Bersama al-Qur'an (44)
Bacalah (إقرأ)
"Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah".
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang tertulis, firman Allah swt. yang dapat dibaca melalui mushaf Al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat yang tidak tertulis atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah swt. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di sekitar kita di dalam alam ini.
Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang tertulis, firman Allah swt. yang dapat dibaca melalui mushaf Al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat yang tidak tertulis atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah swt. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan sebagainya yang ada di sekitar kita di dalam alam ini.
"Public Speaking"
Teman-teman fb yang berbahagia, bacaan kita hari ini adalah "Public Speaking". Malut EduSmart bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Ternate menggelar "Talk Show Fundamental Public Speaking", Sabtu, 25 Februari 2017 di Aula Babullah IAIN Ternate. Acara ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi/sekolah di antaranya dari prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), FUAD, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, UNKHAIR dan UMMU serta siswa-siswa dari berbagai SMA/MA di Ternate. Panitia menghadirkan pembicara dari Net TV, dosen UNKHAIR, UMMU dan IAIN. Keempat pembicara yang diundang masing-masing menyampaikan materi dengan sangat menarik.
Ada tiga sambutan di awal acara. Pertama dari Direktur Malut EduSmart, Abu Rahmat Ibrahim, M.Sc, kedua Dekan FUAD, Dr. M. Djidin, M.Ag dan ketiga Rektor IAIN Ternate yang diwakili oleh Warek Bidang Akademik, Drs. Darsis, Humah, SH, MH. Pembicara pertama menyampaikan tentang latar belakang berdirinya Malut EduSmart dan program-programnya. Alumnus salah satu PT terkemuka di Jawa ini memiliki postur tubuh tinggi, dengan retorika yang baik berusaha meyakinkan peserta tentang program, ide dan gagasan-gagasannya. Pembicara kedua, Dekan FUAD. Dekan langsung memanfaatkan kesempatan dengan memperkenalkan FUAD kepada peserta terutama siswa-siswa SMA/MAN yang tidak lama lagi akan menghadapi ujian Nasional. Sosialisasi dimulai dari prodi Ilmu al-Qur'an dan Tafsir (IAT). Saat ini, lanjut Dekan, ada 10 mahasiswa prodi IAT sedang belajar ilmu agama Islam terutama berkaitan ilmu al-Qur'an dan Tafsir di Pusat Studi al-Qur'an (PSQ) Jakarta pimpinan Prof.Dr. M.Quraish Shihab, MA. Kegiatan ini merupakan tahun kedua dimana pada tahun sebelumnya, 10 mahasiswa dari prodi yang sama juga belajar di PSQ, bahkan sempat tayang di Metro TV bersama Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dalam acara "Tafsir al-Mishbah". Di PSQ mahasiswa tidak hanya mempelajari al-Qur'an dari segi bacaan (tilawatan), menghafal (hifzhan), dan mendengarkan (istima'an). Lebih dari itu mereka mempelajari bagaimana memahami maknanya (fahman wa tafsiran) serta bagaimana mengamalkan dan mendakwahkannya kepada orang lain (ittiba'an wa 'amalan wa da'watan)".
Prodi kedua yang diperkenankan Pak Dekan, prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Prodi KPI menawarkan studi ilmu komunikasi yang terintegrasi dengan penyiaran dan dakwah Islam. Pada umumnya PT Islam, prodi/ jurusan KPI diorientasikan kepada dua konsentrasi, yaitu Konsentrasi Jurnalistik dan Konsentrasi Broadcasting. Konsentrasi Jurnalistik diarahkan untuk mencetak alumninya menjadi seorang wartawan handal, praktisi media, atau pun analis media massa. Untuk itu, selain mata kuliah dasar-dasar ilmu komunikasi, juga ditawarkan mata kuliah pendukungnya, antara lain adalah: Jurnalistik Cetak, Jurnalistik Online, Jurnalistik Investigatif, Hukum dan Etika Jurnalistik, Fotografi Jurnalistik, Reportase, Analisis Media, Penulisan Artikel, Penulisan Fiksi, Penulisan Feature, Manajemen Media Massa, Manajemen Redaksi, dan lain-lain.
Sementara Jurusan Broadcasting lebih diarahkan untuk mencetak sarjana yang handal dalam bidang penyiaran, baik radio maupun televisi. Mata kuliah pokok untuk itu antara lain: Hukum dan Etika Penyiaran, Jurnalistik Penyiaran, Reportase radio/TV, Newscasting, Editing Siaran Radio/TV, Sinematografi, Analisis Siaran Radio/TV, Produksi Acara radio/TV, Manajemen Siaran, dan sebagainya.
