Skip to main content

Blog authors

My photo
M. Djidin
M. Djidin Dahlan lahir di Mandar, SULBAR, 02 Juni 1955. SD, PGAN 4 Th di Tinambung. SPIAIN, S1 dan S2 di Makassar, S3 di Jakarta. Di Makassar, kuliah di ABA (Bhs. Inggris ), mengajar di Lembaga Bhs IAIN, UMI, MAN, SMP, SMA Nahdiyat, SMP, SMA Trisakti, magang Wartawan Pedoman Rakyat. Juga, aktif ceramah dan khuthbah Jumat. Belajar tasauf di Majlis Ta'lim Habib Abubakar Hasan al-Attas. Bimbingan akhlak tasauf dari ARG. Prof. Dr. KH. Sahabuddin, mendampingi beliau bersafari dakwah ke jamaah Qadiriyah Mandar. Di Makassar, M. Djidin juga berguru kepada KH. Mustari, K. Mursalin Saleh, KH. Hafidz, KH. Muhammad Nur, KH. Abd. Qadir, MA. Mengikuti pengajian KH. Ali Ba'bud, KH. Sanusi Baco, KH. Muchtar Husain. Di Mandar, mengikuti pengajian dan dakwah keliling Annangguru KH. Muh. Saleh, belajar pd Annangguru Hafil, Annangguru Imam Sawang, Guru Ka'do, Pak Jurairi, M. Saleh, Sitti Awi, Pua Pasing. Pengalaman luar negeri, 2007, 4 bulan belajar tafsir di Mesir. 2011, Rajab - ramadhan belajar di Ummul Qura' University, Makkah. Pengalaman jabatan di IAIN Ternate, Ketua Prodi B. Arab, Kajur Tarbiyah, Kajur Adab, Dekan


