Bersama al-Qur'an (1)
اقرأ (iqra')
اقرأ (iqra')
Para ulama sepakat bahwa wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw, adalah lima ayat pertama surah al-Alaq yang diawali dengan kata iqra'. Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab,MA (M,Quraish Shihab) bahwa kata iqra' dapat dimaknai antara lain dengan perintah membaca, menelaah. Apa yang akan dibaca atau ditelaah tidak fokus kepada hal tertentu karena obyeknya bersifat umum. Karena itu rekomendasi kata pertama pada surah al-Alaq mencakup perintah membaca, menelaah baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Yang tidak tertulis termasuk di dalamnya alam raya, masyarakat dan diri sendiri.
Dari pengertian ini mungkin kita bisa berkata bahwa apa yang kita rasakan dan saksikan baik yang ada dalam diri sendiri maupun yang ada pada orang lain dan alam sekitar adalah bahagian dari objek yang wajib dibaca dan ditelaah. Tujuannnya adalah untuk mendapatkan pengetahuan, pembelajaran, hikmah positif yang kemudian dijadikan pedoman, petunjuk untuk berubah, memperbaiki, meningkatkan pola pikir, kreatifitas, daya juang yang lebih baik dan lebih berkualitas dan hasilnya, buah keberkahannya dapat dirasakan oleh diri sendiri, keluarga , masyarakat, bangsa dan negara.
Kalau objek pembelajaran itu berupa kesuksesan, kecerdasan, kekayaan ( tentu saja diperoleh dengan cara yang baik dan halal), dan seterusnya maka hal itu wajar diteladani dan sebaliknya apabila materinya berupa kegagalan, perilaku negatif, menyimpang bertentangan dengan norma sosial dan agama sudah pasti harus dihindari. Di sinilah pentingnya kita membaca dan menelaah. Yang pertama kita harus kaji, telaah mengapa orang lain bisa berhasil (berbagai profesi yang ditekuni) dan mengapa sebahagian orang di sekitar kita hobi melakukan hal-hal negatif dan menyimpang. Kedua hasil kajian itu kita simpulkan dan menghasilkan rekomendasi untuk segera diaplikasikan. Semua yang ada di sekitar kita adalah menjadi pelajaran bagi orang yang mau berpikir.
Comments
Post a Comment