Skip to main content

Blog authors

My photo
M. Djidin
M. Djidin Dahlan lahir di Mandar, SULBAR, 02 Juni 1955. SD, PGAN 4 Th di Tinambung. SPIAIN, S1 dan S2 di Makassar, S3 di Jakarta. Di Makassar, kuliah di ABA (Bhs. Inggris ), mengajar di Lembaga Bhs IAIN, UMI, MAN, SMP, SMA Nahdiyat, SMP, SMA Trisakti, magang Wartawan Pedoman Rakyat. Juga, aktif ceramah dan khuthbah Jumat. Belajar tasauf di Majlis Ta'lim Habib Abubakar Hasan al-Attas. Bimbingan akhlak tasauf dari ARG. Prof. Dr. KH. Sahabuddin, mendampingi beliau bersafari dakwah ke jamaah Qadiriyah Mandar. Di Makassar, M. Djidin juga berguru kepada KH. Mustari, K. Mursalin Saleh, KH. Hafidz, KH. Muhammad Nur, KH. Abd. Qadir, MA. Mengikuti pengajian KH. Ali Ba'bud, KH. Sanusi Baco, KH. Muchtar Husain. Di Mandar, mengikuti pengajian dan dakwah keliling Annangguru KH. Muh. Saleh, belajar pd Annangguru Hafil, Annangguru Imam Sawang, Guru Ka'do, Pak Jurairi, M. Saleh, Sitti Awi, Pua Pasing. Pengalaman luar negeri, 2007, 4 bulan belajar tafsir di Mesir. 2011, Rajab - ramadhan belajar di Ummul Qura' University, Makkah. Pengalaman jabatan di IAIN Ternate, Ketua Prodi B. Arab, Kajur Tarbiyah, Kajur Adab, Dekan

Bersama al-Qur'an (7)
اقرأ
Bacalah "Ronaldo"

