Bersama al-Qur'an (19)
اقرأ
Bacalah "Semut" dan "Nabi Sulaiman"
Bacaan kita kali ini adalah semut dan nabi Sulaiman. Dalam al-Qur'an pada surah yang ke-27 semut disebut bersamaan dengan nabi Sulaiman. Nabi yang sejak usia muda dianugerahi Allah kebijaksanaan. Ia juga memiliki berbagai keistimewaan, termasuk mampu berbicara dan memahami bahasa hewan termasuk bahasa semut.
Semut adalah salah satu nama binatang yang disebut al-Qur'an. Ia juga diabadikan sebagai salah satu nama surah dalam al-Qur'an yang dikenal dengan nama النمل (al-naml/semut). Surah al-Naml juga dikenal dengan nama surah Sulaiman. Penamaan surah al-Naml adalah tauqify, artinya sejak awal nama ini yang digunakan oleh nabi untuk surah ini. Sementara penamaannya dengan surah Sulaiman adalah ijtihady, mungkin karena pembicaraan dalam surah ini nabi Sulaiman agak lebih panjang diuraikan dibanding dengan pembicaraan tentang nabi Sulaiman pada surah lain. Al-Mu'jam al-Mufahras Li alfadz al-Qur'an menyebutkan bahwa nabi Sulaiman disebut 7 kali dalam surah al-Naml. Dua kali pada surah al-Baqarah, tiga kali pada surah al-Anbiya, dua kali pada surah Shad, dan masing-masing satu kali pada surah al-Nisa', surah al-An'am, dan surah Saba. Al-Qur'an berdasarkan susunan mushaf (Tartib al-Mushaf ), surah al-Naml berada pada urutan ke-27. Sedang berdasarkan turunnya (Tartib al-Nuzul ) berada pada urutan ke-48.
1. Nabi Sulaiman, as.
Jika kita ingin merekam kembali apa yang dibicarakan al-Qur'an tentang nabi Sulaiman pada berbagai surah itu, di antaranya dapat dikemukakan bahwa nabi Sulaiman sebagai pengambil keputusan yang tepat yang diakui sendiri oleh Ayahnya, nabi Daud as. Ketika sebuah kasus tanaman milik warga masyarakat tertentu dirusak oleh sekawanan kambing tanpa pengembalanya. Bapak berdikusi dengan anak bagaimana menyelesaikan kasus itu. Bapak (nabi Daud as) berpendapat bahwa pemilik kambing harus memberikan kambingnya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi. Sementara si anak (nabi Sulaiman as) berpendapat berbeda. Ia mengatakan bahwa pemilik kambing hanya memberikan untuk sementara waktu kambingnya kepada pemilik kebun guna mereka ambil manfaatnya. Di antara manfaat yang dapat diambil dari kambing-kambing itu oleh pemilik kebun antara lain anak kambing yang dilahirkan, susu dan bulunya yang diperkirakan senilai dengan tanaman yang dirusak oleh kambing-kambing itu.
Ayat yang menerangkan ketepatan pengambilan keputusan oleh nabi Sulaiman as :
QS. Al-'Anbya' : 79
فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
Jika kita ingin merekam kembali apa yang dibicarakan al-Qur'an tentang nabi Sulaiman pada berbagai surah itu, di antaranya dapat dikemukakan bahwa nabi Sulaiman sebagai pengambil keputusan yang tepat yang diakui sendiri oleh Ayahnya, nabi Daud as. Ketika sebuah kasus tanaman milik warga masyarakat tertentu dirusak oleh sekawanan kambing tanpa pengembalanya. Bapak berdikusi dengan anak bagaimana menyelesaikan kasus itu. Bapak (nabi Daud as) berpendapat bahwa pemilik kambing harus memberikan kambingnya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi. Sementara si anak (nabi Sulaiman as) berpendapat berbeda. Ia mengatakan bahwa pemilik kambing hanya memberikan untuk sementara waktu kambingnya kepada pemilik kebun guna mereka ambil manfaatnya. Di antara manfaat yang dapat diambil dari kambing-kambing itu oleh pemilik kebun antara lain anak kambing yang dilahirkan, susu dan bulunya yang diperkirakan senilai dengan tanaman yang dirusak oleh kambing-kambing itu.
