Bersama al-Qur'an (32)
اقرأ
"Muhammad Ali" (Edisi kedua)
Bersama al-Qur'an (31) kita sudah baca "Muhammad Ali." Pada bacaan tersebut Muhammad Ali digambarkan sebagai sosok muslim yang baik telah meninggalkan berbagai keteladanan buat kita. Kita belum membaca latar belakang keluarganya yang tentu saja orang pertama berjasa membawa Muhammad Ali menjadi petinju besar yang disegani. Episode kedua ini kita ingin mengetahui siapa yang berperan terhadap keislaman Muhammad Ali dan apa kata al-Qur'an.
Tulisan ini dimulai dari latar belakang keluarga Muhammad Ali. Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. Ayahnya bernama Cassius Marcellus Clay Sr bekerja sebagai penulis papan nama dan reklame. Sementara ibunya bernama Odessa Grady Clay bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ali menggunakan nama bapaknya. Yang membedakan, nama Ali diakhiri dengan kata Jr atau junior yang dapat dimaknai dengan anak. Sedang di akhir nama bapaknya ditambah kata sr (senior) yang dapat dimaknai dengan orangtua. Dari segi nama, kedua orangtua Muhammad Ali adalah penganut agama non Islam (Kristen) termasuk Muhammad Ali sendiri. Ali lahir pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky Amerika Serikat. Dalam kehidupan Ali, Ia berkenalan dengan tiga perempuan yang kemudian dikawininya. Wanita pertama bernama Sonji Roi kemudian bercerai pada tahun 1966. Wanita kedua bernama Belinda Boid yang kemudian menjadi isterinya. Sebelas tahun sesudah perceraian Ali dengan istri yang pertama (Sonji Roi), Belinda Boid sebagai isteri yang kedua diceraikan (1977). Ali kemudian beristri lagi dengan seorang wanita bernama Veronica Prch Anderson. Dari perkawinannya yang ketiga dengan Veronica, lahir Hanna Yasmin Ali dan Laila Ali. Tidak ada informasi kalau isteri pertama Ali mempunyai anak. Sedangkan istri keduanya, Belinda Boid lahir tiga orang anak yaitu Jamilah, Rashed, dan Muhammad Ali Jr.
Tidak ada informasi tentang perubahan keyakinan kedua orangtua Muhammad Ali, sehingga mereka berdua masih tetap penganut agama Kristen. Artinya bahwa Muhammad Ali memilih Islam tidak ada campur tangan kedua orangtuanya. Muhammad Alilah yang merubah keyakinannya sendiri. Pilihan Muhammad Ali terhadap Islam dan meninggalkan agama asalnya diawali ketika Muhammad Ali mengenal sebuah organisasi Islam, Nation of Islam (NOI) pimpinan Elijah Muhammad. Muhammad Ali mulai membaca surat kabar tentang Islam yang diterbitkan oleh NOI disamping mempelajari Islam di bawah bimbingan seorang muallaf, Kapten Sam Saxon yang berganti nama Abdul Rahman dan dari tokoh NOI lainnya, Malcolm X.
Kedekatan Muhammad Ali dengan NOI disamping terus-menerus mempelajari
Islam, membaca terjemahan al-Qur'an ditambah dengan bimbingan dari tokoh-tokoh NOI, akhirnya Muhammad Ali sadar dan yakin betul bahwa agama Islamlah yang dicari selama ini. Muhammad Ali masuk Islam. Nama Muhammad Ali resmi disandangnya dan nama baptisnya, Cassius Marcellus Clay Jr. tidak digunakannya lagi.
Islam, membaca terjemahan al-Qur'an ditambah dengan bimbingan dari tokoh-tokoh NOI, akhirnya Muhammad Ali sadar dan yakin betul bahwa agama Islamlah yang dicari selama ini. Muhammad Ali masuk Islam. Nama Muhammad Ali resmi disandangnya dan nama baptisnya, Cassius Marcellus Clay Jr. tidak digunakannya lagi.
Ketika para dokter di AS memvonisnya dengan penyakit Sindroma Parkinson, Muhammad Ali mengatakan bahwa dia telah mendapatkan hidup yang baik. Dengan penyakit yang diidapnya membuatnya sadar dan penuh yakin bahwa apa yang sedang dialaminya itu adalah kehendak Allah swt. Penyakitnya itu, menurut dia, merupakan cara Allah SWT merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tidak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.
