Bersama al-Qur'an (30)
اقرأ
شهر الدعاء
(Syahrul al-Du'a)
(Syahrul al-Du'a)
Bacalah Ramadhan "Bulan Doa"
Doa dapat dimaknai dengan permohonan seseorang kepada Allah swt. Permohonan itu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh yang berdoa. Doa yang dipanjatkan dapat menggunakan bahasa apa saja yang mudah dipahami. Waktu berdoa kapan saja, boleh dilakukan sesudah salat, di waktu malam dan siang, atau di waktu subuh.
Setiap kita tentu sudah pernah berdoa bahkan sebagai orang Islam kita berdoa minimal lima kali sehari semalam. Semua doa yang dipanjatkan terpelihara di sisi Allah. Ketika doa itu dikabulkan maka yang berdoa terpenuhi hajatnya. Boleh jadi doa itu belum dijawab, belum diijabah atau ditunda sampai waktu yang tidak diketahui. Doa yang diijabah, doa belum diijabah atau ditunda adalah pilihan. Pilihan itu dilakukan oleh Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi hamba-Nya. Kita berdoa sesuai yang kita inginkan dan apa yang kita sukai. Doa yang kita panjatkan itu menurut kita adalah baik dan kita yakin doa itu sudah tepat. Tetapi apa yang kita anggap baik itu belum tentu baik bagi Allah swt. Allah Maha Mengetahui mana yang baik untuk kita lalu Allah memilih yang terbaik untuk kita.
Dari apa yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa sangat tidak etis apabila seseorang berdoa kepada Allah lalu mengeluh dan mungkin tidak sadar menyesal karena doanya belum diijabah oleh Allah swt. Salah satu contoh seorang Bapak bersama Isteri berdoa agar anaknya yang sudah lulus Madrasah Aliah Negeri misalnya, dapat diterima di salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Pulau Jawa. Meskipun anaknya sendiri berminat kuliah di Mesir. Kedua orangtua kecewa karena anaknya tidak lulus seleksi masuk perguruan tinggi yang sudah direncanakan. Ternyata pada tahun berikutnya, anaknya dinyatakan lulus. Ia lulus bukan masuk perguruan tinggi di Tanah Air, di Jawa, tetapi ia lulus masuk ke Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir melalui jalur Kementerian Agama. Universitas al-Azhar ini adalah salah satu universitas yang sangat diidamkan oleh anaknya sejak duduk di Madrasah Aliah.
Dari contoh kasus yang telah disebutkan mungkin kita dapat berkata bahwa pilihan Allah lebih baik dari pilihan si orangtua anak. Kalau ia lulus masuk perguruan tinggi di Jawa, maka tentu harapannya ke universitas al-Azhar mungkin akan sulit terpenuhi. Banyak kasus yang kita alami dan mungkin juga pengalaman yang sama dialami oleh teman-teman fb menunjukkan bahwa terkadang kita menganggap sesuatu tidak baik ternyata hal itu baik bagi kita. Sebaliknya kadang kita menilai sesuatu itu baik ternyata tidak baik untuk kita.
QS.Al-Baqarah : 216 :
QS.Al-Baqarah : 216 :
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ
Artinya : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu"
Sebagai orang muslim yang sebaiknya kita lakukan adalah berdoa pada setiap keadaan tanpa membatasinya. Apakah terkabulnya doa itu disegerakan oleh Allah atau tidak kita harus tetap positive thingking (husnu al-zdan) kepada Allah. Kita yakin bahwa doa itu akan diterima oleh-Nya karena Allah sudah berjanji untuk mengabulkannya dan Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya.
QS. Ali Imran : 194 :
إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Artinya : "Sesungguhnya Engkau ya Allah tidak menyalahi janji"
QS. Ali Imran : 194 :
إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Artinya : "Sesungguhnya Engkau ya Allah tidak menyalahi janji"
Bacaan kita tentang. bulan ramadhan "Bulan Doa," kita boleh berkata bahwa sejatinya kita banyak berdoa, kita luangkan waktu kita untuk selalu berdoa pada setiap kesempatan yang kita miliki, baik di rumah, di kantor, di kampus, di mobil, atau dimana saja apakah di malam hari atau di siang hari. Kalau kita analogikan berdoa sama dengan melempar buah mangga yang masih ada di atas pohonnya, dan lemparan pertama, kedua, ketiga belum mengenai sasaran mungkin lemparan keempat yang tepat mengenai mangga sehingga mangganya jatuh. Artinya doanya terkabul dengan jatuhnya mangga.
