Bersama al-Qur'an (41)
Bacalah (أقراء)
"Pengalaman"
Bacaan kita adalah membaca "pengalaman". Usai salat subuh pagi Jum'at, 10 Februari 2017 saya berkemas mengemasi barang bawaan yang akan dibawa ke Ternate. Ada koper, ada tas laptop, tas jinjing, satu gardus dan satu kantongan. Masih di dalam kamar tidur, saya menggunakan waktu sekitar 15 menit untuk menyampaikan beberapa nasehat dan harapan kepada dua anak saya, Faidhul Rahman dan adiknya Muhammad Fuad. Faidhul Rahman yang biasa dipanggil Faidhul akan mengikuti ujian nasional untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tahun ini dan Fuad sedang bersiap menghadapi ujian semester naik kelas 3 di sekolah yang sama dengan kakaknya, Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Makassar. Sebagai orangtua demikian juga orangtua lainnya mengharapkan anak-anaknya selalu mendapat taufik dari Allah swt, harapan dan mimpi orangtua sesuai dengan kenyataan, doa yang dipanjatkan selalu diijabah oleh-Nya, artinya, doa kami sebagai orangtua Faidhul dan Fuad berhasil dalam ujian-ujiannya dan mimpi keduanya menjadi nyata, امين يارب العالمين.
Jam 06.10 saya tinggalkan rumah kami yang terletak di Perumahan Graha Lestari, jalan Hertasning Baru, Makassar. Sekitar 30 menit kemudian, saya tiba di Bandara. Melalui jalur tol ini lebih singkat, lebih cepat dibanding melalui jalur umum yang ditempuh sekitar 1 jam baru akan sampai di Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah turun dari mobil saat berada di drop zone saya check semua bawaan dan lengkap. Untuk membawa bawaan ini saya harus menggunakan trolley. Lalu saya menuju Security Check Point. Di sini, petugas bandara memeriksa calon penumpang, barang bawaan baik bagasi maupun kabin. Saya check bawaan lengkap. Saya menuju ke check in counter. Di area ini saya melapor keberangkatan. Setelah menyerahkan tiket dan kartu identitas, saya menerima boarding pass. Saya bagasikan koper dan gardus berisi di antaranya buku-buku hadiah dari bapak Prof. Dr.H. Ahmad Thib Raya, MA. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (terimakasih Prof). Sedang tiga bawaan lainnya, tas laptop, tas jinjing dan kantongan saya kabinkan. Saya kemudian menuju ke security check point 2. Di area ini jaket, topi, jam tangan, cincin batu Bacan, ikat pinggang ditanggalkan. Setelah pemeriksaan, semua yang ditanggalkan saya kenakan/pakai kembali dan mempercepat langkah menuju tangga lift. Sebelum sampai di Gate 6 untuk calon penumpang Batik Air, No Fligjt ID 6192 tujuan Ternate tiba-tiba saya kaget, barang bawaan kantongan Alfamart tidak ada. Kalau dinilai rupiah kantongan ini tidak seberapa tetapi berkaitan dengan amanah. Kantongan berisi kacang disco ini adalah pesanan dari istri saya dan anak ketiga saya, Ariqah Mumtazah, siswi kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri Ternate. Si bungsu ini juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional untuk lanjut ke MAN.
Memory saya mulai berputar berusaha merekam beberapa pintu yang sudah dilewati. Lalu saya turun ke Security Check Point pertama, tidak berhasil semua Security tidak ada yang tahu. Saya lanjut tanyakan kepada para petugas di Security Check Point 2, pemeriksaan yang terakhir dan tetap tidak berhasil. Pikiran saya mulai gelisah, tidak tenang. Pasalnya ini amanah. Saya mau bilang apa kepada Istri saya yang biasa dipanggil Ummi oleh anak-anak saya. Juga kepada Ika, panggilan Ariqah Mumtazah. Saya memutuskan saya harus menemukan kantong itu. Seorang Security membantu saya dan mengantarkan saya melihat CCTV. Dari rekaman CCTV terlihat jelas bahwa kantongan itu saya lupa ambil ketika pemeriksaan di Security Check Point 2. Rekaman berikutnya menunjukkan bahwa kantongan itu diambil oleh seorang anak laki-laki mengenakan baju merah. Anak itu sedang bersama ibunya yang mengenakan baju biru yang juga sedang mengambil barang bawaannya.
