Bersama al-Qur'an (104)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduablas Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Puasa Sufi
Tasawuf secara sederhana dapat dimaknai dengan upaya membersihkan hati dengan sebersih-bersihnya. Tasawuf adalah metode atau cara, jalan yang dilalui oleh seorang hamba (sufi) untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah dengan sungguh-sungguh, secara total melaksanakan ibadah, mendidik jiwa, membersihkan hati dari akhlak yang buruk dan menghias diri dengan akhlak yang mulia.
Dalam perkembangannya, tasawuf kemudian menjadi ilmu tersendiri dalam Islam, punya madzhab sebagaimana dikenal dalam madzhab fiqhi dengan tokoh-tokoh, para Imam madzhab. Dalam tasawuf juga ada tokoh-tokoh utamanya yang kemudian dikenal memiliki berbagai tarekat yang didirikan. Nama-nama tarekat biasanya disandarkan kepada nama pendirinya. Tidak kurang dari 20 tarekat di dunia yang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat. Tarekat yang dimaksud :
1. الطريقة القادرية
2. الطريقة السعدية
3. الطريقة الرفاعية
4. الطريقة الأحمدية أو البدوية
5. الطريقة السهروردية
6. الطريقة الاكبرية
7. طريقة السادة آل باعلوي
8. الطريقة الشاذلية
9. الطريقة البرهانية الدسوقية
10. الطريقة القزلباشية
11. الطريقة البكتاشية
12. الطريقة النقشبندية
13. الطريقة العروسية
14. الطريقة العيساوية
15. الطريقة الخلوتية
16. الطريقة السمانية
17. الطريقة الفاضلية
18. الطريقة التيجانية
19. الطريقة الإدريسية
20. الطريقة المولوية
21. الطريقة الختمية
22. الطريقة السنوسية
23. الطريقة الكسنزانية
24. الطريقة العلاوية
25. الطريقة الجعفرية
26. الطريقة القادرية البودشيشية
27. الطريقة النونية الرفاعية الشافعية
28. الطريقة الكركرية
Di Mesir, tasawuf, tarekat tumbuh subur. Di berbagai tempat, di mesjid, di rumah-rumah, yayasan tertentu dapat ditemukan kajian dan praktek tasawuf, tarekat. Pada tahun 2007 saya bersama kawan-kawan dari Indonesia dan kawan-kawan yang sedang studi di Mesir, menghadiri kajian tasawuf di suatu tempat, semacam yayasan sekitar 100 km dari kota Kairo. Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh sufi dunia. Acara diskusi selalu diagendakan pada waktu-waktu tertentu.
Di Indonesia komunitas tasawuf, tarekat yang berkembang di masyarakat antara lain tarekat Qadiriyah, khalwatiyah, sammaniyah, dan lain-lain. Para pengikut tarekat itu semuanya bertujuan membersihkan hati dengan sesuci-sucinya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Perbedaan antara tarekat yang satu dengan tarekat lainnya di antaranya bacaan-bacaan, wirid, metode yang diterima dari sang guru, mursyid. Mursyid suatu tarekat dengan mursyid tarekat lainnya dan guru-gurunya sambung menyambung ketemu di suatu jalur karena semua sampai ke Ali bin Abi Thalib ra lalu ke rasul saw. Di dalam masyarakat ada dua cara bertasawuf yaitu belajar langsung dari berbagai literatur dan yang kedua, disamping belajar dari literatur juga memiliki pembimbing atau mursyid.
Tasawuf atau madzhab tasawuf merujuk kepada al-Qur'an dan sunnah Nabi. Dengan demikian praktek tasawuf tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Jika ada praktek tasawuf tidak menjalankan syariat, maka ia sudah keluar dari substansi tasawuf yang sesungguhnya.
Firman Allah dalam Surah al-A'la ayat 14-15 :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Artinya :
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).
15. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu mengerjakan salat.
Dalam praktek ibadah, orang yang tidak bertasawuf lebih dominan istiqamah menjalankan syariahnya yang tampak secara fisik. Misalnya, berpuasa dengan menahan lapar dan minum. Tetapi dalam praktek keseharian masih terdengar ucapan-ucapan negatif. Bagi seorang sufi, bukan hanya fisiknya yang berpuasa tetapi hatinya, lisan, tutur katanya, anggota badannya juga ikut berpuasa. Singkatnya, puasa lahir dan batin.
Jika kita sederhanakan, semua aktifitas yang dijalani ada tasawufnya, ada unsurnya yang paling dalam. Karena itu tasawuf dapat dipraktekkan oleh siapapun.
Di era kita saat ini, peran tasawuf semakin dibutuhkan. Ketika orang sibuk mencari pembenaran masing-masing, tasawwuf mengajak kedamaian, kesucian jiwa, kebersihan hati. Tasawuf mendorong untuk bekerja dengan tulus, berkarya dan berprestasi untuk kemanusiaan, ikhlas karena Allah swt.
Di hari keduabelas puasa hari ini, sebagai muslim yang taat, tentusaja kita akan berusaha berpuasa, beribadah, berinteraksi sosial dengan sebaik-baiknya. Kita bersilaturrahim dari hati ke hati. Kita berpuasa bukan hanya fisiknya tetapi juga hatinya, batinnya, ruhaninya. Yaitu puasa إيمانا واحتسابا.
