Bersama al-Qur'an (79)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Bacaan kita yang ke-79 ini adalah ayat kauniyah. Sebagaimana biasanya, ayat-ayat qauliyah menjadi penjelas.
"Siksa yang amat berat" dan "Kasih Sayang"
Mungkin masih tersimpan dalam memori betapa besar cobaan yang menimpa masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi dengan terjadinya gempa dan tsunami, sepuluh hari lalu, 28 September 2018. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, kehilangan kendaraan, kehilangan orangtua, kehilangan anak, bahkan menurut berita Minggu, 07 Oktober 2018, jumlah yang sudah ditemukan meninggal dunia, 1. 763 orang (upaya evakuasi masih berjalan).
Mungkin juga ada yang bertanya mengapa Allah Swt mengizinkan banyak anak yang tidak berdosa ditinggal mati oleh orangtuanya, banyak orang-orang baik kehilangan harta, kehilangan istri, bahkan orang yang dikenal sangat baik Guru Besar Matematika UNM bersama istri juga turut menjadi korban dan meninggal disebabkan reruntuhan bangunan hotel tempat menginap, dll.
Sebagai hamba Allah, manusia yang lemah, tidak punya kemampuan untuk memahami secara pasti kehendak Allah swt. tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang diketahui oleh manusia.
Al-Qur'an Surah al-Maidah ayat 116 :
Al-Qur'an Surah al-Maidah ayat 116 :
ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
"Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
Manusia hanya berusaha memahami apa yang diinformasikan Allah melalui ayat-ayat-Nya. Dari ayat-ayat al-Qur'an itu, para ulama memahami bahwa ada dua sifat Allah yang disebut bergandengan, bersama-sama dalam beberapa ayat. Kedua sifat itu adalah sifat Jalilah dan sifat Jamilah.
1. Sifat Jalilah :
Sifat Jalilah ialah sifat yang menunjukkan kekuasaan, kehebatan, kerasnya ancaman dan azab Allah. Peristiwa gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi menggambarkan kekuasaan Allah, kehebatan Allah swt.
1. Sifat Jalilah :
Sifat Jalilah ialah sifat yang menunjukkan kekuasaan, kehebatan, kerasnya ancaman dan azab Allah. Peristiwa gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi menggambarkan kekuasaan Allah, kehebatan Allah swt.
Peristiwa yang menghilangkan (melepaskan) banyak nyawa, memporak-porandakan gedung perkantoran, hotel, tempat tinggal itu, bukti bahwa kerasnya siksa, penderitaan yang dirasakan oleh manusia, artinya, Allah swt maha cepat perhitungan-Nya, maha keras ancaman-Nya, dan siksa-Nya yang dalam istilah al-Qur'an disebut شَدِيْدُ الْعِقاَبِ (syadiidul 'iqaab).
2. Sifat Jamilah :
Sifat Jamilah Allah ialah sifat
Maha Pengasih, Penyayang, Pengampun, Pemberi Rezeki, dll yang dalam al-Qur'an disebut غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ (ghafuurun rahiimun/Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
2. Sifat Jamilah :
Sifat Jamilah Allah ialah sifat
Maha Pengasih, Penyayang, Pengampun, Pemberi Rezeki, dll yang dalam al-Qur'an disebut غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ (ghafuurun rahiimun/Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Kemampuan manusia untuk beraktifitas, berkomunikasi, menjalani hidup ini dengan normal, baik, lancar, bertebaran di muka bumi mencari dan memperoleh rezeki adalah bukti sifat Allah Maha Pengasih, Maha Pemberi Rezeki.
Penyebutan sifat Jalilah dan sifat Jamilah Allah secara bersamaan dapat dilihat pada beberapa surah al-Qur'an :
1). Surah al-Maidah : 98
1). Surah al-Maidah : 98
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
2). Surah al-An'am : 165
إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
"Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
3). Surah al-Ra'du : 6
وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ
"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka dzalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya."
4). Surah al-Hijr : 49-50
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
"Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih".
"Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih".
Dari apa yang telah dikemukakan, kita mungkin bisa berkata, bahwa :
1. Segala sesuatu yang menimpa manusia adalah ketentuan dan takdir dari Allah swt. Sebagai hamba yang beriman, kita selalu positive thinking kepada Allah swt.
2. Sifat Jalilah Allah yang tergambar pada peristiwa gempa dan tsunami Sul-Teng menginspirasi agar manusia memiliki sifat khauf, rasa takut menerima siksa Allah. Rasa takut melanggar aturan Allah, dan perasaan takut itu akan mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik dan meningkatkannya sebagai rasa syukur kepada Allah.
3. Sedangkan sifat Jamilah Allah yang dirasakan setiap saat mendorong seseorang untuk selalu berharap (raja'), berdoa kepada Allah untuk memperoleh kebaikan, keselamatan, kesuksesan, jauh dari musibah, dan doa-doa kebaikan lainnya.
3. Di balik meninggalnya anak-anak kecil, orang-orang baik mungkin ada rencana Allah. Mereka kelak akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab. Mengapa mereka terlalu cepat dipanggil, meninggalkan dunia ini adalah dalam pengetahuan Allah swt.
4. Segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita terutama peristiwa gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi menjadi pelajaran dan nasehat buat kita menjadi lebih baik.
والله أعلم بالصواب
Ternate, Senin,
08 Oktober 2018.
08 Oktober 2018.
Comments
Post a Comment