Skip to main content

Blog authors

My photo
M. Djidin
M. Djidin Dahlan lahir di Mandar, SULBAR, 02 Juni 1955. SD, PGAN 4 Th di Tinambung. SPIAIN, S1 dan S2 di Makassar, S3 di Jakarta. Di Makassar, kuliah di ABA (Bhs. Inggris ), mengajar di Lembaga Bhs IAIN, UMI, MAN, SMP, SMA Nahdiyat, SMP, SMA Trisakti, magang Wartawan Pedoman Rakyat. Juga, aktif ceramah dan khuthbah Jumat. Belajar tasauf di Majlis Ta'lim Habib Abubakar Hasan al-Attas. Bimbingan akhlak tasauf dari ARG. Prof. Dr. KH. Sahabuddin, mendampingi beliau bersafari dakwah ke jamaah Qadiriyah Mandar. Di Makassar, M. Djidin juga berguru kepada KH. Mustari, K. Mursalin Saleh, KH. Hafidz, KH. Muhammad Nur, KH. Abd. Qadir, MA. Mengikuti pengajian KH. Ali Ba'bud, KH. Sanusi Baco, KH. Muchtar Husain. Di Mandar, mengikuti pengajian dan dakwah keliling Annangguru KH. Muh. Saleh, belajar pd Annangguru Hafil, Annangguru Imam Sawang, Guru Ka'do, Pak Jurairi, M. Saleh, Sitti Awi, Pua Pasing. Pengalaman luar negeri, 2007, 4 bulan belajar tafsir di Mesir. 2011, Rajab - ramadhan belajar di Ummul Qura' University, Makkah. Pengalaman jabatan di IAIN Ternate, Ketua Prodi B. Arab, Kajur Tarbiyah, Kajur Adab, Dekan

Bersama al-Qur'an (23)
اقرأ
Bacalah "Doraemon"
Nama Doraemon sudah tidak asing lagi bagi kita. Doraemon adalah judul sebuah film kartun yang ditayangkan di Stasiun Televisi di Republik ini. Film ini sangat digemari oleh masyarakat terutama anak kecil. Film kartun ini digemari di antaranya karena Doraemon yang menjadi tokoh sentralnya memiliki sifat yang suka menolong. Doraemon sudah mempersiapkan diri secara lengkap yang diperlukan untuk menjalankan misinya sebagai penolong. Alat-alat yang digunakan Doraemon diyakini mampu menghadapi dan mengatasi semua rintangan bahkan sebesar apapun tantangan itu. Doraemon menggunakan bolang baling bambu dan kantong ajaib. Dengan bolang baling ini, Doraemon tidak hanya bisa membantu warga yang ada di negerinya tetapi ia bisa menolong warga yang ada di negeri lain. Bolang balingnyalah yang akan mengantarkan ke mana Doraemon terbang. Kantong ajaib yang berisi bermacam-macam alat sangat membantu Doraemon mengatasi dan memuluskan misinya yang mulia sebagai sang penolong.
Ide mengangkat tulisan ini ketika saya tidak sengaja melihat catatan kecil saya waktu kuliah di Jurusan Tafsir Hadis Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003-2009. Catatan saya itu resume dari sebuah kuliah Umum yang disampaikan oleh pejabat dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud), mewakili menteri pada salah satu acara kemahasiswaan yang diselenggarakan di kompleks Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Jakarta. Isinya tentang Doraemon.
Perbedaan tulisan ini dengan ceramah Doraemon yang telah disebutkan dan mungkin juga tulisan-tulisan Doraemon yang lain, bahwa tulisan ini berusaha mengambil manfaat dari film kartun Doraemon dengan pendekatan al-Qur'an. Mungkin ada yang menganggap film kartun ini sarat dengan nilai-nilai negatif tetapi tulisan ini ingin membuktikan bahwa yang negatif itu bisa menjadi positif dan mungkin bisa diambil manfaatnya.