Iqra' (bacalah) yang tertulis dan yang tidak tertulis. Objek bacaan pada hari ini adalah Ronaldo dengan nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 05 Februari 1985 dari pasangan Jose Dinis Aveiro (bapak) yang bekerja sebagai pengurus kebun dengan pekerjaan samping sebagai Asisten Perlengkapan Bola dan Maria Dolores dos Santos (ibu) bekerja sebagai tukang masak (VIVA.co.id).
Nama Ronaldo atau Cristiano Ronaldo sangat populer bagi masyarakat bola Indonesia mulai dari usia anak-anak sampai dewasa. Bahkan ia pernah didatangkan di Indonesia dan memperlihatkan kepiawaiannya menjinakkan si kulit bundar di rumput hijau. Ia juga mengisi iklan melalui Stasiun TV Nasional. Ronaldo berkostum Tim Spanyol, Real Madrid dan Tim Nasional Portugal.
Pertanyaan kemudian muncul mengapa Ronaldo, ada apa dengan Ronaldo. Apa hubungannya dengan al-Qur'an. Di sinilah kelebihan, kemuliaan dan kemukjizatan al-Qur'an. Al-Qur'an sebagai kitab dakwah ditujukan kepada seluruh umat manusia di dunia ini termasuk seluruh masyarakat Indonesia. Dalam al-Qur'an Allah menyebutkan :
وما ارسلناك الا كافة للناس ....
Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad saw) kecuali kepada seluruh manusia
(Surah Saba' 34:28). Al-Qur'an sebagai kitab dakwah yang berisi berbagai macam informasi perlu disosialisasikan, dibaca, ditelaah dan dikeluarkan hikmahnya, pengetahuan yang dikandungnya untuk menjadi pedoman, petunjuk yang mengarahkan ke jalan yang lebih baik, memberi motivasi menjadi orang yang suka bekerja, disiplin dan menghargai waktu.
Mengapa Ronaldo ? Mungkin jawabannya bervariasi dan mungkin juga debatable. Tetapi yang jelas Ronaldo adalah sosok yang bekerja keras. Sejak kecil Ronaldo sudah tertarik dengan olahraga. Di usianya yang ke-10 Ronaldo kecil tumbuh sebagai penggila bola. Hari-harinya dihabiskan dengan sekolah dan main bola. Pada usia 16 tahun Ronaldo bergabung ke The Sporting Academia. Karena ia sangat disiplin maka kariernya di tim semakin menjulang. Ketika timnya bermain melawan Manchester United (MU), Alex Ferguson (pelatih MU) langsung tertarik dan memuji Ronaldo. Ronaldo kemudian dibeli oleh MU dengan nilai bayar yang sangat fantastis, Rp. 225 miliar. Walaupun Ronaldo sudah menjadi miliarder tetapi ia tidak pernah kendor dalam berlatih dan tetap mengasah ketajaman kakinya memainkan bola. Dengan kerja kerasnya, 2009, Ronaldo dibeli oleh Real Madrid dengan nilai bayar yang lebih fantastis lagi, 1,4 triliun. Sepanjang tahun 2014 yang lalu pendapatan total Ronaldo sebesar Rp. 763 Miliar.
Apa yang dapat kita baca dari sosok Ronaldo. Mungkin kita boleh menjawab bahwa ia adalah pekerja keras. Untuk meraih impiannya, Ronaldo mempunyai tekad untuk berlatih terus dan terus berlatih. Tidak ada dalam kamus Ronaldo, bekerja untuk hari ini dan esoknya lain lagi. Ronaldo yang tegar mendisain hidupnya untuk meraih impian dan cita-citanya. Mungkin juga kita boleh berkata bahwa kerja keras Ronaldo karena ingin berubah, merubah dirinya menjadi lebih baik, merubah kehidupan bapaknya sebagai pengurus kebun dan ibunya sebagai tukang masak.
Apa yang dilakoni Ronaldo adalah bukti pengamalan kandungan al-Qur'an. Surah asy-Syarh misalnya menyebutkan :
فاءذا فرغت فانصب و الى ربك فارغب
Artinya: Maka apabila engkau telah selesai maka bekerjalah hingga engkau letih dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya engkau berharap. Ayat ini mengandung makna bahwa al-Qur'an menuntut kita kesungguhan bekerja dibarengi dengan harapan serta optimisme kehadiran bantuan Allah SWT. Ayat lain menganjurkan untuk bekerja dan hasil pekerjaan itu akan dinilai oleh orang lain (Surah al-Taubah (9:105). Al-Qur'an juga menekankan tentang perubahan. Kalau seseorang ingin berubah menjadi lebih baik, maka perubahan itu tidak dari luar tetapi perubahan itu datang dari dalam. Kita yang harus merubah diri kita sendiri (Sura al-Ra'du (13:11).
Kesimpulan bacaan kita tentang Ronaldo bahwa :
1. Al-Qur'an merekomendasikan bahwa kita harus bekerja, bekerja sungguh-sungguh dan bersandar kepada Allah untuk menjadi manusia yang mandiri agar bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Kita baca Ronaldo bukan karena agamanya, bukan karena etnisnya, tetapi kita baca Ronaldo karena di dalam diri Ronaldo ada sesuatu yang bersinergi (bermunasabah) dengan al-Qur'an dan al-Qur'an merekomendasikannya. Yaitu sejatinya kita bekerja keras, ulet, disiplin, memiliki rencana masa depan, ingin berubah menjadi lebih baik).
Wallahu a'lam bi al-shshawab
Ternate, 05 Mei 2016

Comments

Popular posts from this blog

Bersama al-Qur'an (164) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persah...
Bersama al-Qur'an (148) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Dua Hari di Yogya : Inspirasi dan Motivasi Bagai Dua Sisi Mata Uang yang Harus Selalu Bersama. Inspirasi dan motivasi dalam tulisan ini  juga terinspirasi dari sebuah tulisan Bapak Ngainun Naim, Ketua LP2M IAIN Tulungagung Dalam sebuah tulisan Bersama al-Qur'an nomor 146 yang saya publish saat semalam berada di Yogya, 15 Juli 2019, seorang mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga menulis di kolom komentar. "Assalamu Alaikum ustadz. Apa kita bisa ketemu di Yogya?" tanya Sakti Garwan kepada saya. Anak sulung dari beberapa bersaudara ini adalah sangat dekat ...
Bersama al-Qur'an (57) Bacalah (إقرأ) "Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah". Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini. "Wisuda Magister" Waktu berjalan tiada henti. Dua puluh tahun terasa begitu cepat. Saat itu, 1997 usai acara wisuda Pasca Sarjana IAIN Alauddin (UINAM), saya larut dalam suasana gembira, senang, dan bahagia bersama para keponakan yang lucu-lucu. Kegembiraan itu saya wujudkan dalam foto bersama mereka. Hari ini 2018, kenangan foto itu masih kuat dalam memori saya. Melalui tulisan ini, bersama al-Qur'an, saya ingin berbagi dengan teman-teman fb. Sebagaimana yang tampak, saya berfoto bersama empat keponakan. Mereka saat itu masih usia dini, TK dan ...