Dari apa yang telah dikemukakan ada dua catatan yang mungkin dapat menjadi perhatian kita, yaitu ;
1). Muhammad Ali memilih Islam sebagai agamanya adalah atas kehendaknya dan usahanya sendiri. Jika kedua orangtuanya bermaksud mempertahankan agama asal Muhammad Ali niscaya tidak akan berhasil. Muhammad Ali sudah punya pilihan yang kuat. Artinya siapapun kita tidak akan mampu mengubah keyakinan seseorang kecuali orang itu yang mengubah dirinya sendiri. QS. Al-Ra'du : 11 :
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
1). Muhammad Ali memilih Islam sebagai agamanya adalah atas kehendaknya dan usahanya sendiri. Jika kedua orangtuanya bermaksud mempertahankan agama asal Muhammad Ali niscaya tidak akan berhasil. Muhammad Ali sudah punya pilihan yang kuat. Artinya siapapun kita tidak akan mampu mengubah keyakinan seseorang kecuali orang itu yang mengubah dirinya sendiri. QS. Al-Ra'du : 11 :
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka."
Seorang da'i misalnya, sudah banyak memberikan materi dakwah kepada jamaahnya selalu marah-marah karena jamaahnya tidak banyak berubah. Tugas juru dakwah sebenarnya hanya menyampaikan dakwah dengan bijaksana sambil mendoakan moga jamaahnya mendapat hidayah dari Allah. Da'i tidak mampu memberi hidayah karena bukan wewenangnya, yang memberi hidayah adalah Allah swt.
QS.Al-Qashash : 56 :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Seorang da'i misalnya, sudah banyak memberikan materi dakwah kepada jamaahnya selalu marah-marah karena jamaahnya tidak banyak berubah. Tugas juru dakwah sebenarnya hanya menyampaikan dakwah dengan bijaksana sambil mendoakan moga jamaahnya mendapat hidayah dari Allah. Da'i tidak mampu memberi hidayah karena bukan wewenangnya, yang memberi hidayah adalah Allah swt.
QS.Al-Qashash : 56 :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Artinya : "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang mau menerima petunjuk."
2). Muhammad Ali sebelumnya beragama non Islam kemudian memilih agama Islam dan meninggal dalam keadaan Islam. Ini memberi petunjuk bahwa manusia itu misteri. Mungkin kita boleh berkata bahwa seseorang yang tadinya termasuk orang yang suka berbuat maksiat, banyak melakukan dosa, boleh jadi kemudian menjadi orang yang sangat saleh, dermawan, memiliki kepekaan sosial. Sebaliknya mungkin kita mengenal seseorang dulunya termasuk orang baik. rajin beribadah tetapi kemudian rajin juga melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Artinya, baik tidaknya seseorang selain ada usaha dari yang bersangkutan juga ada intervensi Allah, yaitu petunjuk, hidayah-Nya. Mengapa Islam menganjurkan supaya kita memperbaharui iman kita, boleh jadi salah satu sebabnya agar iman itu bisa dipertahankan dan dapat ditingkatkan. Sebab kalau iman tidak selalu diperbaharui, iman itu bisa berkurang (yazidu wa yanqushu) bahkan bisa turun ke titik nol. Salah satu permohonan yang kita panjatkan kepada Allah setiap melaksanakan salat adalah ayat 6 surah al-Fatihah :
اهدناالصراط المستقيم
(Ihdina al-shiratha al-mustaqim). Artinya : "Bimbing (antar) kami (memasuki) jalan lebar dan luas." Ayat ini dimaknai oleh para ulama bahwa setiap orang bisa tergelincir ke jurang dosa baik disebabkan oleh panca inderanya maupun kekuatan akal yang dimilikinya. Karena itu kita mohon hidayah agama kepada Allah agar kita bisa mempertahankan iman dan meningkatkannya.
اهدناالصراط المستقيم
(Ihdina al-shiratha al-mustaqim). Artinya : "Bimbing (antar) kami (memasuki) jalan lebar dan luas." Ayat ini dimaknai oleh para ulama bahwa setiap orang bisa tergelincir ke jurang dosa baik disebabkan oleh panca inderanya maupun kekuatan akal yang dimilikinya. Karena itu kita mohon hidayah agama kepada Allah agar kita bisa mempertahankan iman dan meningkatkannya.
(Diolah dari berbagai sumber)
Wallahu A'lam bi al-shawab
Ternate, 16 Juni 2016/11 Ramadhan 1437 H
Ternate, 16 Juni 2016/11 Ramadhan 1437 H
Comments
Post a Comment