Doraemon adalah filosofi Jepang yang mungkin dapat dimaknai upaya menggenggam dunia. Ingin mewujudkan ide, cita-cita, harapannya dengan mudah yaitu melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak ada yang sulit di dunia ini kalau menguasai teknologi. Mungkin ini salah satu filosofi Doraemon yang dapat terbaca pada film kartun tersebut. Tulisan ini akan menjawab bagaimana al-Qur'an mengajarkan umat Islam dan umat manusia pada umumnya agar menjadi sukses. Salah satu caranya jadilah Doraemon.
Apa itu Doraemon ?
Doraemon adalah singkatan dari 1. D adalah Dream (mimpi, cita-cita). 2. O adalah Opportunity (kesempatan, peluang). 3. R adalah Reform (memperbaharui, Introspeksi ). 4. A adalah Action ( Bergerak, Aksi, Pembuktian). 5. E adalah Energy, kekuatan, power. 6. M adalah Minggle (Silaturrahim). Ada juga yang memaknainya sebagai pemetaan (Mapping). 7. O adalah Organization (organisasi). 8. N adalah Networking (jaringan).
1. Dream (mimpi). Al-Qur'an dalam berbagai ayatnya memberi petunjuk bahwa hidup ini harus bermimpi, bercita-cita. Seorang muslim harus sadar untuk apa ia diciptakan. Apa tujuan hidupnya. Tanpa ada mimpi, tanpa tujuan maka kehidupan seseorang tidak akan terarah. Boleh jadi hidupnya tidak banyak berfaedah karena tidak ada yang menuntunnya, tidak ada yang mengarahkannya. Pendek kata ia dapat melakukan apa saja berdasarkan selera tanpa pertimbangan yang matang.
QS.Al-Mukmin : 60 :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Berharaplah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan harapanmu sekalian.”
QS Albaqarah : 186 :
فليستجيبوأ لي وليومنوآبي لعلهم ير شدون
Allah SWT akan mengabulkan harapan (doa) bagi siapa saja yang berharap (berdoa) hanya kepada-Nya.
Dalam ayat lain Allah menegaskan bahwa bangsa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah, menyembah Allah (Wa ma khalaqtu al-jinn wa al-ins Illa liya'budun).
Dari ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa siapapun kita harus memiliki harapan, tujuan yaitu untuk beribadah. Beribadah pengertiannya sangat luas seluas aspek kehidupan manusia. Ibadah dimaksud baik yang berkaitan langsung kepada Allah SWT maupun yang berkaitan dengan semua makhluk Allah di bumi ini termasuk sesama manusia. Ibadah dimaksud sesuai norma agama dan ikhlas karena Allah semata. Belajar, berkarya, berdagang, bersilaturrahim dan lain-lain dilakukan karena Allah dan sesuai norma agama adalah bahagian dari ibadah. Dan inilah di antara mimpi orang yang beriman yang dapat mengantarkannya meraih kesuksesan.
2. Opportunity (kesempatan, peluang). Allah berfirman :
خلق الانسان Allah telah menciptakan manusia. Pada ayat lain berbunyi :
Laqad khalaqna al-insana fi ahsani taqwim (Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan). Kedua ayat ini dapat dipahami bahwa kesempatan menikmati kehidupan di bumi ini adalah sebuah anugerah yang harus dimanfaatkan. Waktu dan kesempatan jika tidak diisi sesuatu yang bermanfaat maka kita termasuk orang yang merugi. Allah menegaskan : Wal'ashr Inna al-insana
lafi khusrin illa alladzina amanu wa 'amilu al-shalihati wa tawashau bi al-haq wa tawashau bi al-shabr ( Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan (memanfaatkan kesempatan, peluang) mengerjakan amal saleh (amal kebaikan), nasihat menasehati kepada kebenaran dan kesabaran).
