Bersam al-Qur'an (123)
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Khuthbah Iiid al-Fithri 1440 H
Mesjid Al-Jafar
Graha Lestari Makassar
Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah Allah SWT, di pagi yang cerah ini kita dapat bersama-sama melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 H/2019 M di mesjid yang kita muliakan ini dengan penuh kebahagiaan, dan persaudaraan. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw, atas jasa besarnya kita bisa menjadi orang yang sangat beruntung menjadi orang-orang beriman yang dijanji oleh Allah sebagai penghuni surga. Al-Qur'an Surah at-Taubah ayat 72 :
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
Allahu Akbar 3X Walillahilhamd
Derajat mukmin adalah posisi terhormat karena orang mukmin dapat memelihara diri dan memberi rasa aman kepada orang lain.
Itulah sebabnya perintah berpuasa ditujukan kepada orang beriman.
ياايها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام
Alhamdulillah tugas yang tidak ringan itu dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, hari ini kita resmi diberi gelar oleh Allah swt sebagai orang bertakwa sebagaimana janjinya :
لعلكم تتقون
Takwa atau muttaqin dapat dianalogikan dengan kapal pembebasan, kapal penyelamat. Kapal inilah yang kita tumpangi dalam mengarungi kehidupan yang luas ini. Selama kita naik kapal takwa, hidup kita tidak akan mengalami kesulitan, akan ada jalan keluar :
Surah at-Talaq ayat 2 :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Artinya :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Surah at-Talaq ayat 4 :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya :
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
Orang yang bertakwa juga akan memperoleh rezeki yang tidak diketahui dari mana datangnya.
Surah at-Talaq ayat 3 :
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya :
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Sebagai orang yang bertakwa, jalan yang dilalui akan lancar, akan selalu terjaga. Al-Qur'an Surah al-Hadid ayat 28 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْرَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari Surah tersebut ada ayat :
ويجعل لكم نورا تمشون به
Artinya :
.... dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan. Menurut ulama, kata cahaya diartikan dengan petunjuk agama.
Jadi, orang yang bertakwa akan selalu dituntun oleh cahaya yaitu petunjuk agama. Kalau manusia dianalogikan sebagai kendaraan maka driver(pengemudinya) adalah hidayah agama. Oleh karena itu orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, akan selalu berjalan lurus, selalu berada dalam kebenaran.
Bahkan perjalanan orang takwa tidak akan mengalami kesulitan sampai ke akhirat ke dalam surga. Al-Qur'an Surah al-Hijr ayat 45 :
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Jamaah Ied yang berbahagia
Meskipun kita mengendarai kendaraan takwa, tidak berarti tidak ada penghalang dan rintangan. Salah satu rintangan yang bisa menghalangi adalah terputus nya hubungan silaturrahim. Ada beberapa faktor yang bisa merenggangkan persaudaraan antar manusia. Di antaranya perbedaan pilihan. Kita bangsa Indonesia belum lama ini telah melaksanakan agenda besar, Pemilihan Presiden. Siapapun yang kita pilih tidak dapat dijadikan alasan memutus persaudaraan dengan orang yang memiliki pilihan yang berbeda. Demikian halnya dalam perbedaan paham, aliran, madzhab. Karena ber madzhab Makkah dan Madinah maka harus menjaga jarak dengan orang yang ber madzhab Mesir dan lainnya. Bahkan tidak ridha salat bersama dalam satu mesjid karena berbeda paham dan penafsiran. Ini dapat mencemari pakaian takwa yang sedang kita pakai. Bahkan Allah mengingatkan secara keras :
Al-Qur'an Surah Muhammad ayat 22-23 :
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. (QS Muhammad: 22-23).
Dalam hadis Rasulullah saw :
لا يدخل الجنة قاطع رحم
Orang yang memutuskan silaturrahim tidak akan masuk surga.
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Oleh karena itulah, di hari pertama bulan Syawal 1440 H ini, kita rekat persaudaraan demi kokohnya persatuan.
Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 10 ;
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim)
Ketika tangan kiri kita terluka, tergores oleh pisau; mengalir darah dengan derasnya, kita dapat melihat tangan kanan kita akan berusaha sedemikian rupa untuk menutup luka di tangan kiri supaya darah itu tidak terus mengalir dengan deras. Lalu kedua kaki dan kedua mata kita bekerjasama berusaha untuk mencari obat agar luka yang dialami oleh tangan kiri tersebut tidak menjadi parah.
Seperti itulah gambaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang persaudaraan orang-orang yang beriman.
Ketika ada saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan, kita hendaknya membantu mereka dengan apa yang bisa kita lakukan. Ketika ada tetangga kita yang sedang tertimpa musibah, ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala maka kita berusaha untuk mencoba meringankan beban saudara kita (dari sebuah sumber).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan dalam hadits yang lain.
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan yang lainnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Di akhir khuthbah ini kami akan menyampaikan sebuah kisah sebuah bentuk persaudaraan.
