Bersama al-Qur'an (78)
M. Djidin
IAIN Ternate
IAIN Ternate
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Bacaan kita pada nomor ini adalah ayat kauniyah. Sebagaimana biasanya, ayat qauliyah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
"Kiamat" di depan mata
(Berkaca pada Gempa dan Tsunami Sulteng).
(Berkaca pada Gempa dan Tsunami Sulteng).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kiamat diartikan dengan hari kebangkitan sesudah mati, hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap).
Dalam bahasa agama, hari kiamat (hari akhir, hari perhitungan) diartikan dengan berakhirnya alam dan berakhirnya kehidupan dunia (نهاية العالم والحياة الدنيا).
Kapan hari kiamat ?, Kapan berakhirnya alam (dunia) dan kehidupan dunia ?
Tidak ada ayat dalam al-Qur'an yang menjelaskan kapan kepastian terjadinya hari kiamat. Al-Qur'an hanya menyebutkan hal-hal yang akan terjadi pada hari kiamat tiba. Sebuah hadis menjelaskan kalau anda, kita, ingin melihat hari kiamat seolah-olah melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri hendaklah anda membaca Surah at-Takwiir, Surah al-Infithar, dan Surah al-Insyiqaq)
Tidak ada ayat dalam al-Qur'an yang menjelaskan kapan kepastian terjadinya hari kiamat. Al-Qur'an hanya menyebutkan hal-hal yang akan terjadi pada hari kiamat tiba. Sebuah hadis menjelaskan kalau anda, kita, ingin melihat hari kiamat seolah-olah melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri hendaklah anda membaca Surah at-Takwiir, Surah al-Infithar, dan Surah al-Insyiqaq)
Rasulullah bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيَ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ (إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ) وَ(إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ) و(إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ)
“Barangsiapa yang ingin melihat hari kiamat seakan-akan melihatnya (langsung) dengan mata kepala (sendiri) hendaknya ia membaca surah (إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ) ” yakni surah at Takwir “dan surah (إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ)” yakni surah al Infithar, “dan (إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ)” yakni surah al Insyiqaq.
Hadis Riwayat Ahmad, al-Tirmidzi dan al-Hakim.
“Barangsiapa yang ingin melihat hari kiamat seakan-akan melihatnya (langsung) dengan mata kepala (sendiri) hendaknya ia membaca surah (إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ) ” yakni surah at Takwir “dan surah (إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ)” yakni surah al Infithar, “dan (إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ)” yakni surah al Insyiqaq.
Hadis Riwayat Ahmad, al-Tirmidzi dan al-Hakim.
Ketiga surah yang disebutkan mengungkapkan apa yang terjadi saat hari kiamat terjadi.
1. Surah at-Takwir (menggulung). Surah ini terdiri atas 28 ayat. Saya kutip beberapa ayat di antaranya :
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
1). Apabila matahari digulung.
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
2). dan apabila bintang-bintang berjatuhan.
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
3). dan apabila gunung-gunung dihancurkan.
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
6). dan apabila lautan dipanaskan.
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
7). dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh).
2. Surah al-Infithar (terbelah). Surah ini terdiri atas 19 ayat. Saya kutip 4 di antaranya :
إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ
1). Apabila langit terbelah.
وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ
2). dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan.
وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ
3). dan apabila lautan menjadikan meluap.
وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ
4). dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.
3. Surah al-Insyiqaq (terbelah). Surah ini terdiri atas 25 ayat. Saya kutip 3 ayat yaitu :
إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ
1). Apabila langit terbelah.
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
3). dan apabila bumi diratakan.
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
4). dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.
1. Surah at-Takwir (menggulung). Surah ini terdiri atas 28 ayat. Saya kutip beberapa ayat di antaranya :
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
1). Apabila matahari digulung.
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
2). dan apabila bintang-bintang berjatuhan.
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
3). dan apabila gunung-gunung dihancurkan.
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
6). dan apabila lautan dipanaskan.
وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
7). dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh).
2. Surah al-Infithar (terbelah). Surah ini terdiri atas 19 ayat. Saya kutip 4 di antaranya :
إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ
1). Apabila langit terbelah.
وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ
2). dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan.
وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ
3). dan apabila lautan menjadikan meluap.
وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ
4). dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.
3. Surah al-Insyiqaq (terbelah). Surah ini terdiri atas 25 ayat. Saya kutip 3 ayat yaitu :
إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ
1). Apabila langit terbelah.
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
3). dan apabila bumi diratakan.
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
4). dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.
Beberapa ayat yang disebutkan menggambarkan kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat, bintang-bintang berjatuhan, bumi terbelah, air laut meluap (tsunami), kubur-kubur terbongkar, memuntahkan apa yang ada dalam perut bumi, bumi diratakan.
Dari gambaran tersebut dikaitkan dengan peristiwa gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sigi, 28 September 2018, mungkin kita bisa berkata bahwa kiamat ada di depan mata.
Ada dua kiamat: kiamat besar dan kiamat kecil.