3. Reform (memperbaharui diri, introspeksi diri). Siapapun kita harus selalu menatap masa depan. Apa yang sudah dilakukan harus dievaluasi untuk diperbaiki atau disempurnakan. QS. Al-Hasyr ayat 18 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ayat ini mengandung pesan pembaharuan. Mungkin kita bisa berkata bahwa apa yang sudah kita lakukan harus dievaluasi untuk berbuat yang lebih baik di masa datang. Perubahan itu harus lahir dari dalam diri. Ada keinginan dan tekad untuk berubah, QS. Al-Ra'du, ayat 11 : إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم
“Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”
4. Action (bertindak, berbuat, aksi).
Al-Qur'an merekomendasikan agar kita dalam hidup ini bisa berbuat sesuatu yang kongkrit, yang nyata, bukan wacana. Allah menjelaskan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩
Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
Ayat tersebut begitu lengkap berkaitan apa yang seharusnya kita perbuat. Pertama, kesalehan individu. Ini merupakan fondasi awal yang harus kuat sebelum membangun yang lainnya. Kesalehan individu ialah memperkuat jaringan kita dengan Allah melalalui ruku', sujud. Kalau ini sudah kuat kita lanjutkan membangun kesalehan sosial dengan beribadah, mempersembahkan kerja-kerja sosial, bakti sosial dan kegiatan positif lainnya kemudian diboboti perbuatan-perbuatan yang baik yang tidak terbatas.
5. Energy. Al-Qur'an menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki energi positif dan energi negatif. Manusia harus memilih yang positif agar menghasilkan produk yang positif pula. Sebaliknya apabila energi negatif yang dominan maka hasilnya juga negatif. Al-Qur'an mengistilahkan taqwa sebagai energi positif dan fujur untuk energi negatif. QS. Al-Syams: 7-10 :
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan (fujur) dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
6. Minggle (silaturrahim).Surah al-Nahl ayat 90
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku 'adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Ayat yang telah disebutkan dimaknai oleh beberapa mufassir mengandung pesan perintah silaturrahim , yaitu kita hendaknya memperhatikan, melakukan komunikasi dengan kerabat, tetangga dan yang lainnya.
7. Organization (organisasi). Organisasi secara sederhana dapat dimaknai suatu perkumpulan atau jamaah yang mempunyai sistem yang teratur dan tertib untuk mencapai tujuan bersama. Dalam surah al-Shaff ayat 4 dikemukakan:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ (4)
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
Dari ayat tersebut mungkin kita dapat memaknai bahwa pekerjaan yang berat yang dilakukan oleh satu orang akan menjadi mudah dan ringan apabila dilakukan oleh beberapa orang bersama-sama melalui suatu organisasi. Pada sebuah organisasi berkumpul SDM-SDM yang saling mengisi, saling mendukung bagaikan bangunan yang kokoh, sebuah kekuatan.
8. Networking (jaringan). Jaringan dapat dimaknai sebagai produk ilmu pengetahuan dan tehnologi. Situs jejaring sosial (Social networking sites) merupakan situs yang dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah profil dan kemudian dapat menghubungkan dengan pengguna lainnya. Situs jejaring sosial adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk terhubung menggunakan profil pribadi atau akun pribadinya. Melalui media sosial ini kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja di dunia ini tanpa dibatasi ruang dan waktu. Al-Qur'an ayat pertama surah al-'Alaq sudah memerintahkan untuk mempelajari, mengkaji, meneliti (iqra') apa saja yang ada di langit dan di bumi. Ayat yang lain yang menyuruh manusia untuk meneliti dan memperhatikan alam semesta:
قل ا نظروا ما ذا في السموا ت والا رض وما تغني ا لا يت والنذر عن قوم لا يؤ منون
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. ” (QS Yunus : 101).
Ayat di atas mengandung pesan perhatian al-Qur'an terhadap pengkajian terhadap bumi dan langit yang melahirkan ilmu pengetahuan dan tehnologi meliputi networking dan lain-lain.
