Bersama al-Qur'an (7)
اقرأ
Bacalah "Ronaldo"
اقرأ
Bacalah "Ronaldo"
Iqra' (bacalah) yang tertulis dan yang tidak tertulis. Objek bacaan pada hari ini adalah Ronaldo dengan nama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro.
Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 05 Februari 1985 dari pasangan Jose Dinis Aveiro (bapak) yang bekerja sebagai pengurus kebun dengan pekerjaan samping sebagai Asisten Perlengkapan Bola dan Maria Dolores dos Santos (ibu) bekerja sebagai tukang masak (VIVA.co.id).
Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 05 Februari 1985 dari pasangan Jose Dinis Aveiro (bapak) yang bekerja sebagai pengurus kebun dengan pekerjaan samping sebagai Asisten Perlengkapan Bola dan Maria Dolores dos Santos (ibu) bekerja sebagai tukang masak (VIVA.co.id).
Nama Ronaldo atau Cristiano Ronaldo sangat populer bagi masyarakat bola Indonesia mulai dari usia anak-anak sampai dewasa. Bahkan ia pernah didatangkan di Indonesia dan memperlihatkan kepiawaiannya menjinakkan si kulit bundar di rumput hijau. Ia juga mengisi iklan melalui Stasiun TV Nasional. Ronaldo berkostum Tim Spanyol, Real Madrid dan Tim Nasional Portugal.
Pertanyaan kemudian muncul mengapa Ronaldo, ada apa dengan Ronaldo. Apa hubungannya dengan al-Qur'an. Di sinilah kelebihan, kemuliaan dan kemukjizatan al-Qur'an. Al-Qur'an sebagai kitab dakwah ditujukan kepada seluruh umat manusia di dunia ini termasuk seluruh masyarakat Indonesia. Dalam al-Qur'an Allah menyebutkan :
وما ارسلناك الا كافة للناس ....
Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad saw) kecuali kepada seluruh manusia
(Surah Saba' 34:28). Al-Qur'an sebagai kitab dakwah yang berisi berbagai macam informasi perlu disosialisasikan, dibaca, ditelaah dan dikeluarkan hikmahnya, pengetahuan yang dikandungnya untuk menjadi pedoman, petunjuk yang mengarahkan ke jalan yang lebih baik, memberi motivasi menjadi orang yang suka bekerja, disiplin dan menghargai waktu.
وما ارسلناك الا كافة للناس ....
Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad saw) kecuali kepada seluruh manusia
(Surah Saba' 34:28). Al-Qur'an sebagai kitab dakwah yang berisi berbagai macam informasi perlu disosialisasikan, dibaca, ditelaah dan dikeluarkan hikmahnya, pengetahuan yang dikandungnya untuk menjadi pedoman, petunjuk yang mengarahkan ke jalan yang lebih baik, memberi motivasi menjadi orang yang suka bekerja, disiplin dan menghargai waktu.
Mengapa Ronaldo ? Mungkin jawabannya bervariasi dan mungkin juga debatable. Tetapi yang jelas Ronaldo adalah sosok yang bekerja keras. Sejak kecil Ronaldo sudah tertarik dengan olahraga. Di usianya yang ke-10 Ronaldo kecil tumbuh sebagai penggila bola. Hari-harinya dihabiskan dengan sekolah dan main bola. Pada usia 16 tahun Ronaldo bergabung ke The Sporting Academia. Karena ia sangat disiplin maka kariernya di tim semakin menjulang. Ketika timnya bermain melawan Manchester United (MU), Alex Ferguson (pelatih MU) langsung tertarik dan memuji Ronaldo. Ronaldo kemudian dibeli oleh MU dengan nilai bayar yang sangat fantastis, Rp. 225 miliar. Walaupun Ronaldo sudah menjadi miliarder tetapi ia tidak pernah kendor dalam berlatih dan tetap mengasah ketajaman kakinya memainkan bola. Dengan kerja kerasnya, 2009, Ronaldo dibeli oleh Real Madrid dengan nilai bayar yang lebih fantastis lagi, 1,4 triliun. Sepanjang tahun 2014 yang lalu pendapatan total Ronaldo sebesar Rp. 763 Miliar.