Pak Security berbicara dengan suara pelan kepada saya, "pak, insya Allah kantongannya akan segera kita temukan" Saya dengan Pak Security naik lift dan segera menemui ibu dari anak yang mengambil kantongan. Si ibu lagi sedang santai lalu didekati Pak Security. Terjadi dialog singkat. Bu, apa dalam bawaan ibu tidak terikut kantongam Alfamart milik orang lain. Tanya Security kepada ibu. Pak. Barang bawaan saya, ini. Coba dibuka Pak. Jawab Ibu itu kepada Security. Pak Security tidak menemukan kantongan saya. Pak Security lanjut menjelaskan, bu, dalam CCTV terlihat anak ibu mengambil kantongan itu. Spontan si ibu menjawab, betul pak dan kantongan itu baru saja kami kembalikan ke petugas, maksudnya petugas di Security Check Point 2. Alhamdulillah kantongan bertuliskan Alfamart sudah di tangan saya.
Dari apa yang kami ceritakan ini adalah sebuah kenyataan yang penulis alami sendiri. Kata kuncinya adalah amanah. Amanah secara etimologis berarti jujur atau dapat dipercaya. Secara istilah dapat dikategorikan kepada, pertama, amanah manusia terhadap Allah swt, yaitu memelihara semua ketentuan Allah swt berupa melaksankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya, termasuk di dalamnya menggunakan semua potensi dan anggota tubuh untuk hal-hal yang bermanfaat serta mengakui bahwa semua itu berasal dari Allah swt. Kedua, amanah manusia kepada orang lain, diantaranya tidak menipu dan berlaku curang, menjaga kehormatan, keharmonisan keluarga, kerabat dan manusia secara keseluruhan. Ketiga, amanah manusia terhadap dirinya sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya baik dalam urusan agama maupun dunia, tidak pernah melakukan yang membahayakan dirinya dalam kehidupannya. Keempat, amanah terhadap lingkungan hidup berupa memakmurkan dan melestarikan lingkungan (Q.S. 11 : 61), tidak berbuat kerusakan di muka bumi (Q.S.7 :85).
Ibu dari anak yang mengambil barang saya adalah seorang ibu yang memegang amanah. Ia jujur dan mengembalikan barang temuannya kepada pemiliknya melalui security. Pak Security juga adalah Security yang melaksanakan tugasnya penuh amanah, penuh rasa tanggung jawab.
Sifat amanah memberi rasa aman kepada orang lain. Menunaikan amanah adalah perintah Allah swt. Allah berfirman :
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Jam 06.10 saya tinggalkan rumah kami yang terletak di Perumahan Graha Lestari, jalan Hertasning Baru, Makassar. Sekitar 30 menit kemudian, saya tiba di Bandara. Melalui jalur tol ini lebih singkat, lebih cepat dibanding melalui jalur umum yang ditempuh sekitar 1 jam baru akan sampai di Bandara Sultan Hasanuddin. Setelah turun dari mobil saat berada di drop zone saya check semua bawaan dan lengkap. Untuk membawa bawaan ini saya harus menggunakan trolley. Lalu saya menuju Security Check Point. Di sini, petugas bandara memeriksa calon penumpang, barang bawaan baik bagasi maupun kabin. Saya check bawaan lengkap. Saya menuju ke check in counter. Di area ini saya melapor keberangkatan. Setelah menyerahkan tiket dan kartu identitas, saya menerima boarding pass. Saya bagasikan koper dan gardus berisi di antaranya buku-buku hadiah dari bapak Prof. Dr.H. Ahmad Thib Raya, MA. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (terimakasih Prof). Sedang tiga bawaan lainnya, tas laptop, tas jinjing dan kantongan saya kabinkan. Saya kemudian menuju ke security check point 2. Di area ini jaket, topi, jam tangan, cincin batu Bacan, ikat pinggang ditanggalkan. Setelah pemeriksaan, semua yang ditanggalkan saya kenakan/pakai kembali dan mempercepat langkah menuju tangga lift. Sebelum sampai di Gate 6 untuk calon penumpang Batik Air, No Fligjt ID 6192 tujuan Ternate tiba-tiba saya kaget, barang bawaan kantongan Alfamart tidak ada. Kalau dinilai rupiah kantongan ini tidak seberapa tetapi berkaitan dengan amanah. Kantongan berisi kacang disco ini adalah pesanan dari istri saya dan anak ketiga saya, Ariqah Mumtazah, siswi kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Negeri Ternate. Si bungsu ini juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional untuk lanjut ke MAN.