Semua orang yang berdoa hendaknya menjauhi perbuatan maksiat, dosa, mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Doa yang kita panjatkan tentu berkaitan dengan kebaikan dan beraneka macam sesuai keinginan. Boleh memohon diberi rezeki yang halal dan baik, diberi umur yang berkah, mohon diberi kesehatan yang bermanfaat, yang belum kawin mohon dipertemukan jodohnya, yang belum mempunyai anak mohon dikaruniai anak yang saleh. Masih sederet doa yang dapat dipanjatkan sesuai kebutuhan. Kalau kita buat daftar kebutuhan yang akan menjadi materi doa kita niscaya kita akan memiliki daftar yang panjang yang tidak berujung. Artinya setiap kita (setiap orang) memiliki kebutuhan setiap saat bahkan setiap detik. Bukankah kita butuh sehat setiap detik ?, tidakkah kita ingin hidup sejahtera, tidakkah kita menginginkan agar anak kita menjadi anak yang saleh ? Dan masih banyak pertanyaan yang dapat kita buat untuk menunjukkan bahwa setiap saat kita sebaiknya berdoa, berdoa dan berdoa.
Salah satu doa yang dianggap doa sapu jagad, pamungkas segala doa adalah doa dalam surah al-Baqarah : 201 :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya : "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Ayat tersebut dianggap pamungkas segala doa karena muatannya mencakup semua permohonan kita baik di dunia maupun di akhirat. Hasanah fi al-dunya (kebaikan di dunia) ditafsirkan semua kebaikan yang kita butuhkan di dunia meliputi rezeki yang luas, anak saleh, ilmu yang bermanfaat dan termasuk semua yang kita inginkan di dunia ini. Hasanah fi al-akhirat mencakup semua kebaikan di akhirat seperti kemudahan pada hari pengadilan dan berujung pada kebaikan yang paling tinggi masuk ke dalam surga.
Salah satu doa yang dianggap doa sapu jagad, pamungkas segala doa adalah doa dalam surah al-Baqarah : 201 :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya : "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Ayat tersebut dianggap pamungkas segala doa karena muatannya mencakup semua permohonan kita baik di dunia maupun di akhirat. Hasanah fi al-dunya (kebaikan di dunia) ditafsirkan semua kebaikan yang kita butuhkan di dunia meliputi rezeki yang luas, anak saleh, ilmu yang bermanfaat dan termasuk semua yang kita inginkan di dunia ini. Hasanah fi al-akhirat mencakup semua kebaikan di akhirat seperti kemudahan pada hari pengadilan dan berujung pada kebaikan yang paling tinggi masuk ke dalam surga.
Di bulan ramadhan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu kebaikan dibuka yang akan memuluskan perjalanan doa kita kepada Allah swt. Khusus untuk puasa ramadhan ini Allah memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bahkan tidak terdeteksi. Kalau amalan-amalan kita di luar ramadhan diganjar berlipat ganda dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat (yudha'ifu al-hasanah bi'asyri amtsaliha ila sab'i miah dha'f). Tetapi untuk puasa dalam hadis Qudsi Allah berfirman :
الا الصوم فاءنه لى وانا أجزى به
( Illa al-shaum fainnahu liy wa ana ajziy bihi). Dari hadis Qudsi ini dipahami oleh ulama bahwa khusus puasa Allah memberikan ganjaran secara khusus. Ada yang memaknai ganjarannya tidak terbatas.
الا الصوم فاءنه لى وانا أجزى به
( Illa al-shaum fainnahu liy wa ana ajziy bihi). Dari hadis Qudsi ini dipahami oleh ulama bahwa khusus puasa Allah memberikan ganjaran secara khusus. Ada yang memaknai ganjarannya tidak terbatas.
Wallahu A'lam bi al-shawab
Ternate, 12 Juni 2016/07 Ramadhan 1437 H
Comments
Post a Comment