Skip to main content

Blog authors

My photo
M. Djidin
M. Djidin Dahlan lahir di Mandar, SULBAR, 02 Juni 1955. SD, PGAN 4 Th di Tinambung. SPIAIN, S1 dan S2 di Makassar, S3 di Jakarta. Di Makassar, kuliah di ABA (Bhs. Inggris ), mengajar di Lembaga Bhs IAIN, UMI, MAN, SMP, SMA Nahdiyat, SMP, SMA Trisakti, magang Wartawan Pedoman Rakyat. Juga, aktif ceramah dan khuthbah Jumat. Belajar tasauf di Majlis Ta'lim Habib Abubakar Hasan al-Attas. Bimbingan akhlak tasauf dari ARG. Prof. Dr. KH. Sahabuddin, mendampingi beliau bersafari dakwah ke jamaah Qadiriyah Mandar. Di Makassar, M. Djidin juga berguru kepada KH. Mustari, K. Mursalin Saleh, KH. Hafidz, KH. Muhammad Nur, KH. Abd. Qadir, MA. Mengikuti pengajian KH. Ali Ba'bud, KH. Sanusi Baco, KH. Muchtar Husain. Di Mandar, mengikuti pengajian dan dakwah keliling Annangguru KH. Muh. Saleh, belajar pd Annangguru Hafil, Annangguru Imam Sawang, Guru Ka'do, Pak Jurairi, M. Saleh, Sitti Awi, Pua Pasing. Pengalaman luar negeri, 2007, 4 bulan belajar tafsir di Mesir. 2011, Rajab - ramadhan belajar di Ummul Qura' University, Makkah. Pengalaman jabatan di IAIN Ternate, Ketua Prodi B. Arab, Kajur Tarbiyah, Kajur Adab, Dekan

