Bersama al-Qur'an (56)
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Kamis, 18 Januari 2018, IAIN Ternate melaksanakan Kuliah Umum disampaikan oleh bapak Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M. Ag, bertempat di Aula Babullah IAIN Ternate.
Bacaan kita hari ini adalah Kuliah Umum tersebut berjudul : "Sinkronisasi Pengabdian Masyarakat dan Kesiapan Tenaga Penyuluh Agama" di IAIN Ternate.
Dengan gaya dialogis, pak Dirjen (pak Prof) memulai kuliah/pidatonya dengan menyampaikan bahwa :
1) Pada masa lalu penyuluh (pak Imam) adalah pekerjaan sangat terhormat, bahkan orang kaya level kedua setelah kepala desa sebagai orang kaya di level pertama, sambil mengenang tempat kelahiran beliau. 2) Ketika masih kecil, saat masih di kampung, pak Dirjen memiliki cita-cita jadi penyuluh. Cita-cita ada yang tercapai, ada juga meleset. Ada 3 macam cita-cita perspektif ini, lanjut pak Dirjen. Pertama, cita-cita sesuai harapan, kedua, cita-cita jauh dari harapan, dan ketiga, melebihi cita-cita. Saya, kata Dirjen sambil menunjuk dirinya, adalah melebihi cita-cita saya. Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi penyuluh dan sekarang saya menjadi bos penyuluh di seluruh Indonesia, Dirjen Bimas Islam, sambil menggerakkan tangan kanannya dan langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin. Agar sukses mencapai cita-cita, lanjut pak Prof, harus dengan iman dan ilmu pengetahuan.
1) Pada masa lalu penyuluh (pak Imam) adalah pekerjaan sangat terhormat, bahkan orang kaya level kedua setelah kepala desa sebagai orang kaya di level pertama, sambil mengenang tempat kelahiran beliau. 2) Ketika masih kecil, saat masih di kampung, pak Dirjen memiliki cita-cita jadi penyuluh. Cita-cita ada yang tercapai, ada juga meleset. Ada 3 macam cita-cita perspektif ini, lanjut pak Dirjen. Pertama, cita-cita sesuai harapan, kedua, cita-cita jauh dari harapan, dan ketiga, melebihi cita-cita. Saya, kata Dirjen sambil menunjuk dirinya, adalah melebihi cita-cita saya. Cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi penyuluh dan sekarang saya menjadi bos penyuluh di seluruh Indonesia, Dirjen Bimas Islam, sambil menggerakkan tangan kanannya dan langsung disambut dengan tepuk tangan hadirin. Agar sukses mencapai cita-cita, lanjut pak Prof, harus dengan iman dan ilmu pengetahuan.
Tugas Penyuluhan sama artinya dengan tugas Juru Dakwah (DAI).
Sebagai juru dakwah penyuluh harus mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dalam memberikan pencerahan, menurut pak Prof, penyuluh memiliki 8 spesialisasi yang menjadi alat ukur dalam melakukan tugas kepenyuluhannya, sbb :
1. Wakaf
2. Zakat
3. Pemberantasan Buta Huruf al-Qur'an
4. Rukun Ummat Beragama
5. Keluarga Sakinah
6. Produksi Halal
7. Produksi Haram
8. Terorisme
1. Wakaf
2. Zakat
3. Pemberantasan Buta Huruf al-Qur'an
4. Rukun Ummat Beragama
5. Keluarga Sakinah
6. Produksi Halal
7. Produksi Haram
8. Terorisme
Ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan :
1-2. Wakaf dan zakat
1-2. Wakaf dan zakat
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Surat At-Taubah Ayat : 103 ;
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَ تُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَ صَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلوتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ، وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ .
Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
3. Membaca al-Qur'an dan mengajarkannya.
Dalam al-Qur’an Surat Fathir Ayat 30 :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩)
Dalam al-Qur’an Surat Fathir Ayat 30 :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩)
Maksudnya :
Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa membaca kitab Allah, mengkaji dan mengamalkannya, melaksanakan salat secara benar dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan secara diam-diam maupun terang-terangan, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan perniagaan kepada Allah yang tak pernah merugi.
Nabi SAW menjelaskan :
Sesungguhnya orang-orang yang senantiasa membaca kitab Allah, mengkaji dan mengamalkannya, melaksanakan salat secara benar dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan secara diam-diam maupun terang-terangan, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan perniagaan kepada Allah yang tak pernah merugi.
Nabi SAW menjelaskan :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
4. Saling Mengenal
* يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya :Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
5. Keluarga Sakinah
5. Keluarga Sakinah
Allah menjelaskan pada Surah Ar-Ruum : 21
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Semakna dengan ayat diatas adalah firman Allah SWT (Surah al-A'raf : 189).
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Semakna dengan ayat diatas adalah firman Allah SWT (Surah al-A'raf : 189).
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya.
6-7. Halal dan Haram
Surah al-Baqarah : 173
Surah al-Baqarah : 173
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya :
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surah al-Nisa : 13
تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya :
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
Dari ayat-ayat yang dikemukakan kita dapat berkata bahwa pengetahuan yang seharusnya dimiliki seorang penyuluh amatlah luas. Dengan pengetahuan itu, maka tugas seorang penyuluh sangatlah mulia.
Jika penyuluh identik dengan da'i (juru dakwah) maka, dalam perspektif Islam, kita semua adalah penyuluh. Artinya, sebagai da'i, komunikator, penyampai pesan, kita seharusnya memiliki pemahaman yang baik berkaitan halal dan haram, wakaf dan zakat, qiraah al-Qur'an (membaca dengan baik dan benar, memahami terjemahan, dan kandungannya), lalu mengajarkannya. Kita juga seharusnya memiliki pemahaman bagaimana membangun keluarga sakinah menurut al-Qur'an, kita wujudkan dalam rumah tangga kita lalu kita tularkan ke keluarga lainnya, ke tetangga dan sekitar kita.
Kita junjung tinggi persaudaraan untuk mewujudkan kerukunan di antara kita.
Kita junjung tinggi persaudaraan untuk mewujudkan kerukunan di antara kita.
Selain yang dikemukakan, satu hal lagi tugas kita sebagai penyuluh, dan tidak kalah pentingnya adalah memerangi terorisme. Aksi terorisme dapat dimaknai segala bentuk tindak-tanduk sekelompok orang atau individu yang ingin menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan di kalangan masyarakat luas di luar kelompoknya sebagai sebuah bentuk strategi politik dalam merealisasikan kehendak kelompoknya tersebut.
Dalam al-Qur'an, Surah al-Maidah : 32
Dalam al-Qur'an, Surah al-Maidah : 32
مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعٗاۚ
Artinya :
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.
Ayat diatas menekankan bahwa bagaimana Al-Quran menjaga hak-hak individu. Ayat ini menegasikan segala bentuk intimidasi yang sifatnya politis, fanatisme kelompok, atau tindakan otoriter. Al-Qur'an menolak semua bentuk kezhaliman yang dapat merugikan manusia yang lain. Al-Qur'an menekankan pentingnya berkasih-sayang, toleransi, saling memaafkan, dan menjalin persaudaraan.
والله اعلم بالصواب
Ternate, Senin 22 Januari 2018
Ternate, Senin 22 Januari 2018
Comments
Post a Comment