Bersama al-Qur'an (26)
اقرأ
Bacalah "Puasa Ramadhan Hari Kedua"
Bulan ramadhan adalah bulan ke-9 penanggalan Hijriyah. Bulan ini datang sesudah bulan sya'ban. Bulan ini dikenal sebagai bulan puasa karena pada siangnya yang dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, orang Islam berpuasa tidak bisa makan, minum dan bergaul (jima') dengan isteri, serta meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah SWT.
Nabi saw bersabda yang diriwayatkan Bukhari Muslim :
Nabi saw bersabda yang diriwayatkan Bukhari Muslim :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ،
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian.
Dalam sejarah Islam, bulan ramadhan memiliki sejarah tersendiri bagi ummat Islam. Kita meyakini bahwa bulan ini adalah bulan awal wahyu. Pada bulan inilah wahyu pertama turun yang terdiri atas 5 ayat dari surah al-'Alaq. Di bulan ramadhan juga ada satu malam yang disebut malam qadr ( lailat al-Qadr). Malam ini lebih mulia dari seribu bulan ( Khairul min Alfi syahrin). Al-Qur'an diturunkan dari lauh al-mahfuzh sekaligus kemudian diletakkan, disimpan di Bait al-'Izzah di langit dunia kemudian diturunkan kepada nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril, AS selama 23 tahun.
Kelebihan Bulan Ramadhan. Pada bulan ramadhan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan-syaitan diikat. Kondisi ramadhan seperti ini membuat orang yang berpuasa memiliki waktu yang cukup banyak untuk meninggalkan amalan yang sesat dan mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah dan ketaatan yang mendekatkan dirinya ke surga dan menjauhkan dirinya dari neraka.
Berdasarkan beberapa hal yang dikemukakan ada dua hal yang menjadi catatan dalam tulisan ini :
1) Bulan puasa sebagai bulan menahan diri. Menahan yang dimaksudkan di sini tidak terbatas pada wilayah kongkrit yang sempit. Tidak hanya menahan makan, minum dan berhubungan (jima') dengan isteri, tetapi mencakup semua anggota badan dan berbagai hal yang tidak terjangkau oleh indera mata. Mata harus menahan diri untuk melihat hal yang tidak bermanfaat. Ia harus digunakan untuk melihat hal yang positif. Mata sejatinya menjadi penunjuk jalan keselamatan bagi anggota badan lainnya. Demikian juga telinga. Telinga harus mampu menahan diri untuk menjadi agen gosip yang tidak bermanfaat. Ia harus digunakan untuk mengakses informasi dari telinga ke telinga secara baik dan mutawatir. Telinga tidak boleh menjadi sumber kekacauan, sumber konflik dalam keluarga, dan masyarakat. Telinga sejatinya menjadi telinga rahmatan lil 'alamin.
Pikiran juga harus dapat dikendalikan. Ia tidak boleh dibiarkan memikirkan yang mendatangkan dosa dan kerusakan. Pikiran harus dimanage sehingga ia selalu melahirkan ide, gagasan yang konstruktif.
Pikiran juga harus dapat dikendalikan. Ia tidak boleh dibiarkan memikirkan yang mendatangkan dosa dan kerusakan. Pikiran harus dimanage sehingga ia selalu melahirkan ide, gagasan yang konstruktif.
2) Lailat al-Qadr (malam qadr).
Kemuliaan bulan ramadhan salah satunya karena pada bulan ini diturunkan al-Qur'an dan di bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lebih dari 80 tahun). Penjelasannya terdapat dalam surah al-Qadr sebagai berikut :
1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ .3
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ .4
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .5
1. Inna anzalnahun fi lailat al-qadr
2. Wa ma adra kama lailat al-qadr
3. Lailat al-qadri khairun min alfi syahrin
4. Tanazzalu al-malaikatu wa al-ruhu fiha biidzni rabbihim min kuli amrin
5. Salamun Hiya hatta mathla'i al-fajr.
Artinya
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam al-Qadr.
2. Dan apakah yang menjadikan engkau tahu apakah lailat al-Qadr ?
3. Lailat al-Qar lebih baik dari seribu bulan.
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Turun malaikat-malaikat dan Ruh (malaikat Jibril) padanya dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.
5. Salam (kedamaian yang agug dan besar) ia sampai terbitnya fajar.
Kemuliaan bulan ramadhan salah satunya karena pada bulan ini diturunkan al-Qur'an dan di bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lebih dari 80 tahun). Penjelasannya terdapat dalam surah al-Qadr sebagai berikut :
1. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ .2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ .3
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ .4
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .5
1. Inna anzalnahun fi lailat al-qadr
2. Wa ma adra kama lailat al-qadr
3. Lailat al-qadri khairun min alfi syahrin
4. Tanazzalu al-malaikatu wa al-ruhu fiha biidzni rabbihim min kuli amrin
5. Salamun Hiya hatta mathla'i al-fajr.
Artinya
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam al-Qadr.
2. Dan apakah yang menjadikan engkau tahu apakah lailat al-Qadr ?
3. Lailat al-Qar lebih baik dari seribu bulan.
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Turun malaikat-malaikat dan Ruh (malaikat Jibril) padanya dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.
5. Salam (kedamaian yang agug dan besar) ia sampai terbitnya fajar.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa setiap tahun terjadi Lailat al-Qdr. Nabi juga menganjurkan umatnya agar mendapatkan Lailat al-Qadr pada sepuluh malam terakhir ramadhan. Prof.Dr.M.Quraish Shihab menyebutkan bahwa pada surah al-Qadr terdapat isyarat yang memberi petunjuk bahwa Lailat al-Qadr datang terus menerus setiap tahun. Ayat keempat menggunakan kata tanazzalu dalam bentuk mudhari' (kata kerja yang berbentuk masa kini dan akan datang). Ayat "tanazzalu al-malaikatu menunjukkan bahwa turunnya malaikat itu, bersambung secara terus menerus.
Dari bacaan kita tentang "Puasa Ramadhan Hari Kedua" hari ini, kita boleh berkata bahwa : 1) Puasa sebagai upaya menahan diri. Menahan diri tidak hanya dalam hal makan dan minum tetapi menahan diri untuk tidak melakukan semua yang tidak bermanfaat. Termasuk di dalamnya menghindari apa saja yang dapat mengganggu kreatifitas. Kita menahan diri untuk tidak berkarya. Kita harus terus berkarya. Artinya di hari kedua ramadhan hari ini justru kita mulai memanaskan mesin kendaraan kita untuk menambah kecepatan, menambah kualitas puasa, meningkatkan kreatifitas, menambah energi untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita. 2) Kemuliaan Lailat al-Qadr karena pada malam itu turunnya al-Qur'an dan malam itu mempunyai nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran lebih baik dari seribu bulan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Mungkin kita sepakat, bahwa sambil menunggu malam yang sangat mulia itu, akan sangat mulia bila hari ini kita sudah mempersiapkan untuk meraihnya, mempersiapkan tenaga dan pikiran kita dan bertekad untuk mewujudkannya dalam berbagai aktifitas yang bernilai ibadah. Kita saling mengingatkan agar kita membaca al-Qur'an, kita mempelajarinya, kita mendiskusikannya kemudian kita mengambil hikmahnya, mengambil pelajaran darinya, lalu berusaha mengamalkannya dan mengajarkannya. Sebaik-baik manusia adalah orang yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya.
Wallahu A'lam bi al-shawab
Ternate, 07 Juni 2016 M/02 Ramadhan 1437 H
Ternate, 07 Juni 2016 M/02 Ramadhan 1437 H
Comments
Post a Comment