Bersama al-Qur'an (24)
اقرأ
Bacalah "Tidur"
Tidur adalah bahagian dari hidup ini. Setiap orang pasti mengalami tidur, baik tidur di malam hari maupun tidur di siang hari. Yang berbeda mungkin dari segi kuantitas dan dari segi kualitasnya. Orang yang bisa tidur berkualitas, mengatur tidurnya dengan baik, tidur sesuai kebutuhan jasmani dan ruhani berpeluang menjadi sehat. Sedangkan orang yang tidur tidak teratur, tidur berlebihan, atau kekurangan volume tidur menurut kesehatan ada kemungkinan mudah terserang penyakit. Dalam literatur kesehatan terutama berkaitan dengan tidur dapat kita baca bahwa orang yang kekurangan tidur beresiko terkena berbagai penyakit, di antaranya hipertensi, diabetes, stroke. Tetapi sebaliknya, jika terlalu banyak tidur melebihi waktu yang dibutuhkan jasmani dan ruhani maka ia juga dimungkinkan akan beresiko terkena penyakit jantung.
Tidur bukan usaha, bukan ciptaan manusia. Ia adalah ciptaan Allah SWT dan salah satu tanda kebesaran-Nya. Kita sering mau tidur tetapi tidak bisa. Kadang juga kita tidak mau tidur tetapi tertidur. Ketika kita berada di kantor sendiri, duduk di meja kerja mengantuk lalu tertidur. Demikian pula seorang pegawai misalnya, sedang mengikuti sebuah kegiatan workshop di sebuah hotel. Acara baru berjalan 15 menit pegawai tersebut sudah tertidur. Sebenarnya kita ke kantor bukan untuk tidur tetapi ternyata tidur. Demikian juga misalnya, kita menghadiri suatu kegiatan tujuannya untuk meningkatkan wawasan akademik tetapi ketika acara sedang berlangsung kita tertidur. Tentu saja banyak kasus tidur lainnya yang tidak bisa dihindari sesuai pengalaman masing-masing. Sebenarnya ada waktu tertentu kita tidak merencanakan tidur, tetapi ketika ia datang tidur itu tidak bisa dibendung. Ini adalah tanda bahwa manusia adalah lemah dan sangat lemah. Manusia tidak mampu melawan dan membendung tidur. Ini juga sekaligus tanda kebesaran Allah SWT yang Maha Kuasa menciptakan tidur. QS. Al-Rum (30) : 23 :
ومن أيته منامكم باليل و النهار
(Wa min ayatihi manamukum bi al-laili wa al-nahari). Artinya : "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari"
Pembicaraan tidur dalam al-Qur'an cukup banyak. Ketika al-Qur'an berbicara tentang tidur (al-naum) sering dikaitkan dengan kata malam (al-lail), siang (al-nahar), kematian (al-maut).
1. Tidur adalah Istirahat
QS. Al-Furqan : 47 :
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاساً وَالنَّوْمَ سُبَاتاً وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُوراً
Artinya:” Dan Dialah yang menjadikan untuk kamu malam sebagai pakaian dan tidur sebagai pemutus (untuk beristirahat) dan Dia menjadikan siang untuk bertebaran”.
Ayat tersebut mengandung pesan bahwa malam itu waktu yang dipakai, digunakan tidur (al-naum) untuk beristirahat. Sedang siang hari (al-nahar) digunakan untuk bertebaran (nusyura), bekerja, mencari rezeki di muka bumi.
Orang yang bekerja sejak pagi sampai sore memang melelahkan. Bukan hanya jasmani yang merasa lelah tetapi otak juga lelah berpikir. Oleh karena itu keduanya harus istirahat. Tujuannya untuk menyegarkan kembali tenaga yang sudah lemah dan otak yang sudah bekerja keras. Sehingga besoknya kita kembali memiliki daya kerja dengan tubuh yang segar.
2. Tidur adalah mati kecil ( وفاة صغرى/موتة صغرى ).
QS.Al-Zumar : 42 :
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang tidur dan orang mati sama. Baik tidur maupun mati, nyawanya atau jiwanya ditahan atau dalam kekuasaan Allah SWT. Orang yang mati nyawanya atau jiwanya ditahan terus oleh Allah SWT dan tidak dikembalikan lagi ke dalam tubuhnya. Sedang orang yang tidur nyawanya dilepaskan, dikembalikan ke dalam tubuh selama beberapa waktu (selama tidurnya) yang ditetapkan. Oleh karena itu ketika sedang tidur, kita tidak bisa makan, tidak bisa pergi, tidak bisa nonton bola karena kita dalam keadaan mati kecil.
Salah satu hadis yang diajarkan oleh Nabi saw dan menjadi doa ketika bangun tidur : اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Artinya :
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah kita kembali.
3. Tidur itu sehat dan semua makhluk hidup mengalami tidur.
Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah menciptakan tidur bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada binatang dan tumbuh-tumbuhan. Burung-burung, ayam yang sudah bekerja keras di siang hari menjelang malam mencari tempat berlindung untuk beristirahat (tidur). Bahkan tumbuh-tumbuhan juga butuh istirahat ( الكائنات الحية جميعها فى النوم ).
Dr. Shah Nawaz Khan menulis (The Review of Religions) bahwa :
"Semua mahluk hidup memerlukan istirahat setelah melakukan aktivitas / kegiatan, karena aktivitas tersebut menggunakan jaringan sel hidup sehingga akan timbul kerusakan pada jaringan tersebut. Istirahat ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang dimaksud. Selama kita tidur, tubuh mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru dan limbah serta uap kotor yang terjadi pun dibuang. Tidur ini tidak hanya diperlukan oleh manusia dan hewan saja, tumbuh-tumbuhan pun memerlukannya. Sebagai contoh saja, pada siang hari tumbuhan bunga matahari daun-daun kelopak bunganya terbuka dan menutup kembali pada waktu senja menjelang malam hari."
Dari bacaan kita tentang "tidur" mungkin kita bisa berkata bahwa :
1. Tidur adalah salah satu nikmat agung bagi setiap makhluk hidup terutama bagi kita manusia. Tidur membuat kita segar dan dengan tidur pula membuat metabolisme tubuh meningkat. Oleh karena itu mungkin sebaiknya kita memanage waktu kita termasuk waktu tidur kita, yaitu menjadi tidur sehat, tidur berkualitas, tidur bernilai ibadah dan mengharap pertolongan Allah SWT Yang Maha Kuasa menciptakan tidur.
2. Dengan tidur kita dapat menyadari bahwa betapa lemahnya kita di hadapan Allah SWT. Tidak seorangpun yang bisa menghindar dari tidur selama hidupnya. Di waktu apapun dan di tempat manapun pasti kita bertemu dengan tidur.
3. Tidur menyadarkan kita bahwa hidup ini bersifat sementara. Oleh karena itu kita sejatinya bertekad untuk selalu melakukan sesuatu yang bermanfaat sebelum datangnya saat itu dimana kita hanya mengurus diri masing-masing karena bantuan orang lain sudah tertutup.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 04 Juni 2016

Comments

Popular posts from this blog

Bersama al-Qur'an (164) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persah...
Bersama al-Qur'an (148) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Dua Hari di Yogya : Inspirasi dan Motivasi Bagai Dua Sisi Mata Uang yang Harus Selalu Bersama. Inspirasi dan motivasi dalam tulisan ini  juga terinspirasi dari sebuah tulisan Bapak Ngainun Naim, Ketua LP2M IAIN Tulungagung Dalam sebuah tulisan Bersama al-Qur'an nomor 146 yang saya publish saat semalam berada di Yogya, 15 Juli 2019, seorang mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga menulis di kolom komentar. "Assalamu Alaikum ustadz. Apa kita bisa ketemu di Yogya?" tanya Sakti Garwan kepada saya. Anak sulung dari beberapa bersaudara ini adalah sangat dekat ...
Bersama al-Qur'an (57) Bacalah (إقرأ) "Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah". Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini. "Wisuda Magister" Waktu berjalan tiada henti. Dua puluh tahun terasa begitu cepat. Saat itu, 1997 usai acara wisuda Pasca Sarjana IAIN Alauddin (UINAM), saya larut dalam suasana gembira, senang, dan bahagia bersama para keponakan yang lucu-lucu. Kegembiraan itu saya wujudkan dalam foto bersama mereka. Hari ini 2018, kenangan foto itu masih kuat dalam memori saya. Melalui tulisan ini, bersama al-Qur'an, saya ingin berbagi dengan teman-teman fb. Sebagaimana yang tampak, saya berfoto bersama empat keponakan. Mereka saat itu masih usia dini, TK dan ...