Bersama al-Qur'an (108)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keenambelas Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Takut kepada-Nya dengan Menghormati-Nya
Laboratorium Spritual IAIN Ternate yang juga berfungsi sebagai mesjid kampus, sejak awal ramadhan 1440 H/2019 dua minggu lalu volume kegiatan semakin meningkat. Selain sebagai rumah tahfidz bagi para santri, para mahasiswa, juga menjadi pusat kajian keagamaan bagi mahasiswa yang dibina langsung oleh para ustadz, pembina ma'had. Khusus di bulan ramadhan ini, agenda setiap ba'da dzuhur, dilaksanakan kultum ramadhan yang disampaikan oleh para dosen secara bergilir. Topik-topik ceramah sepenuhnya ditentukan oleh penceramah. Dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, ceramah cukup menarik karena isinya bervariasi, kajian keagamaan dalam berbagai perspektif sesuai basic keilmuan penceramah.
Salah satu ceramah yang sudah disampaikan diangkat di dalam tulisan Bersama al-Qur'an (108) hari ini. Ceramah yang disampaikan pada hari Senin, 20 Mei 2019 M/15 Ramadhan 1440 H. Penceramah Dr. M. Djidin, M.Ag.
Setelah ucapan salam, hamdalah dan salawat kepada nabi saw, penceramah membacakan ayat :
طه (١) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (٣)
Artinya :
1.Thaahaa.
2. Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.
3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).
Ayat pertama طه (Thaahaa). Kata ini terdiri dari dua huruf sebagai awal surah. Dalam al-Qur'an ada 29 surah diawali dengan huruf hijaiyah yang disebut huruf muqaththa'ah. Ada satu huruf terdapat pada 3 surah, dua huruf pada 10 surah, tiga huruf pada 12 surah, empat huruf pada 2 surah, dan lima huruf pada 2 surah. Berbagai perbedaan pandangan ulama dalam memaknai huruf-huruf pembuka surah tersebut. Tiga di antaranya yang disebutkan : 1) Ayat tersebut termasuk ayat mutasyabih, hanya Allah yang mengetahui. 2). Huruf-huruf tersebut adalah nama-nama Allah, disandarkan kepada Allah. Misalnya الم = انا الله اعلم (Ana Allah A'lam), الر = انا الله اري Ana Allahu Ara). 3) Ada yang disandarkan kepada Nabi saw. Misalnya kata طه pada ayat yang sedang dibicarakan. Ayat ini berbicara kepada nabi Muhammad, jadi kata Thaha otomatis disandarkan kepada nabi saw. Huruf Tha singkatan dari Thaahir (طاهر) artinya bersih. Huruf kedua Haa singkatan dari Haad (هاد) artinya yang memberi petunjuk. Kedua kata ini ditujukan kepada nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang bersih dari dosa. Beliau memang manusia seperti manusia lainnya tetapi nabi menerima wahyu. Beliau selalu dalam penjagaan Allah. Al-Qur'an Surah al-Kahfi ayat 110 :
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ
Artinya :
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.
Pada Surah an-Najm ayat 3-4 :
(3). وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya.
(4). إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
Nabi saw sebagai pemberi petunjuk. Sebagai penerima wahyu, beliaulah yang menjadi mufassir pertama dan utama terhadap al-Qur'an yang dijelaskan kepada para murid sekaligus menjadi sahabatnya. Penjelasan tentang kandungan al-Qur'an yang disampaikan oleh nabi ini dan upaya para sahabat untuk memahaminya lebih dalam berlanjut ke generasi berikutnya, sambung menyambung dan akhirnya lahirlah para ulama pengkaji al-Qur'an, para mufassir di berbagai penjuru dunia dan petunjuk al-Qur'an itu juga melahirkan mufassir-mufassir, para pengkaji al-Qur'an di Indonesia. Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 151 :
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
Demikian penjelasan berkaitan ayat pertama. Penceramah lanjut ke ayat kedua :
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
Artinya :
Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar kamu menjadi susah.
Ayat ini terkait dengan di bagian akhir surah Maryam : كم اهلكنا قبلهم من قوم (berapa banyak yang telah kami binasakan kaum sebelumnya. Nabi merasa cemas kebinasaan itu kembali terjadi. Maka Allah berkata bahwa al-Qur'an tidak membuatmu susah.
