Bersama al-Qur'an (42)
Bacalah (أقراء)
Teman-teman fb yang berbahagia. Pada tulisan kali ini saya mengajak kita semua untuk membaca Kuliah Umum oleh Dr. KH. Abdul Wahid Maktub
Staf Khusus Kementerian Riset dan Tehnologi dan Pendidikan Tinggi RI
Tema : "Menemukan Spritual Untuk Keadaban, Budaya Maju dan Kreatifitas Ummat"
Di Aula IAIN Ternate, Selasa, 21 Februari 2017.
Dr. KH. Abdul Wahib Maktub pernah menjadi Konsulat Jenderal RI di Jeddah, 2001. Beliau juga pernah menjadi Duta Besar RI di Qatar.
Staf Khusus Kementerian Riset dan Tehnologi dan Pendidikan Tinggi RI
Tema : "Menemukan Spritual Untuk Keadaban, Budaya Maju dan Kreatifitas Ummat"
Di Aula IAIN Ternate, Selasa, 21 Februari 2017.
Dr. KH. Abdul Wahib Maktub pernah menjadi Konsulat Jenderal RI di Jeddah, 2001. Beliau juga pernah menjadi Duta Besar RI di Qatar.
Beberapa Point penting isi kuliah umum tersebut sebagai berikut :
Pertolongan Allah akan turun ketika kita berjamaah, dekat dengan Allah.
1. Islam itu hebat, dahsyat. Kehebatan dan kedahsyatan Islam tidak diimbangi oleh ummat Islam. Islam tidak tampak kehebatannya karena manusianya blm hebat. Untuk menunjukkan kehebatan Islam, ummat Islam sejatinya mengamalkan Islam. Mengamalkan Islam tidak setengah-setengah tetapi mengamalkannya secara sungguh-sungguh. Ketika berjuang harus berjuang sungguh-sungguh (haqqa jihadih).
2. Selain itu, sebagai ummat Islam, kita harus memahami Islam secara benar. Pemahaman kita tentang Islam belum pas. Kita harus bergerak, kita harus berubah. The future must be in our hand (masa depan harus berada di tangan kita ).
3. Perlu ada revolusi pemikiran, revolusi mental. Kehebatan Islam karena Islam bukan hanya bersifat lokal (mahalliyah), nasional (wathaniyyah), tetapi juga internasional (dauliyyah), Islam bersifat universal untuk seluruh ummat manusia (rahmatan lil-alamin).
4. Jika kita mau hebat, mendapatkan pertolongan Allah, kita beribadah hanya kepada Allah swt. Ini sudah dibuktikan oleh semua nabi yang bertugas, berdakwah mengajak umatnya hanya menyembah Allah.
5. Kita harus menggunakan senjata, kekuatan kita. Yaitu senjata ilmu dan senjata ibadah. Jika kita ingin menguasai dunia harus dengan ilmu dan jika kita ingin menguasai akhirat juga harus dengan ilmu. من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم
Pada dimensi ibadah, Allah harus masuk dalam hati kita. Allahlah yang menggerakkan badan dan hati kita. Allahlah sebagai pelindung kita. Ke manapun kita pergi, kita selalu bersama Allah. Ini yang disebut metaphysical dimension, mengenal Allah (معرفة الله).
Pada dimensi ibadah, Allah harus masuk dalam hati kita. Allahlah yang menggerakkan badan dan hati kita. Allahlah sebagai pelindung kita. Ke manapun kita pergi, kita selalu bersama Allah. Ini yang disebut metaphysical dimension, mengenal Allah (معرفة الله).
6. Jika kita mengoptimalkan senjata yang kita miliki maka rahmat Allah sangatlah dekat (ان رحمة الله قريب).
7. Kita semua butuh jalan, ada syariah, thariqah, madzhab. Tetapi yang lebih penting adalah tujuan ke mana kita berjalan (فأين تذهبون).
Dari hasil bacaan ini paling tidak kata kunci utamanya adalah "Pertolongan Allah". Sebagai hamba Allah yang baik kita semua tentu membutuhkan pertolongan Allah. Meskipun tanpa diminta Allah tetap memberi pertolongan kepada semua hamba-Nya. Makanan yang beraneka macam yang berasal dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang dikonsumsi oleh manusia adalah bentuk pertolongan Allah, rahmat Allah bagi manusia. Namun masih ada juga hamba Allah yang tidak menyadarinya. Allah menguraikan asal usul makanan yang dikonsumsi manusia. Surah 'Abasa ayat 24-32 :
فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ (٢٤) أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (٢٥) ثُمَّ شَقَقْنَا الأرْضَ شَقًّا (٢٦) فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (٢٧)وَعِنَبًا وَقَضْبًا (٢٨)وَزَيْتُونًا وَنَخْلا (٢٩) وَحَدَائِقَ غُلْبًا (٣٠) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (٣١) مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ (٣٢
Terjemah Surat ‘Abasa Ayat 24-32
24. Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya,
25. Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),
26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
27. lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian,
28. dan anggur dan sayur-sayuran,
29. dan zaitun dan pohon kurma
30. dan kebun-kebun (yang) rindang,
31. dan buah-buahan serta rerumputan
32. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Ayat ini mengajarkan sebuah ilmu yang berharga, ilmu membaca diri, membaca dan memahami hakikat makanan yang kita makan setiap hari. Sesungguhnya makanan itu berasal dari tanah yang sebelumnya disirami air agar manusia pandai bersyukur. Siapa yang pandai bersyukur niscaya pertolongan Allah swt akan selalu bersamanya.
Moga kita semua termasuk orang yang pandai membaca ayat-ayat Allah baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, dan termasuk dalam golongan hamba-hamba yang pandai berterimakasih.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 21 Februari 2017
Comments
Post a Comment