Bersama al-Qur'an (29)
اقرأ
شهر الائستغفار
(Syahrul al-Istighfar)
Bacalah "Bulan Istighfar" (Puasa Ramadhan Hari Kelima)
Istighfar dapat diartikan sebagai permohonan ampunan kepada Allah Swt atas segala kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan dan pengakuan disertai penyesalan atas kesalahan dan dosa tersebut.
Ada beberapa alasan mengapa kita istighfar (memohon ampunan) kepada Allah swt. Di antaranya, 1) Kita butuh keamanan, rasa aman dalam kehidupan ini. Dan salah satu yang bisa membuat kita aman adalah istighfar. 2) Kita Istighfar karena ia adalah perintah Allah swt.
1. Istighfar Memberi Rasa Aman
Setiap manusia sudah pernah melakukan kesalahan dan mungkin juga dosa. Orang yang bersalah dan merasa berdosa hatinya tidak tenang, ia merasa terganggu, merasa tidak nyaman, tidak aman. Mengapa ? Dia selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan dan dosa yang dilakukan. Kalau dosa itu akibat sikap dan perbuatannya kepada orang lain, kepada kawan akrab misalnya, maka mungkin saja ia khawatir hubungannya dengan kawannya itu tidak sekakrab sebelumnya, bahkan mungkin mengalami keretakan. Kalau dosa itu disebabkan banyaknya kesalahan, sering melakukan amalan-amalan yang tidak terpuji, perbuatan yang dilarang oleh agama yaitu dosa kepada Allah swt, maka ia akan merasa khawatir dan takut dengan frekuensi yang lebih besar lagi. Apalagi kalau timbangan dosanya lebih berat dari timbangan kebaikannya, maka rasa takutnya akan mengusik dan mengganggu ketenangannya. Dia membayangkan siksa neraka yang mungkin akan diterimanya kelak. Sebagaimana penjelasan al-Qur'an : Surah Al-Qari'ah : 8-11.
(8)
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُه
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,
(9). فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
(10). وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
(11). نَارٌ حَامِيَةٌ
(Yaitu) api yang sangat panas.
Rasa takut yang dirasakan oleh mereka yang melakukan kesalahan dan dosa akan terobati oleh pemberian maaf. Ketika pertemanan terputus disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan dan pertemanan itu terhubung kembali melalui pemberian maaf maka pada saat itu hati menjadi berbinar-binar, gembira dan senang sekali. Dan pada saat yang sama hati merasa aman dan nyaman.
Demikian halnya ketika kita berdosa kepada Allah swt. Rasa khawatir dan rasa takut karena khawatir perbuatan buruk kita lebih berat dari perbuatan baik kita, atau khawatir kita termasuk orang yang bangkrut di akhirat nanti dan balasannya yang layak adalah neraka yang menyala-nyala, apinya sangat panas. Semua kekhawatiran dan ketakutan ini akan hilang akan dihapus oleh pemberian ampunan Allah swt. Dalam al-Qur'an Surah Al-Nisa' ayat. 110 :
و من يعمل سوء او يظلم نفسه ثم يستغفر الله يجد الله غفورا رحيما
( wa man ya'mal suan aw yazdlim nafsahu tsumma yastaghfirillaha yajidillaha ghafuran rahiman ).
Artinya : Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ayat tersebut mengandung pesan bahwa seseorang yang telah melakukan dosa lalu ia memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya. Artinya bahwa rasa takut yang senantiasa membayanginya karena kesalahan dan dosa yang telah dilakukannya hilang dengan sendirinya. Ia tidak lagi merasa takut tetapi sebaliknya, ia sudah merasa aman dan nyaman karena dosanya sudah diampuni oleh Allah swt.
2. Istighfar Perintah Allah swt.
Alasan kedua mengapa kita harus beristighfar karena ia adalah perintah Allah swt. Ayat-ayat yang memerintahkan beristighfar antara lain,
QS. Al-Muzzammil : 20 :
واستغفروا الله ان الله غفور رحيم
(Wastaghfirullaha Inna Allaha ghafurun rahim)
Artinya : "Dan mohonlah ampunan Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Dalam ayat lain QS. Hud : 3 :
وان استغفروا ربكم ثم توبوا اليه يمتعكم متاعا حسنا الى اجل مسمى ويؤت كل ذي فضل فضله
(Wa anistaghfiru rabbakum tsumma tubu ilaihi yumatti'kum mata'an Hasanah ila ajal in musamma wa yu' ti kulla dzi fadhlin fadhlahu).
Artinya: "Dan hendaklah kamu memohon maghfirah (ampunan) kepada Tuhan kamu kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kamu kenikmatan yang baik sampai waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada setiap pemilik keutamaan, keutamaannya."
Ayat ini mengandung pesan bahwa istighfar tidak sendiri, harus disertai taubat. Menurut Hasan Basri, ketika lisan sedang beristighfar maka pada waktu yang bersamaan hati bertaubat. Dan apabila seseorang beristighfar sementara hatinya bermaksiat maka ia harus beristighfar kembali. Ayat di atas memberi petunjuk orang beristighfar dan bertaubat tidak hanya memberi rasa aman tetapi melalui ini Allah akan memberi kenikmatan, kemuliaan.
Kalau kita simak dengan baik, di balik perintah Allah ada manfaat dan hikmah. Ketika kita memohon ampunan agar Allah mengampuni kesalahan dan dosa yang kita lakukan, maka pada saat yang sama akan menjadi penghalang kita dari perbuatan yang dapat merugikan diri kita sendiri. Kita tidak lagi akan melakukan kesalahan dan dosa yang sama dan dosa-dosa lainnya.
Dari bacaan kita tentang "Bulan Istighfar" (Puasa Ramadhan Hari Kelima) menjelang hari keenam esok hari kita dapat berkata bahwa kita harus beristighfar sebanyak mungkin semampu kita. Selain akan memberi rasa aman kita juga akan memiliki penghalang dari perbuatan yang dapat menodai pahala puasa yang sedang kita jalani.
Wallahu A'lam bi al-shawaab
Ternate, 10 Juni 2016/05 Ramadhan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

Bersama al-Qur'an (164) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persah...
Bersama al-Qur'an (148) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Dua Hari di Yogya : Inspirasi dan Motivasi Bagai Dua Sisi Mata Uang yang Harus Selalu Bersama. Inspirasi dan motivasi dalam tulisan ini  juga terinspirasi dari sebuah tulisan Bapak Ngainun Naim, Ketua LP2M IAIN Tulungagung Dalam sebuah tulisan Bersama al-Qur'an nomor 146 yang saya publish saat semalam berada di Yogya, 15 Juli 2019, seorang mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga menulis di kolom komentar. "Assalamu Alaikum ustadz. Apa kita bisa ketemu di Yogya?" tanya Sakti Garwan kepada saya. Anak sulung dari beberapa bersaudara ini adalah sangat dekat ...
Bersama al-Qur'an (57) Bacalah (إقرأ) "Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah". Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini. "Wisuda Magister" Waktu berjalan tiada henti. Dua puluh tahun terasa begitu cepat. Saat itu, 1997 usai acara wisuda Pasca Sarjana IAIN Alauddin (UINAM), saya larut dalam suasana gembira, senang, dan bahagia bersama para keponakan yang lucu-lucu. Kegembiraan itu saya wujudkan dalam foto bersama mereka. Hari ini 2018, kenangan foto itu masih kuat dalam memori saya. Melalui tulisan ini, bersama al-Qur'an, saya ingin berbagi dengan teman-teman fb. Sebagaimana yang tampak, saya berfoto bersama empat keponakan. Mereka saat itu masih usia dini, TK dan ...