Apa yang dapat kita baca dari sosok Ronaldo. Mungkin kita boleh menjawab bahwa ia adalah pekerja keras. Untuk meraih impiannya, Ronaldo mempunyai tekad untuk berlatih terus dan terus berlatih. Tidak ada dalam kamus Ronaldo, bekerja untuk hari ini dan esoknya lain lagi. Ronaldo yang tegar mendisain hidupnya untuk meraih impian dan cita-citanya. Mungkin juga kita boleh berkata bahwa kerja keras Ronaldo karena ingin berubah, merubah dirinya menjadi lebih baik, merubah kehidupan bapaknya sebagai pengurus kebun dan ibunya sebagai tukang masak.
Apa yang dilakoni Ronaldo adalah bukti pengamalan kandungan al-Qur'an. Surah asy-Syarh misalnya menyebutkan :
فاءذا فرغت فانصب و الى ربك فارغب
Artinya: Maka apabila engkau telah selesai maka bekerjalah hingga engkau letih dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya engkau berharap. Ayat ini mengandung makna bahwa al-Qur'an menuntut kita kesungguhan bekerja dibarengi dengan harapan serta optimisme kehadiran bantuan Allah SWT. Ayat lain menganjurkan untuk bekerja dan hasil pekerjaan itu akan dinilai oleh orang lain (Surah al-Taubah (9:105). Al-Qur'an juga menekankan tentang perubahan. Kalau seseorang ingin berubah menjadi lebih baik, maka perubahan itu tidak dari luar tetapi perubahan itu datang dari dalam. Kita yang harus merubah diri kita sendiri (Sura al-Ra'du (13:11).
فاءذا فرغت فانصب و الى ربك فارغب
Artinya: Maka apabila engkau telah selesai maka bekerjalah hingga engkau letih dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya engkau berharap. Ayat ini mengandung makna bahwa al-Qur'an menuntut kita kesungguhan bekerja dibarengi dengan harapan serta optimisme kehadiran bantuan Allah SWT. Ayat lain menganjurkan untuk bekerja dan hasil pekerjaan itu akan dinilai oleh orang lain (Surah al-Taubah (9:105). Al-Qur'an juga menekankan tentang perubahan. Kalau seseorang ingin berubah menjadi lebih baik, maka perubahan itu tidak dari luar tetapi perubahan itu datang dari dalam. Kita yang harus merubah diri kita sendiri (Sura al-Ra'du (13:11).
Kesimpulan bacaan kita tentang Ronaldo bahwa :
1. Al-Qur'an merekomendasikan bahwa kita harus bekerja, bekerja sungguh-sungguh dan bersandar kepada Allah untuk menjadi manusia yang mandiri agar bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Kita baca Ronaldo bukan karena agamanya, bukan karena etnisnya, tetapi kita baca Ronaldo karena di dalam diri Ronaldo ada sesuatu yang bersinergi (bermunasabah) dengan al-Qur'an dan al-Qur'an merekomendasikannya. Yaitu sejatinya kita bekerja keras, ulet, disiplin, memiliki rencana masa depan, ingin berubah menjadi lebih baik).
1. Al-Qur'an merekomendasikan bahwa kita harus bekerja, bekerja sungguh-sungguh dan bersandar kepada Allah untuk menjadi manusia yang mandiri agar bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
2. Kita baca Ronaldo bukan karena agamanya, bukan karena etnisnya, tetapi kita baca Ronaldo karena di dalam diri Ronaldo ada sesuatu yang bersinergi (bermunasabah) dengan al-Qur'an dan al-Qur'an merekomendasikannya. Yaitu sejatinya kita bekerja keras, ulet, disiplin, memiliki rencana masa depan, ingin berubah menjadi lebih baik).
Wallahu a'lam bi al-shshawab
Ternate, 05 Mei 2016
Ternate, 05 Mei 2016
Comments
Post a Comment