak harus selalu menjaga silaturrahim antara sesama, saling menunjukkan kepada kebaikan dan menghindari keburukan.
4). Menghormati diri sendiri. Seorang anak agar mampu memposisikan diri secara wajar, pantas, terhormat di hadapan orang lain dengan tidak berlaku angkuh, sombong. Bertingkahlaku yang sopan, baik dalam bertutur dan berbuat serta menyenangkan orang lain. Sebagaimana tergambar pada ayat 18-19.
Dari hasil bacaan kita hari ini, mungkin kita bisa berkata bahwa anak yang baik, yang saleh, yang cerdas adalah dambaan semua orang tua. Untuk mewujudkannya, contoh yang diajarkan Lukman pada beberapa ayat pada Surah Luqman tersebut dapat menjadi bahan rujukan. Semoga keluarga, anak-anak kita, anak-anak dari tetangga, sahabat kita menjadi anak-anak yang saleh, yang cerdas, anak-anak yang kelak dapat menjaga ketaatan kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi bangsa dan negara.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Terlambat dipublish.
Graha, Makassar, Kamis, 25 Ramadhan 1440 H/ 30 Mei 2019
Comments
Post a Comment