Saat ini, lanjut Pak dekan, ada 13 mahasiswa prodi KPI sedang memperkuat pengetahuan bahasa Inggris speaking and writing di Pare, Kediri Jawa Timur. Ketiga prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI). Menurut dekan, mahasiswa prodi SPI akan diberangkatkan ke Makassar September-Oktober akan datang. Mereka akan memperkuat keilmuan di bidang penelitian sejarah dan peradaban Islam.
Sementara Jurusan Broadcasting lebih diarahkan untuk mencetak sarjana yang handal dalam bidang penyiaran, baik radio maupun televisi. Mata kuliah pokok untuk itu antara lain: Hukum dan Etika Penyiaran, Jurnalistik Penyiaran, Reportase radio/TV, Newscasting, Editing Siaran Radio/TV, Sinematografi, Analisis Siaran Radio/TV, Produksi Acara radio/TV, Manajemen Siaran, dan sebagainya.
Saat ini, lanjut Pak dekan, ada 13 mahasiswa prodi KPI sedang memperkuat pengetahuan bahasa Inggris speaking and writing di Pare, Kediri Jawa Timur. Ketiga prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI). Menurut dekan, mahasiswa prodi SPI akan diberangkatkan ke Makassar September-Oktober akan datang. Mereka akan memperkuat keilmuan di bidang penelitian sejarah dan peradaban Islam.
Tentu saja informasi yang disampaikan dekan tujuannya agar dapat diketahui bukan hanya oleh peserta talk show tetapi tersebar ke masyarakat luas. Para orangtua yang berdomisili di Maluku Utara dan sekitarnya yang ingin anaknya berinteraksi dengan al-Qur'an, fahman wa tafsiran, ittiba'an wa 'amalan wa da'watan ( memahami makna al-Qur'an, mengamalkan dan mendakwahkan), maka dapat mempertimbangkan untuk mendaftarkan ke prodi IAT FUAD IAIN Ternate. Kalau mau jadi da'i professional, jurnalis yang handal, praktisi di lembaga media massa, baik elektronik maupun cetak, maka pilihlah prodi KPI. Adapun jika ingin menjadi peneliti di bidang sejarah peradaban Islam maka tempatnya di prodi SPI. Semua prodi di FUAD bisa menjadi dosen, Guru, PNS, pegawai, dan di Swasta.
Sambutan terakhir di acara Talk Show Fundamental Public Speaking disampaikan oleh Wakil Rektor 1 IAIN Ternate, Darsis Humah, SH, MH. Alumnus Pascasarjana UI ini dalam sambutannya membandingkan antara mahasiswa dulu dengan mahasiswa sekarang. Mahasiswa dulu itu, kata Pak Darsis dengan gayanya yang khas. Begini, lanjut Pak Darsis. Kalau dulu mahasiswa menginformasikan sesuatu kepada orangtua di kampung melalui surat. Bahkan surat itu sampai berlembar-lembar. Isinya lengkap dan sangat rinci. Ada pembayaran SPP, sewa kontrakan rumah/kamar, sampai kepada pembeli beras dan minyak tanah, pulpen, sabun dan pepsodent. Ini bukti sebuah ketulusan, keikhlasan, kejujuran. Beda dengan mahasiswa sekarang, kata mantan dekan di UMMU Ternate ini sambil mengangkat tangan kanan. Mahasiswa sekarang banyak yang kongah (bahasa Ternate : bohong, tidak jujur). Bahkan sudah terjadi perkongahan di berbagai lini kehidupan, lanjut Pak Darsis bersemangat yang disambut tawa oleh hadirin.
Pak Darsis menyampaikan pengalamannya ketika berhadapan dengan mahasiswa. Dosen senior IAIN dan dosen pada beberapa PT di Ternate ini lanjut menjelaskan, kalau mahasiswa buat tugas makalah, mereka hanya copy paste. Ini kongah. Bahkan dalam dunia politik juga terjadi perkongahan. Perkongahan terjadi di mana-mana kata Pak Darsis dengan nada suara yang meyakinkan yang langsung disambut tawa oleh peserta talk Show dan para undangan termasuk salah seorang dosen UNKHAIR yang duduk di dekat penulis tidak sanggup menahan tawa. "Pak dekan, saya baru kali ini mendengar sambutan yang berbeda dengan lainnya, kata bu dosen kepada penulis". Rupanya bu dosen yang bernama Dewi Mufidatul Ummah, S.Psi, M.Psi yang juga diundang sebagai pembicara belum kenal dengan Pak Darsis, tokoh HMI Malut yang sangat piawai di atas mimbar akademik dan di forum-forum lainnya.