1). Kiamat besar dirasakan oleh seluruh manusia di manapun berada. Pada hari itu berakhirlah kehidupan dunia ditandai kehancuran bumi dan benda angkasa, dan dibangkitkannya kembali orang-orang yang sudah meninggal.
2). Kiamat kecil terjadi pada satu waktu (masa), di tempat tertentu dan tidak dirasakan oleh semua orang.
3). Gempa dan Tsunami Palu, Donggala dan Sigi adalah kiamat kecil, hanya dirasakan oleh masyarakat yang ada di Sulteng dan sebahagian warga yang ada di wilayah lain, tetapi tidak semua warga di Indonesia merasakannya. Demikian juga yang terjadi di Lombok dan Aceh, dll termasuk kiamat kecil.
4). Dari tayangan TV, You Tube, kiriman video tentang gempa, tsunami Sul-Teng, dapat kita lihat bahwa apa yang akan terjadi pada hari kiamat besar nanti, sebagaimana diungkapkan al-Qur'an, sebenarnya Allah sudah memperlihatkannya di Sul-Teng secara bertahap. Air laut meluap, tanah diratakan sejajar dengan rumah, isi perut bumi berupa lumpur dalam sekejap menarik hidup-hidup manusia ke dalam tanah, mereka meninggal, pasrah, tidak berdaya.
2). Kiamat kecil terjadi pada satu waktu (masa), di tempat tertentu dan tidak dirasakan oleh semua orang.
3). Gempa dan Tsunami Palu, Donggala dan Sigi adalah kiamat kecil, hanya dirasakan oleh masyarakat yang ada di Sulteng dan sebahagian warga yang ada di wilayah lain, tetapi tidak semua warga di Indonesia merasakannya. Demikian juga yang terjadi di Lombok dan Aceh, dll termasuk kiamat kecil.
4). Dari tayangan TV, You Tube, kiriman video tentang gempa, tsunami Sul-Teng, dapat kita lihat bahwa apa yang akan terjadi pada hari kiamat besar nanti, sebagaimana diungkapkan al-Qur'an, sebenarnya Allah sudah memperlihatkannya di Sul-Teng secara bertahap. Air laut meluap, tanah diratakan sejajar dengan rumah, isi perut bumi berupa lumpur dalam sekejap menarik hidup-hidup manusia ke dalam tanah, mereka meninggal, pasrah, tidak berdaya.
Beberapa pelajaran yang dapat ditangkap dari kiamat kecil di Palu, Donggala, dan Sigi sbb :
1. Gempa dan Tsunami Palu dan sekitarnya sebagai peringatan Allah agar manusia memperhatikan dan mengambil hikmahnya.
2. Peristiwa itu sebagai bukti lemahnya manusia di hadapan Allah. Manusia sesombong apa pun akan kalah dengan kekuatan Allah swt.
3. Pelajaran dan peringatan Allah dalam bentuk gempa, bencana alam, tidak hanya terjadi di zaman now, tetapi sudah ditimpakan kepada generasi sebelum nabi Muhammad saw. Al-Qur'an Surah Maryam ayat 98 :
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا
1. Gempa dan Tsunami Palu dan sekitarnya sebagai peringatan Allah agar manusia memperhatikan dan mengambil hikmahnya.
2. Peristiwa itu sebagai bukti lemahnya manusia di hadapan Allah. Manusia sesombong apa pun akan kalah dengan kekuatan Allah swt.
3. Pelajaran dan peringatan Allah dalam bentuk gempa, bencana alam, tidak hanya terjadi di zaman now, tetapi sudah ditimpakan kepada generasi sebelum nabi Muhammad saw. Al-Qur'an Surah Maryam ayat 98 :
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا
"Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar bisikan (suara mereka yang samar-samar) ?.
Ayat tersebut membuktikan bahwa pada masa old yaitu masa sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, telah banyak zaman dan peradaban yang luluh lantak karena kehendak Allah.
Dalam pendekatan lain, tsunami terjadi lebih disebabkan terjadinya gempa di bawah laut.
Di Indonesia sering terjadi gempa karena Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia.
Di Indonesia sering terjadi gempa karena Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. Selain itu juga Indonesia termasuk dalam cincin api pasifik, yang tidak lain gugusan gunung berapi di dunia.
Apapun alasan dan pendekatan apapun yang digunakan, gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan sekitarnya adalah bukti kemahakuasaan Allah swt.
Peristiwa itu salah satu bentuk pengajaran Allah swt kepada manusia.
Peristiwa itu salah satu bentuk pengajaran Allah swt kepada manusia.
Sebagai orang yang beriman, gempa dan tsunami itu mendorong kita untuk selalu meningkatkan iman bukan sekadar kepercayaan tetapi mewujudkannya dalam bentuk kerja, kesungguhan untuk berbuat baik, kesediaan untuk saling membagi kebaikan dalam berbagai bentuknya, kesungguhan mematuhi rekomendasi Allah, pendeknya, kita berusaha meningkatkan kesalehan individual terhadap Allah dan kesalehan sosial terhadap sesama dan kepada alam sekitar.
والله أعلم بالصواب
Ternate, Kamis
04 Oktober 2018.
04 Oktober 2018.
Comments
Post a Comment