Suatu waktu, dua bersaudara membawa seorang laki-laki lusuh kepada Amirul Mukminin. Kedua laki-laki itu minta keadilan kepada Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab. Ya Amiral Mukminin, laki-laki ini telah membunuh bapak kami. Amiral Mukminin berkata kepada tertuduh. Apa betul kamu membunuh ? Tanya Umar bin Khattab ra kepada laki-laki lusuh. "Betul ya Amiral Mukminin". Jawabnya. Coba kamu certakan. "Saya diberi amanah oleh masyarakat di kampung saya untuk suatu urusan. Setelah tiba di satu tempat, saya ikat unta saya. Alangkah herannya, tatkala saya tiba saya lihat unta saya sedang disembelih oleh orang yang sudah tua. Saya sangat marah, lalu saya bunuh orang tua itu",jawab pemuda. Rupanya Amiral Mukminin menaruh hormat terhadap pemuda lusuh yang terkesan jujur. Namun hukum tetap dilaksanakan. Tiba-tiba pemuda berkata dan meminta kepada Khalifah Umar agar penyembelihan terhadap dirinya ditunda karena ingin menyampaikan amanah masyarakat yang menugaskannya di kampung. Muncul masalah baru karena harus ada jaminan. Tiba-tiba sahabat Salman al-Farisi menyatakan kesiapan. Artinya, kalau pemuda tidak datang maka Salman sahabat yang dihormati itu yang akan dihukum mati. Karena lama menunggu, pemuda lusuh tidak kunjung datang, maka Salman segera menyiapkan diri. Pada saat yang bersamaan, pemuda lusuh itu muncul seperti merayap karena kelelahan. Saat tertuduh akan dieksekusi mati, tiba-tiba dua laki-laki bersaudara mencabut tuntutannya dengan alasan persaudaraan (dari sebuah sumber).
Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh
Akhirnya semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan untuk menjaga, merawat pakaian takwa yang kita pakai, menjadikan kita sebagai orang-orang yang suka memberi maaf, senang bersilaturrahim, merekat persaudaraan dan persatuan. Aamiin YRA.
Semoga bermanfaat.
آمين يارب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
OTW Makassar-Tinambung-Majene
Sulawesi Barat
01 Syawal 1440 H/Rabu, 05 Juni 2019 M
(إقرأ)
M. Djidin
IAIN Ternate
Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an.
Ayat kauniyah adalah ayat
atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini.
Bacaan kita hari ini :
Khuthbah Iiid al-Fithri 1440 H
Mesjid Al-Jafar
Graha Lestari Makassar
Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah Allah SWT, di pagi yang cerah ini kita dapat bersama-sama melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 H/2019 M di mesjid yang kita muliakan ini dengan penuh kebahagiaan, dan persaudaraan. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw, atas jasa besarnya kita bisa menjadi orang yang sangat beruntung menjadi orang-orang beriman yang dijanji oleh Allah sebagai penghuni surga. Al-Qur'an Surah at-Taubah ayat 72 :
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
Allahu Akbar 3X Walillahilhamd
Derajat mukmin adalah posisi terhormat karena orang mukmin dapat memelihara diri dan memberi rasa aman kepada orang lain.
Itulah sebabnya perintah berpuasa ditujukan kepada orang beriman.
ياايها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام
Alhamdulillah tugas yang tidak ringan itu dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, hari ini kita resmi diberi gelar oleh Allah swt sebagai orang bertakwa sebagaimana janjinya :
لعلكم تتقون
Takwa atau muttaqin dapat dianalogikan dengan kapal pembebasan, kapal penyelamat. Kapal inilah yang kita tumpangi dalam mengarungi kehidupan yang luas ini. Selama kita naik kapal takwa, hidup kita tidak akan mengalami kesulitan, akan ada jalan keluar :
Surah at-Talaq ayat 2 :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Artinya :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Surah at-Talaq ayat 4 :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya :
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
Orang yang bertakwa juga akan memperoleh rezeki yang tidak diketahui dari mana datangnya.
Surah at-Talaq ayat 3 :
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya :
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Sebagai orang yang bertakwa, jalan yang dilalui akan lancar, akan selalu terjaga. Al-Qur'an Surah al-Hadid ayat 28 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْرَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari Surah tersebut ada ayat :
ويجعل لكم نورا تمشون به
Artinya :
.... dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan. Menurut ulama, kata cahaya diartikan dengan petunjuk agama.
Jadi, orang yang bertakwa akan selalu dituntun oleh cahaya yaitu petunjuk agama. Kalau manusia dianalogikan sebagai kendaraan maka driver(pengemudinya) adalah hidayah agama. Oleh karena itu orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, akan selalu berjalan lurus, selalu berada dalam kebenaran.