Pak Darsis menyampaikan pengalamannya ketika berhadapan dengan mahasiswa. Dosen senior IAIN dan dosen pada beberapa PT di Ternate ini lanjut menjelaskan, kalau mahasiswa buat tugas makalah, mereka hanya copy paste. Ini kongah. Bahkan dalam dunia politik juga terjadi perkongahan. Perkongahan terjadi di mana-mana kata Pak Darsis dengan nada suara yang meyakinkan yang langsung disambut tawa oleh peserta talk Show dan para undangan termasuk salah seorang dosen UNKHAIR yang duduk di dekat penulis tidak sanggup menahan tawa. "Pak dekan, saya baru kali ini mendengar sambutan yang berbeda dengan lainnya, kata bu dosen kepada penulis". Rupanya bu dosen yang bernama Dewi Mufidatul Ummah, S.Psi, M.Psi yang juga diundang sebagai pembicara belum kenal dengan Pak Darsis, tokoh HMI Malut yang sangat piawai di atas mimbar akademik dan di forum-forum lainnya.
Mengakhiri sambutannya, Pak Darsis menekankan bahwa yang harus dimiliki mahasiswa dan lainnya adalah kemampuan berbicara di muka umum (Public speaking) dan kemampuan menyampaikan ide, gagasan melalui tulisan.
Hasil bacaan kita kali ini, salah satu pelajaran di antaranya adalah kejujuran. Mungkin kita dapat berkata bahwa kejujuran (kebalikan dari kata kongah) harus menjadi bahagian yang tidak terpisahkan dari hidup ini. Handphone yang menjadi salah satu kebutuhan pokok saat ini hendaknya tidak mengarahkan kita untuk berbuat tidak jujur. Justru dengan handphone diharapkan mendorong kita untuk memelihara kejujuran, meningkatkan silaturahmi, saling membagi ide dan gagasan yang positif. Orang yang jujur digambarkan Allah dalam al-Qur'an.
Firman Allah Swt :
Firman Allah Swt :
يـاَيـُّهَا الَّذِيـْنَ امَنُوا اتَّـقُوا اللهَ وَ قُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيـْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْلَكُمْ ذُنـُوْبَكُمْ، وَ مَنْ يُّـطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَـقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. الاحزاب:70-71
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. [Al-Ahzab : 70 – 71]
Ayatو قولوا قولا سديدا pada ayat 70 tersebut antara lain ditafsirkan bahwa hendaknya orang yang beriman berkata jujur, benar kepada orang lain. Dalam ayat lain kata jujur, benar menggunakan kata الصدق. Lihat misalnya, surah Ali Imran ayat 17 :
Ayatو قولوا قولا سديدا pada ayat 70 tersebut antara lain ditafsirkan bahwa hendaknya orang yang beriman berkata jujur, benar kepada orang lain. Dalam ayat lain kata jujur, benar menggunakan kata الصدق. Lihat misalnya, surah Ali Imran ayat 17 :
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
Artinya : Orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun kepada Allah swt. di waktu sebelum fajar.
Orang yang jujur, benar (الصادقين) yang terkandung dalam ayat 17 di atas digandengkan dengan kata orang sabar (الصابرين), yaitu sabar dalam keadaan lapang dan sempit, dan mereka selalu berkata benar, membenarkan Allah dan rasul-Nya, melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, yaitu (القانتين) yaitu taat melaksanakan perintah Allah tersebut, menafkahkan sebahagian hartanya (المنفقين) sesuai yang dikehendaki oleh Allah swt dan selalu memohon ampun kepada-Nya. Dapat ditegaskan bawa kejujuran itu tergambar dalam semua aktifitas kita, dalam kesabaran, ketaatan, kedermawanan, kerendahan hati.
Orang yang jujur, benar (الصادقين) yang terkandung dalam ayat 17 di atas digandengkan dengan kata orang sabar (الصابرين), yaitu sabar dalam keadaan lapang dan sempit, dan mereka selalu berkata benar, membenarkan Allah dan rasul-Nya, melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, yaitu (القانتين) yaitu taat melaksanakan perintah Allah tersebut, menafkahkan sebahagian hartanya (المنفقين) sesuai yang dikehendaki oleh Allah swt dan selalu memohon ampun kepada-Nya. Dapat ditegaskan bawa kejujuran itu tergambar dalam semua aktifitas kita, dalam kesabaran, ketaatan, kedermawanan, kerendahan hati.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 26 Februari 2017
Comments
Post a Comment