Ayat yang menerangkan ketepatan pengambilan keputusan oleh nabi Sulaiman as :
QS. Al-'Anbya' : 79
فَفَهَّمْنَٰهَا سُلَيْمَٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ
maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.
Di ayat yang lain, QS. Al-Naml, ayat 44 menggambarkan nabi Sulaiman sebagai orang yang sangat kaya dengan istananya yang sangat mewah. Ketika Ratu Kerajaan Saba memasuki istana nabi Sulaiman as, sang Ratu melihat ke lantai, di kiranya lantai itu kolam air yang besar. Lantai itu terbuat dari kaca yang bening dan di bawah lantai itu mengalir air. Sang Ratu yang tadinya angkuh dan merasa sangat berkuasa dan paling kaya sadar menyaksikan kerendahan hati nabi Sulaiman. Sang Ratu berserah diri kepada Tuhan nabi Sulaiman, Allah SWT.
Nabi Sulaiman juga digambarkan orang pandai bersyukur (QS. Al-Naml, ayat 15) dan paling taat kepada Allah SWT ( QS. Shad, ayat 30 ), mampu memanage manusia dengan berbagai kepentingan, jin, burung menjadi sebuah kekuatan yang bermanfaat (QS. Al-Naml, ayat 17).
2. Semut
Al-Qur'an menggambarkan bahwa semut bisa berbicara antara sesama semut. Bahkan nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah SWT mengerti bahasa burung dan semut (QS. Al-Naml, ayat 16 dan 18).
QS. An-Naml : 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
QS. Surah al-Naml, ayat 18 :
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Al-Qur'an menggambarkan bahwa semut bisa berbicara antara sesama semut. Bahkan nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah SWT mengerti bahasa burung dan semut (QS. Al-Naml, ayat 16 dan 18).
QS. An-Naml : 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
QS. Surah al-Naml, ayat 18 :
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, semut merupakan jenis hewan yang hidup bermasyarakat dan berkelompok. Hewan ini memiliki keunikan dan sikapnya yang sangat berhati-hati. Ia memiliki etos kerja yang sangat tinggi, menjunjung tinggi kebersamaan. Misalnya, ketika mereka membangun "jalan-jalan panjang" yang mereka kerjakan dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Keunikan lain semut, adalah menguburkan anggotanya yang mati.
Hasil bacaan kita tentang semut dan nabi Sulaiman as, mungkin kita boleh berkata bahwa kita tidak hanya berpeluang memperoleh pengetahuan dari manusia tetapi juga dari jenis hewan yang bernama semut.
Nabi Sulaiman as memiliki segalanya. Ia memiliki kerajajaan/kekuasaan, sangat kaya, memiliki ilmu, memiliki balatentara dari manusia, jin dan binatang. Beliau juga pengambil keputusan yang cerdas.Tetapi di balik semua itu, Ia tetap rendah hati, pandai bersyukur dan sangat taat kepada Allah SWT. Tentu saja ini dapat menjadi objek renungan kita untuk berpikir, bertindak, bersikap untuk menjadi manusia yang bermartabat.
Semut sebagai salah satu jenis hewan yang menjadi perhatian Allah di dalam al-Qur'an tentu saja sudah didisain Allah SWT sebagai salah satu obyek bacaan, objek renungan untuk dipelajari dan selanjutnya mengambil hikmahnya. Kerjasama, etos kerja, ketabahan dan kesabaran yang dimiliki semut adalah pelajaran yang berharga bagi siapa saja yang selalu mau berubah menjadi lebih baik dan menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Ternate, 26 Mei 2016
Comments
Post a Comment