Pada ayat ketiga :
إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ
Artinya : Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut.
Dalam berbagai literatur tafsir kata خشي bermakna takut. Takut yang didahului oleh pengetahuan. Artinya, rasa takut itu muncul karena tahu tentang yang ditakuti. Takut dalam pengertian ini tidak berarti menjauhi atau tidak menyukai yang ditakuti. Tetapi justru menghormatinya, mengaguminya. Yang dimaksud adalah takut kepada Allah, menghormati-Nya, mengagumi-Nya. Jadi, orang yang takut kepada Allah adalah dengan cara memuliakan-Nya, mengikuti-Nya, menaati perintah-perintah-Nya. Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa al-Qur'an itu tidak akan menyusahkan orang yang takut, yang taat. Al-Qur'an akan menjadi daya dorong, penyemangat yang selalu mengingatkan. Al-Qur'an akan memudahkan bagi orang yang takut yaitu orang yang mempelajari, memahami, mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an. Beberapa sahabat nabi dan pengikutnya yang sebelumnya adalah non muslim, berkat al-Qur'an mereka kemudian menjadi sahabat dan pembela nabi. Banyak negara maju non muslim karena mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an, nilai kejujuran, etos kerja yang tinggi, kedisiplinan, keuletan, dan lain-lain. Takut dapat juga dimaknai takut kepada masa depan, masa depan anak-anak, masa depan ummat Islam. Takut kepada masa depan artinya harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Masa depan anak-anak harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebagai muslim yang baik, al-Qur'an sebagai kitab peringatan, petunjuk, memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melakukan perubahan kepada setiap pribadi muslim tetapi syaratnya kita takut kepada Allah, kita mengaguminya dengan memelihara ketaatan kepadan-Nya, menggali nilai-nilai al-Qur'an dan mengamalkannya.
Semoga hidayah Allah selalu bersama kita
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 16 Ramadhan 1440 H/ 21 Mei 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keenambelas Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Takut kepada-Nya dengan Menghormati-Nya
Laboratorium Spritual IAIN Ternate yang juga berfungsi sebagai mesjid kampus, sejak awal ramadhan 1440 H/2019 dua minggu lalu volume kegiatan semakin meningkat. Selain sebagai rumah tahfidz bagi para santri, para mahasiswa, juga menjadi pusat kajian keagamaan bagi mahasiswa yang dibina langsung oleh para ustadz, pembina ma'had. Khusus di bulan ramadhan ini, agenda setiap ba'da dzuhur, dilaksanakan kultum ramadhan yang disampaikan oleh para dosen secara bergilir. Topik-topik ceramah sepenuhnya ditentukan oleh penceramah. Dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, ceramah cukup menarik karena isinya bervariasi, kajian keagamaan dalam berbagai perspektif sesuai basic keilmuan penceramah.
Salah satu ceramah yang sudah disampaikan diangkat di dalam tulisan Bersama al-Qur'an (108) hari ini. Ceramah yang disampaikan pada hari Senin, 20 Mei 2019 M/15 Ramadhan 1440 H. Penceramah Dr. M. Djidin, M.Ag.
Setelah ucapan salam, hamdalah dan salawat kepada nabi saw, penceramah membacakan ayat :
طه (١) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (٣)
Artinya :
1.Thaahaa.
2. Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.
3. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).