Semoga.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Jumat, 12 Ramadhan 1440 H/ 17 Mei 2019
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Hari Keduablas Puasa
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Puasa Sufi
Tasawuf secara sederhana dapat dimaknai dengan upaya membersihkan hati dengan sebersih-bersihnya. Tasawuf adalah metode atau cara, jalan yang dilalui oleh seorang hamba (sufi) untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah dengan sungguh-sungguh, secara total melaksanakan ibadah, mendidik jiwa, membersihkan hati dari akhlak yang buruk dan menghias diri dengan akhlak yang mulia.
Dalam perkembangannya, tasawuf kemudian menjadi ilmu tersendiri dalam Islam, punya madzhab sebagaimana dikenal dalam madzhab fiqhi dengan tokoh-tokoh, para Imam madzhab. Dalam tasawuf juga ada tokoh-tokoh utamanya yang kemudian dikenal memiliki berbagai tarekat yang didirikan. Nama-nama tarekat biasanya disandarkan kepada nama pendirinya. Tidak kurang dari 20 tarekat di dunia yang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat. Tarekat yang dimaksud :
1. الطريقة القادرية
2. الطريقة السعدية
3. الطريقة الرفاعية
4. الطريقة الأحمدية أو البدوية
5. الطريقة السهروردية
6. الطريقة الاكبرية
7. طريقة السادة آل باعلوي
8. الطريقة الشاذلية
9. الطريقة البرهانية الدسوقية
10. الطريقة القزلباشية
11. الطريقة البكتاشية
12. الطريقة النقشبندية
13. الطريقة العروسية
14. الطريقة العيساوية
15. الطريقة الخلوتية
16. الطريقة السمانية
17. الطريقة الفاضلية
18. الطريقة التيجانية
19. الطريقة الإدريسية
20. الطريقة المولوية
21. الطريقة الختمية
22. الطريقة السنوسية
23. الطريقة الكسنزانية
24. الطريقة العلاوية
25. الطريقة الجعفرية
26. الطريقة القادرية البودشيشية
27. الطريقة النونية الرفاعية الشافعية
28. الطريقة الكركرية
Di Mesir, tasawuf, tarekat tumbuh subur. Di berbagai tempat, di mesjid, di rumah-rumah, yayasan tertentu dapat ditemukan kajian dan praktek tasawuf, tarekat. Pada tahun 2007 saya bersama kawan-kawan dari Indonesia dan kawan-kawan yang sedang studi di Mesir, menghadiri kajian tasawuf di suatu tempat, semacam yayasan sekitar 100 km dari kota Kairo. Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh sufi dunia. Acara diskusi selalu diagendakan pada waktu-waktu tertentu.
Di Indonesia komunitas tasawuf, tarekat yang berkembang di masyarakat antara lain tarekat Qadiriyah, khalwatiyah, sammaniyah, dan lain-lain. Para pengikut tarekat itu semuanya bertujuan membersihkan hati dengan sesuci-sucinya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Perbedaan antara tarekat yang satu dengan tarekat lainnya di antaranya bacaan-bacaan, wirid, metode yang diterima dari sang guru, mursyid. Mursyid suatu tarekat dengan mursyid tarekat lainnya dan guru-gurunya sambung menyambung ketemu di suatu jalur karena semua sampai ke Ali bin Abi Thalib ra lalu ke rasul saw. Di dalam masyarakat ada dua cara bertasawuf yaitu belajar langsung dari berbagai literatur dan yang kedua, disamping belajar dari literatur juga memiliki pembimbing atau mursyid.
Tasawuf atau madzhab tasawuf merujuk kepada al-Qur'an dan sunnah Nabi. Dengan demikian praktek tasawuf tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Jika ada praktek tasawuf tidak menjalankan syariat, maka ia sudah keluar dari substansi tasawuf yang sesungguhnya.
Firman Allah dalam Surah al-A'la ayat 14-15 :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Artinya :
14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).
15. Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu mengerjakan salat.
Dalam praktek ibadah, orang yang tidak bertasawuf lebih dominan istiqamah menjalankan syariahnya yang tampak secara fisik. Misalnya, berpuasa dengan menahan lapar dan minum. Tetapi dalam praktek keseharian masih terdengar ucapan-ucapan negatif. Bagi seorang sufi, bukan hanya fisiknya yang berpuasa tetapi hatinya, lisan, tutur katanya, anggota badannya juga ikut berpuasa. Singkatnya, puasa lahir dan batin.
Jika kita sederhanakan, semua aktifitas yang dijalani ada tasawufnya, ada unsurnya yang paling dalam. Karena itu tasawuf dapat dipraktekkan oleh siapapun.
Di era kita saat ini, peran tasawuf semakin dibutuhkan. Ketika orang sibuk mencari pembenaran masing-masing, tasawwuf mengajak kedamaian, kesucian jiwa, kebersihan hati. Tasawuf mendorong untuk bekerja dengan tulus, berkarya dan berprestasi untuk kemanusiaan, ikhlas karena Allah swt.
Di hari keduabelas puasa hari ini, sebagai muslim yang taat, tentusaja kita akan berusaha berpuasa, beribadah, berinteraksi sosial dengan sebaik-baiknya. Kita bersilaturrahim dari hati ke hati. Kita berpuasa bukan hanya fisiknya tetapi juga hatinya, batinnya, ruhaninya. Yaitu puasa إيمانا واحتسابا.
Semoga.
آمين يا رب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
Ternate, Jumat, 12 Ramadhan 1440 H/ 17 Mei 2019
Comments
Post a Comment