Bersama al-Qur'an (115)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh tiga Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Menjelang Akhir Ramadhan :
Antara Suka dan Duka
Setiap ibadah ada masa, waktu, dan batasnya. Demikian halnya puasa di bulan ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan ke-9 dari penanggalan Islam. Ia datang hanya sekali setahun selama satu bulan (29/30 hari). Dalam perspektif Islam, bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia di antara bulan-bulan lainnya. Karena di bulan ramadhan terhimpun berbagai kegiatan yang mendatangkan kemuliaan. Di bulan ramadhan, orang mukmin melaksanakan puasa, mendirikan salat malam, membaca al-Qur'an. Bulan ramadhan juga merupakan bulan pengampunan, orang yang berpuasa dalam berbagai kesempatan memohon ampun kepada Allah, bulan sedekah, bulan berbuat baik, bulan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, dilipatgandakan kebaikan, doa-doa diijabah, derajat diangkat, kesalahan diampuni.
Orang mukmin yang berpuasa merasa senang dengan kedatangan bulan ramadhan. Kesenangan itu diwujudkan dalam aktifitas keseharian sejak hari pertama sampai hari ke-23 hari ini. Tidak ada hari tanpa prestasi ibadah. Kemuliaan bulan ramadhan yang tergambar pada nama-nama yang disandangnya, direspon dengan sebaik-baiknya. Mereka berpuasa, mendirikan salat malam, tarawih, witir, tahajjud. Mereka juga membaca al-Qur'an, menammatkan, menghafal, mempelajari kandungannya. Orang mukmin yang berpuasa juga senantiasa memohon ampun kepada Allah, dilanjutkan dengan berbuat baik, bersilaturrahim, mengeluarkan sedekah, menyantuni anak-anak yatim, fakir miskin, berbuka bersama dengan orang-orang yan tidak mampu. Setiap selesai mengerjakan salat wajib, kaum muslim selalu menyampaikan doa dan harapan agar diampuni Allah, dimasukkan ke dalam surga, dijauhkan dari siksa neraka dengan lafadz :
اشهد ان لاإله إلا الله
استغفر الله
نسألك الجنة ونعوذ بك من النار
اللهم انك عفو كريم تحب العفو فأعف عنا.
Sampai saat ini, setiap hari selalu saja ada kebaikan yang dilakukan ummat Islam karena ada keyakinan bahwa semua ibadah dilipatgandakan pahalanya. Semua aktifitas itu dilakukan dengan hati senang.
Perasaan senang ini tidak lama lagi akan berganti dengan perasaan duka, sedih. Ramadhan tidak lama lagi akan pergi jauh meninggalkan kita. Kita hanya punya kesempatan bersamanya beberapa hari lagi. Jika saat itu sampai, ramadhan betul-betul meninggalkan kita, maka pada saat itu kita kembali kepada hari-hari seperti biasa. Tidak ada salat tarawih, tidak ada lailatul qadr, pahala ibadah, bacaan al-Qur'an tidak lagi diganjar berlipat-lipat ganda.
Di hari keduapuluh tiga puasa hari ini, mungkin kita bisa berkata bahwa sebelum kita bersedih, sebelum puasa meninggalkan kita, rasa suka, senang yang kita rasakan sampai hari ini dapat dijaga, dipelihara dengan tetap merawat kebaikan-kebaikan, ibadah yang kita kerjakan sejak awal sampai saat ini. Semoga.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 23 Ramadhan 1440 H/ 28 Mei 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduapuluh tiga Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Menjelang Akhir Ramadhan :
Antara Suka dan Duka
Setiap ibadah ada masa, waktu, dan batasnya. Demikian halnya puasa di bulan ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan ke-9 dari penanggalan Islam. Ia datang hanya sekali setahun selama satu bulan (29/30 hari). Dalam perspektif Islam, bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia di antara bulan-bulan lainnya. Karena di bulan ramadhan terhimpun berbagai kegiatan yang mendatangkan kemuliaan. Di bulan ramadhan, orang mukmin melaksanakan puasa, mendirikan salat malam, membaca al-Qur'an. Bulan ramadhan juga merupakan bulan pengampunan, orang yang berpuasa dalam berbagai kesempatan memohon ampun kepada Allah, bulan sedekah, bulan berbuat baik, bulan terbukanya pintu-pintu surga, tertutupnya pintu-pintu neraka, dilipatgandakan kebaikan, doa-doa diijabah, derajat diangkat, kesalahan diampuni.
Orang mukmin yang berpuasa merasa senang dengan kedatangan bulan ramadhan. Kesenangan itu diwujudkan dalam aktifitas keseharian sejak hari pertama sampai hari ke-23 hari ini. Tidak ada hari tanpa prestasi ibadah. Kemuliaan bulan ramadhan yang tergambar pada nama-nama yang disandangnya, direspon dengan sebaik-baiknya. Mereka berpuasa, mendirikan salat malam, tarawih, witir, tahajjud. Mereka juga membaca al-Qur'an, menammatkan, menghafal, mempelajari kandungannya. Orang mukmin yang berpuasa juga senantiasa memohon ampun kepada Allah, dilanjutkan dengan berbuat baik, bersilaturrahim, mengeluarkan sedekah, menyantuni anak-anak yatim, fakir miskin, berbuka bersama dengan orang-orang yan tidak mampu. Setiap selesai mengerjakan salat wajib, kaum muslim selalu menyampaikan doa dan harapan agar diampuni Allah, dimasukkan ke dalam surga, dijauhkan dari siksa neraka dengan lafadz :
اشهد ان لاإله إلا الله
استغفر الله
نسألك الجنة ونعوذ بك من النار
اللهم انك عفو كريم تحب العفو فأعف عنا.
Sampai saat ini, setiap hari selalu saja ada kebaikan yang dilakukan ummat Islam karena ada keyakinan bahwa semua ibadah dilipatgandakan pahalanya. Semua aktifitas itu dilakukan dengan hati senang.
Perasaan senang ini tidak lama lagi akan berganti dengan perasaan duka, sedih. Ramadhan tidak lama lagi akan pergi jauh meninggalkan kita. Kita hanya punya kesempatan bersamanya beberapa hari lagi. Jika saat itu sampai, ramadhan betul-betul meninggalkan kita, maka pada saat itu kita kembali kepada hari-hari seperti biasa. Tidak ada salat tarawih, tidak ada lailatul qadr, pahala ibadah, bacaan al-Qur'an tidak lagi diganjar berlipat-lipat ganda.
Di hari keduapuluh tiga puasa hari ini, mungkin kita bisa berkata bahwa sebelum kita bersedih, sebelum puasa meninggalkan kita, rasa suka, senang yang kita rasakan sampai hari ini dapat dijaga, dipelihara dengan tetap merawat kebaikan-kebaikan, ibadah yang kita kerjakan sejak awal sampai saat ini. Semoga.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 23 Ramadhan 1440 H/ 28 Mei 2019
Comments
Post a Comment