Bersama al-Qur'an (6)
اقرأ
اقرأ
Bacalah Air
Air dalam bahasa al-Qur'an adalah ماء /الماء. Al-Qur'an menggunakan kata ini (dalam berbagai bentuknya) lebih dari 60 kali dan tersebar pada 42 surah. Pengulangan sebanyak ini mengisyaratkan bahwa di dalam air itu ada sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu mungkin akan bermanfaat apabila kita kembali kepada rekomendasi al-Qur'an, ayat pertama yang diterima Nabi saw melalui malaikat Jibril :
اقرأ باسم ربك الذى خلق
( Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan).
اقرأ باسم ربك الذى خلق
( Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan).
Kata air biasa digandengkan dengan kata tergenang (air tergenang) dan mengalir (air mengalir). Kata tergenang mungkin dapat dimaknai dengan diam, tidak bergerak, statis. Sedangkan kata mengalir dapat dimaknai dengan bergerak, tidak diam, tidak statis). Kalau ini disepakati maka mungkin kita dapat berkata bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah sejatinya menjadi air yang mengalir. Artinya bahwa pemberian atau apa yang dianugerahkan Allah kepada manusia baik berupa harta benda, ilmu pengetahuan, pikiran, ide-ide positif, tenaga, pengalaman, hendaknya tidak didiamkan, tidak disumbat dan dinikmati sendiri tetapi dialirkan, disebarkan, dibagikan.
Nikmat yang Allah berikan kepada manusia berfungsi sosial yang tidak boleh menjadi seperti air yang tergenang. Nikmat itu hendaknya dialirkan agar memberi manfaat kepada orang banyak. Orang yang mengalirkan ilmunya, hartanya, pikirannya, ide-ide cemerlangnya, tenaganya tidak akan kehilangan atau kehabisan air bahkan ia akan mendapatkan aliran air yang banyak, berlipat ganda. Allah menggambarkan di dalam al-Qur'an (surah al-Baqarah (2) : 261
مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل حبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضعف لمن يشاء والله واسع عليم
(Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
مثل الذين ينفقون اموالهم فى سبيل الله كمثل حبة انبتت سبع سنابل فى كل سنبلة مائة حبة والله يضعف لمن يشاء والله واسع عليم
(Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Kita boleh berkata ketika seseorang memiliki harta, ilmu, tenaga dan pikiran, ide-ide cemerlang lalu dibagikan kepada orang lain niscaya harta, ilmu, tenaga dan pikiran tersebut tidak akan berkurang malah akan bertambah banyak. Perbandingannya 1:700. Satu dikeluarkan dan diganti dengan tujuh ratus.
Mungkin kita juga boleh berkata bahwa ketika kita melubangi tempat air yang tergenang airnya akan mengalir ke tempat yang rendah dan bermanfaat bagi orang banyak.
Mungkin kita juga boleh berkata bahwa ketika kita melubangi tempat air yang tergenang airnya akan mengalir ke tempat yang rendah dan bermanfaat bagi orang banyak.
Kata iqra' yang yang telah disebutkan diikuti kata
باسم ربك (dengan menyebut nama Tuhanmu). Kalimat ini mengisyaratkan bahwa ketika kita membaca "Air" sejatinya dibarengi niat yang ikhlas, semata-mata disandarkan kepada Allah SWT.
Kita patut bersyukur melalui teman-teman fb, kita telah menikmati nikmatnya air yang mengalir, air yang bersih dan menyucikan. Saya menyebut di antaranya adalah Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya,MA dengan taushiyahnya yang menyejukkan, Prof.Dr.H.Ahmad M. Sewang, MA dengan tulisan-tulisannya yang sangat inspiratif .
Secara tertulis air dapat dibaca pada surah al-A'raf (7) : 57 yang artinya ... Kami turunkan air hujan dan dengan air hujan itu Kami tumbuhkan berbagai macam buah-buahan. Dengan air hujan tumbuh-tumbuhan menjadi subur. Dan dengar air pula manusia dan hewan mendapat kesempatan untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Dengan demikian hasil bacaan kita hari ini melahirkan kesimpulan dan rekomendasi bahwa :
1. Setiap manusia sangat membutuhkan air. Tanpa air, manusia tidak akan mampu menjaga kelangsungan hidupnya.
2. Siapapun kita agar menjadi air yang mengalir yakni air yang bersih (ikhlas). Kita saling sharing pengetahuan dan pengalaman untuk diambil hikmahnya, dipetik buahnya untuk dinikmati bersama.
1. Setiap manusia sangat membutuhkan air. Tanpa air, manusia tidak akan mampu menjaga kelangsungan hidupnya.
2. Siapapun kita agar menjadi air yang mengalir yakni air yang bersih (ikhlas). Kita saling sharing pengetahuan dan pengalaman untuk diambil hikmahnya, dipetik buahnya untuk dinikmati bersama.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 4 Mei 2016
Ternate, 4 Mei 2016
Comments
Post a Comment