Bersama al-Qur'an (14)
اقرأ
اقرأ
Bacalah Banda Aceh
Bacalah Mesjid Raya Banda Aceh
Bacalah Mesjid Raya Banda Aceh
Kota Banda Aceh adalah salah satu kota yang berada di Aceh dan menjadi ibu kota Provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kota Banda Aceh merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara.
Salah satu daya tarik kota Banda Aceh karena di kota ini dibangun sebuah mesjid besar yaitu Mesjid Raya Banda Aceh. Mesjid ini menjadi saksi peristiwa Stunami yang mengerikan, menghilangkan ratusan bahkan ribuan nyawa. Bangunan kantor, rumah warga hancur dan sebahagian tertimbun tanah. Kepingan-kepilngan mobil sebahagian tergantung di pohon. Tetapi mesjid Raya Bait al-Rahman masih berdiri kokoh sampai sekarang. Ini tentu saja intervensi Allah SWT. Saat ini di mesjid raya Bait al-Rahman sedang dikerjakan pembuatan payung di halaman atau di sekitar mesjid dan direncanakan rampung Juni 2017. Tampaknya pembuatan payung tersebut terinspirasi payung Mesjid Nabi di Madinah.
Pengelolaan Mesjid
Sisi lain kelebihan mesjid raya Bait al-Rahman adalah dari segi management. Setiap malam diadakan pengajian/ceramah dengan materi yang berbeda. Para penceramah diambil dari MUI, dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dosen UNSYIAH dan para ulama Aceh. Ada juga pengajian di waktu pagi dan di waktu sore. Para Imam mesjid yang terdiri atas Imam besar satu orang dan dibantu 6 orang Imam Rawatib. Para Imam ini tinggal di perumahan milik mesjid raya. Dalam perumahan ini dibangun dua buah sekolah yaitu MtS (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah). Pembangunan perumahan menggunakan dana bantuan Saudi Arabiyah.
Perpustakaan Mesjid
Kesan pertama ketika berada di perpustakaan ini adalah bersih, buku-buku yang ada di rak-rak tertata rapi. Kursi-kursi dan meja-meja sangat serasi. Zulfikar yang menerima saya menjelaskan bahwa buku-buku, rak buku, meja dan kursi adalah bantuan para donatur. Kepala Perpustakaan, Zulfikri yang masih muda ini kemudian melanjutkan bahwa para donatur perpustakaan cukup bervariasi dari dalam negeri dan luar negeri, yaitu PEMDA Aceh, Brunai Darussalam, Malaysia, Exon Mobil, Telkomsel Spirit, PT Telkom Indonesia, Embassy of the United States of America, Royal Danish Embassy, British Embassy Jakarta, Harian Kompas, Harian Waspada, Harian Serambi Indonesia, Rasa Raharja, Departemen Agama Pusat.
Kesan pertama ketika berada di perpustakaan ini adalah bersih, buku-buku yang ada di rak-rak tertata rapi. Kursi-kursi dan meja-meja sangat serasi. Zulfikar yang menerima saya menjelaskan bahwa buku-buku, rak buku, meja dan kursi adalah bantuan para donatur. Kepala Perpustakaan, Zulfikri yang masih muda ini kemudian melanjutkan bahwa para donatur perpustakaan cukup bervariasi dari dalam negeri dan luar negeri, yaitu PEMDA Aceh, Brunai Darussalam, Malaysia, Exon Mobil, Telkomsel Spirit, PT Telkom Indonesia, Embassy of the United States of America, Royal Danish Embassy, British Embassy Jakarta, Harian Kompas, Harian Waspada, Harian Serambi Indonesia, Rasa Raharja, Departemen Agama Pusat.
