Bersama al-Qur'an (11)
اقرأ
Bacalah "pesawat terbang"
Di Indonesia, tidak kurang dari 20 maskapai penerbangan yang beroperasi setiap hari. Di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Batik Air dan Lion Air.
Banyak hal yang dapat kita baca ketika kita akan bepergian dengan menggunakan pesawat. Mulai dari pembelian ticket, ceck-in sebelum boarding, masuk ke ruang tunggu sampai naik ke pesawat. Saat membeli ticket, kita memperlihatkan kartu identitas, KTP, SIM atau identitas lainnya. Tujuannya untuk mencocokkan nama yang ada di dalam ticket sama dengan nama yang ada di kartu identitas. Hal ini juga dilakukan ketika check-in dan saat boarding. Di atas pesawat kita bisa membaca pramugari/a saat awal penerbangan memberikan penjelasan terkait beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh penumpang selama perjalanan. Berselang beberapa menit para pramugari tadi membagikan makanan dan minuman kepada para penumpang. Selama penerbangan, mereka berusaha memberikan pelayanan prima guna memuaskan penumpang.
Berdasarkan realitas di lapangan dan pengalaman, walaupun aturan naik pesawat begitu jelas dan tahapan-tahapan yang harus dilewati, tetapi sebahagian masyarakat kita belum memberikan partisipasi yang optimal. Kadang kita menyesali tertundanya keberangkatan pesawat padahal penyebabnya tidak semuanya dari pihak maskapai penerbangan tetapi juga oleh calon penumpang sendiri. Dalam tiket tertulis (diinformasikan) check-in dua jam sebelum berangkat. Tetapi sebahagian calon penumpang datang beberapa menit sebelum boarding. Mungkin masih bisa dimaklumi kalau datang tanpa barang bawaan, tetapi kita sering saksikan mereka datang dengan kopor yang akan dinaikkan ke bagasi pesawat.
Pengamat penerbangan, John menjelaskan, sebelum pesawat take off, banyak hal yang perlu disiapkan dan saling berkesinambungan. Dia mencontohkan persiapan bagasi. Di mana bagasi terkait dengan penumpang, bila penumpang telat, maka persiapan bagasi juga akan telat, kemudian berdampak pada tertundanya pesawat.
Banyak yang harus dilaksanakan, titik berat (bagasi) misalnya, tidak boleh seenaknya menaruh bagasi, perlu mengatur posisinya. Kalau seenaknya pesawatnya bisa nungging.
Banyak yang harus dilaksanakan, titik berat (bagasi) misalnya, tidak boleh seenaknya menaruh bagasi, perlu mengatur posisinya. Kalau seenaknya pesawatnya bisa nungging.
Dari apa yang kita lihat dan rasakan ketika akan bepergian dengan naik pesawat, kita membaca bahwa kedisiplinan sebahagian calon penumpang belum optimal.
Al-Qur'an menjunjung tinggi kedisiplinan. Al-Qur'an sangat menghargai waktu.
Dari 114 surah al-Qur'an satu di antaranya bernama surah Al 'Ashr ( Masa ).
Dalam surah ini Al-Qur'an memperingatkan tentang pentingnya waktu, bagaimana disiplin memanfaatkannya. Ayat pertama dan kedua berbunyi : Wal-ashri (1) Inna al-insana lafy khusr (2) والعصر ( 1) ان الانسان لفى خسر (2). Artinya: "Wal-'Ashr, sesungguhnya manusia dalam kerugian. Berbagai pendapat para Ulama memaknai waktu dalam ayat ini. Ada yang menafsirkan dengan waktu tertentu yaitu waktu ashar. Ada juga yang memaknai dengan waktu di mana langkah dan gerak tertampung di dalamnya. Menurut Prof.Dr. M.Quraish Shihab,MA, waktu yang dimaksudkan adalah waktu secara umum. Arti ayat berikutnya, "sesungguhnya manusia dalam kerugian". Mungkin kita boleh berkata bahwa orang yang tidak menghargai waktu atau tidak disiplin waktu akan merugi. Sudah banyak orang yang ketinggalan pesawat karena terlambat check-in. Selain kerugian uang, kerugian lainnya mungkin tidak bisa menghadiri sebuah acara penting, atau tidak dapat menyaksikan orangtuanya dimakamkan dan sederet acara penting lainnya,
Dari 114 surah al-Qur'an satu di antaranya bernama surah Al 'Ashr ( Masa ).