Memory saya mulai berputar berusaha merekam beberapa pintu yang sudah dilewati. Lalu saya turun ke Security Check Point pertama, tidak berhasil semua Security tidak ada yang tahu. Saya lanjut tanyakan kepada para petugas di Security Check Point 2, pemeriksaan yang terakhir dan tetap tidak berhasil. Pikiran saya mulai gelisah, tidak tenang. Pasalnya ini amanah. Saya mau bilang apa kepada Istri saya yang biasa dipanggil Ummi oleh anak-anak saya. Juga kepada Ika, panggilan Ariqah Mumtazah. Saya memutuskan saya harus menemukan kantong itu. Seorang Security membantu saya dan mengantarkan saya melihat CCTV. Dari rekaman CCTV terlihat jelas bahwa kantongan itu saya lupa ambil ketika pemeriksaan di Security Check Point 2. Rekaman berikutnya menunjukkan bahwa kantongan itu diambil oleh seorang anak laki-laki mengenakan baju merah. Anak itu sedang bersama ibunya yang mengenakan baju biru yang juga sedang mengambil barang bawaannya.
Pak Security berbicara dengan suara pelan kepada saya, "pak, insya Allah kantongannya akan segera kita temukan" Saya dengan Pak Security naik lift dan segera menemui ibu dari anak yang mengambil kantongan. Si ibu lagi sedang santai lalu didekati Pak Security. Terjadi dialog singkat. Bu, apa dalam bawaan ibu tidak terikut kantongam Alfamart milik orang lain. Tanya Security kepada ibu. Pak. Barang bawaan saya, ini. Coba dibuka Pak. Jawab Ibu itu kepada Security. Pak Security tidak menemukan kantongan saya. Pak Security lanjut menjelaskan, bu, dalam CCTV terlihat anak ibu mengambil kantongan itu. Spontan si ibu menjawab, betul pak dan kantongan itu baru saja kami kembalikan ke petugas, maksudnya petugas di Security Check Point 2. Alhamdulillah kantongan bertuliskan Alfamart sudah di tangan saya.
Dari apa yang kami ceritakan ini adalah sebuah kenyataan yang penulis alami sendiri. Kata kuncinya adalah amanah. Amanah secara etimologis berarti jujur atau dapat dipercaya. Secara istilah dapat dikategorikan kepada, pertama, amanah manusia terhadap Allah swt, yaitu memelihara semua ketentuan Allah swt berupa melaksankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya, termasuk di dalamnya menggunakan semua potensi dan anggota tubuh untuk hal-hal yang bermanfaat serta mengakui bahwa semua itu berasal dari Allah swt. Kedua, amanah manusia kepada orang lain, diantaranya tidak menipu dan berlaku curang, menjaga kehormatan, keharmonisan keluarga, kerabat dan manusia secara keseluruhan. Ketiga, amanah manusia terhadap dirinya sendiri, yaitu berbuat sesuatu yang terbaik dan bermanfaat bagi dirinya baik dalam urusan agama maupun dunia, tidak pernah melakukan yang membahayakan dirinya dalam kehidupannya. Keempat, amanah terhadap lingkungan hidup berupa memakmurkan dan melestarikan lingkungan (Q.S. 11 : 61), tidak berbuat kerusakan di muka bumi (Q.S.7 :85).
Ibu dari anak yang mengambil barang saya adalah seorang ibu yang memegang amanah. Ia jujur dan mengembalikan barang temuannya kepada pemiliknya melalui security. Pak Security juga adalah Security yang melaksanakan tugasnya penuh amanah, penuh rasa tanggung jawab.
Sifat amanah memberi rasa aman kepada orang lain. Menunaikan amanah adalah perintah Allah swt. Allah berfirman :
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Artinya. : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Amanah ada dalam semua sisi kehidupan manusia. PNS yang amanah, pedagang yang amanah, suami yang amanah, istri yang amanah. Siapapun dan apapun kita adalah menjadi kewajiban untuk menunaikan amanah. Moga Allah swt selalu memberi kekuatan dan pengetahuan agar kita dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai peran yang kita lakoni.
Amanah ada dalam semua sisi kehidupan manusia. PNS yang amanah, pedagang yang amanah, suami yang amanah, istri yang amanah. Siapapun dan apapun kita adalah menjadi kewajiban untuk menunaikan amanah. Moga Allah swt selalu memberi kekuatan dan pengetahuan agar kita dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai peran yang kita lakoni.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 11 Februari 2017
Comments
Post a Comment