Koleksi buku yang dimiliki yaitu buku teks 112.93 buah dan fiksi 1084 buah. Walaupun jumlah ini masih sedikit tetapi manfaatnya bagi masyarakat cukup besar. Mereka mengunjungi perpustakaan di waktu pagi dian sore . Adapun buku-buku yang dapat dibaca di perpustakaan Mesjid Raya Banda Aceh adalah judul buku-buku yang populer seperti Ulum al-hadis, Ushul Fiqhi, Metodologi Studi Islam, Membahas Ilmu-ilmu al-Qur'an, Halal Haram dalam Islam, Kaidah-Kaidah Huku Islam, Fiqhi Wanita, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, ungkap Nurhanifah, bagian Sirkulasi Perpustakaan.
Setelah membaca kota Banda Aceh dan mesjid rayanya mungkin kita bisa berkata bahwa ada beberapa hal yang mendapat perhatian kita yaitu pertama, faktor kebersihan dan kedua, tidak ada kekuatan yang mengalahkan kekuasaan Allah SWT.
Dalam al-Qur'an kebersihan adalah sesuatu yang sangat penting. Begitu pentingnya kebersihan, sehingga orang yang membersihkan diri atau mengusahakan kebersihan termasuk bersih dalam bekerja, akan dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana firmannya dalam surah Al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi :
ﺍِنَّﷲَيُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَﻬِّرِيْنَ
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan / membersihkan diri”. (Al-Baqarah : 222
Kebersihan dalam pandangan ini tidak hanya terbatas pada satu aspek tetapi meliputi berbagai aspek antara lain aspek sosial dan moral. Untuk berinteraksi dengan orang lain aspek kebersihan menjadi perhatian penting. Tutur kata, perbuatan harus bersih. Artinya tutur kata dan perbuatan seseorang tidak boleh menyinggung perasaan orang lain. Sejatinya kita menjunjung tinggi etika moral Ajaran kebersihan tidak hanya merupakan slogan atau teori belaka, tetapi harus dijadikan pola hidup praktis, yang mendidik manusia hidup bersih sepanjang masa.
Selain kebersihan, faktor kekuasaan Allah SWT juga menjadi perhatian kita. Kita perhatikan ayat berikut :
أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
Ayat di atas sungguh nyata kekuasaan Allah SWT menidurkan hambanya cukup lama.
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
Ayat di atas sungguh nyata kekuasaan Allah SWT menidurkan hambanya cukup lama.
Faktor kedua, adalah Kekuasaan Allah di atas segala-galanya. Tidak seorangpun yang mampu menidurkan seseorang sampai seratus tahun sebagaimana telah dilakukan Allah SWT . Kita juga tidak mampu memastikan kehendak Allah SWT terhadap sesuatu. Mungkin kita berkata bahwa Stunami Aceh yang lalu seharusnya mampu menghancurkan semua bangunan yang ada termasuk mesjid raya. Kenyataannya, ribuan nyawa melayang, bangunan roboh, tetapi masih menyisakan satu bangunan yaitu bangunan Mesjid Raya Banda Aceh. Mesjid yang dijadikan obyek wisata para wisatawan ini sampai saat ini berdiri kokoh di jantung kota Banda Aceh. Berapa jam yang lalu saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri kemegahan mesjid Bait al-Rahman Banda Aceh.
Hasil bacaan kita terhadap Banda Aceh dan Mesjid Raya Banda Aceh mungkin kita dapat berkata bahwa pertama, kebersihan sejatinya menjadi rujukan kita dalam beraktivitas, bekerja dan berkomunikasi dengan orang lain. Kita juga bisa memperoleh pengetahuan dari management yang diterapkan Masjid Raya Banda Aceh (yayasan/sekretariat). Kedua, Kekuasaan Allah seharusnya menjadi perhatian khusus kita. Artinya, Allah boleh saja membinasakan sesuatu kalau dikehendaki dan menyelamatkan sesuatu atas kehendaknya. Atau boleh juga kita berkata bahwa kalau kita dekat dengan Allah SWT, maka kebutuhan, mimpi, cita-cita kita akan dipenuhi-Nya. Artinya, kita menjadi orang yang dicintainya, yaitu menjadi orang bersih, orang yang selalu menjunjung tinggi moral, etika yang bersih.
Wallahu a'lam bi al-shawab
Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh,
14 Mey 2016
14 Mey 2016
Comments
Post a Comment