Dalam surah ini Al-Qur'an memperingatkan tentang pentingnya waktu, bagaimana disiplin memanfaatkannya. Ayat pertama dan kedua berbunyi : Wal-ashri (1) Inna al-insana lafy khusr (2) والعصر ( 1) ان الانسان لفى خسر (2). Artinya: "Wal-'Ashr, sesungguhnya manusia dalam kerugian. Berbagai pendapat para Ulama memaknai waktu dalam ayat ini. Ada yang menafsirkan dengan waktu tertentu yaitu waktu ashar. Ada juga yang memaknai dengan waktu di mana langkah dan gerak tertampung di dalamnya. Menurut Prof.Dr. M.Quraish Shihab,MA, waktu yang dimaksudkan adalah waktu secara umum. Arti ayat berikutnya, "sesungguhnya manusia dalam kerugian". Mungkin kita boleh berkata bahwa orang yang tidak menghargai waktu atau tidak disiplin waktu akan merugi. Sudah banyak orang yang ketinggalan pesawat karena terlambat check-in. Selain kerugian uang, kerugian lainnya mungkin tidak bisa menghadiri sebuah acara penting, atau tidak dapat menyaksikan orangtuanya dimakamkan dan sederet acara penting lainnya,
Al-Qur'an mengajarkan kepada kita untuk selalu kreatif menghargai waktu dan menggunakannya sebaik-baiknya. Sejatinya kita tidak menunda-nunda suatu perkara yang baik, termasuk ketika kita akan bepergian naik pesawat. Kita manage waktu kapan membeli tiket, kapan check-in, waktu boarding. Dan kita harus mempersiapkan waktu dengan baik untuk menentukan apa yang harus dibawa dan apa yang tidak perlu. Dan kita tidak boleh lupa bahwa kita harus menyisihkan waktu kita walau sedikit untuk menghargai pramugari/a yang sudah memberi pelayanan secara optimal dan tentu saja siapapun kita sebaiknya dapat menghargai orang yang sudah melakukan kebaikan-kebaikan baik kebaikan itu ditujukan kepada diri kita, keluarga kita dan orang lain.
Hasil bacaan kita terhadap "pesawat" bahwa mungkin kita dapat berkata bahwa hidup ini adalah management. Siapapun kita yang bisa mengatur waktunya dengan baik niscaya tidak akan merugi. Bahkan akan memperoleh kebaikan, manfaat, keuntungan. Mengatur waktu dengan baik termasuk orang yang memanfaatkan dirinya, karunia, nikmat yang diterima secara gratis dari Allah SWT. Orang yang seperti ini dalam al-Qur'an termasuk orang yang bersyukur.
Dalam surah Ibrahim (14) menyebutkan :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dalam surah Ibrahim (14) menyebutkan :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Ayat ini mengingatkan bahwa orang yang bersyukur termasuk di dalamnya orang yang dapat memanage, mengatur waktu dengan baik niscaya akan mendapatkan tambahan nikmat yang boleh jadi dalam bentuk dapat menikmati penerbangan dengan nyaman, dan boleh jadi dalam bentuk manfaat dalam berbagai macamnya. Dan jika kita kufur nikmat, antara lain tidak dapat memanage waktu dengan baik maka ingatlah adzab atau konsekuensi yang merugikan sedang menunggu, boleh jadi dalam bentuk kerugian, kegagalan.
Wallahu a'lam bi al-shshawab
Ternate, 10 Mei 2016
Comments
Post a Comment