Hasil bacaan kita tentang "Doraemon" adalah bahwa al-Qur'an banyak memberi dorongan untuk meraih kesuksesan. Salah satunya adalah kita harus bermimpi. bercita-cita, menangkap setiap peluang yang ada, selalu melakukan perbaikan diri, melakukan pembaruan dalam setiap langkah dan perbuatan ke arah yang lebih baik. Selain itu kita juga harus mewujudkan cita-cita dan harapan melalui kerja nyata, prestasi kerja. Energi yang kita miliki harus dikeluarkan, dimanfaatkan kepada hal yang positif. Silaturrahim harus dijaga dengan baik dengan memelihara komunikasi antar sesama. Organisasi juga salah satu unsur penting ditambah dengan networking dalam upaya mewujudkan cita-cita yang didambakan. Semua ini adalah representasi dari sebuah nama yang disebut "Doraemon"
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 02 Juni 2016

Comments

Popular posts from this blog

Bersama al-Qur'an (164) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Permohonan Maaf dan Ucapan Doa Selamat Sejak pagi tadi, Sabtu, 10 Agustus 2019 medsos banyak diisi ucapan permohonan maaf. Permohonan maaf disampaikan kepada sahabat, teman kerja, kawan sekampung, sahabat fb menjelang hari raya Idul Adha. Ucapan selamat juga disampaikan dengan momen yang sama menyambut tibanya hari raya haji yang biasa juga disebut hari raya korban. Mengapa permohonan maaf. Permohonan maaf adalah upaya merekatkan persahabatan, pertemanan yang sudah dijalin sebelumnya. Ada ungkapan lidah tak bertulang. Artinya, boleh jadi selama terjalinnya persah...
Bersama al-Qur'an (148) ‎(إقرأ) M. Djidin IAIN Ternate Membaca ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Ayat kauniyah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah SWT. Ayat kauniyah adalah ayat dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan lainnya yang ada di sekitar kita, di alam ini. Bacaan kita hari ini : Dua Hari di Yogya : Inspirasi dan Motivasi Bagai Dua Sisi Mata Uang yang Harus Selalu Bersama. Inspirasi dan motivasi dalam tulisan ini  juga terinspirasi dari sebuah tulisan Bapak Ngainun Naim, Ketua LP2M IAIN Tulungagung Dalam sebuah tulisan Bersama al-Qur'an nomor 146 yang saya publish saat semalam berada di Yogya, 15 Juli 2019, seorang mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga menulis di kolom komentar. "Assalamu Alaikum ustadz. Apa kita bisa ketemu di Yogya?" tanya Sakti Garwan kepada saya. Anak sulung dari beberapa bersaudara ini adalah sangat dekat ...
Bersama al-Qur'an (57) Bacalah (إقرأ) "Membaca Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah". Ayat Qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. di dalam al-Qur’an. Sedangkan Ayat Kauniyah adalah ayat atau tanda yang tampak di sekeliling yang diciptakan oleh Sang Khaliq, Allah swt. Ayat-ayat kauniyah bisa dalam bentuk benda, kejadian, peristiwa dan ciptaan Allah SWT lainnya yang ada di dalam alam ini. "Wisuda Magister" Waktu berjalan tiada henti. Dua puluh tahun terasa begitu cepat. Saat itu, 1997 usai acara wisuda Pasca Sarjana IAIN Alauddin (UINAM), saya larut dalam suasana gembira, senang, dan bahagia bersama para keponakan yang lucu-lucu. Kegembiraan itu saya wujudkan dalam foto bersama mereka. Hari ini 2018, kenangan foto itu masih kuat dalam memori saya. Melalui tulisan ini, bersama al-Qur'an, saya ingin berbagi dengan teman-teman fb. Sebagaimana yang tampak, saya berfoto bersama empat keponakan. Mereka saat itu masih usia dini, TK dan ...