Bahkan perjalanan orang takwa tidak akan mengalami kesulitan sampai ke akhirat ke dalam surga. Al-Qur'an Surah al-Hijr ayat 45 :
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Jamaah Ied yang berbahagia
Meskipun kita mengendarai kendaraan takwa, tidak berarti tidak ada penghalang dan rintangan. Salah satu rintangan yang bisa menghalangi adalah terputus nya hubungan silaturrahim. Ada beberapa faktor yang bisa merenggangkan persaudaraan antar manusia. Di antaranya perbedaan pilihan. Kita bangsa Indonesia belum lama ini telah melaksanakan agenda besar, Pemilihan Presiden. Siapapun yang kita pilih tidak dapat dijadikan alasan memutus persaudaraan dengan orang yang memiliki pilihan yang berbeda. Demikian halnya dalam perbedaan paham, aliran, madzhab. Karena ber madzhab Makkah dan Madinah maka harus menjaga jarak dengan orang yang ber madzhab Mesir dan lainnya. Bahkan tidak ridha salat bersama dalam satu mesjid karena berbeda paham dan penafsiran. Ini dapat mencemari pakaian takwa yang sedang kita pakai. Bahkan Allah mengingatkan secara keras :
Al-Qur'an Surah Muhammad ayat 22-23 :
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. (QS Muhammad: 22-23).
Dalam hadis Rasulullah saw :
لا يدخل الجنة قاطع رحم
Orang yang memutuskan silaturrahim tidak akan masuk surga.
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Oleh karena itulah, di hari pertama bulan Syawal 1440 H ini, kita rekat persaudaraan demi kokohnya persatuan.
Firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 10 ;
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٌ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim)
Ketika tangan kiri kita terluka, tergores oleh pisau; mengalir darah dengan derasnya, kita dapat melihat tangan kanan kita akan berusaha sedemikian rupa untuk menutup luka di tangan kiri supaya darah itu tidak terus mengalir dengan deras. Lalu kedua kaki dan kedua mata kita bekerjasama berusaha untuk mencari obat agar luka yang dialami oleh tangan kiri tersebut tidak menjadi parah.
Seperti itulah gambaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang persaudaraan orang-orang yang beriman.
Ketika ada saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan, kita hendaknya membantu mereka dengan apa yang bisa kita lakukan. Ketika ada tetangga kita yang sedang tertimpa musibah, ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala maka kita berusaha untuk mencoba meringankan beban saudara kita (dari sebuah sumber).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan dalam hadits yang lain.
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan yang lainnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Allahu Akbar 3X
Walillahilhamd
Di akhir khuthbah ini kami akan menyampaikan sebuah kisah sebuah bentuk persaudaraan.
Suatu waktu, dua bersaudara membawa seorang laki-laki lusuh kepada Amirul Mukminin. Kedua laki-laki itu minta keadilan kepada Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab. Ya Amiral Mukminin, laki-laki ini telah membunuh bapak kami. Amiral Mukminin berkata kepada tertuduh. Apa betul kamu membunuh ? Tanya Umar bin Khattab ra kepada laki-laki lusuh. "Betul ya Amiral Mukminin". Jawabnya. Coba kamu certakan. "Saya diberi amanah oleh masyarakat di kampung saya untuk suatu urusan. Setelah tiba di satu tempat, saya ikat unta saya. Alangkah herannya, tatkala saya tiba saya lihat unta saya sedang disembelih oleh orang yang sudah tua. Saya sangat marah, lalu saya bunuh orang tua itu",jawab pemuda. Rupanya Amiral Mukminin menaruh hormat terhadap pemuda lusuh yang terkesan jujur. Namun hukum tetap dilaksanakan. Tiba-tiba pemuda berkata dan meminta kepada Khalifah Umar agar penyembelihan terhadap dirinya ditunda karena ingin menyampaikan amanah masyarakat yang menugaskannya di kampung. Muncul masalah baru karena harus ada jaminan. Tiba-tiba sahabat Salman al-Farisi menyatakan kesiapan. Artinya, kalau pemuda tidak datang maka Salman sahabat yang dihormati itu yang akan dihukum mati. Karena lama menunggu, pemuda lusuh tidak kunjung datang, maka Salman segera menyiapkan diri. Pada saat yang bersamaan, pemuda lusuh itu muncul seperti merayap karena kelelahan. Saat tertuduh akan dieksekusi mati, tiba-tiba dua laki-laki bersaudara mencabut tuntutannya dengan alasan persaudaraan (dari sebuah sumber).
Ma‘âsyiral muslimin wal muslimat rahimakumullâh
Akhirnya semoga Allah SWT selalu memberi kekuatan untuk menjaga, merawat pakaian takwa yang kita pakai, menjadikan kita sebagai orang-orang yang suka memberi maaf, senang bersilaturrahim, merekat persaudaraan dan persatuan. Aamiin YRA.
Semoga bermanfaat.
آمين يارب العٰلمين
والله أعلم بالصواب
OTW Makassar-Tinambung-Majene
Sulawesi Barat
01 Syawal 1440 H/Rabu, 05 Juni 2019 M
Comments
Post a Comment