Ayat pertama طه (Thaahaa). Kata ini terdiri dari dua huruf sebagai awal surah. Dalam al-Qur'an ada 29 surah diawali dengan huruf hijaiyah yang disebut huruf muqaththa'ah. Ada satu huruf terdapat pada 3 surah, dua huruf pada 10 surah, tiga huruf pada 12 surah, empat huruf pada 2 surah, dan lima huruf pada 2 surah. Berbagai perbedaan pandangan ulama dalam memaknai huruf-huruf pembuka surah tersebut. Tiga di antaranya yang disebutkan : 1) Ayat tersebut termasuk ayat mutasyabih, hanya Allah yang mengetahui. 2). Huruf-huruf tersebut adalah nama-nama Allah, disandarkan kepada Allah. Misalnya الم = انا الله اعلم (Ana Allah A'lam), الر = انا الله اري Ana Allahu Ara). 3) Ada yang disandarkan kepada Nabi saw. Misalnya kata طه pada ayat yang sedang dibicarakan. Ayat ini berbicara kepada nabi Muhammad, jadi kata Thaha otomatis disandarkan kepada nabi saw. Huruf Tha singkatan dari Thaahir (طاهر) artinya bersih. Huruf kedua Haa singkatan dari Haad (هاد) artinya yang memberi petunjuk. Kedua kata ini ditujukan kepada nabi Muhammad saw. Beliau adalah orang bersih dari dosa. Beliau memang manusia seperti manusia lainnya tetapi nabi menerima wahyu. Beliau selalu dalam penjagaan Allah. Al-Qur'an Surah al-Kahfi ayat 110 :
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ
Artinya :
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.
Pada Surah an-Najm ayat 3-4 :
(3). وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya.
(4). إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
Nabi saw sebagai pemberi petunjuk. Sebagai penerima wahyu, beliaulah yang menjadi mufassir pertama dan utama terhadap al-Qur'an yang dijelaskan kepada para murid sekaligus menjadi sahabatnya. Penjelasan tentang kandungan al-Qur'an yang disampaikan oleh nabi ini dan upaya para sahabat untuk memahaminya lebih dalam berlanjut ke generasi berikutnya, sambung menyambung dan akhirnya lahirlah para ulama pengkaji al-Qur'an, para mufassir di berbagai penjuru dunia dan petunjuk al-Qur'an itu juga melahirkan mufassir-mufassir, para pengkaji al-Qur'an di Indonesia. Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 151 :
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
Demikian penjelasan berkaitan ayat pertama. Penceramah lanjut ke ayat kedua :
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
Artinya :
Kami tidak menurunkan al-Quran ini kepadamu (Muhammad) agar kamu menjadi susah.
Ayat ini terkait dengan di bagian akhir surah Maryam : كم اهلكنا قبلهم من قوم (berapa banyak yang telah kami binasakan kaum sebelumnya. Nabi merasa cemas kebinasaan itu kembali terjadi. Maka Allah berkata bahwa al-Qur'an tidak membuatmu susah.
Pada ayat ketiga :
إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ
Artinya : Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut.
Dalam berbagai literatur tafsir kata خشي bermakna takut. Takut yang didahului oleh pengetahuan. Artinya, rasa takut itu muncul karena tahu tentang yang ditakuti. Takut dalam pengertian ini tidak berarti menjauhi atau tidak menyukai yang ditakuti. Tetapi justru menghormatinya, mengaguminya. Yang dimaksud adalah takut kepada Allah, menghormati-Nya, mengagumi-Nya. Jadi, orang yang takut kepada Allah adalah dengan cara memuliakan-Nya, mengikuti-Nya, menaati perintah-perintah-Nya. Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa al-Qur'an itu tidak akan menyusahkan orang yang takut, yang taat. Al-Qur'an akan menjadi daya dorong, penyemangat yang selalu mengingatkan. Al-Qur'an akan memudahkan bagi orang yang takut yaitu orang yang mempelajari, memahami, mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an. Beberapa sahabat nabi dan pengikutnya yang sebelumnya adalah non muslim, berkat al-Qur'an mereka kemudian menjadi sahabat dan pembela nabi. Banyak negara maju non muslim karena mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an, nilai kejujuran, etos kerja yang tinggi, kedisiplinan, keuletan, dan lain-lain. Takut dapat juga dimaknai takut kepada masa depan, masa depan anak-anak, masa depan ummat Islam. Takut kepada masa depan artinya harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Masa depan anak-anak harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Sebagai muslim yang baik, al-Qur'an sebagai kitab peringatan, petunjuk, memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melakukan perubahan kepada setiap pribadi muslim tetapi syaratnya kita takut kepada Allah, kita mengaguminya dengan memelihara ketaatan kepadan-Nya, menggali nilai-nilai al-Qur'an dan mengamalkannya.
Semoga hidayah Allah selalu bersama kita
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Selasa, 16 Ramadhan 1440 H/ 21 Mei 2019
Comments
Post a Comment