Bersama al-Qur'an (48)
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini.
"Jalan Pagi Usai Salat Subuh"
Hari minggu kemarin usai salat subuh lalu ganti baju, saya dan istri jalan pagi di sekitar kampus IAIN Ternate. Ketika anggota badan sudah mulai terasa hangat, kami melanjutkan olahraga pagi keluar dari kampus ke arah jalan baru di pantai Dufa-dufa, kelurahan Dufa-dufa, kota Ternate.
Subhanallah, sebuah pemandangan yang cukup menarik. Jalan yang tadinya digunakan anak-anak untuk kegiatan aneka rupa ; main spedaan, layangan, bola kaki, kini menjadi sebuah tempat yang tidak hanya menarik tetapi juga indah. Di tempat, di jalan ini baru saja selesai dibangun tempat duduk dari beton sepanjang pantai. Tempat ini oleh masyarakat dapat dimanfaatkan untuk duduk santai di pagi hari usai olahraga dan untuk melepaskan lelah di sore hari sambil menikmati keindahan alam sekitar.
Pagi itu saat kami baru mau duduk di tembok yang sekitarnya masih tampak sepi, tiba-tiba terdengar ucapan salam, Assalamu Alaikum pak Doktor, Wa Alaikum al-Salam, jawabku. Ternyata suara Ustadz, pak Kyai. H. Adam Marus, M.Pd.I, Kep. Kementerian Agama Kota Ternate. Kami duduk berdekatan lalu istri saya segera memainkan kameranya. Saya dan Ustadz kemudian secara bersamaan mengarahkan pandangan ke laut. Lautnya masih diam. Di sepanjang bibir pantai tampak speed boat berbaris rapi dengan tenang. Jejak malam yang baru beranjak pergi masih terasa. Saya lalu teringat firman Allah SWT pada surah al-Takwir ayat 17-18.
والليل إذا عسعس والصبح اذا تنفس.
"Dan malam tatkala dia telah pergi dan pagi tatkala dia telah bernafas" (Demi malam saat semakin menipis kepekatannya menjelang fajar, dan subuh saat fajarnya mulai menyingsing).
Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, malam atau kegelapan diibaratkan dengan rasa kesal dan gelisah yang menyesakkan nafas dan bila fajar telah menyingsing perasaan itu mulai berkurang tak ubahnya dengan ketenangan yang diperoleh seseorang yang menarik nafas panjang. Demikian juga halnya dengan kekufuran. Yang menyambut kehadiran al-Qur'an bagaikan menyambut fajar setelah kelamnya malam, bernafas lega sesudah sempitnya dada.
والليل إذا عسعس والصبح اذا تنفس.
"Dan malam tatkala dia telah pergi dan pagi tatkala dia telah bernafas" (Demi malam saat semakin menipis kepekatannya menjelang fajar, dan subuh saat fajarnya mulai menyingsing).
Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, malam atau kegelapan diibaratkan dengan rasa kesal dan gelisah yang menyesakkan nafas dan bila fajar telah menyingsing perasaan itu mulai berkurang tak ubahnya dengan ketenangan yang diperoleh seseorang yang menarik nafas panjang. Demikian juga halnya dengan kekufuran. Yang menyambut kehadiran al-Qur'an bagaikan menyambut fajar setelah kelamnya malam, bernafas lega sesudah sempitnya dada.
Kita mungkin boleh berkata bahwa siapapun kita boleh jadi kita pernah sekali, dua kali merasakan sesak di dada, bernapas agak berat karena suatu masalah. Barangkali karena masalah di kantor, pekerjaan belum tuntas, mungkin juga masalah anak yang sedang berjuang di kampusnya atau masalah rumah tangga. Perasaan seperti itu seperti malam, gelap, menyesakkan. Karena itu perlu penyegaran agar kembali bernafas lega.
Al-Qur'an Surah al-Ra'du : 28 mengingatkan :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ketahuilah dengan mengingat Allah hatimu akan jadi tenteram.
Ayat tersebut mungkin dapat dipahami bahwa cara agar hati tidak sesak, tidak gelap, barangkali salah satu solusinya adalah berjalan di pagi hari,usai salat/waktu subuh sambil memperhatikan keindahan alam di sekitar, memikirkan kebesaran Allah SWT.
Yogyakarta, 14 Agustus 2017
Comments
Post a Comment